Menyalakan Kehidupan Malam di Tengah Hening Lembang

2 menit baca
Rajwaa Munggarana
Ditulis oleh Rajwaa Munggarana diterbitkan
Cahaya lampu menghiasi suasana malam di area wisata Dusun Bambu Lembang, (06/10/2025) (Foto: Dokumentasi Pihak Narasumber.)
Cahaya lampu menghiasi suasana malam di area wisata Dusun Bambu Lembang, (06/10/2025) (Foto: Dokumentasi Pihak Narasumber.)

Saat langit Lembang mulai berubah menjadi gelap, Dusun Bambu menyalakan wajah barunya di bumi pasundan. Cahaya lampu menari diantara pepohonan, menghadirkan suasana hangat yang memadukan keheningan malam dan cahaya lembut pegunungan. Kertawangi, Cisarua, Bandung Barat.

PR Division Marketing Communications Dusun Bambu, Horas Nicodemus L. Gaol, menjelaskan bahwa pembukaan wahana malam dilakukan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. “Kami ingin menampilkan sisi baru Dusun Bambu yang tidak hanya indah di siang hari, tetapi juga mempesona di malam hari,” ujarnya pada Kamis (6/10/2025).

Program wisata malam Dusun Bambu berjalan khusus pada akhir pekan, mulai Jumat hingga Minggu malam. Wahana mystical forest mengusung konsep glow in the dark, mengubah area path of water menjadi lintasan cahaya penuh warna pada malam hari.

Ia menambahkan, jam operasional malam bersifat tentatif dan menyesuaikan jumlah pengunjung yang hadir saat program tersebut berlangsung. Jika masih ramai, area tetap dibuka hingga pukul delapan malam atau lebih, namun jika sudah sepi akan ditutup lebih cepat.

Sementara itu, pada hari biasa atau weekday, aktivitas malam di Dusun Bambu hanya berlangsung di area resort, restoran, dan spot foto yang tetap melayani tamu hingga malam. Nico menjelaskan, program wisata malam seperti Mystical Forestdan video mapping hanya diadakan pada akhir pekan, tepatnya dari Jumat hingga Minggu malam. 

Dalam setiap kegiatan malamnya, kenyamanan dan keamanan pengunjung menjadi prioritas utama bagi Dusun Bambu agar menciptakan pengalaman yang memuaskan. Nico menjelaskan, pengunjung dapat menikmati area api unggun di ruang terbuka yang berfungsi untuk menghangatkan tubuh sekaligus menambah daya tarik visual di tengah udara dingin Lembang. “Kami ingin pengunjung merasakan suasana malam yang tenang tapi tetap hidup,” ucap pria ramah ini.

Ia menambahkan, kehadiran wisata malam ini juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan jumlah kunjungan pada akhir pekan khususnya malam hari. Banyak wisatawan datang khusus untuk menikmati pengalaman malam hari, menjadikan Dusun Bambu tidak hanya destinasi siang, tetapi juga ruang reflektif di malam hari yang penuh cahaya.

Meski demikian, Nico mengakui bahwa tantangan terbesar Dusun Bambu adalah lokasi yang tidak berada di jalur utama Lembang. Untuk mengatasinya, tim marketing aktif memanfaatkan media digital seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana utama promosi. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan media sosial merupakan cara paling efektif menjangkau calon pengunjung. 

“Letak kami memang tidak di jalur utama, jadi konten digital jadi kunci agar orang tetap tahu apa yang kami tawarkan,” jelas Nico.

Menurutnya, setiap inovasi yang dilakukan, termasuk pembukaan wisata malam, tetap berpijak pada identitas Dusun Bambu sebagai destinasi alam dan budaya. Konsep pencahayaan, tata ruang, hingga aktivitas pengunjung di malam hari dirancang agar tetap sejalan dengan suasana alam dan nilai tradisional yang menjadi ciri kawasan ini. Untuk menikmati suasana malam di kawasan wisata alam ini, pengunjung dikenakan tiket masuk mulai Rp20.000 pada hari biasa dan Rp40.000 pada akhir pekan.

Sejak berdiri pada 2014, Dusun Bambu terus mempertahankan karakter khasnya sebagai wisata alam bernuansa budaya Sunda. Arsitektur kayu, nuansa tradisional, dan program Rebo Nyunda menjadi wujud nyata pelestarian budaya lokal. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 20:03

KDM dan Tantangan Mengubah Empati Menjadi Kebijakan

Pemimpin dengan skor empati tinggi bisa berhasil ketika mereka membangun institusi yang mampu menerjemahkan empati menjadi kebijakan yang bermakna.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 18:00

Pengalaman Memandu SMP Atirah Makassar #1

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin.

Pengalaman memandu siswa kelas 8 dari SMP Atirah, Bukit Baruga, Makassar, pada tanggal 5 Oktober hingga 9 Oktober kemarin. (Sumber: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:57

Ketika Foto Menjadi Saksi Sejarah: Ray Bachtiar dan Perjalanan Dunia Visual

Fotografi menyimpan jejak sejarah dan ingatan bangsa. Talkshow “Jejak Visual” mengulas evolusi fotografi dan videografi bersama Ray Bachtiar Dradjat di Museum Mandiri, Kota Tua Jakarta.

Praktisi fotografi Ray Bachtiar Dradjat menjadi narasumber talkshow “Jejak Visual: Evolusi Fotografi dan Videografi”. (Sumber: Ray Bachtiar Dradjat)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)