MAMPUS (Malam Minggu Puisi) merupakan sebuah ruang apresiasi bagi siapa saja, puisi bukan hanya memaknai dirinya secara utuh, tapi bisa dikaitkan menjadi banyak hal. Puisi bisa memerankan dirinya sebagai lagu, monolog, lukisan, teater, tari, dan berbagai seni lainnya. MAMPUS sendiri awal mulanya berangkat dari kelas-kelas yang sudah ada di Sekolah Pekarangan diantaranya seperti “kelas membaca inklusif, kelas melukis, kelas gitar & drum, kelas tari, dan kelas sastra” adanya MAMPUS guna untuk melatih mental dan belajar sebuah manajemen panggung. Setiap penampil diharuskan membawakan karya yang diciptakannya sendiri untuk diapresiasi dan koreksi sebagai evaluasi, karya apapun pada akhirnya adalah permainan diksi dan majas, penulis telah sanggup menyatakan dirinya dengan yakin dan jujur.
D’Renced tampil perdana Sabtu, 24 Januari 2026 mengenalkan sebuah lagu baru yang berjudul “Mars D’Renced, Kalah, dan Fatamorgana” grup band ini lahir dalam genre Pop Punk bermain tempo cepat, dengan melodi dan progresi akord power pop, umumnya berenergi tinggi.
D'renced adalah band yang membawa idea dan pikiran atau inkubator gagasan agar tetap hidup, maka D'Renced akan terus melakukan regenerasi, karena untuk menjaga pikiran dan idea ini tetap abadi, tidak akan cukup apabila diukur dengan rata-rata usia manusia, maka personil D'renced akan terus melipat ganda dengan idea dan gagasan yang relevan dari masa ke masa. Untuk asal muasal D'Renced di pelopori oleh : Agus Saefullah/Sugil (Vokalis), Ujang Nujaman/Udok (Gitar 1), Moga Yuda Prawira (Gitar 2), dan Djanwar Silpa Ramadhan/DJ (Drummer).
Pada tanggal 19 Desember 2025, nama D'Renced disepakati, yang merupakan representasi dari eksistensial, yaitu sebuah kesadaran bahwa kami ada karena sebuah tanggung jawab untuk mengkontaminasi pikiran-pikiran sempit menjadi bebas terbuka agar tidak selalu dikerdilkan oleh pihak manapun yang menjadikan norma sebagai tirai pengekang kebebasan berbicara fakta.
Réncéd dalam bahasa Sunda ditujukan kepada sesuatu yang tidak besar juga tidak kecil, tidak banyak juga tidak sedikit, tidak tinggi juga tidak kerdil, sesuatu yang tidak utuh tapi juga tidak punah. Kata Réncéd tidak memiliki makna tetap. Tidak diperuntukan kepada sesuatu yang netral, karena segala sesuatu belum layak dikatakan "renced" sebelum melakukan peninjauan perspektif yang dalam, karena yang menurut kita kecil tidak berarti kecil juga menurut perspektif lain. Dalam budaya sunda renced memiliki makna yang lebih dalam, kata Renced sering digunakan untuk mengkritik, dan menyentil sesuatu, seseorang, bahkan golongan, sehingga pihak yang dikritik dapat mencapai kesadaran akan batasan potensi tersembunyi yang dimiliki.
Melalui musik pop punk, D'renced adalah gerakan perlawanan kultural bahwa berbohong bukan hal yang lumrah, dan jujur bukan hal yang mewah, agar menemukan kembali jalan menuju identitas awal bangsa dan leluhur kita.” Menurut Moga (Gitaris D’Renced).
Baca Juga: Bandung yang Estetik, Sukabumi yang Terjebak Lubang: Catatan Jujur Warga untuk 2026
“Single pertama kami adalah Mars Renced, Mars Renced dibuat sebagai nada purwa pengiring gerak langkah kami bersama sebagai komunal, memiliki makna sederhana bahwa perubahan adalah kita sendiri. Bayangkan jika kita berhenti menunggu perubahan dan mulai menciptakannya dengan tangan kita sendiri, bayangkan jika semua potensi yang tersembunyi bersatu dalam sebuah rangkaian aksi, dan semua itu terrangkum dalam satu nada yang kita nyanyikan bersama. Single kalah dan fatamorgana akan ada album terpisah, Untuk awal kita akan buat 1 album yang isinya fakta dan kritik dulu.” Lanjut Moga.
D’Renced lahir tidak berharap, tapi memberi harapan. Kata-kata tersebut merupakan sebuah renungan pada semesta yang telah berdoa setiap hari, sehingga energi-energi alam ikut bergetar, dan berkontribusi menampung pembendaharaan bunyi dan resonansi vokal yang kini dimiliki D’Renced sebagai identitas sebuah band.
Tampil perdana di acara MAMPUS merupakan bentuk terima kasih kepada Padepokan Kirik Nguyuh yang telah banyak memfasilitasi peran D’Renced dalam latihan “Renced bukan puncak estetika, tapi sikap. Kami tidak perlu sempurna untuk jujur. Renced bukan berarti setengah-setengah, tapi berdiri di tengah (pancer). Kami berdiri diantara yang ada. Bukan kaum penguasa, bukan juga kaum yang tunduk”. (*)
