Menghapus Duka Petani Produsen Tetes Tebu Rakyat

4 menit baca
Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan Kamis 15 Jan 2026, 10:11 WIB
Ilustrasi petani tebu sedan beraktivitas di kebun. (Sumber: PT Perkebunan Nusantara III)

Ilustrasi petani tebu sedan beraktivitas di kebun. (Sumber: PT Perkebunan Nusantara III)

Nasib petani yang sekaligus produsen tetes tebu terus dirundung duka. Harga tetes tebu atau molase terus merosot. Akibatnya menumpuk di gudang dan menjadi beban produksi. Padahal tetes tebu merupakan bahan baku potensial untuk memproduksi etanol yang sangat penting dalam klaster industri kimia.

Itulah sebabnya Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan untuk membatasi impor etanol guna mengatasi masalah tetes tebu (molase) yang meluber dan tidak terserap pasar. Hal ini dilakukan agar pabrik gula tetap bisa menggiling tebu tanpa terhambat oleh tumpukan tetes yang tak laku.

Perlu memperketat impor etanol untuk mendukung petani tebu yang terdampak penurunan harga molase yang merupakan bahan baku utama pembuatan etanol. Molase adalah cairan sisa dari proses kristalisasi gula pasir yang tidak dapat dikristalkan lagi.

Peta jalan atau roadmap dalam pengimplementasian E10 atau bahan bakar minyak yang mengandung etanol sebesar 10 persen perlu mengutamakan produksi tebu rakyat. Hal ini untuk menciptakan kesempatan usaha di desa dan menambah lapangan kerja.

Impor etanol mesti ditekan dan pengembangan industri etanol dalam negeri skala besar perlu bersinergi dengan industri kecil di desa. Dengan cara membantu peralatan produksi dan kontrol mutu. Keragaman bahan baku berbasis tanaman tebu maupun singkong perlu memperhatikan aspek produktivitas dan keberlanjutan pasokan.

Sampel proses pembuatan etanol dari molase atau tetes tebu (Sumber: Energi Agro Nusantara)
Sampel proses pembuatan etanol dari molase atau tetes tebu (Sumber: Energi Agro Nusantara)

Perlu diketahui bahwa 4 kilogram molase dapat diolah menjadi satu liter bioetanol.Bioetanol yang dihasilkan akan digunakan sebagai komponen campuran dalam bahan bakar kendaraan seperti Pertamax Green.

Keniscayaan langkah restrukturisasi bisnis gula dan transformasi usaha di sektor pengolahan tanaman tebu (off farm), kemitraan budidaya perkebunan (on farm), peningkatan kesejahteraan petani tebu rakyat serta unit-unit pendukungnya perlu dipersiapkan sebaik mungkin.

Para petani produsen tetes tebu di Jawa Barat, terutama d sekitar Cirebon sangat bergantung pada operasional pabrik gula seperti PG Tersana Baru dan PG Sindanglaut yang mengolah tebu petani setempat, menghasilkan molase sebagai produk sampingan yang dijual untuk pakan ternak, pupuk, dan bahan industri lain.

Perlu dicatat produksi tebu di wilayah Cirebon mengalami peningkatan signifikan pada 2024. Sebagai catatan, Kabupaten Cirebon mengalami lonjakan signifikan dalam produksi tebu sepanjang 2024. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian setempat, produksi tebu tahun 2024 melonjak drastis menjadi 21.305 ton, meningkat lebih dari 4.800 ton dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencatat 16.421 ton. Kenaikan ini tidak lepas dari ekspansi lahan budidaya tebu yang cukup signifikan. Pada tahun 2023, total lahan yang digunakan untuk tanaman tebu tercatat seluas 3.450 hektare. Sementara itu, tahun 2024 angka tersebut meningkat menjadi 4.571 hektare atau bertambah lebih dari 1.000 hektare.

 Resolusi ke depan, sektor tebu di Cirebon Raya memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bahan baku gula, tetapi juga ke produk hilir seperti etanol, bioenergi, hingga produk turunan lain berbasis limbah tebu.  Namun, hal ini membutuhkan investasi yang cukup besar dan peran aktif dari pihak swasta.

Rencana penggunaan etanol sebagai campuran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin sebanyak 10 persen (E10)  searah dengan  upaya mengurangi impor BBM bensin. Apalagi hingga saat ini 60 persen dari kebutuhan bensin nasional masih impor. Rencana mandatory 10 persen etanol sebaiknya membawa dampak positif dan nilai tambah untuk masyarakat desa lewat penyerapan etanol hasil produksi kelompok tani atau koperasi.

Selama ini sinergi antara pabrik gula dan produksi etanol Pertamina terlihat dalam kolaborasi antara PT Pertamina New & Renewable Energy (NRE) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Yakni kolaborasi membangun pabrik bioetanol yang memanfaatkan molase dari pabrik gula sebagai bahan baku utama. Proyek ini bertujuan untuk mendukung ketahanan energi nasional dengan memproduksi bioetanol, yang kemudian dapat dicampurkan ke bahan bakar seperti Pertamax Green, dan Pertamina berperan sebagai investor, sementara SGN menyediakan bahan baku. 

Pemerintah perlu memberikan insentif kepada kelompok petani tebu atau koperasi desa untuk mendirikan pabrik gula mini. Hal itu untuk mewujudkan swasembada gula sekaligus mengatasi masalah produksi tetes dari pabrik gula rakyat yang kian terpuruk karena harga tetes yang anjlok.

Perlu merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 16 Tahun 2025 terkait kebijakan dan pengaturan impor. PT Pertamina NRE saatnya memperluas investasi untuk mendanai infrastruktur pabrik bioetanol dan akan menyerap produknya untuk campuran bahan bakar (Fuel Grade).

Baca Juga: Tradisi Ngabedahkeun di Bandung, Menjaga Warisan Leluhur untuk Generasi Mendatang

Penguatan kapasitas pabrik gula selama ini belum terintegrasi dan masih jauh dari transformasi pabrik gula menjadi industri berbasis tebu. Strategi industrialisasi berbasis tebu juga menyangkut kehidupan industri dalam negeri yang merekayasa mesin dan peralatan pabrik gula, seperti komponen penggilingan, pemurnian, penguapan, pemasakan,rotasi, perangkat kelistrikan, conveyor, mesin boiler, turbin, hingga instrumen kontrol dan otomatisasi.

Hingga saat ini komponen pabrik gula di atas masih banyak yang di impor dengan biaya yang cukup mahal. Strategi industrialisasi berbasis tebu saatnya mendorong usaha petani tebu untuk mendirikan pabrik gula mini. Sebaiknya ada bantuan permodalan dan teknologi bagi gapoktan tebu yang bermaksud mendirikan pabrik gula mini. Pemerintah harus bisa memberikan solusi kepada gapoktan tebu terkait seluk beluk pabrik gula mini, yakni pabrik gula yang berkapasitas kurang dari 250 TTH.

Dengan demikian gapoktan tebu bisa menguasai proses produksi dan teknologi pabrik gula mini seperti  ruang penggilingan, alat pemurnian, penguapan, kristalisasi, pemisahan kristal dan pengeringan. Penguasaan Gapoktan tebu diatas pada gilirannya akan membuka lapangan kerja yang lebih luas di pedesaan.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jun 2026, 16:48

Menelusuri Jejak Historis Surabi, Oleh-Oleh Khas Jawa Barat

Surabi adalah salah satu makanan tradisional khas Jawa Barat.

Surabi Cihapit Bandung. (Sumber: Instagram | Foto: Surabi Cihapit)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 15:31

Menyusuri Bukit Plangon: Saat Sejarah dan Kepercayaan Menjaga Alam

Bukit Plangon menjadi contoh bagaimana nilai spiritual dan kearifan lokal berperan dalam menjaga keseimbangan alam.

Sinar matahari menerobos rimbunnya pepohonan di sekitar bangunan makam Bukit Plangon, Cirebon. (Sumber Foto: Dokumentasi pribadi, 2025)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 14:48

Kesadaran Masyarakat terhadap Penggunaan Kain Wol dengan Fashion Old Money

Penerapan gaya old money dan pemakaian kain wol menjadi strategi yang sangat efektif untuk menekan laju pertumbuhan fashion cepat di Indonesia.

Ilustrasi kain wol. (Sumber: Pexels | Foto: Vlada Karpovich)
Wisata & Kuliner 10 Jun 2026, 14:33

Jelajah TMII, Panduan Lengkap Wisata, Harga Tiket, dan Wahana Terbaru

Panduan lengkap berkunjung ke TMII Jakarta, mulai dari harga tiket, museum, anjungan daerah, Jagat Satwa Nusantara, hingga cara menjelajahi kawasan seluas 150 hektare.

Ayo Netizen 10 Jun 2026, 12:49

Filosofi Kendi, Animo Pemakaian Tumbler dan Mesin Air Minum Gratis

Kendi adalah ikon sosialisme air minum pada zamannya.

Ilustrasi kendi yang merupakan ikon sosialisme air minum warisan budaya bangsa. (Sumber: Pexels | Foto: Eda Yılmaz)
Sejarah 10 Jun 2026, 12:21

Jelajah Candi-candi di Bandung, Jejak Peradaban Kuno yang yang Hampir Terlupakan

Jejak peninggalan Hindu kuno di Bandung masih bertahan, tetapi kondisi situsnya memerlukan perhatian serius.

Situs Candi Bojongemas di Solokanjeruk Kabupaten Bandung memprihatinkan dan tak terawat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 11:29

Toponimi Lembang (Bagian 1)

Lembang berasal dari bahasa Sunda yaitu “Ngalembang” yang berarti air yang tergenang.

Buku Toponimi Lembang. (Foto: Malia Nur Alifa)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 10:18

Gedung Juang 45: Transformasi Bangunan Kolonial Menjadi Museum Berbasis Digital

Revitalisasi Gedung Juang 45 Bekasi dari bangunan cagar budaya yang sempat terbengkalai menjadi museum modern berbasis teknologi digital.

Gedung Juang 45 Kota Bekasi (Sumber: bekasikab.go.id | Foto: Situs Pemerintah)
Beranda 10 Jun 2026, 10:12

Di Tengah Janji Energi Bersih, Warga Lereng Gunung Cemas Kehilangan Air, Lahan, dan Masa Depan

Di balik janji energi bersih dari proyek geotermal, warga di sejumlah lereng gunung di Jawa Barat menyuarakan kekhawatiran atas ancaman terhadap sumber air, lahan pertanian, dan ma

Dani Setiawan, petani sayur di kaki Gunung Gede Pangrango, menyuarakan kekhawatirannya terhadap proyek geotermal yang dinilai dapat mengancam sumber air, lahan pertanian, dan ruang hidup warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 09:17

Mengenal Peuyeum sebagai Makanan Tradisional Khas Jawa Barat

Peuyeum sebagai makanan tradisional khas Jawa Barat

Peuyeum Bandung. (Foto: Sofi Putri)
Ayo Netizen 10 Jun 2026, 08:38

Taat Rambu Lalu Lintas adalah Hal Sepele tapi Menyelamatkan Nafas Kehidupan

Satu detik yang menurut kita sepele bisa saja jadi harapan kehidupan bagi orang lain.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 20:22

Pasang Surut Era Trem di Batavia

Transportasi trem di Batavia yang kini sudah tidak ada di Indonesia.

Tram Gondangdia di Batavia. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 09 Jun 2026, 16:31

Wisata Candi Borobudur: Panduan Lengkap Tiket, Sunrise, dan Sunset Experience

Panduan lengkap wisata Candi Borobudur 2026, mulai dari harga tiket, kuota naik candi, aturan penggunaan upanat, hingga waktu terbaik untuk berkunjung.

Candi Borobudur. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Biz 09 Jun 2026, 16:27

Kisah para Juara 1 BRIncubator, Konsisten Berdayakan Pekerja Lokal

Program inkubasi bergengsi dari BRI itu setiap tahunnya mengangkat segelintir UMKM ke panggung yang lebih besar.

Koku Footwear terpilih sebagai Juara 1 BRIncubator 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Beranda 09 Jun 2026, 16:05

Bandung Raya di Ambang Krisis Sampah, TPA Sarimukti Diperkirakan Penuh Oktober 2026

TPA Sarimukti diperkirakan penuh pada Oktober 2026, memicu ancaman krisis sampah di Bandung Raya yang masih bergantung pada pembuangan akhir dan minim pengolahan dari sumbernya.

Kendaraan pengangkut sampah terparkir di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu 6 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 15:08

Sesat Logika, Tantangan dalam Berbahasa

Transformasi digital telah membuka ruang publik semakin luas, tetapi membawa dampak pada kerusakan bahasa akibat kesalahan-kesalahan penafsiran masyarakat

Ilustrasi rak buku. (Sumber: Pexels | Foto: Yazid N)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 14:21

Sedia Payung sebelum Perusahaan Melakukan Pengrumahan Sementara hingga Tutup Permanen

Secara hukum lock out merupakan hak pengusaha untuk menolak pekerja masuk dalam rangka perselisihan industrial, namun pelaksanaannya wajib mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Ilustrasi penutupan perusahaan atau lock out. (Sumber: Meta AI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:28

Dari Tambang ke Kanvas: Jejak Warna Biru dari Timur

Warna biru punya sejarah panjang yang dimulai dari ketiadaan, mari kita lihat perjalanannya.

Lapis Lazuli (Sumber: WikiMedia | Foto: Hannes Grobe)
Ayo Netizen 09 Jun 2026, 13:02

#NowForClimate: Bersepeda sebagai Aksi Nyata untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

#NowForClimate mengingatkan bahwa aksi iklim dapat dimulai dari pilihan moda transportasi sehari-hari.

Dampak global jika semua orang di dunia bersepeda sebanyak rata-rata orang Denmark dan Belanda. (Sumber: Dok. Penulis)