Tampil Perdana, D’Renced Bawakan 3 Single Lagu di Acara MAMPUS

3 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan
D’Renced tampil perdana Sabtu, 24 Januari 2026. (Sumber: Ayu Maimun)
D’Renced tampil perdana Sabtu, 24 Januari 2026. (Sumber: Ayu Maimun)

MAMPUS (Malam Minggu Puisi) merupakan sebuah ruang apresiasi bagi siapa saja, puisi bukan hanya memaknai dirinya secara utuh, tapi bisa dikaitkan menjadi banyak hal. Puisi bisa memerankan dirinya sebagai lagu, monolog, lukisan, teater, tari, dan berbagai seni lainnya. MAMPUS sendiri awal mulanya berangkat dari kelas-kelas yang sudah ada di Sekolah Pekarangan diantaranya seperti “kelas membaca inklusif, kelas melukis, kelas gitar & drum, kelas tari, dan kelas sastra” adanya MAMPUS guna untuk melatih mental dan belajar sebuah manajemen panggung. Setiap penampil diharuskan membawakan karya yang diciptakannya sendiri untuk diapresiasi dan koreksi sebagai evaluasi, karya apapun pada akhirnya adalah permainan diksi dan majas, penulis telah sanggup menyatakan dirinya dengan yakin dan jujur.

D’Renced tampil perdana Sabtu, 24 Januari 2026 mengenalkan sebuah lagu baru yang berjudul “Mars D’Renced, Kalah, dan Fatamorgana” grup band ini lahir dalam genre Pop Punk bermain tempo cepat, dengan melodi dan progresi akord power pop, umumnya berenergi tinggi.

D'renced adalah band yang membawa idea dan pikiran atau inkubator gagasan agar tetap hidup, maka D'Renced akan terus melakukan regenerasi, karena untuk menjaga pikiran dan idea ini tetap abadi, tidak akan cukup apabila diukur dengan rata-rata usia manusia, maka personil D'renced akan terus melipat ganda dengan idea dan gagasan yang relevan dari masa ke masa. Untuk asal muasal D'Renced di pelopori oleh : Agus Saefullah/Sugil (Vokalis), Ujang Nujaman/Udok (Gitar 1), Moga Yuda Prawira (Gitar 2), dan Djanwar Silpa Ramadhan/DJ (Drummer).

Pada tanggal 19 Desember 2025, nama D'Renced disepakati, yang merupakan representasi dari eksistensial, yaitu sebuah kesadaran bahwa kami ada karena sebuah tanggung jawab untuk mengkontaminasi pikiran-pikiran sempit menjadi bebas terbuka agar tidak selalu dikerdilkan oleh pihak manapun yang menjadikan norma sebagai tirai pengekang kebebasan berbicara fakta.

Réncéd dalam bahasa Sunda ditujukan kepada sesuatu yang tidak besar juga tidak kecil, tidak banyak juga tidak sedikit, tidak tinggi juga tidak kerdil, sesuatu yang tidak utuh tapi juga tidak punah. Kata Réncéd tidak memiliki makna tetap. Tidak diperuntukan kepada sesuatu yang netral, karena segala sesuatu belum layak dikatakan "renced" sebelum melakukan peninjauan perspektif yang dalam, karena yang menurut kita kecil tidak berarti kecil juga menurut perspektif lain. Dalam budaya sunda renced memiliki makna yang lebih dalam, kata Renced sering digunakan untuk mengkritik, dan menyentil sesuatu, seseorang, bahkan golongan, sehingga pihak yang dikritik dapat mencapai kesadaran akan batasan potensi tersembunyi yang dimiliki.

Melalui musik pop punk, D'renced adalah gerakan perlawanan kultural bahwa berbohong bukan hal yang lumrah, dan jujur bukan hal yang mewah, agar menemukan kembali jalan menuju identitas awal bangsa dan leluhur kita.” Menurut Moga (Gitaris D’Renced).

Baca Juga: Bandung yang Estetik, Sukabumi yang Terjebak Lubang: Catatan Jujur Warga untuk 2026

“Single pertama kami adalah Mars Renced, Mars Renced dibuat sebagai nada purwa pengiring gerak langkah kami bersama sebagai komunal, memiliki makna sederhana bahwa perubahan adalah kita sendiri. Bayangkan jika kita berhenti menunggu perubahan dan mulai menciptakannya dengan tangan kita sendiri, bayangkan jika semua potensi yang tersembunyi bersatu dalam sebuah rangkaian aksi, dan semua itu terrangkum dalam satu nada yang kita nyanyikan bersama. Single kalah dan fatamorgana akan ada album terpisah, Untuk awal kita akan buat 1 album yang isinya fakta dan kritik dulu.” Lanjut Moga.

D’Renced lahir tidak berharap, tapi memberi harapan. Kata-kata tersebut merupakan sebuah renungan pada semesta yang telah berdoa setiap hari, sehingga energi-energi alam ikut bergetar, dan berkontribusi menampung pembendaharaan bunyi dan resonansi vokal yang kini dimiliki D’Renced sebagai identitas sebuah band.

Tampil perdana di acara MAMPUS merupakan bentuk terima kasih kepada Padepokan Kirik Nguyuh yang telah banyak memfasilitasi peran D’Renced dalam latihan “Renced bukan puncak estetika, tapi sikap. Kami tidak perlu sempurna untuk jujur. Renced bukan berarti setengah-setengah, tapi berdiri di tengah (pancer). Kami berdiri diantara yang ada. Bukan kaum penguasa, bukan juga kaum yang tunduk”. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)