Bandung yang Estetik, Sukabumi yang Terjebak Lubang: Catatan Jujur Warga untuk 2026

2 menit baca
Nenah Haryati
Ditulis oleh Nenah Haryati diterbitkan
Waktu orang Bandung pusing nyari filter estetik buat foto trotoar, warga Sukabumi malah pusing milih lubang jalan agar nyawa tak melayang. (Sumber: Istimewa)
Waktu orang Bandung pusing nyari filter estetik buat foto trotoar, warga Sukabumi malah pusing milih lubang jalan agar nyawa tak melayang. (Sumber: Istimewa)

Bandung sering kali dijuluki sebagai "Kota Teater," sebuah panggung di mana fasad bangunan kolonial dan tata kota ikonik menjadi daya tarik utama. Namun, bagi saya—warga Sukabumi yang sempat bermimpi menetap di sana—Bandung kini tampak seperti kota yang terjebak dengan 'kutukan' harus selalu kelihatan cantik.

Padahal, seindah apa pun bangunan tuanya, keindahan visual Bandung itu cuma penutup buat borok lama yang nggak pernah sembuh. Kayak urusan sampah saja; kalau belum beres di 2026, estetika itu nggak ada artinya. Riset dalam jurnal Envirosan bahkan secara tegas menyebutkan bahwa tanpa sistem pengelolaan sampah yang bener-bener menyentuh akarnya, Bandung di tahun 2026 hanya akan terus berpacu dengan risiko kelumpuhan lingkungan.

Menjelang 2026, janji politik "Bandung UTAMA" kembali diuji. Pemerintah mungkin sukses menghias pusat kota dengan lampu-lampu yang menawan di malam hari, namun bagi warga yang setiap hari terjebak kemacetan tanpa solusi infrastruktur yang nyata, estetika tersebut terasa hambar. Apakah kemajuan sebuah kota hanya diukur dari seberapa Instagrammable trotoar pusat kotanya? Jika masalah dasar seperti transportasi publik dan sampah masih jalan di tempat, maka kemajuan tersebut hanya menjadi pajangan untuk menutupi masalah.

Kontras yang bikin nyesek itu kerasa banget setiap hari di sini. Waktu orang Bandung mungkin lagi pusing nyari filter atau sudut estetik buat foto trotoar, saya dan tetangga di Sukabumi malah pusing milih lubang jalan. Bukan buat difoto, tapi milih mana yang kalau dilewati motor nggak bikin ban bocor atau nyawa melayang.

Pemerintah daerah di Sukabumi boleh saja bangga dengan jargon-jargon pembangunan atau pamer program pemberdayaan warga. Tapi mana bukti inovasinya kalau urusan jalan utama saja masih tertinggal jauh? Jangan kasih alasan klasik kalau jalan rusak itu 'wajar karena di kabupaten/kampung'. Justru infrastruktur yang hancur ini sudah terlalu lama dipaksa jadi 'identitas' daerah kita, seolah-olah jalan mulus itu barang mewah yang cuma jadi hak istimewa warga Ibu Kota Provinsi. Bukankah inovatif itu seharusnya menemukan cara biar aspal nggak gampang ngelupas?

Baca Juga: Serikat Pekerja Parekraf dan Optimasi Program Inkubasi Bisnis

Resolusi saya untuk Jawa Barat di tahun 2026 bukan lagi soal impian puitis, melainkan tuntutan nyata: Pemerataan Standar Kualitas Hidup. Kita tidak butuh Sukabumi menjadi "Bandung kedua" dalam hal kemacetan, namun kita menagih standar fasilitas publik yang setara. Standar keamanan jalan di Sukabumi tidak boleh lebih rendah daripada di Bandung.

Saya tidak ingin Sukabumi cuma bisa 'ngiri' liat Bandung yang makin glowing tiap tahun. Kalau Bandung emang jadi kiblat Jawa Barat, harusnya kualitas hidup warganya—termasuk soal jalanan—bisa nular ke kota sekitarnya. Jangan sampai Bandung asyik dandan sendiri, sementara kita di sini dipaksa maklum kalau jalan rusak itu udah nasib.

Resolusi saya untuk Bandung bukan hanya agar kota ini semakin cantik, tapi supaya ia bisa menjadi 'kakak' yang baik bagi daerah sekitarnya dalam hal standar kualitas publik. Maju atau tidaknya ibu kota provinsi tahun ini juga dipengaruhi oleh seberapa baik kota penyangga seperti Sukabumi ikut berkembang. Saya hanya ingin melihat aspal di sini se-estetik trotoar Braga. Rakyat sudah bosan melihat wajah pejabat yang glowing di baliho, sementara jalanan kami masih dibiarkan babak belur. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)