UNKL347, Saat Desain dan Komunitas Bertemu dalam Setiap Jahitan

2 menit baca
Radityo Irwansyah
Ditulis oleh Radityo Irwansyah diterbitkan
Minimalis tapi bermakna.Setiap garis, setiap huruf, adalah bagian dari perjalanan panjang UNKL347.
Minimalis tapi bermakna.Setiap garis, setiap huruf, adalah bagian dari perjalanan panjang UNKL347.

Di tengah perkembangan industri fashion yang kian kompetitif, UNKL347 tetap mempertahankan identitas sebagai brand yang lahir dari semangat komunitas.

Brand asal Bandung ini dikenal dengan tipografi khas serta desain sederhana yang memiliki karakter kuat, sekaligus menjadi pembeda dari brand fashion lainnya.

Sebagai Co-Founder, Dendy Darman memainkan peran penting dalam menjaga konsistensi visual dan estetika desain UNKL347. Ia memastikan setiap koleksi selalu relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan DNA desain yang menjadi ciri khas brand.

UNKL347 selalu memantau tren internasional untuk memperbarui kualitas bahan, spesifikasi material, dan pendekatan visual, tetapi tetap mengolahnya agar sesuai dengan karakter brand sendiri.

Perjalanan panjang UNKL347 telah melalui berbagai fase penting. Brand ini pernah memiliki beberapa outlet dan sempat menembus pasar internasional. Namun, pandemi tahun 2020 menjadi titik refleksi besar. Saat banyak usaha tutup, UNKL347 memilih fokus pada satu store utama di Jalan Trunojoyo, Bandung, sebagai bentuk konsolidasi dan penguatan identitas brand.

Bagi Dendy, bertahan di industri kreatif tak hanya soal strategi bisnis, tetapi juga konsistensi dan kerja keras.

“Konsistensi, giat, dan bekerja keras adalah nilai yang selalu kami pegang,” katanya pada Minggu, (02/11/2025).

Nilai tersebut menjadi fondasi UNKL347 dalam menjaga kepercayaan komunitas sejak awal berdiri.

Di sinilah semuanya bermula – tempat Dimana desain, komunitas, dan semangat kreatif berpadu. A Place We Call Homebreaks. 3.4.7. Kabupaten Bandung, Jawa Barat hari Minggu (02/11/2025) (Sumber: Radityo Irwansyah | Foto: Radityo Irwansyah)
Di sinilah semuanya bermula – tempat Dimana desain, komunitas, dan semangat kreatif berpadu. A Place We Call Homebreaks. 3.4.7. Kabupaten Bandung, Jawa Barat hari Minggu (02/11/2025) (Sumber: Radityo Irwansyah | Foto: Radityo Irwansyah)

Dendy juga menekankan pentingnya memiliki perspektif global. Menurutnya, dunia fashion menuntut pelaku industri untuk terus memperbarui wawasan dan mengikuti perkembangan internasional.

“Kami selalu melihat global agar tetap update. Dari situ, kita bisa belajar banyak hal untuk diterapkan dalam konteks lokal,” ujarnya.

Pendekatan tersebut membuat UNKL347 tetap relevan dan dihargai.

Setelah lebih dari dua dekade, UNKL347 bukan sekadar brand fashion, tetapi representasi semangat komunitas kreatif Indonesia. Dari Bandung, mereka membawa pesan bahwa gaya, identitas, dan kerja keras dapat berjalan seiring. UNKL347 membuktikan bahwa dengan konsistensi dan kekuatan komunitas, karya lokal mampu menembus panggung internasional.

UNKL347 tumbuh dari akar komunitas desain grafis, skateboard, music, dan surf. Empat elemen itu membentuk arah desain dan identitas visual brand. “Desain kami berangkat dari komunitas,” ujar Dendy Darman. Bagi Dendy, komunitas bukan sekadar sumber inspirasi, tetapi juga jiwa yang terus menghidupkan semangat UNKL347.

Target utama UNKL347 adalah para pencinta fashion yang berasal dari komunitas tersebut. Produk mereka tidak hanya berfungsi sebagai pakaian, tetapi menjadi medium ekspresi diri dan representasi gaya hidup. Setiap desain dibuat untuk tetap estetik, relevan, dan memiliki nilai visual yang kuat sehingga dapat menyatu dengan keseharian penggunanya. (*) 

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Radityo Irwansyah
Mahasiswa Digital Public Relations, Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 24 Jun 2026, 20:36

Kualitas Dulu, Narasi Kemudian: Dama Kara dan Mengapa Karyanya Istimewa

Kualitas harus bicara lebih dulu, sebelum cerita apa pun menyusulnya. Begitulah prinsip Dama Kara.

Nurdini Prihastiti, founder sekaligus pemilik Dama Kara di Jalan Gandapura, Kota Bandung, (23/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 20:02

Opini Publik terhadap Pemberitaan Media mengenai Peluncuran Smartphone

Analisis terhadap penulisan peluncuran smartphone terbaru pada sebuah acara teknologi tahunan, dan penggunaan kata kunci yang konsisten oleh media

Ilustrasi penggunaan smartphone yang mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat mobile dengan teknologi terkini. 23/06/2026 (Sumber: Muhammad Aswan Hilman | Foto: Muhammad Aswan Hilman)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 18:45

Listrik, Lilin, dan Ilusi Transformasi Digital

Mengkritisi kesenjangan antara ambisi transformasi digital Indonesia dan rapuhnya fondasi infrastruktur energi.

Ilustrasi lilin menyala. (Sumber: Pexels | Foto: Rahul)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 17:57

Tantangan Mekanisasi dan Program Penyuluhan untuk Petani Muda

Tantangan berat sektor pertanian adalah masalah mekanisasi usaha pertanian, dari masalah teknologi irigasi, mesin pengolah tanah, sampai kepada mesin pasca panen.

Ilustrasi para petani muda dan calon pelaku usaha pertanian sedang menyusuri pematang sawah di pedesaan Kabupaten Garut. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 24 Jun 2026, 16:22

Panduan Berkunjung ke The Great Asia Africa Lembang: Keliling Tujuh Negara di Kaki Gunung Tangkuban Perahu

The Great Asia Africa menghadirkan replika budaya Jepang, Korea, India, Thailand, hingga Timur Tengah dalam satu destinasi wisata di Lembang.

The Great Asia Africa Lembang (Sumber: Ayomedia)
Linimasa 24 Jun 2026, 13:45

Menengok Pembuat Bet Pingpong Kayu Jati Bandung

Berawal dari hobi saat pandemi, Abah Jae di Cimenyan sukses membuat bet pingpong handmade dari limbah kayu jati berkualitas.

Abah Jae, pembuat bet pingpong kayu jati Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 13:04

Regenerasi Petani: Peluang dan Tantangan Pada Pendidikan Pertanian

Jika lahan sawah sudah tidak ada, lantas apakah regenerasi petani akan tercipta? Sedangkan profesi petani di Indonesia memunculkan permasalahan kritis.

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 12:49

Radio Nirom Rancaekek, Saksi Hidup Siaran Radio Hindia Belanda

NIROM (Nederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschaapij) merupakan siaran radio swasta yang didirikan pada tahun 1928.

Stasiun Malabar Di gunung Puntang (Sumber: muspen.komdigi.go.id)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 12:08

Menelusuri Jejak Masa Lalu Rumah Indis dan Pabrik Gula Sewugalur

Badai datang melalui krisis ekonomi global pada masa Malaise yang menyebabkan pabrik gulung tikar.

kondisi pabrik gula sewugalur pada masa masih beroprasi tahun 1917. (KITLV/kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 11:59

Restaurant Indonesia: Awal Pendirian dan Perjuangan Para Eksil Orde Baru

Perjalanan para eksil Orde Baru dalam mendirikan Restaurant Indonesia pada 1982.

Restaurant Indonesia di Paris. (Sumber: Facebook milik Restaurant Indonesia.)
Wisata & Kuliner 24 Jun 2026, 11:22

Panduan Wisata Gembira Loka Zoo Yogyakarta: Harga Tiket, Wahana, dan Koleksi Satwa

Gembira Loka Zoo Yogyakarta menawarkan ratusan koleksi satwa, wahana keluarga, Zona Cakar, hingga Kereta Taring. Simak panduan lengkap sebelum berkunjung.

Gembira Loka Zoo Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 10:43

Analisis Konteks Historis Dibalik Pembuatan Film Kuldesak 1998

Artike lini membahas tentang latar belakang historis dari pembuatan Film Kuldesak 1998

Cuplikan adegan aktor Ryan Hidayat dan Iwa K dalam film Kuldesak 1998. (Sumber: Komunitas Pecinta Film Jadul Indonesia, Facebook. facebook.com)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 09:28

Ayobandung sebagai Inspirasi Literasi di Era Digitalisasi

Di era digitalisasi, apakah literasi semakin bagus atau kian redup.

Ilustrasi website Ayobandung.id. (Sumber: Pexels/gravity cut)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 08:58

Pengembangan Mainan Anak Bercorak Tradisional

Perlu strategi komersialisasi produk mainan tradisional dengan  menerapkan kemasan  yang menarik.

Permainan tradisional Sunda di halaman Gedung Pakuan. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 24 Jun 2026, 08:42

Menerobos Aturan di Simpang: Salah Pengendara atau Desain Jalan?

ATCS Dishub Kota Bandung mencatat ratusan pelanggaran di 10 lokasi simpang dengan tingkat pelanggaran tertinggi setiap bulan.

Dua pengendara sepeda motor kedapatan berhenti di zebra cross (4/5/2026). (Sumber: Instagram/@atcs.kotabandung)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 18:54

Panduan Wisata Waduk Jatiluhur, Bendungan Terbesar Indonesia yang jadi Destinasi Favorit

Panduan lengkap Waduk Jatiluhur Purwakarta, mulai dari sejarah bendungan terbesar di Indonesia, aktivitas wisata, kuliner khas, hingga tips berkunjung terbaru.

Waduk Jatiluhur. (Sumber: Disparbud Purwakarta)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 18:11

Penyalin Cahaya: Ketika Kekerasan Seksual tidak Memandang Gender

Kekerasan dan Pelecehan Seksual hari ini tidak memandang gender karena bisa terjadi kepada perempuan maupun laki-laki.

Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 17:56

Membedah Konsistensi Pesan Promo Launching Brand oleh Perusahaan Sportswear di Berbagai Platform

Kolaborasi Nike dan NAKED Copenhagen menghadirkan produk yang menggabungkan unsur fashion dan sneakers dalam satu desain yang unik.

Diambil dari Website Resmi Nike
Ayo Biz 23 Jun 2026, 17:38

'Ngeureuyeuh' Membawa Athiya Cake dari Dapur Rumahan Jadi Pemberi Lapangan Kerja

Kini, di pertengahan 2026, dapur Rika tidak lagi sepi seperti dahulu. Pesanan mengalir hampir setiap hari.

Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sejarah 23 Jun 2026, 16:25

Hikayat Ngamplang, dari Pusat Pemulihan Paru Pertama Hingga Pemberi Julukan Swiss Van Java

Dibangun pada 1912 sebagai sanatorium, Ngamplang kemudian berkembang menjadi wisata yang mendunia.

Salah satu sudut bangunan Sanatorium Ngamplang Garut yang kini berubah fungsi jadi lapangan golf. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)