An Se Young Ratu Bulu Tangkis Korea yang Berhati Bersih dan Senang Berbagi

4 menit baca
Dudung Ridwan
Ditulis oleh Dudung Ridwan diterbitkan
Sepanjang 2025, An Se Young (kiri) berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kim Sunjoo)
Sepanjang 2025, An Se Young (kiri) berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kim Sunjoo)

SIAPA tak mengenal ratu bulu tangkis Tunggal Putri rangking nomor 1 dunia asal Korea Selatan, An Se Young? Di sektor Tunggal Putri hingga saat ini boleh dibilang nyaris seng ada lawan. Di setiap turnamen yang diikutinya 99,9 persen—meminjam istilah Om Suryo—pasti juara kecuali kalau ia cedera. 

Sepanjang 2025, An Se Young berhasil menjuarai 10 dari 14 turnamen internasional yang ia ikuti dan telah memecahkan rekornya sendiri sebagai pebulu tangkis Tunggal Putri yang berhasil memenangi gelar terbanyak dalam satu musim.

Terakhir, An Se Young berhasil meraih gelar ke-10-nya di musim tahun 2025 setelah menjuarai Australia Terbuka. Atlet yang khas dengan ikat kepalanya itu berhasil mengalahkan Putri Kusuma Wardani (Indonesia) di babak final tunggal putri dengan skor 21-16, 21-14.

Andai saja An Se Young berhasil menjuarai BWF World Tour Finals 2025 yang akan digelar Desember 2025, ia akan berhasil menyamai rekor atlet Tunggal Putra Kento Momota (Jepang) yang berhasil meraih sebelas gelar turnamen internasional pada tahun 2019.

Berapa sih uang hadiah yang An Se Young peroleh selama tahun 2025? Dari Tur Dunia 2025, ia memperoleh hadiah $ 763.175 atau sekitar Rp11,447,625,000—cat.: kurs dolar Rp15.000. Namun, pundi-pundi pemain yang konon mulai berlatih dalam usia 8 tahun itu tampaknya akan bertambah sebab ia akan kembali tampil dengan 7 finalis lainnya di BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, China, 17-21 Desember mendatang. Jika An Se Young juara di turnamen pamungkas itu, hadiah uangnya akan bertambah $240.000 dan total menjadi $1.003.175. Jadi, total kurang lebih Rp15,047,625,000. 

Jumlah hadiah itu tidak hanya menggambarkan prestasi, tetapi juga konsistensi yang luar biasa dari seorang An Se Young. Bahkan jumlah hadiah ini melewati catatan Viktor Axelsen, pemain yang sebelumnya memegang rekor tertinggi price money. 

Baru-baru ini, An Se Young tampil pada acara variety show di tvN, Korea Selatan, "You Quiz on the Block" yang disiarkan 19 November 2025. Kehadirannya dalam acara tersebut bukan sekadar tampil sebagai bintang tamu, tetapi sebagai figur besar yang sedang berada di puncak performa kariernya. Yang menarik, di acara itu An Se Young membahas hadiah uang dan kebiasaan belanjanya.

Ketika pembawa acara bertanya bagaimana An Se Young menggunakan uang hadiah besar itu? An Se Young menjawabnya dengan santai dan jujur. Menurutnya, Ia tidak memiliki banyak keinginan untuk belanja barang mewah atau hadiah untuk dirinya sendiri. Ia mengatakan, uang hadiah tidak harus dijadikan pusat perhatian. Bagi dirinya, hal yang lebih penting adalah kenyamanan dan kebahagiaan orang-orang terdekat. 

Ia lebih menghargai hubungan manusia daripada pencapaian materi. Ia bahkan mengatakan bahwa dirinya lebih senang memberi daripada menerima. Ungkapan ini diucapkan tanpa kesan dibuat-buat dan para pembawau acara pun tampak tersentuh oleh ketulusannya. 

An Se Young juga bercerita bahwa keluarganya terutama kakak-kakaknya sering meminta traktiran ketika mereka makan bersama. Dengan tawa ringan, An Se Young mengatakan bahwa memberi traktiran justru membuatnya merasa bahagia karena itu adalah bentuk kecil rasa terima kasihnya kepada mereka.

Ia menambahkan bahwa adiknya yang juga seorang atlet bulu tangkis sering ia beri perhatian lebih. Baginya keluarga adalah fondasi yang membuatnya tetap kuat menghadapi kerasnya dunia kompetisi internasional. 

Selain kepada keluarga, An Se Young senang memberi kepada orang-orang di lingkungan dekatnya. Ia sering memberikan hadiah kepada mantan pelatih, membagikan cemilan kepada junior, hingga memberi kejutan kecil kepada rekan-rekan satu tim. 

Semua ini ia lakukan sebagai bentuk rasa terima kasih. Kebiasaan berbagi ini bukan muncul karena ia memiliki banyak uang, tetapi karena ia sadar bahwa keberhasilannya adalah hasil dari kerja bersama banyak pihak. Ia merasa tidak akan sampai di titik ini tanpa bantuan orang-orang tersebut. 

Media Korea dan para penggemarnya menilai bahwa ia memiliki aura positif yang kuat. Banyak yang menyebutnya sebagai atlet berhati bersih karena sifatnya yang tidak berubah meski popularitasnya terus melesat.

Acara itu juga mengangkat kembali kisah yang sempat viral setelah Olimpiade Paris 2024. Pada waktu itu, An Se Young memutuskan untuk mengunjungi pelatih masa kecilnya, Choy Yangho. Setelah meraih emas, keputusannya itu menunjukkan sisi emosional yang kuat dalam hidupnya. 

Dalam kunjungan itu, ia tidak datang sebagai bintang besar, tetapi sebagai mantan murid yang ingin menyampaikan terima kasih. Ia mengenang masa-masa latihan awal yang keras dan mengaku bahwa sebagian besar fondasi kemampuan dirinya terbentuk dari tangan sang pelatih. 

Yang paling menyentuh adalah ketika ia memberikan kesempatan kepada pelatihnya untuk mengalungkan medali emas tersebut. Ia menganggap bahwa kemenangan itu bukanlah miliknya seorang, tetapi juga milik orang-orang yang pernah membimbingnya.

Baca Juga: Kisah Muhammad Shohibul Fikri Idola Baru Bulu Tangkis dari Bandung

An Se Young dan Roni Agustinus

Roni Agustinus merupakan salah satu pelatih asal Indonesia yang mendampingi An Se Young sejak bulan Juli 2022. Roni adalah mantan atlet bulu tangkis yang pernah memperkuat Tim Indonesia di berbagai kejuaraan. Kini, ia mengemban tanggung jawab sebagai pelatih kepala nomor tunggal Korea Selatan yang bertanggung jawab pula atas performa An Se Young.

Tangan dingin Roni Agustinus mampu memoles permata dari Korea Selatan. Keberhasilan An Se Young meraih berbagai titel juara tentu tidak lepas dari tangan dinginnya

Sebelum ke Korea, Roni sendiri pernah menjadi pelatih di Pelatnas PBSI sebelum dibajak oleh BAM Malaysia 6 tahun di Negeri Jiran. Kemudian, ia memutuskan pindah ke negara Vietnam dan terakhir dia dipercaya menangani skuad tunggal Korea Selatan.

Di tangan Roni Agustinus An Se Yyong menjelma menjadi pemain paling mengerikan di tahun 2023 hingga saat ini.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dudung Ridwan
Tentang Dudung Ridwan
Jurnalis dan Pengamat Bulutangkis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Sep 2026, 20:19

Mengenang Wa Kepoh Maestro Dongeng Sunda di Gelombang Radio

Sandiwara Radio Saur Sepuh, yang pernah membuat pendengarnya di berbagai daerah larut dalam cerita.

H. Ahmad Sutisna alias Wa Kepoh, maestro dongeng Sunda dan salah satu tokoh penting dalam dunia penyiaran radio di Jawa Barat. (Sumber: Tabloid Nova, September 1996.)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 19:40

Tantangan Literasi Antara Menulis dan Kepunahan Bahasa Daerah

Begitu miris ketika kita membaca judul "Benarkah Indonesia mengalami Darurat Literasi?" Ada banyak penulis yang hanya sekadar menulis, tetapi tidak ada visi menjaga literasi terutama bahasa lokal.

Ilustrasi orang Sunda. (Sumber: Unsplash/Mahmur Marganti)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 18:17

Mengenal Bahaya Letusan Gunung Berapi di Bandung Raya dan Sekitarnya

Temukan ulasan mendalam mengenai potensi bahaya vulkanik di Bandung Raya. Pelajari langkah mitigasi yang tepat dan tingkatkan kesiapsiagaan Anda demi keselamatan bersama dari ancaman bencana alam.

Hoogvlakte van Bandoeng autowegenkaart, D E 29,1. Bandoeng: HOVIC, ca. 1920 (Peta jalan Dataran Tinggi Bandung, D E 29.1. Bandung: HOVIC, ca. 1920). (Sumber: Digital Collections Universteit Leiden | Foto: Anonim)
Ayo Netizen 19 Sep 2026, 17:46

Optimis atau Oportunis

Dari aktivis pro–demokrasi yang berujung menjadi elit rezim yang selalu mereka tentang selama masa nya menjadi mahasiswa.

Budiman Sudjatmiko bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendeklarasikan kelompok relawan Prabowo-Budiman Bersatu (Prabu) di Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (18/08/2023). (Sumber: Gerindra.id)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 20:09

Sejarah dan Transformasi Nahdlatul Ulama di Bumi Pasundan (1926–1967)

Kehadiran Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah ini bukanlah sebuah kebetulan sejarah, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga keseimbangan antara tradisi pesantren yang mengakar dan gelombang modernism

Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat. (Sumber: Tangkapan layar YT: Kang inoe)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 17:52

Hebatnya Kreatifitas Dasa Warsa 1980-an

Bernostaldia dengan kehidupan remaja tahun 1980-an.

Motor klasik vespa. (Sumber: Pexels | Foto: setengah lima sore)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 15:17

Ketika Anak Bangsa Kehilangan Kesempatan Menjadi Cerdas dan Kritis

Sebetulnya apa yang menjadi akar persoalan dalam pendidikan kita. Pendidikan seharusnya tidak hanya butuh jawaban benar, tetapi bagaimana anak bisa bertanya secara kritis dan berpikir cerdas.

Ilustrasi anak sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ida Rizkha)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 14:01

Jejak Rasa dan Budaya Kuliner Arab di Tatar Sunda

Kuliner Arab di Jawa Barat tumbuh dari jejak migrasi menjadi bagian dari keragaman rasa dan budaya Tatar Sunda.

Nasi kebuli, hidangan khas Timur Tengah yang populer di kalangan masyarakat Arab di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 12:26

Ketika Layar Perak Menjadi Denyut Hiburan Bandung Tempo Doeloe

Jejak bioskop Bandung tempo dulu merekam bagaimana hiburan, kehidupan sosial, dan perkembangan kota pernah berpadu di balik layar perak.

Iklan ucapan selamat hari jadi Kota Bandung dari perusahaan film N.V. Sirna Galih Ind. Ltd.. Iklan tersebut memuat daftar bioskop yang dikelolanya. (Sumber: Dimuat dalam Pikiran Rakjat, 31 Maret 1956 | Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 09:59

200 Ikon Bandung #7: Karmaka Surjaudaja

Kisah Karmaka Surjaudaja menjadi teladan tentang perjuangan, kejujuran, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Adegan dalam film Love and Faith pada 2015, yang menceritakan kisah kehidupan Karmaka. (Sumber: Love and Faith)
Ayo Netizen 18 Sep 2026, 08:23

Bukan Macan yang Salah Cari Alamat, tapi Kita yang Mengubah Alamat Mereka

Macan yang masuk kampung atau kera yang turun ke permukiman bukan sekadar kisah tentang satwa yang “nakal”.

Seekor macan terdampar di rumah warga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Istimewa via ayobandung.com)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 18:03

Menelusuri Jejak 216 Tahun Kota Bandung dalam Surat Kabar Lawas

Bandung adalah kota yang tumbuh dari perjalanan sejarah yang panjang.

Beberapa surat kabar yang pernah menjadi bagian dari kehidupan dan kebanggaan warga Bandung pada era 1970–1990-an. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 17:34

Jejak Gunung Api Purba di Kabupaten Bandung Barat

Singkapan batuan dan ignimbrit di Kabupaten Bandung Barat menjadi bukti keberadaan aktivitas gunungapi purba yang dapat dipelajari melalui geowisata.

Hasil kerajin patung kuyabatok dari batu di Kampung Ciawitali, Desa Cipangeran, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, memenuhi pesanan dari Jepara, Jawa Tengah, untuk diekspor ke Korea. (Sumber: T Bachtiar)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 16:05

Badut, Mimpi, dan Rizki

Mimpi tidak pernah benar-benar sendirian. Ya selalu ditemani ikhtiar, doa, dan keberanian untuk terus mencoba. Kendati, di antara semua itu, ada satu yang sering kita lupakan. Pekerjaan yang halal

Riasan badut yang dikenakannya saat merayakan wisuda bukan sekadar untuk tampil berbeda, (Sumber: Dokumentasi istimewa/ Kak Hakim (@badutbandung_kakhakim12))
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 15:09

Merdeka Berdaya, Merdeka Berkarya: Kaum Marginal Membangun Masa Depan

Setiap goresan tinta yang tercurahkan melalui hati, merupakan ketegaran dalam setiap halaman.

Bedah Buku "Prajurit Yang Tenggelam" Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Majalengka. (Foto: Ayu Maimun)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 13:49

Rp7.000 dan Masa Depan Supir dan Angkot Bandung

Angkot berseliweran, penumpang naik-turun, uang masuk. Sopir mengejar setoran. Calon penumpang dicari. Angkot ngetem ketika dianggap perlu. 

Warga hendak turun dari angkot. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 12:08

200 Ikon Bandung #6: Raden Adipati Wiranatakusumah II, Dalem Kaum Bukan Hanya Nama Jalan

Di balik nama Dalem Kaum, tersimpan jejak Wiranatakusumah II sebagai salah satu tokoh penting dalam lahirnya Kota Bandung.

Alun-Alun Bandung pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Sep 2026, 09:38

Belajarlah Mencintai Bandung Seperti Haryoto Kunto Sang Kuncen Bandung

Selami kisah Haryoto Kunto, sang Kuncen Bandung dan temukan cara terbaik mencintai Kota Kembang (Paris van Java) lewat sejarah, romantisme dan sudut pandang mendalam.

Ilustrasi buku karya Haryoto Kunto. (Sumber: Istimewa)
Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)