Resolusi Partai Otak Kanan Pendongkrak Kreativitas Kota Bandung

4 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan
Bandung dibentuk oleh energi warga yang tak henti mencipta. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Bandung dibentuk oleh energi warga yang tak henti mencipta. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)

Kreativitas ibarat mantra sakti penyelamat masa depan Kota Bandung. Semua elemen kota Bandung, baik warga maupun organisasi korporasi, pemkot dan lembaga kemasyarakatan, perlu memahami hakikat kreativitas.

Situasi dunia semakin membutuhkan SDM yang kreatif untuk menghalau krisis dan memenangkan persaingan. Oleh sebab itu pentingnya resolusi diri dan organisasi untuk mendongkrak kreativitas.

Dibutuhkan warga kreatif yang memiliki mata baru yang bisa melihat segala sesuatu dengan cara berbeda yang luput dari penglihatan pihak lain.

Sejarah mencatat bahwa Indeks Kreativitas Bandung diakui Internasional lewat UNESCO bahwa Bandung sebagai City of Design pada 11 Desember 2015.

Berdasarkan data capaian ekonomi kreatif pada tahun 2024), sektor kuliner mencapai 1.500 unit dan fesyen 1.140 unit). Dua sektor tersebut dengan jumlah pelaku tertinggi, diikuti kriya dan aplikasi.

Agenda penting adalah mengembangkan potensi ekonomi kreatif di berbagai kelurahan dengan kebijakan yang lebih efektif. Saatnya meneguhkan Bandung sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO bersama 300 kota lain di seluruh dunia.

andung ruang hidup yang terus berdenyut dengan semangat pluralisme dan kreativitas. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
andung ruang hidup yang terus berdenyut dengan semangat pluralisme dan kreativitas. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)

 Ayo Pahami Filosofi Kreativitas !

 Pada dasarnya kreativitas dapat berkembang di semua lini sejauh organisasi itu menghargai dan mendorong individu-individu untuk berkreasi. Jika tidak, maka individu yang kreatif akan menjadi frustasi dan selanjutnya terjebak dengan rutinitas yang ada. Itulah sebabnya Root Bernstein, penulis buku Sparks of Genius, menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) untuk keluar dari cara kerja rutin sehingga dapat melihat masalah pekerjaan dengan cara yang baru.

Bahkan di IDEO yang merupakan konsultan desain terkemuka di dunia memiliki filosofi yang menyatakan bahwa "Rutinitas adalah musuh utama kreativitas dan inovasi".

 Untuk menciptakan kreativitas dibutuhkan lingkungan kerja kondusif yang menyenangkan, penuh rasa humor, keterbukaan, dan memberi ruang yang cukup bagi individu untuk melakukan berbagai simulasi, permainan atau percobaan.

Membentuk lingkungan yang kondusif seperti itu sangatlah tidak mudah bagi organisasi. Apalagi bagi sebuah kota. Mendorong kreativitas dalam dunia kerja menuntut iklim yang permisif terhadap existensi individualitas dan penerimaan terhadap rasa humor. Tentu saja tetap memegang teguh rasa hormat, kepercayaan dan komitmen sebagai norma yang dijunjung bersama. 

Para pakar menyatakan bahwa kreativitas merupakan partai otak kanan yang memiliki sifat berpikir divergen. Otak bagian kanan tidak membatasi pada apa yang dilihat oleh indera penglihatan saja.

Dia berpikir dan memutuskan dengan memakai berbagai informasi dan dalam ruang lingkup yang komprehensif. Sebaliknya, partai otak kiri bersifat konvergen. Suatu sifat berpikir yang tertentu dan membatasi fokusnya pada satu pandangan yang nyata dan ruang lingkup terbatas. Kreativitas merupakan produk dari pikiran yang divergen. Kreativitas bukan hanya dalam konteks seni saja. Namun memiliki arti yang lebih luas dari sekadar seni. Karena kreativitas merupakan karakter otak kanan, maka pengembangannya memerlukan tindakan-tindakan stimuli atau rangsangan ke beberapa sistem saraf dan kelenjar yang tepat.

Stimuli diciptakan melalui kegiatan fisik dan psikis yang dipadu dalam sebuah rangkaian relaksasi. Dalam situasi yang serba tidak menentu pada tahun 2026, diperlukan right brain training untuk lebih mengaktifkan kinerja otak kanan yang pada gilirannya akan menggenjot daya kreatifitas. Ada beberapa macam right brain training, salah satunya melalui gerakan Yoga. Training tersebut akan mengaktifkan kelenjar pineal yang berada di tengah-tengah struktur otak manusia.

Salah satu cara untuk menggenjot kreativitas dan inovasi dalam organisasi, termasuk untuk satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) kota bandung adalah dengan cara memasukan unsur penilaian tentang berapa banyak ide dari seseorang atau kelompok (teamwork) yang dapat diimplementasikan oleh korporasi. Dalam konteks diatas akan terjadi penyelarasan pola pikir kreatif dalam berbagai disiplin ilmu. Karena pola pikir kreatif selama ini acap-kali diidentikkan dengan desain engineering. Padahal modus kreativitas bisa lahir dari berbagai disiplin ilmu lalu bersenyawa menjadi produk yang luar biasa.

Ayo Rombak Ruang Kerja!

Cara lain untuk menggenjot daya kreativitas adalah merombak budaya dan ruang kerja. Budaya kerja yang monoton alias itu-itu saja hendaknya bisa dirombak dengan memasukkan unsur wisata kreativitas pada jam kerja.

Sebagai contohnya, perusahaan Ferrari secara teratur menyelenggarakan program creativity club untuk karyawannya. Setiap kali pertemuan klub diselenggarakan, mereka akan mengundang seniman dari bidang yang berbeda-beda. Seperti pelukis, pemahat, pemusik, penulis, pelawak, fotografer, aktor, dan lain-lainnya.

Para tamu tersebut juga diminta mengajarkan keterampilan mereka melalui kursus-kursus singkat. Para peserta klub tersebut tidak dibatasi. Selain eksekutif dan kalangan manajer, para pekerja pabrik juga boleh ikut serta. Klub ini sangat diminati, karena selain menawarkan nuansa baru, juga memberi kesempatan bagi keluarga besar Ferrari untuk belajar melihat masalah dengan cara lain.

Baca Juga: Bencana Longsor Cisarua, Tragedi Kelabu di Hulu KBU

Masih banyak yang kurang menyadari bahwa pengaruh tata ruang, khususnya ruang kerja terhadap daya kreativitas cukup besar. Ruangan kantor yang dirancang dengan memperhatikan pola interaksi mampu meningkatkan kolaborasi antar karyawan. Ruang kerja semestinya bisa memberikan stimulus maksimal, baik melalui indera mata seperti separasi warna, lukisan, karya-karya seni, hidung  dengan aromatherapy,  atau indera perasa seperti aliran dan gemericik air yang bisa disentuh, mainan-mainan unik semuanya itu bisa membangkitkan ide-ide kreatif.

Hal-hal di atas akan menimbulkan momentum dalam proses kreatif. Biasanya momentum itu sangat istimewa karena datangnya seketika bak karunia Ilahi yang ditaburkan dari langit.  Momen unik itu terjadi seperti yang pernah dialami oleh sang maestro dunia seni musik, Beethoven, yang mana mendapatkan proses kreatif yang luar biasa dan mampu menciptakan rangkaian nada yang indah ketika dia sedang menaiki kereta kuda dalam suatu perjalanan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 22 Sep 2026, 10:40

Media Lokal Cari Model Bisnis Baru di Local Media Summit 2026

Media lokal tidak lagi hanya dituntut menjadi penerbit berita, tetapi juga dapat berkembang menjadi agensi lokal, pengelola komunitas.

Local Media Summit (LMS) akan kembali hadir di pada 22-23 Oktober 2026 di Hotel Manhattan Jakarta.
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:15

Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

Status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib.

Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 10:00

Urap: Jejak Mahakarya Kuliner Tertua dan Filosofi Kehidupan dalam Sepiring Sayuran Nusantara

Dalam khazanah gastronomi Indonesia, urap bukan sekadar komposisi sayuran dan kelapa parut.

Urap merupakan sajian sayuran tertua di tanah Jawa yang tercatat secara formal dalam literatur sejarah. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:31

Demokrasi yang Berakar: Ketika Politik Bertemu  Budaya dan Kepercayaan

Sebelum seseorang menjatuhkan pilihan politiknya, ada proses komunikasi yang panjang. Sebelum sebuah kekuasaan dianggap sah, ada proses pembentukan makna.

Diah Fatma Sjoraida merupakan Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. (Sumber: Gemini | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 19:01

Urgensi Kota Bandung: Persolan Sampah dan Kemacetan

Sampah dan kemacetan adalah dua persoalan besar yang dihadapi Bandung. Harus diatasi dengan membangun kesadaran bersama, yang akhirnya demi kenyamanan bagi warga Bandung, sebagai rumah bersama.

Pengendara melintas di dekat tumpukan sampah yang menggunung di TPS Jalan Makam Caringin, Kota Bandung, Kamis, 9 April 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 18:17

Imaji Papua Bersilaturahmi dengan Caraka Sundanologi Bandung

Imaji Papua membawa cerita tentang manusia, budaya, dan kehidupan Tanah Papua ke Bandung melalui film dan dialog lintas komunitas.

Caraka Sundanologi bersilaturahmi dengan komunitas Imaji Papua melalui pemutaran film dokumenter sebagai ruang berbagi cerita, budaya, dan pengalaman tentang Papua. (Sumber: Nonon Rachnaya)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 17:20

Bandung dan Terbentuknya Karyawan 'Flourish'

Ketika Pemkot Bandung berhasil memangkas hambatan birokrasi,sektor industri harus siapkan sistem rekrutmen yang presisi.

Bandung dan urgensi karyawan "Flourish" (Sumber: dokpri dengan kreasi chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 16:22

Tugu Proklamasi Cirebon: Jejak Pembacaan Proklamasi 15 Agustus 1945

Sebuah tugu berwarna putih di perempatan Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, itu menjadi saksi bahwa kemerdekaan Indonesia pernah diproklamirkan sebelum 17 Agustus 1945.

Tugu Proklamasi Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Wahyu)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 15:58

Menimbang Dampak Pajak Otomatis di Tengah Melejitnya Lokapasar Kota Bandung

Proses perpajakan digital menuntut UMKM agar merapikan pembukuan mereka

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan (Kanan). (Sumber: Humas Pemkot Bandung)
Ikon 21 Sep 2026, 15:33

Stasiun Cicalengka, dari Stasiun Bersejarah jadi Tinggal Sejarah

Stasiun Cicalengka berusia lebih dari seabad. Bangunan lamanya telah dibongkar, sementara tinggalan sejarahnya masih tersisa.

Stasiun Cicalengka, Bandung, antara tahun 1900-1920-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 13:41

Akar Historis dan Evolusi Gastronomi Sunda: Meneroka Budaya Pangan Tatar Parahyangan

Gastronomi bukan sekadar urusan pemuasan kebutuhan fisiologis manusia melalui asupan nutrisi, melainkan sebuah disiplin ilmu yang membedah korelasi intrinsik antara makanan dan kebudayaan.

Penjual makanan keliling di Jawa Barat sekitar tahun 1910. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 11:21

Bioskop sebagai Ruang Refleksi Diri

Bioskop di era modern tidak sekedar ajang hiburan tapi ruang refleksi yang membuat nyaman.

Ilustrasi bioskop. (Sumber: Pexels | Foto: cottonbro studio)
Ayo Netizen 21 Sep 2026, 09:09

Ketika Fikom Harus Mengajarkan Cara Berkomunikasi dengan Mesin

Sekarang mulai terbentuk pola baru komunikasi, yakni manusia berbicara kepada mesin, mesin menghasilkan pesan, mesin memilih pesan, lalu manusia menerima dan menafsirkannya.

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. (Sumber: ayobandung.com | Foto: fikom.unpad.ac.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 17:07

930 Pecatur di Bandung Dapat Wejangan dari Legenda Utut Adianto

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru.

Open Tournament Catur Piala Panglima TNI 2026 menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang pembinaan dan pencarian talenta catur baru. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 20 Sep 2026, 16:57

Istilah Bahasa Jawa untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Mengenal istilah lokal Bahasa Jawa untuk menggambarkan kekuatan guncangan gempa bumi, dari Lir hingga Lindhu Kiamat/Jagad Obah. Kaya makna dan kearifan lokal suu bangsa Jawa.

Ilustrasi bangunan yang rusak akibat gempa bumi. (Sumber: Pexels | Foto: Ahmed akacha)