Inspirasi dari Kampung Nyalindung, Petani Inovatif yang Mengubah Desa

3 menit baca
Fikri  Syahrul Mubarok
Ditulis oleh Fikri Syahrul Mubarok diterbitkan
Petani Biasa yang mengubah desa dari sektor pertanian, Ahmad Suryana asal kampung nyalindung. (Foto: fikri syahrul mubarok/Sumber: Dokumentasi penulis)
Petani Biasa yang mengubah desa dari sektor pertanian, Ahmad Suryana asal kampung nyalindung. (Foto: fikri syahrul mubarok/Sumber: Dokumentasi penulis)

Di tengah hamparan sawah hijau yang luas di kaki Pegunungan Manglayang, Kabupaten Bandung, terdapat sebuah kampung kecil bernama Kp.Nyalindung. Udara pagi di sana selalu sejuk, berpadu dengan aroma tanah basah dan suara gemericik air irigasi.

Di kampung itulah, tepatnya di jl.Raya Aljawami, Cileunyi Wetan, kec.Cileunyi di RT 01/RW 25, lahir seorang anak desa bernama Ahmad Surya pada 15 Mei 1985. Nama "Warukut", yang berarti “tempat berlindung” dalam bahasa Sunda, seolah menjadi simbol perjalanan hidup Ahmad. sederhana, tenang, dan aman namun penuh ide dan semangat.

Ahmad berasal dari keluarga petani miskin. Ayahnya, seorang buruh tani yang bekerja dari pagi hingga senja, dan ibunya, pedagang sayur keliling, menanamkan nilai kerja keras dan kejujuran sejak dini. Sejak kecil, Ahmad sudah akrab dengan lumpur sawah dan panas matahari.

Setiap pulang sekolah, ia ikut membantu orang tuanya mencabuti padi yang sudah matang dan mengangkut hasil panenya. Hidup sederhana di kampung membuatnya mengerti betapa berat perjuangan seorang petani untuk bertahan hidup di tengah perubahan zaman.

Pendidikan formal Ahmad hanya sampai Sekolah Menengah Pertama. Kondisi ekonomi keluarga membuatnya harus berhenti sekolah untuk membantu di ladang. Namun semangat belajarnya tak pernah padam. Ia sering meminjam buku pertanian dari perpustakaan desa, mempelajari tentang pupuk organik, irigasi tetes, hingga teknik hidroponik. “Saya mungkin tak sekolah tinggi, tapi saya bisa belajar dari alam,” ujarnya.

Titik balik hidup Ahmad terjadi saat usianya menginjak 25 tahun. Saat itu, kampung Nyalindung dilanda kekeringan panjang. Banyak sawah gagal panen karena saluran irigasi rusak. Berbekal rasa ingin tahu dan kreativitas, Ahmad mencoba membuat sistem irigasi sederhana dari bambu dan pipa bekas.

Dengan memanfaatkan sumber air kecil di ujung kampung, ia mengalirkan air ke lahan-lahan warga. Ide itu ternyata berhasil, tanaman petani kembali hijau, dan panen pun terselamatkan. “Saya tidak ingin anak cucu saya hanya menjadi buruh seperti saya,” ujarnya lirih.

Inovasi tersebut membuat namanya dikenal luas. Pada tahun 2010, Ahmad menerima penghargaan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bandung atas dedikasinya dalam pengembangan pertanian berkelanjutan. Sejak itu, Warukut menjadi percontohan desa mandiri yang memadukan kearifan lokal dan teknologi sederhana. Petani dari daerah lain pun datang untuk belajar.

Namun Ahmad tidak berhenti di situ. Ia mendirikan kelompok tani bernama Tani Bakti Nyalindung, yang kini beranggotakan lebih dari 50 orang, terdiri dari petani muda, ibu rumah tangga, dan pemuda desa.

Melalui kelompok ini, ia mengajarkan berbagai inovasi seperti pertanian organik, hidroponik, dan budidaya jamur tiram. Ia ingin agar warga kampungnya tak hanya bergantung pada hasil sawah, tetapi juga memiliki keterampilan tambahan. Setiap akhir pekan, rumah sederhananya berubah menjadi tempat pelatihan terbuka.

Di teras rumah itu, Ahmad sering terlihat mengajar anak-anak muda maupun tua dengan penuh semangat, menjelaskan bagaimana cara menanam sayur tanpa pestisida.

Kehidupan Ahmad tidak selalu mulus. Ia pernah kehilangan hasil panen akibat banjir bandang yang merendam sawah. Ia juga merasakan getirnya saat harga gabah anjlok di pasar, membuat kerja keras berbulan-bulan terasa sia-sia. Tapi baginya, kegagalan bukan alasan untuk menyerah.

“Bertani itu seperti hidup, kadang gagal, tapi kalau terus disiram dengan kesabaran, pasti tumbuh juga,” katanya sambil sambil nyeruput kopi.

Kini, Ahmad hidup bersama istrinya, Sari, yang juga berasal dari kampung yang sama. Mereka dikaruniai dua anak yang kini sedang menempuh pendidikan di Madarasah Aliyah Al-jawami Cileunyi wetan. Meski rumah mereka sederhana, kebahagiaan terpancar dari kesederhanaan itu.

Ahmad percaya bahwa perubahan besar berawal dari langkah kecil, dari tangan-tangan yang mau bekerja dan hati yang tidak mudah menyerah.

Menjelang senja, ketika matahari tenggelam di balik bukit Manglayang, Ahmad sering duduk di pinggir sawah sambil memandang hasil kerjanya.

“Alamat saya bukan sekadar tempat tinggal, tapi fondasi mimpi,” ujarnya pelan.

Baginya, tanah Warukut bukan hanya tempat ia dilahirkan, tapi juga tempat ia menanam harapan untuk masa depan desanya.

Kisah Ahmad Surya adalah potret nyata bahwa inovasi tidak harus lahir dari kota besar. Di desa kecil sekalipun, selama ada kemauan, kerja keras, dan kepedulian, perubahan bisa dimulai. Dari tanah yang sederhana, tumbuhlah inspirasi yang memberi arti bagi banyak orang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fikri  Syahrul Mubarok
mahasiswa juruesan Komunikasin Penyiaran Islam semester 5, sorang jurnalis muda dan seorang penulis

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 20:01

Ketika Gelombang Radio Menyatukan Ribuan Fans Iwan Fals

Ganesha Iwan Fals (GIF), program legendaris Radio Ganesha Bandung yang diasuh penyiar karismatik Kang Denny GIF.

Tim pengisi acara Ganesha Iwan Fals berkunjung ke kediaman Iwan Fals di Cipanas, Puncak. Dari kiri ke kanan: Arif (GIF), Denny GIF (penyiar Radio Ganesha Bandung), Iwan Fals, dan Bram (sahabat karib Iwan Fals dari Bandung). (Foto: Kemal Ferdiansyah)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!