Ketika Website KBBI dan Tesaurus Tumbang: Alarm Serius Infrastruktur Bahasa Indonesia

3 menit baca
Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan
Website KBBI Online yang mengalami gangguan (28 Januari 2026). (Sumber: Tangkapan Layar situs KBBI Online)
Website KBBI Online yang mengalami gangguan (28 Januari 2026). (Sumber: Tangkapan Layar situs KBBI Online)

Di tengah perdebatan tentang kapitil, palum, dan Tailan, publik luput memperhatikan persoalan yang jauh lebih mendasar: sampai hari ini (28 Januari 2026) website KBBI Daring dan Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia masih tidak dapat diakses oleh masyarakat.

Gangguan ini bukan sekadar masalah teknis. Ia adalah alarm keras tentang rapuhnya infrastruktur bahasa nasional di era digital.

Jika kamus adalah jantung standar bahasa, maka platform daring adalah pembuluh darahnya. Tanpa akses digital yang stabil, kebijakan kebahasaan berhenti menjadi dokumen hidup dan berubah menjadi arsip pasif.

Ketergantungan Publik pada KBBI Digital

Hari ini, mayoritas pelajar, jurnalis, akademisi, penulis konten, hingga aparatur negara tidak lagi membuka kamus cetak. Mereka mengandalkan KBBI daring dan Tesaurus Tematis sebagai rujukan utama.

Dalam praktik jurnalistik, misalnya, KBBI daring menjadi alat verifikasi cepat untuk ejaan, makna, kelas kata, dan ragam penggunaan. Tesaurus Tematis berfungsi memperkaya diksi dan menjaga presisi bahasa. Ketika dua layanan ini tidak dapat diakses, proses produksi pengetahuan ikut tersendat.

Ini menunjukkan satu fakta: bahasa Indonesia kini bergantung pada infrastruktur digital, bukan lagi semata kebijakan normatif.

Ironisnya, di saat Badan Bahasa mendorong partisipasi publik melalui sistem usulan kata berbasis daring, akses ke platform utama justru terganggu. Ini menciptakan kontradiksi kebijakan.

Bagaimana masyarakat diminta terlibat dalam pemutakhiran bahasa jika pintu digitalnya tidak selalu terbuka?

Gangguan akses bukan hanya soal server. Ia menyangkut kredibilitas institusi. Dalam ekonomi informasi, kepercayaan publik dibangun dari konsistensi layanan. Sekali platform nasional tidak stabil, pengguna akan beralih ke sumber lain yang belum tentu terverifikasi.

Ilustrasi buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Jaredd Craig)
Ilustrasi buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Jaredd Craig)

Tesaurus Tematis: Instrumen yang Sering Diremehkan

Jika KBBI dikenal luas, Tesaurus Tematis Bahasa Indonesia justru sering dipandang sebagai pelengkap. Padahal fungsinya strategis: ia membantu penutur memilih diksi yang tepat sesuai konteks makna, bukan sekadar sinonim mentah.

Dalam dunia akademik dan media, tesaurus tematis mencegah repetisi kata, meningkatkan kualitas tulisan, dan menjaga ketepatan semantik. Ketika aksesnya terganggu, kualitas produksi bahasa ikut terdampak.

Artinya, yang terganggu bukan hanya layanan, tetapi ekosistem literasi nasional.

Selama ini negara serius membangun jalan, pelabuhan, dan jaringan internet. Namun infrastruktur bahasa sering diperlakukan sebagai urusan sekunder. Padahal bahasa adalah fondasi semua sektor: pendidikan, hukum, sains, media, dan administrasi negara.

Tanpa akses KBBI daring yang stabil, standar bahasa melemah. Ketika standar melemah, kualitas komunikasi publik ikut turun. Ini bukan persoalan kecil.

Dalam konteks kebijakan publik, platform bahasa nasional seharusnya diperlakukan setara dengan sistem data kependudukan atau portal layanan negara: harus stabil, cepat, dan dapat diakses semua lapisan masyarakat.

Momentum Evaluasi Serius

Kontroversi kata-kata baru seharusnya tidak hanya berhenti pada perdebatan istilah. Ia perlu diperluas menjadi evaluasi menyeluruh tentang tata kelola bahasa digital.

Jika negara ingin menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan komunikasi global, maka infrastruktur digital kebahasaannya tidak boleh rapuh.

KBBI boleh bukan kitab suci. Namun akses terhadapnya harus bersifat publik, stabil, dan berkelanjutan.

Baca Juga: KBBI Bukan Kitab Suci, Juga Bukan Penampung Sembarang 'Kata Viral'

Bahasa Indonesia tidak hanya hidup di ruang diskusi akademik, tetapi di layar ponsel jutaan warga. Ketika KBBI daring dan Tesaurus Tematis tak bisa diakses, yang terganggu bukan hanya situs web, melainkan otoritas bahasa itu sendiri.

Jika negara serius menjaga martabat bahasa nasional, maka investasi pada infrastruktur kebahasaan digital bukan pilihan tambahan, melainkan kebutuhan mendesak.

Karena pada akhirnya, bahasa yang tidak didukung sistem yang kuat akan kalah bukan oleh bahasa asing, tetapi oleh kelalaian teknis kita sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jun 2026, 18:02

Peran Media Relations dalam Membangun Citra Kolaborasi Brand di Industri Olahraga

Memahami identitas kolaborasi sebagai perpaduan antara motorsport, inovasi, dan gaya hidup modern.

Gambar dari akun Instagram resmi Puma
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 17:37

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Merawat Jejak Maung Bandung Melalui Koleksi dr. Dimas Kurnia Hidayat

Dimas Kurnia Hidayat, kolektor memorabilia Persib Bandung. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 15:26

Bandung Poek, Warga Menjerit, dan Kenangan Menyala

Cibiru Bandung boleh poek untuk dua, tiga, empat, lima jam. Tetapi selama kebersamaan masih hidup, selalu ada cahaya yang tidak pernah padam bila kita rawat dan pupuk bersama.

Ilustrasi Bandung Mati Listrik Bergilir (Sumber: Pixabay)
Wisata & Kuliner 21 Jun 2026, 13:04

5 Kuliner Semarang Pilihan yang Wajib Dicoba Wisatawan

Dari lumpia khas Pecinan hingga tahu gimbal dan nasi ayam malam hari, inilah rekomendasi kuliner Semarang yang wajib masuk daftar perjalanan Anda.

Kuliner Tahu Gimbal. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 12:17

Jembatan Cirahong, Warisan Belanda dengan Akses Lantai Ganda

Jembatan Cirahong, warisan dari Belanda yang memiliki dua jalur akses. Berfungsi sebagai rel kereta dan jalan bagi warga.

Jembatan Cirahong masa sekarang. (Sumber: Dokumen Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:48

Meraih Impian dari Sekolah Terbaik

Menentukan sekolah terbaik pun harus dianggap sebagai langkah yang menentukan impian murid baru terwujud.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels/Agung Pandit Wiguna)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 10:36

Risiko Kecil dari USG yang Berlebihan

Pentingnya membatasi frekuensi USG kehamilan sesuai indikasi medis guna mencegah potensi risiko efek termal dan paparan ultrasonik berlebihan pada janin.

Ilustrasi pemeriksaan USG kandungan pada ibu hamil. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:32

Tidak Hanya Judol, Blind Box Juga Dapat Memicu Kecanduan

Blind box justru mendorong perilaku konsumtif dan impulsif pada konsumen Generasi Z.

Ilustrasi blind box. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 21 Jun 2026, 09:25

Bukan Sekadar Paspor: Makna Nasionalisme Dalam Skuad Timnas Modern

Performa baik Timnas Indonesia ikut dipengaruhi pemain diaspora.

Ole Romeny (10) bersama Ramadhan Sananta (9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3). (Sumber: kemenpora.go.id | Foto: Herry)
Beranda 20 Jun 2026, 13:46

Mengayuh dengan Cemas di Kota yang Mengaku Ramah Pesepeda

Komunitas pesepeda Bandung memasang Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta usai tewasnya seorang remaja pesepeda, sekaligus mendesak pemerintah memperbaiki keselamatan infrastruktur jalan.

Komunitas sepeda dan pejalan kaki memasang memorial Ghost Bike di Jalan Soekarno-Hatta sebagai simbol duka atas tewasnya seorang remaja saat bersepeda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Beranda 20 Jun 2026, 05:35

Membongkar Operasi Informasi yang Tak Kasat Mata di Ruang Digital

Jurnalis diajak mengenali operasi manipulasi informasi di ruang digital, mulai dari disinformasi, narasi terkoordinasi, hingga rekayasa tren di media sosial.

Ika Ningtyas, Koordinator Cek Fakta Tempo, memaparkan cara mengenali operasi manipulasi informasi yang bekerja secara terorganisasi di ruang digital kepada para jurnalis di Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 19 Jun 2026, 20:59

Dobrak Batas Sinema Remaja, Film ‘Dan Bandung’ Garapan Rudi Soedjarwo Angkat Isu Strict Parents

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung.

Peta sinema romansa tanah air bersiap menyambut angin segar lewat manuver terbaru Verona Films yang resmi mengumumkan proyek layar lebar Dan Bandung. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 20:00

Ciparay: Lumbung Padi Jawa Barat dari Dulu sampai Kini

Kecamatan Ciparay merupakan sentra produksi beras terbesar di wilayah Jawa Barat.

 (Sumber: KITLV, Diakses tangal 3 Juni 2026)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 18:45

Memahami Cara Ngiklan Game Digital, Bagaimana Valorant Memperkenalkan Skin Senjata agar Tak Biasa

Valorant resmi merilis skin terbarunya yang berjudul “Kuronami 2.0”, sebuah koleksi skin premium yang hadir untuk senjata Phantom, Operator, Guardian, Ghost, dan Melee.

Gambar Skin Senjata Kuronami 2.0
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:43

Naik Kereta Sambil Ketemu Karakter Favorit? Ternyata Ada Strategi Besar di Baliknya

Bagaimana sebuah kolaborasi karakter animasi lokal berhasil membuat audiens connect di berbagai platform dengan pendekatan yang disesuaikan, tanpa kehilangan benang merahnya.

Transportasi publik yang digunakan masyarakat Indonesia setiap harinya. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Wisata & Kuliner 19 Jun 2026, 17:09

Hutan Pinus Rahong Pangalengan, Destinasi Sejuk dengan Sungai dan Camping Ground

Hutan Pinus Rahong menawarkan suasana teduh, camping, rafting, hingga glamping. Kenali 6 klaster wisata dan daya tarik alamnya sebelum berkunjung.

Hutan Pinus Rahong, Pangalengan.
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 17:00

Toponimi Lembang (bagian 3 – Habis)

Di Lembang terdapat sebuah bukit yang berada di selatan observatorium Bosscha, yang dahulunya hanya merupakan bukit biasa yang ditumbuhi ilalang.

Kampung Lapang, Cikole, Lembang, pada saat pendudukan Jepang. Dapat terlihat Gunung Putri di belakang sebagai latar. (Sumber: wereledculturn.nl)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 16:18

Jari, Kata, dan Hati

Sentuhan jari di atas gawai, dapat mengirim kabar baik, berbagi ilmu, menguatkan persaudaraan, sebaliknya bisa menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah.

Saatnya menulis di Ayo Bandung (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:46

Wewenang Kekuasaan Adityawarman di Kerajaan Malayu

Membahas mengenai peran Raja Adityawarman selama memimpin Kerajaaan Malayu.

Candi Muaro Jambi (Sumber: Pemerintah Provinsi Jambi (jambiprov.go.id))
Ayo Netizen 19 Jun 2026, 15:09

Mengapa SNI Gempa Masih Jadi Formalitas di Indonesia

Esai ini membahas lemahnya penerapan SNI 1726:2019 sebagai standar ketahanan gempa pada bangunan rumah tinggal di Indonesia, yang saya telaah dari sudut pandang keilmuan teknik sipil.

Ilustrasi kerusakan akibat gempa.