Menghapus Duka Petani Produsen Tetes Tebu Rakyat

4 menit baca
Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan
Ilustrasi petani tebu sedan beraktivitas di kebun. (Sumber: PT Perkebunan Nusantara III)
Ilustrasi petani tebu sedan beraktivitas di kebun. (Sumber: PT Perkebunan Nusantara III)

Nasib petani yang sekaligus produsen tetes tebu terus dirundung duka. Harga tetes tebu atau molase terus merosot. Akibatnya menumpuk di gudang dan menjadi beban produksi. Padahal tetes tebu merupakan bahan baku potensial untuk memproduksi etanol yang sangat penting dalam klaster industri kimia.

Itulah sebabnya Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan untuk membatasi impor etanol guna mengatasi masalah tetes tebu (molase) yang meluber dan tidak terserap pasar. Hal ini dilakukan agar pabrik gula tetap bisa menggiling tebu tanpa terhambat oleh tumpukan tetes yang tak laku.

Perlu memperketat impor etanol untuk mendukung petani tebu yang terdampak penurunan harga molase yang merupakan bahan baku utama pembuatan etanol. Molase adalah cairan sisa dari proses kristalisasi gula pasir yang tidak dapat dikristalkan lagi.

Peta jalan atau roadmap dalam pengimplementasian E10 atau bahan bakar minyak yang mengandung etanol sebesar 10 persen perlu mengutamakan produksi tebu rakyat. Hal ini untuk menciptakan kesempatan usaha di desa dan menambah lapangan kerja.

Impor etanol mesti ditekan dan pengembangan industri etanol dalam negeri skala besar perlu bersinergi dengan industri kecil di desa. Dengan cara membantu peralatan produksi dan kontrol mutu. Keragaman bahan baku berbasis tanaman tebu maupun singkong perlu memperhatikan aspek produktivitas dan keberlanjutan pasokan.

Sampel proses pembuatan etanol dari molase atau tetes tebu (Sumber: Energi Agro Nusantara)
Sampel proses pembuatan etanol dari molase atau tetes tebu (Sumber: Energi Agro Nusantara)

Perlu diketahui bahwa 4 kilogram molase dapat diolah menjadi satu liter bioetanol.Bioetanol yang dihasilkan akan digunakan sebagai komponen campuran dalam bahan bakar kendaraan seperti Pertamax Green.

Keniscayaan langkah restrukturisasi bisnis gula dan transformasi usaha di sektor pengolahan tanaman tebu (off farm), kemitraan budidaya perkebunan (on farm), peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat serta unit-unit pendukungnya perlu dipersiapkan sebaik mungkin.

Para petani produsen tetes tebu di Jawa Barat, terutama d sekitar Cirebon sangat bergantung pada operasional pabrik gula seperti PG Tersana Baru dan PG Sindanglaut yang mengolah tebu petani setempat, menghasilkan molase sebagai produk sampingan yang dijual untuk pakan ternak, pupuk, dan bahan industri lain.

Perlu dicatat produksi tebu di wilayah Cirebon mengalami peningkatan signifikan pada 2024. Sebagai catatan, Kabupaten Cirebon mengalami lonjakan signifikan dalam produksi tebu sepanjang 2024. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian setempat, produksi tebu tahun 2024 melonjak drastis menjadi 21.305 ton, meningkat lebih dari 4.800 ton dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencatat 16.421 ton. Kenaikan ini tidak lepas dari ekspansi lahan budidaya tebu yang cukup signifikan. Pada tahun 2023, total lahan yang digunakan untuk tanaman tebu tercatat seluas 3.450 hektare. Sementara itu, tahun 2024 angka tersebut meningkat menjadi 4.571 hektare atau bertambah lebih dari 1.000 hektare.

 Resolusi ke depan, sektor tebu di Cirebon Raya memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bahan baku gula, tetapi juga ke produk hilir seperti etanol, bioenergi, hingga produk turunan lain berbasis limbah tebu.  Namun, hal ini membutuhkan investasi yang cukup besar dan peran aktif dari pihak swasta.

Rencana penggunaan etanol sebagai campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin sebanyak 10 persen (E10)  searah dengan  upaya mengurangi impor BBM bensin. Apalagi hingga saat ini 60 persen dari kebutuhan bensin nasional masih impor. Rencana mandatory 10 persen etanol sebaiknya membawa dampak positif dan nilai tambah untuk masyarakat desa lewat penyerapan etanol hasil produksi kelompok tani atau koperasi.

Selama ini sinergi antara pabrik gula dan produksi etanol Pertamina terlihat dalam kolaborasi antara PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Yakni kolaborasi membangun pabrik bioetanol yang memanfaatkan molase dari pabrik gula sebagai bahan baku utama. Proyek ini bertujuan untuk mendukung ketahanan energi nasional dengan memproduksi bioetanol, yang kemudian dapat dicampurkan ke bahan bakar seperti Pertamax Green, dan Pertamina berperan sebagai investor, sementara SGN menyediakan bahan baku. 

Pemerintah perlu memberikan insentif kepada kelompok petani tebu atau koperasi desa untuk mendirikan pabrik gula mini. Hal itu untuk mewujudkan swasembada gula sekaligus mengatasi masalah produksi tetes dari pabrik gula rakyat yang kian terpuruk karena harga tetes yang anjlok.

Perlu merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 16 Tahun 2025 terkait kebijakan dan pengaturan impor. PT Pertamina NRE saatnya memperluas investasi untuk mendanai infrastruktur pabrik bioetanol dan akan menyerap produknya untuk campuran bahan bakar (Fuel Grade).

Baca Juga: Tradisi Ngabedahkeun di Bandung, Menjaga Warisan Leluhur untuk Generasi Mendatang

Penguatan kapasitas pabrik gula selama ini belum terintegrasi dan masih jauh dari transformasi pabrik gula menjadi industri berbasis tebu. Strategi industrialisasi berbasis tebu juga menyangkut kehidupan industri dalam negeri yang merekayasa mesin dan peralatan pabrik gula, seperti komponen penggilingan, pemurnian, penguapan, pemasakan,rotasi, perangkat kelistrikan, conveyor, mesin boiler, turbin, hingga instrumen kontrol dan otomatisasi.

Hingga saat ini komponen pabrik gula di atas masih banyak yang di impor dengan biaya yang cukup mahal. Strategi industrialisasi berbasis tebu saatnya mendorong usaha petani tebu untuk mendirikan pabrik gula mini. Sebaiknya ada bantuan permodalan dan teknologi bagi gapoktan tebu yang bermaksud mendirikan pabrik gula mini. Pemerintah harus bisa memberikan solusi kepada gapoktan tebu terkait seluk beluk pabrik gula mini, yakni pabrik gula yang berkapasitas kurang dari 250 TTH.

Dengan demikian gapoktan tebu bisa menguasai proses produksi dan teknologi pabrik gula mini seperti  ruang penggilingan, alat pemurnian, penguapan, kristalisasi, pemisahan kristal dan pengeringan. Penguasaan Gapoktan tebu diatas pada gilirannya akan membuka lapangan kerja yang lebih luas di pedesaan.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)