Menjaga Warisan Bahasa: Dialek Ciamis yang Masih Hidup di Bandung Raya

3 menit baca
Marcia kaleela saputra
Ditulis oleh Marcia kaleela saputra diterbitkan
Suasana pembelajaran Bahasa Sunda bersama Ari Firman di ruang kelas SMAN 3 Cimahi, Rabu, 12 November 2025, berlokasi di Jalan Pesantren, Kota Cimahi,. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Marcia Kaleela Saputra)
Suasana pembelajaran Bahasa Sunda bersama Ari Firman di ruang kelas SMAN 3 Cimahi, Rabu, 12 November 2025, berlokasi di Jalan Pesantren, Kota Cimahi,. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Marcia Kaleela Saputra)

Di antara riuh obrolan bercampur dialek dari siswa-siswi kota Cimahi, ada suara lembut yang tetap terdengar berbeda. Suara itu datang dari Ari Firman Bustomi, seorang guru Bahasa Sunda di SMAN 3 Cimahi asal Ciamis yang memilih mempertahankan cara bicara dialek dari kampung halamannya di tengah modernitas Bandung Raya.

Setiap harinya, di lingkungan sekolah yang terletak di Jalan Pasantren, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Ari Firman menjadi contoh nyata bagaimana dialek daerah bisa tetap hidup di tengah arus bahasa kota yang semakin kuat.

Ari Firman, guru Bahasa Sunda dari SMAN 3 Cimahi, dikenal di kalangan rekan guru sekaliguys muridnya sebagai guru yang selalu menuturkan Bahasa Sunda dengan logat khasnya. Nada bicaranya lembut dan mengayun ternyata ciri khas dari dialek Ciamis

“Kalau ngobrol dengan siapa pun, biasanya tetap pakai Bahasa Sunda campuran dengan Bahasa Indonesia,” ujarnya pada Rabu (29/10/25).

“Tapi tetep kudu menyesuaikan sundanya, karena ada namanya Sunda wewengkon dan Sunda universal,” tambahnya. 

Di rumah tangganya serta di lingkungan sekitar, penggunaan Bahasa Sunda kini memang semakin beragam. Sebagian keluarga memilih mencampur Bahasa Sunda dengan Bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Menurutnya, hal ini wajar terjadi karena latar belakang masyarakat Bandung Raya yang berbeda. Namun, kebiasaan sederhana seperti menyelipkan percakapan berbahasa Sunda di rumah atau sekolah tetap penting dilakukan agar bahasa daerah tidak sekedar menjadi pengetahuan dari sekolah saja.

Sebagai pengajar, ia menyadari betapa cepatnya pergeseran bahasa di kalangan anak muda Bandung Raya. Banyak siswa-siswi lebih nyaman menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa gaul yang dipengaruhi dari media sosial atau bahasa asing. Menurutnya, anak-anak di kota semakin jarang menggunakan Bahasa Sunda dalam keseharian, sedangkan di daerah masih banyak yang bertutur dengan bahasa ibu secara alami. Ia bersyukur karena di wilayah pedesaan, penggunaan Bahasa Sunda masih terjaga dengan baik.

Dialek Ciamis memilki keunikan sendiri, Intonasi lembut yang seolah-olah seperti nada dari nyanyian. Ciri itu menjadi karakter masyarakat Ciamis yang tenang dan bersahaja.

Contoh sederhana, kalimat “Bade kamana?” bisa diucapkan menjadi “Bade, kamana~?” dengan nada yang mengayun halus di akhir kalimat.

Selain intonasi, perbedaan makna dari kata juga menjadi ciri khas dialek ini. Salah satunya kata lebak. Di Cimahi atau Bandung raya, lebak biasanya berarti “sungai” atau daerah aliran air, sedangkan di Ciamis, lebak justru bermakna “bawah” atau “daerah rendah.” Perbedaan sederhana ini menggambarkan betapa kaya dan beragamnya Bahasa Sunda, bahkan di antara wilayah yang berdekatan. 

Namun, mempertahankan kekhasan dialek ini bukan perkara mudah. Bahasa Indonesia dan logat kota yang dominan di sekolah serta media membuat banyak istilah khas Ciamis jarang digunakan. Ia menuturkan bahwa banyak orang kini berpikir belajar Bahasa Indonesia atau bahasa asing lebih bermanfaat karena lebih luas digunakan. Padahal menurutnya, memelihara Bahasa Sunda juga penting sebagai bentuk menjaga identitas budaya.

Guru humoris ini berharap Bahasa Sunda dengan seluruh dialek dapat terus digunakan oleh masyarakat, bukan hanya sebagai ilmu pengetahuan di sekolah, tapi juga sebagai bahasa pergaulan sehari-hari.

“Saya ingin anak-anak tetap bisa ngobrol dengan dialek masing-masing. Jangan sampai mereka lupa kalau kehalusan dan kelembutan itu juga bagian dari budaya kita,” ucapnya.

Kini, di tengah modernitas Bandung Raya yang semakin kosmopolitan, suara lembut dari pengajar asal ciamis ini menjadi pengingat bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, namun menjadi cermin identitas. Selama masih ada yang mau menuturkannya, dialek Ciamis akan terus hidup meski bukan dari tanah kelahirannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Marcia kaleela saputra
Telkom University Digital Public Relations 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.