Tampil Perdana, D’Renced Bawakan 3 Single Lagu di Acara MAMPUS

Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan Senin 26 Jan 2026, 18:17 WIB
D’Renced tampil perdana Sabtu, 24 Januari 2026. (Sumber: Ayu Maimun)

D’Renced tampil perdana Sabtu, 24 Januari 2026. (Sumber: Ayu Maimun)

MAMPUS (Malam Minggu Puisi) merupakan sebuah ruang apresiasi bagi siapa saja, puisi bukan hanya memaknai dirinya secara utuh, tapi bisa dikaitkan menjadi banyak hal. Puisi bisa memerankan dirinya sebagai lagu, monolog, lukisan, teater, tari, dan berbagai seni lainnya. MAMPUS sendiri awal mulanya berangkat dari kelas-kelas yang sudah ada di Sekolah Pekarangan diantaranya seperti “kelas membaca inklusif, kelas melukis, kelas gitar & drum, kelas tari, dan kelas sastra” adanya MAMPUS guna untuk melatih mental dan belajar sebuah manajemen panggung. Setiap penampil diharuskan membawakan karya yang diciptakannya sendiri untuk diapresiasi dan koreksi sebagai evaluasi, karya apapun pada akhirnya adalah permainan diksi dan majas, penulis telah sanggup menyatakan dirinya dengan yakin dan jujur.

D’Renced tampil perdana Sabtu, 24 Januari 2026 mengenalkan sebuah lagu baru yang berjudul “Mars D’Renced, Kalah, dan Fatamorgana” grup band ini lahir dalam genre Pop Punk bermain tempo cepat, dengan melodi dan progresi akord power pop, umumnya berenergi tinggi.

D'renced adalah band yang membawa idea dan pikiran atau inkubator gagasan agar tetap hidup, maka D'Renced akan terus melakukan regenerasi, karena untuk menjaga pikiran dan idea ini tetap abadi, tidak akan cukup apabila diukur dengan rata-rata usia manusia, maka personil D'renced akan terus melipat ganda dengan idea dan gagasan yang relevan dari masa ke masa. Untuk asal muasal D'Renced di pelopori oleh : Agus Saefullah/Sugil (Vokalis), Ujang Nujaman/Udok (Gitar 1), Moga Yuda Prawira (Gitar 2), dan Djanwar Silpa Ramadhan/DJ (Drummer).

Pada tanggal 19 Desember 2025, nama D'Renced disepakati, yang merupakan representasi dari eksistensial, yaitu sebuah kesadaran bahwa kami ada karena sebuah tanggung jawab untuk mengkontaminasi pikiran-pikiran sempit menjadi bebas terbuka agar tidak selalu dikerdilkan oleh pihak manapun yang menjadikan norma sebagai tirai pengekang kebebasan berbicara fakta.

Réncéd dalam bahasa Sunda ditujukan kepada sesuatu yang tidak besar juga tidak kecil, tidak banyak juga tidak sedikit, tidak tinggi juga tidak kerdil, sesuatu yang tidak utuh tapi juga tidak punah. Kata Réncéd tidak memiliki makna tetap. Tidak diperuntukan kepada sesuatu yang netral, karena segala sesuatu belum layak dikatakan "renced" sebelum melakukan peninjauan perspektif yang dalam, karena yang menurut kita kecil tidak berarti kecil juga menurut perspektif lain. Dalam budaya sunda renced memiliki makna yang lebih dalam, kata Renced sering digunakan untuk mengkritik, dan menyentil sesuatu, seseorang, bahkan golongan, sehingga pihak yang dikritik dapat mencapai kesadaran akan batasan potensi tersembunyi yang dimiliki.

Melalui musik pop punk, D'renced adalah gerakan perlawanan kultural bahwa berbohong bukan hal yang lumrah, dan jujur bukan hal yang mewah, agar menemukan kembali jalan menuju identitas awal bangsa dan leluhur kita.” Menurut Moga (Gitaris D’Renced).

Baca Juga: Bandung yang Estetik, Sukabumi yang Terjebak Lubang: Catatan Jujur Warga untuk 2026

“Single pertama kami adalah Mars Renced, Mars Renced dibuat sebagai nada purwa pengiring gerak langkah kami bersama sebagai komunal, memiliki makna sederhana bahwa perubahan adalah kita sendiri. Bayangkan jika kita berhenti menunggu perubahan dan mulai menciptakannya dengan tangan kita sendiri, bayangkan jika semua potensi yang tersembunyi bersatu dalam sebuah rangkaian aksi, dan semua itu terrangkum dalam satu nada yang kita nyanyikan bersama. Single kalah dan fatamorgana akan ada album terpisah, Untuk awal kita akan buat 1 album yang isinya fakta dan kritik dulu.” Lanjut Moga.

D’Renced lahir tidak berharap, tapi memberi harapan. Kata-kata tersebut merupakan sebuah renungan pada semesta yang telah berdoa setiap hari, sehingga energi-energi alam ikut bergetar, dan berkontribusi menampung pembendaharaan bunyi dan resonansi vokal yang kini dimiliki D’Renced sebagai identitas sebuah band.

Tampil perdana di acara MAMPUS merupakan bentuk terima kasih kepada Padepokan Kirik Nguyuh yang telah banyak memfasilitasi peran D’Renced dalam latihan “Renced bukan puncak estetika, tapi sikap. Kami tidak perlu sempurna untuk jujur. Renced bukan berarti setengah-setengah, tapi berdiri di tengah (pancer). Kami berdiri diantara yang ada. Bukan kaum penguasa, bukan juga kaum yang tunduk”. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Assegaf
Pegiat Literasi
Tag Terkait

Berita Terkait

News Update

Bandung 06 Mei 2026, 20:20

Mulai Rp10 Ribu, Aksesori Batu Rimba Buktikan Produk Lokal Bisa Tampil Berkelas dan Bernilai Estetika Tinggi

Di tengah geliat keragaman aspek budaya nasional yang dipadu-padankan dengan ranah bisnis, kini pelaku UMKM aksesori turut menjadi sasaran atensi.

Batu Rimba asal Kalimantan, produk ini menampilkan gelang jenis batu alam hingga mutiara Lombok. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 18:29

Separuh Kehidupan untuk Kemacetan di Kota Bandung

Bagi pengguna fasilitas transportasi umum, kemacetan adalah pergumulan yang melelahkan tapi harus dilewati setiap hari.

Kemacetan Cibaduyut Saat Ramadhan 2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 17:21

Bandung Kini, Mereka yang Bertahan di Antara Deru Zaman

Di tengah impitan kondisi sosial yang terasa begitu tajam, warga Bandung harus bisa tetap bertahan hidup dengan cara pengorbanan dan kesabaran. Yang akhirnya akan menemukan solusi terbaik.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 16:38

Panduan Wisata ke Little Venice Kota Bunga, Wisata Kanal ala Italia di Kaki Gunung Gede

Destinasi tematik di Kota Bunga ini menghadirkan kanal buatan, bangunan Eropa, dan wahana keluarga dengan latar pegunungan.

Little Venice Kota Bunga Puncak.
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 14:59

Menuju Pelestarian Cagar Budaya Kota Bandung yang Progresif dan Berkeadilan: Kebijakan Insentif Pajak Bumi dan Bangunan

Strategi pelestarian cagar budaya yang progresif dan berkelanjutan untuk menciptakan simbiosis mutualisme antara pelestarian Cagar Budaya dan kepastian hak ekonomi pemilik Cagar Budaya.

Pengendara melintas di Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa 21 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Mei 2026, 13:51

Panjat Dinding, Prestasi dan Profesi yang Langka

Prestasi panjat dinding Indonesia didominasi nomor speed, sementara kekurangan route setter jadi kendala perkembangan atlet.

Panjat dinding. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 06 Mei 2026, 11:25

5 Tempat Kuliner dan Restoran Pilihan dengan View Ikonik di Ciwidey Bandung

Panduan tempat makan di Ciwidey dengan view paling menarik. Dari warung sederhana hingga restoran unik di tepi danau.

Warung Kabut, Ciwidey.
Ayo Biz 06 Mei 2026, 11:23

Kita Butuh Isinya, Bukan Wadahnya

Jaga Bumi Ecomart mengajak belanja tanpa kemasan sekali pakai lewat konsep *refill* dan *reuse*. Pesannya sederhana: yang dibutuhkan adalah isi, bukan wadah, demi mengurangi sampah.

Beragam produk hasil recycle di Jaga Bumi Ecomart, menunjukkan limbah dapat diolah menjadi barang bernilai guna. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 09:45

Tujuan Kawula Muda Nonton Film di Tahun 1980-an

Kawula muda Kota Bandung sangat beruntung karena kota tempat mereka beraktifitas di sekolah punya seribu buat menghilangkan kepenatan sebagai pelajar di tahun 1980-an.

Bioskop Majestic, Kota Bandung. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Chainwit)
Ayo Netizen 06 Mei 2026, 07:39

Dari Loyalitas ke Konsumsi, Ketika Bobotoh dan Merchandise Jadi Satu Cerita

Dukungan klub kini bukan hanya emosi, tapi juga konsumsi. Artikel ini mengulas perubahan loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender.

Loyalitas Bobotoh dalam merchandise Persib x Weekend Offender. (Sumber: TikTok @terracedistric)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 20:28

Panduan Wisata Taman Safari Bogor, Tiket, Wahana, dan Safari Journey

Panduan lengkap Taman Safari Bogor mencakup harga tiket, Safari Journey, wahana, pertunjukan satwa, serta tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Wisata Taman Safari Indonesia di kawasan Puncak, Bogor. (Sumber: Taman Safari Indonesia)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 18:05

Mobilitas Tinggi, Perlindungan Rendah: Catatan Hari Buruh dari Sektor Transportasi Darat

Mobilitas transportasi darat meningkat, tetapi perlindungan pengemudi tertinggal. Hari Buruh menyoroti risiko tinggi, jam kerja panjang, dan lemahnya pengawasan di sektor logistik dan bus.

Ilustrasi sejumlah pengemudi truk logistik dan bus sedang memperingati hari buruh 1 Mei. (Sumber: Google Gemini, 2026)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 17:22

Meng(hardik)nas, Peringatan, dan Kesadaran

Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Ikhtiar memperbaiki pendidikan dimulai dari ruang kelas, tempat manusia tidak hanya diajarkan pengetahuan, sebagai manusia seutuhnya.

Sejumlah siswa berjualan aneka produk makanan saat acara Market Day di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/12/2023) (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 16:28

Lembangku Sayang, Lembangku Malang (Prolog)

Keheningan dan kesederhanaan Lembang mampu menjadi dirinya sendiri, mampu menorehkan kesan yang tiada duanya.

Kartu pos yang bergambarkan gunung Tangkuban Parahu pada masa kolonial Belanda. Lokasi tepat dari gambar ini adalah kawasan jalan Setiabudi atas/Terminal Ledeng, dan foto diambil dari loteng Villa Isola). (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 13:37

10 Netizen Terpilih April 2026: Bandung di Mata Pendatang, antara Bayangan dan Kenyataan

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Penari membawakan tarian tradisional di Taman Braga dan depan Gedung YPK, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 29 April 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Mei 2026, 13:14

Tamasya ke Pulau Biawak, Wisata Pulau Konservasi di Laut Jawa

Wisata Pulau Biawak Indramayu mencakup akses dari Karangsong, mercusuar Belanda, habitat biawak liar, kondisi terumbu karang, serta tips kunjungan ke pulau.

Pulau Biawak, Indramayu. (Sumber: Pemprov Jabar)
Beranda 05 Mei 2026, 10:46

Mal BTM yang Tergerus Perubahan Cara Orang Berbelanja

Mal BTM di Bandung perlahan sepi seiring perubahan cara orang berbelanja ke digital, memangkas peran toko fisik dan menggeser rantai distribusi tradisional.

Suasana mal BTM terasa sunyi, pengunjung tak lagi seramai dulu. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 05 Mei 2026, 09:25

Setiap Kata adalah Arsip Sejarah

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama.

Beberapa kejadian menunjukkan bagaimana para public figure dan pejabat yang kembali mengulangi kesalahan yang sama. (Sumber: Pexels | Foto: BOOM 💥 Photography)
Beranda 05 Mei 2026, 09:15

Nasib Pekerja Informal yang Setiap Hari Dikejar Setoran, Tapi Masa Depan Tak Pernah Ikut Dijamin

Kisah dua saudara yang berjuang di tengah keterbatasan peluang kerja dan ketidakpastian upah sebagai petugas parkir demi menyambung hidup hari demi hari.

Sudah hampir 20 tahun Ade bekerja sebagai petugas parkir untuk menyambung hidup. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 04 Mei 2026, 21:56

Belajar dari Tragedi KA Argo: Sudah Saatnya Ubah Cara Awasi Perlintasan Biar Mobil Mogok Tak Lagi Jadi Maut

Tragedi KA Argo 2026 mendesak PT KAI untuk memodernisasi keamanan perlintasan sebidang guna mencegah mobil mogok akibat gangguan elektromagnetik dan rel yang tidak rata.

(Sumber: Pixels | Foto: Irsyad Rifqi)