Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Ketika Website KBBI dan Tesaurus Tumbang: Alarm Serius Infrastruktur Bahasa Indonesia

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Rabu 28 Jan 2026, 10:17 WIB
Website KBBI Online yang mengalami gangguan (28 Januari 2026). (Sumber: Tangkapan Layar situs KBBI Online)

Website KBBI Online yang mengalami gangguan (28 Januari 2026). (Sumber: Tangkapan Layar situs KBBI Online)

Di tengah perdebatan tentang kapitil, palum, dan Tailan, publik luput memperhatikan persoalan yang jauh lebih mendasar: sampai hari ini (28 Januari 2026) website KBBI Daring dan Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia masih tidak dapat diakses oleh masyarakat.

Gangguan ini bukan sekadar masalah teknis. Ia adalah alarm keras tentang rapuhnya infrastruktur bahasa nasional di era digital.

Jika kamus adalah jantung standar bahasa, maka platform daring adalah pembuluh darahnya. Tanpa akses digital yang stabil, kebijakan kebahasaan berhenti menjadi dokumen hidup dan berubah menjadi arsip pasif.

Ketergantungan Publik pada KBBI Digital

Hari ini, mayoritas pelajar, jurnalis, akademisi, penulis konten, hingga aparatur negara tidak lagi membuka kamus cetak. Mereka mengandalkan KBBI daring dan Tesaurus Tematis sebagai rujukan utama.

Dalam praktik jurnalistik, misalnya, KBBI daring menjadi alat verifikasi cepat untuk ejaan, makna, kelas kata, dan ragam penggunaan. Tesaurus Tematis berfungsi memperkaya diksi dan menjaga presisi bahasa. Ketika dua layanan ini tidak dapat diakses, proses produksi pengetahuan ikut tersendat.

Ini menunjukkan satu fakta: bahasa Indonesia kini bergantung pada infrastruktur digital, bukan lagi semata kebijakan normatif.

Ironisnya, di saat Badan Bahasa mendorong partisipasi publik melalui sistem usulan kata berbasis daring, akses ke platform utama justru terganggu. Ini menciptakan kontradiksi kebijakan.

Bagaimana masyarakat diminta terlibat dalam pemutakhiran bahasa jika pintu digitalnya tidak selalu terbuka?

Gangguan akses bukan hanya soal server. Ia menyangkut kredibilitas institusi. Dalam ekonomi informasi, kepercayaan publik dibangun dari konsistensi layanan. Sekali platform nasional tidak stabil, pengguna akan beralih ke sumber lain yang belum tentu terverifikasi.

Ilustrasi buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Jaredd Craig)
Ilustrasi buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Jaredd Craig)

Tesaurus Tematis: Instrumen yang Sering Diremehkan

Jika KBBI dikenal luas, Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia justru sering dipandang sebagai pelengkap. Padahal fungsinya strategis: ia membantu penutur memilih diksi yang tepat sesuai konteks makna, bukan sekadar sinonim mentah.

Dalam dunia akademik dan media, tesaurus tematis mencegah repetisi kata, meningkatkan kualitas tulisan, dan menjaga ketepatan semantik. Ketika aksesnya terganggu, kualitas produksi bahasa ikut terdampak.

Artinya, yang terganggu bukan hanya layanan, tetapi ekosistem literasi nasional.

Selama ini negara serius membangun jalan, pelabuhan, dan jaringan internet. Namun infrastruktur bahasa sering diperlakukan sebagai urusan sekunder. Padahal bahasa adalah fondasi semua sektor: pendidikan, hukum, sains, media, dan administrasi negara.

Tanpa akses KBBI daring yang stabil, standar bahasa melemah. Ketika standar melemah, kualitas komunikasi publik ikut turun. Ini bukan persoalan kecil.

Dalam konteks kebijakan publik, platform bahasa nasional seharusnya diperlakukan setara dengan sistem data kependudukan atau portal layanan negara: harus stabil, cepat, dan dapat diakses semua lapisan masyarakat.

Momentum Evaluasi Serius

Kontroversi kata-kata baru seharusnya tidak hanya berhenti pada perdebatan istilah. Ia perlu diperluas menjadi evaluasi menyeluruh tentang tata kelola bahasa digital.

Jika negara ingin menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan komunikasi global, maka infrastruktur digital kebahasaannya tidak boleh rapuh.

KBBI boleh bukan kitab suci. Namun akses terhadapnya harus bersifat publik, stabil, dan berkelanjutan.

Baca Juga: KBBI Bukan Kitab Suci, Juga Bukan Penampung Sembarang 'Kata Viral'

Bahasa Indonesia tidak hanya hidup di ruang diskusi akademik, tetapi di layar ponsel jutaan warga. Ketika KBBI daring dan Tesaurus Tematis tak bisa diakses, yang terganggu bukan hanya situs web, melainkan otoritas bahasa itu sendiri.

Jika negara serius menjaga martabat bahasa nasional, maka investasi pada infrastruktur kebahasaan digital bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak.

Karena pada akhirnya, bahasa yang tidak didukung sistem yang kuat akan kalah bukan oleh bahasa asing, tetapi oleh kelalaian teknis kita sendiri. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)