An Se Young Ratu Bulu Tangkis Korea yang Berhati Bersih dan Senang Berbagi

Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan Jumat 28 Nov 2025, 20:51 WIB
Sepanjang 2025, An Se Young (kiri) berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kim Sunjoo)

Sepanjang 2025, An Se Young (kiri) berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kim Sunjoo)

SIAPA tak mengenal ratu bulu tangkis Tunggal Putri rangking nomor 1 dunia asal Korea Selatan, An Se Young? Di sektor Tunggal Putri hingga saat ini boleh dibilang nyaris seng ada lawan. Di setiap turnamen yang diikutinya 99,9 persen—meminjam istilah Om Suryo—pasti juara kecuali kalau ia cedera. 

Sepanjang 2025, An Se Young berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti dan telah memecahkan rekornya sendiri sebagai pebulu tangkis Tunggal Putri yang berhasil memenangi gelar terbanyak dalam satu musim.

Terakhir, An Se Young berhasil meraih gelar ke-10-nya di musim tahun 2025 setelah menjuarai Australia Terbuka. Atlet yang khas dengan ikat kepalanya itu berhasil mengalahkan Putri Kusuma Wardani (Indonesia) di babak final tunggal putri dengan skor 21-16, 21-14.

Andai saja An Se Young berhasil menjuarai BWF World Tour Finals 2025 yang akan digelar Desember 2025, ia akan berhasil menyamai rekor atlet Tunggal Putra Kento Momota (Jepang) yang berhasil meraih sebelas gelar turnamen internasional pada tahun 2019.

Berapa sih uang hadiah yang An Se Young peroleh selama tahun 2025? Dari Tur Dunia 2025, ia memperoleh hadiah $ 763.175 atau sekitar Rp11,447,625,000—cat.: kurs dolar Rp15.000. Namun, pundi-pundi pemain yang konon mulai berlatih dalam usia 8 tahun itu tampaknya akan bertambah sebab ia akan kembali tampil dengan 7 finalis lainnya di BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, China, 17-21 Desember mendatang. Jika An Se Young juara di turnamen pamungkas itu, hadiah uangnya akan bertambah $240.000 dan total menjadi $1.003.175. Jadi, total kurang lebih Rp15,047,625,000. 

Jumlah hadiah itu tidak hanya menggambarkan prestasi, tetapi juga konsistensi yang luar biasa dari seorang An Se Young. Bahkan jumlah hadiah ini melewati catatan Viktor Axelsen, pemain yang sebelumnya memegang rekor tertinggi price money. 

Baru-baru ini, An Se Young tampil pada acara variety show di tvN, Korea Selatan, "You Quiz on the Block" yang disiarkan 19 November 2025. Kehadirannya dalam acara tersebut bukan sekadar tampil sebagai bintang tamu, tetapi sebagai figur besar yang sedang berada di puncak performa kariernya. Yang menarik, di acara itu An Se Young membahas hadiah uang dan kebiasaan belanjanya.

Ketika pembawa acara bertanya bagaimana An Se Young menggunakan uang hadiah besar itu? An Se Young menjawabnya dengan santai dan jujur. Menurutnya, Ia tidak memiliki banyak keinginan untuk belanja barang mewah atau hadiah untuk dirinya sendiri. Ia mengatakan, uang hadiah tidak harus dijadikan pusat perhatian. Bagi dirinya, hal yang lebih penting adalah kenyamanan dan kebahagiaan orang-orang terdekat. 

Ia lebih menghargai hubungan manusia daripada pencapaian materi. Ia bahkan mengatakan bahwa dirinya lebih senang memberi daripada menerima. Ungkapan ini diucapkan tanpa kesan dibuat-buat dan para pembawau acara pun tampak tersentuh oleh ketulusannya. 

An Se Young juga bercerita bahwa keluarganya terutama kakak-kakaknya sering meminta traktiran ketika mereka makan bersama. Dengan tawa ringan, An Se Young mengatakan bahwa memberi traktiran justru membuatnya merasa bahagia karena itu adalah bentuk kecil rasa terima kasihnya kepada mereka.

Ia menambahkan bahwa adiknya yang juga seorang atlet bulu tangkis sering ia beri perhatian lebih. Baginya keluarga adalah fondasi yang membuatnya tetap kuat menghadapi kerasnya dunia kompetisi internasional. 

Selain kepada keluarga, An Se Young senang memberi kepada orang-orang di lingkungan dekatnya. Ia sering memberikan hadiah kepada mantan pelatih, membagikan cemilan kepada junior, hingga memberi kejutan kecil kepada rekan-rekan satu tim. 

Semua ini ia lakukan sebagai bentuk rasa terima kasih. Kebiasaan berbagi ini bukan muncul karena ia memiliki banyak uang, tetapi karena ia sadar bahwa keberhasilannya adalah hasil dari kerja bersama banyak pihak. Ia merasa tidak akan sampai di titik ini tanpa bantuan orang-orang tersebut. 

Media Korea dan para penggemarnya menilai bahwa ia memiliki aura positif yang kuat. Banyak yang menyebutnya sebagai atlet berhati bersih karena sifatnya yang tidak berubah meski popularitasnya terus melesat.

Acara itu juga mengangkat kembali kisah yang sempat viral setelah Olimpiade Paris 2024. Pada waktu itu, An Se Young memutuskan untuk mengunjungi pelatih masa kecilnya, Choy Yangho. Setelah meraih emas, keputusannya itu menunjukkan sisi emosional yang kuat dalam hidupnya. 

Dalam kunjungan itu, ia tidak datang sebagai bintang besar, tetapi sebagai mantan murid yang ingin menyampaikan terima kasih. Ia mengenang masa-masa latihan awal yang keras dan mengaku bahwa sebagian besar fondasi kemampuan dirinya terbentuk dari tangan sang pelatih. 

Yang paling menyentuh adalah ketika ia memberikan kesempatan kepada pelatihnya untuk mengalungkan medali emas tersebut. Ia menganggap bahwa kemenangan itu bukanlah miliknya seorang, tetapi juga milik orang-orang yang pernah membimbingnya.

Baca Juga: Kisah Muhammad Shohibul Fikri Idola Baru Bulu Tangkis dari Bandung

An Se Young dan Roni Agustinus

Roni Agustinus merupakan salah satu pelatih asal Indonesia yang mendampingi An Se Young sejak bulan Juli 2022. Roni adalah mantan atlet bulu tangkis yang pernah memperkuat Tim Indonesia di berbagai kejuaraan. Kini, ia mengemban tanggung jawab sebagai pelatih kepala nomor tunggal Korea Selatan yang bertanggung jawab pula atas performa An Se Young.

Tangan dingin Roni Agustinus mampu memoles permata dari Korea Selatan. Keberhasilan An Se Young meraih berbagai titel juara tentu tidak lepas dari tangan dinginnya

Sebelum ke Korea, Roni sendiri pernah menjadi pelatih di Pelatnas PBSI sebelum dibajak oleh BAM Malaysia 6 tahun di Negeri Jiran. Kemudian, ia memutuskan pindah ke negara Vietnam dan terakhir dia dipercaya menangani skuad tunggal Korea Selatan.

Di tangan Roni Agustinus An Se Yyong menjelma menjadi pemain paling mengerikan di tahun 2023 hingga saat ini.  (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)