Bahasa Terus Tumbuh, tapi Negara Selalu Tertinggal? Membaca Ulang Arah KBBI di Era Digital

3 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Ilustrasi seorang pemuda membaca buku. (Sumber: Pixabay | Foto: terski)
Ilustrasi seorang pemuda membaca buku. (Sumber: Pixabay | Foto: terski)

Sepanjang 2025, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menambah 3.259 entri baru. Angka ini bukan sekadar statistik. Ia adalah penanda bahwa bahasa Indonesia sedang bergerak cepat, menyerap bahasa daerah, istilah pergaulan, hingga kosakata dari ruang digital. Namun di balik dinamika itu, muncul paradoks: saat bahasa tumbuh semakin kompleks, infrastruktur kebahasaannya justru belum sepenuhnya siap menopang beban zaman.

Polemik tentang kapitil, galgah, perubahan ejaan Tailan, serta terpilihnya palum sebagai Kata Tahun Ini 2025 hanyalah permukaan dari persoalan yang lebih dalam: bagaimana negara mengelola bahasa sebagai sistem budaya sekaligus infrastruktur pengetahuan?

KBBI tidak lagi sekadar kamus. Ia telah berubah menjadi arena representasi sosial. Ketika palum dari bahasa Pakpak masuk sebagai kosakata nasional, negara mengirim pesan simbolik bahwa bahasa daerah bukan pinggiran, melainkan fondasi bahasa Indonesia.

Sebaliknya, masuknya kata cakapan seperti kapitil dan galgah menunjukkan keberanian institusi bahasa untuk merekam realitas sosial, bukan hanya norma ideal. Ini adalah praktik leksikografi modern: bahasa dipahami sebagai praktik hidup, bukan museum kata.

Namun keberanian ini juga membawa risiko politik budaya. Setiap kata baru menyentuh sensitivitas publik, identitas lokal, hingga moral sosial. Di titik ini, KBBI bukan hanya proyek akademik, melainkan kebijakan kebudayaan.

3.259 Entri Baru: Prestasi atau Beban?

Website KBBI Online yang mengalami gangguan (28 Januari 2026). (Sumber: Tangkapan Layar situs KBBI Online)
Website KBBI Online yang mengalami gangguan (28 Januari 2026). (Sumber: Tangkapan Layar situs KBBI Online)

Penambahan ribuan entri dalam satu tahun bisa dibaca sebagai prestasi produktivitas. Tetapi ia juga menimbulkan pertanyaan kritis: apakah ekosistem bahasa siap mengelola pertumbuhan ini?

Semakin banyak entri berarti semakin besar tanggung jawab kurasi, pembaruan makna, pelabelan ragam kata, serta edukasi publik. Tanpa dukungan sistem digital yang kuat, data kebahasaan berisiko menjadi tumpukan informasi yang sulit diakses dan dipahami.

Di sinilah persoalan infrastruktur muncul.

Gangguan akses pada website KBBI Daring dan Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia bukan sekadar gangguan teknis. Ia mencerminkan masalah struktural: bahasa nasional belum sepenuhnya diperlakukan sebagai infrastruktur strategis.

Di era digital, kamus bukan lagi buku di rak perpustakaan. Ia adalah platform publik yang dipakai jutaan pengguna setiap hari: pelajar, jurnalis, akademisi, penulis, birokrat, hingga industri kreatif. Ketika platform ini tidak stabil, yang terganggu bukan hanya layanan, tetapi standar bahasa itu sendiri.

Ironisnya, di saat negara mendorong partisipasi publik dalam pengusulan kata secara daring, akses ke basis datanya justru rapuh. Ini menciptakan jurang antara kebijakan dan pelaksanaannya.

Bahasa bukan hanya simbol identitas. Ia adalah modal ekonomi budaya. Negara dengan sistem bahasa yang kuat memiliki keunggulan dalam produksi ilmu pengetahuan, diplomasi budaya, dan industri kreatif.

Ketika KBBI dan Tesaurus Tematis berfungsi optimal, mereka memperkuat kualitas penulisan akademik, pemberitaan media, produksi konten digital, hingga kebijakan publik. Sebaliknya, ketika infrastruktur bahasa lemah, kualitas komunikasi nasional ikut tergerus.

Dalam konteks ini, investasi pada kebahasaan bukan pengeluaran simbolik, melainkan investasi produktif jangka panjang.

Masalah Utama: Bukan Kata, tapi Tata Kelola

Ilustrasi buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Jaredd Craig)
Ilustrasi buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Jaredd Craig)

Perdebatan publik selama ini terjebak pada permukaan: apakah kapitil pantas, apakah Tailan layak, apakah palum relevan. Padahal persoalan inti ada pada tata kelola bahasa.

Yang dibutuhkan bukan sekadar menambah entri, tetapi membangun sistem yang transparan, mudah diakses, stabil secara teknis, dan komunikatif kepada publik. Tanpa itu, setiap pembaruan akan terus memicu resistensi, bukan karena isinya selalu salah, tetapi karena prosesnya terasa jauh dari masyarakat.

Baca Juga: Ketika Website KBBI dan Tesaurus Tumbang: Alarm Serius Infrastruktur Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia sedang bergerak cepat. Ia tumbuh dari desa ke kota, dari bahasa daerah ke ruang digital, dari percakapan TikTok hingga meja redaksi media nasional. Pertanyaannya: apakah negara bergerak secepat itu?

Jika KBBI ingin menjadi pilar bahasa modern, ia harus ditopang bukan hanya oleh pakar linguistik, tetapi juga oleh infrastruktur digital yang kuat dan kebijakan komunikasi publik yang cerdas.

Karena bahasa yang hidup membutuhkan sistem yang hidup pula. Tanpa itu, kita akan terus merayakan pertumbuhan kosakata, tetapi kehilangan fondasi yang menopangnya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.