Netizen Ayo Bandung, Ketertiban Umum dan Transformasi Satpol PP

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Media Siber Ayo Bandung wahana netizen (Sumber: Ayo Bandung | Foto: Pexels/MART PRODUCTION)
Media Siber Ayo Bandung wahana netizen (Sumber: Ayo Bandung | Foto: Pexels/MART PRODUCTION)

Konten atau artikel Netizen Ayo Bandung mulai tumbuh berkembang dan enak dibaca. Dalam era platform digital, Netizen Ayo Bandung telah menunjukkan eksistensinya sebagai intelektual publik. Netizen yang sebagian besar masih usia belia bahkan masih banyak yang berstatus mahasiswa perlu didorong agar kian produktif. Sungguh beruntung Wali Kota Bandung setiap hari mendapat masukan dari segenap netizen berupa gagasan, inisiatif, solusi dan motivasi untuk kota Bandung.

Netizen sangat berkepentingan terhadap kemaslahatan bagi seisi kota, khususnya mewujudkan ketertiban umum dan membangkitkan kreativitas warga.

Mewujudkan ketertiban umum gampang-gampang susah. Ibarat memegang seekor burung, jika dipegang longgar akan lepas, namun jika digenggam kuat bisa mati.

Ada satuan yang tugasnya terjun langsung ke seluruh penjuru kota untuk mewujudkan ketertiban umum, yakni Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ). Antara netizen dan Satpol PP sama-sama punya peran yang sebangun, yakni menjaga dan merawat kota Bandung. Mewujudkan kota yang ditandai dengan ketertiban umum dan membuat kinerja ASN yang kian cekatan mewujudkan pelayanan publik.

Masalah ketidakadilan sosial dan ketimpangan pembangunan kota sering ditulis oleh Netizen Ayo Bandung. Konten Ayo Bandung yang jujur, bernas dan sarat kritik namun tetap konstruktif, menurut saya patut menjadi bacaan wajib segenap petinggi dan anggota Satpol PP Kota Bandung. Agar proses transformasi satuan tersebut bisa sesuai dengan semangat zaman dan aspirasi publik.

Dunia telah memasuki era platform, seperti yang digambarkan oleh Phil Simon penulis buku “The Age of The Platform.  Kini siapapun bisa membuat atau membangun platform lokal untuk proses kreatif dan bisnisnya. Platform lokal semakin mudah dibuat dengan biaya yang relatif murah. Masalahnya platform lokal sebagus apapun sangat tergantung dengan bobot dan kontinuitas konten.

Media siber Ayo Bandung telah membangun konten lokal yang segar. Konten lokal perlu bersinergi dengan platform asing memiliki arah yang jelas yakni pembentukan ekosistem yang ideal bagi pengembangan profesi kreator konten. Perusahaan raksasa seperti Google dan kreator konten mestinya bisa bersinergi dalam platform yang notabene merupakan model bisnis yang tidak memandang ukuran dan jenis usaha atau industri. Tak bisa dimungkiri, kini platform telah menjadi model bisnis paling penting. 

Laman netizen Ayo Bandung telah menjadi ideagora atau pasar ide, gagasan dan inisiatif lintas generasi, Tidak ada sekat usia dan feodalisme dalam platform ini. Bahkan kaum belia justru banyak yang lebih matang dan lebih segar karyanya.

Tidak berlebihan jika sebagian dari netizen Ayo Bandung boleh dibilang intelektual publik. Juga penumbuh kebudayaan. Lebih dari itu, kebudayaan bisa menggenjot produktivitas dan memajukan pranata sosial, korporasi dan ketatanegaraan. Serta membentuk sikap positif masyarakat yang selalu berusaha untuk maju atau sikap need of achievement.

Aktivis Netizen Ayo Bandung dengan tulus telah menjunjung kewajiban sejarah dan tradisi kecendekiawanan. Mengacu definisi New York Times tentang intelektual publik (public intellectual), adalah seseorang yang memiliki pengetahuan (knowledge), otoritas (authority), tentang isu-isu aktual (issues of the day), dan memiliki kemampuan menyampaikannya kepada publik secara lugas.

Meminjam kalimat Presiden ketiga BJ Habibie, sosok intelektual publik tersebut pada hakikatnya adalah SDM  yang terus terbarukan dan menonjol secara intelektual.  Netizen Ayo Bandung diharapkan telah menjadi platform gotong royong para intelektual publik yang sesuai dengan pembangunan, khususnya di Kota Bandung dan sekitarnya.

Satpol PP Kota Bandung (Sumber: Ayo Bandung | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Satpol PP Kota Bandung (Sumber: Ayo Bandung | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Seperti Apa Eksistensi Satpol PP yang Sesuai Semangat Zaman ?

Personil garis depan pemerintah daerah siapa lagi kalau bukan Satpol PP. Rindu dan benci mewarnai pendapat publik terkait dengan Satpol PP. Pihak yang merindukan tentunya sangat berterima kasih atas terwujudnya ketertiban dan ketentraman umum. Sedang yang membenci  biasanya adalah mereka yang bermasalah dengan hukum atau peraturan daerah. Atau mereka yang pernah mengalami tindak kekerasan personel Satpol PP yang sedang menjalankan tugas.

Satpol PP memiliki landasan hukum yang eksistensinya merupakan satuan kepolisian perangkat daerah yang menyelenggarakan ketertiban, ketentraman, dan perlindungan masyarakat. Dalam struktur organisasi, Satpol PP berada di bawah Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Banyak sekali peraturan daerah (perda) yang mesti ditegakkan oleh Satpol PP. DPRD bersama Pemda terus memproduksi perda, setelah menjadi perda, ternyata mendapatkan banyak resistensi. Dampak resistensi itu mesti dipikul oleh Satpol PP. Tak jarang kewalahan menegakkan perda karena kondisi sosial dan masalah teknis. Betapa beratnya beban kerja Satpol PP yang mesti menegakkan perda.

Sayangnya masih ada perekrutan Satpol PP yang mekanisme seleksinya tidak jelas. Seharusnya  prosedur seleksi untuk rekrutmen anggota sama seperti seleksi ASN. Status hubungan kerja Satpol PP kebanyakan adalah Pekerja Tidak Tetap (PTT). Ketika diterima sebagai personel, anggota Satpol PP dididik dengan metode pelatihan yang militeristik layaknya militer. Hal tersebut menjadikan watak Satpol PP sangat militeristik dan kurang bisa melakukan komunikasi atau pendekatan persuasif terhadap warga kota.

Seluruh kota sekarang ini berusaha untuk menjadi smart city atau kota cerdas. Mewujudkan kota cerdas sangat tergantung kepada ketertiban umum. Untuk itu dibutuhkan resolusi tahun 2026 yang berupa transformasi organisasi dan personel Satpol PP agar adaptif dengan perkembangan zaman.

Transformasi tidak sekedar merekrut sosok cantik atau ganteng untuk menjadi personel Satpol PP. Selama ini banyak pemkot yang memperbanyak sosok yang cantik dan ganteng dalam barisan Satpol PP. Bahkan ada pemkot yang memberi tunjangan peralatan make up dan disediakan program beauty class bagi anggota Satpol PP perempuan. Peralatan make up yang disediakan di kantor yakni alas bedak, bedak, eyeshadow, blush on dan lipstik. Sedangkan program kelas kecantikan digelar sekali dalam setiap bulannya.

Transformasi Satpol PP idealnya terkait dengan perkembangan teknologi. Kantor Satpol PP perlu diintegrasikan dengan infrastruktur Command Center (CC)yang pada saat ini telah dimiliki oleh sebagian besar pemerintah daerah.

Sebagian besar pemerintahan kota, kabupaten dan provinsi telah memiliki  fasilitas command center, namun fungsinya perlu dioptimalkan dan belum diintegrasikan secara ideal dengan satuan kerja yang lain seperti Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial dan lain-lain. Pada prinsipnya CC merupakan sistem terpadu pemantau kondisi wilayah untuk pengambilan tindakan yang cepat dan tepat dalam mengelola kota. Eksistensi infrastruktur tersebut mesti bersentuhan langsung dengan persoalan aktual warga kota.

Salah satu masalah krusial yang harus segera diatasi oleh kota Bandung adalah masalah kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas. Yang mana salah satu penyebab kemacetan adalah aktivitas pedagang kaki lima dan sejenisnya.  Betapa mahalnya ongkos dari kemacetan kota jika dihitung dengan nilai ekonomi dan sosial.

Perda tentang ketertiban umum sebaiknya terus direvisi sehingga pasal-pasalnya lebih humanis namun tetap tegas dan berwibawa. Revisi juga terkait dengan transformasi Satpol PP, baik terkait dengan organisasi, SDM, hingga metode dan peralatan kerja Satpol PP. Selain itu wewenang Satpol PP perlu diperbarui sesuai dengan tantangan zaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Jul 2026, 20:11

Masih Ada Asa untuk Pos Indonesia

Sektor logistik merupakan asa bagi karyawan Posindo.

Ilustrasi kondisi Posindo yang sedang menghadapi badai disrupsi namun masih ada harapan yang tersisa. (Sumber: Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 18:20

Saat Medium Musik Menjadi Jembatan Emosi antara Institusi dan Publik

Konsistensi gaya komunikasi mampu memperkuat hubungan antara institusi dan publik.

konsistensi gaya komunikasi mampu memperkuat hubungan antara institusi dan publik. (Sumber: https://newsroom.spotify.com)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 18:01

Bagaimana Perusahaan Kosmetik Global Membentuk Opini Publik di Era Media Sosial?

Kunci keberhasilan strategi PR digital dalam membentuk opini publik yang positif dan berkelanjutan.

Kunci keberhasilan strategi PR digital dalam membentuk opini publik yang positif dan berkelanjutan. (Ilustrasi oleh AI)
Wisata & Kuliner 22 Jul 2026, 17:45

Wisata Edukasi Museum ITB Sabuga: Lokasi, Harga Tiket, dan Fasilitas

Berencana mengunjungi Museum ITB? Ketahui harga tiket, cara pemesanan online, jam buka, lokasi, dan fasilitas museum terbaru di Kampus Ganesha Bandung.

Museum ITB. (Sumber: Instagram @indonesiaartdocumentary)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 17:15

Butiran Debu Kapur yang Mengundang Gangguan Saluran Pernapasan

Sepanjang jalan dengan pemandangan pohon berwarna putih saya kira karena warnanya ternyata ada serpihan debu dari pertambangan. Dampaknya terhadap gangguan pernapasan perlu diperhatikan

Pohon yang penuh debu halus dari pertambangan kapur. (Minggu, 19/06/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 16:48

Festival Film Bandung, Jejak Panjang Apresiasi Independen Perfilman Indonesia

Selama hampir empat dekade, Festival Film Bandung terus bertahan melewati berbagai fase perkembangan sinema nasional.

Pengumuman daftar nominasi Festival Film Bandung (FFB) 2026 yang digelar di Gulapadi, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis, 16 Juli 2026. (Foto: Ratna Ayu Budhiarti)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 15:10

Parkir Kendaraan Konvensional di Area Pengisian Daya: Pelanggaran Etika dan Mengganggu Fungsi SPKLU

Parkir kendaraan konvensional di area pengisian daya bukan sekadar pelanggaran etika. Praktik ini dapat mengganggu fungsi SPKLU, mengurangi keandalan layanan, dan menurunkan kenyamanan pengguna.

Kendaraan konvensional yang parkir di area pengisian daya kendaraan listrik pada sebuah SPKLU di Kota Bandung. (Foto: Angga Marditama)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 13:14

Bandung dalam Bayang-Bayang Begal: Realitas atau Efek Viral?

Begal, dengan segala unsur ketegangan dan ancamannya, menjadi “konten” yang nyaris sempurna.

Tersangka Begal di Kawasan Cicendo Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Ikon 22 Jul 2026, 12:58

Pempek Palembang, Warisan Kuliner Legendaris dengan Sejarah dari Era Sriwijaya

Pempek Palembang bukan sekadar makanan khas Sumatera Selatan. Simak sejarah, bahan utama, jenis-jenis pempek, dan kisah cuko yang membuatnya mendunia.

Pempek Palembang, salah satu kuliner legendaris Indonesia.
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 11:02

Gunung Pangradinan: Ketika Pendakian Singkat Menjadi Perjalanan yang Berkesan

Pendakian tektok ke Gunung Pangradinan membuktikan bahwa perjalanan terbaik bukan hanya soal puncak, tetapi juga orang-orang yang ditemui di sepanjang jalan.

Potret kebersamaan yang diambil saat berada di puncak Gunung Pangradinan (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Sifa Nurfauziah)
Beranda 22 Jul 2026, 08:33

Air Situ Ciburuy Menyusut, Dasar Danau Berusia 1 Abad Ini Perlahan Terbuka

Kemarau panjang yang diprediksi BMKG berlangsung hingga Oktober membuat debit air Situ Ciburuy terus surut, hingga dasar bendungan bersejarah berusia satu abad itu mulai terlihat.

Fenomena tahunan menyusutnya air Situ Ciburuy kian terasa di musim kemarau ini, berdampak langsung pada sektor pertanian, pariwisata lokal, hingga aktivitas warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 22 Jul 2026, 08:00

Rendezvous Masa Lalu dan Kini di Tanah Pasundan

Bagaimana membaca ingatan antara masa lalu dan kini. Titik pertemuan ini adalah sebuah rendezvous.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)