Konflik di Hulu Sungai Citarum: Petani Pacet Tolak Pipanisasi PDAM karena Dinilai Mengancam Lumbung Pangan

3 menit baca
Mildan Abdalloh
Ditulis oleh Mildan Abdalloh diterbitkan
Petani Pacet khawatir pengambilan air dari hulu Citarum dalam jumlah besar akan mengurangi pasokan irigasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Mildan Abdalloh)
Petani Pacet khawatir pengambilan air dari hulu Citarum dalam jumlah besar akan mengurangi pasokan irigasi. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Mildan Abdalloh)

AYOBANDUNG.ID – Kecamatan Pacet dikenal sebagai salah satu lumbung pangan Kabupaten Bandung. Tercatat, terdapat sekitar 1.800 hektare lahan pertanian yang terdiri dari sawah padi, hortikultura, palawija, serta perikanan.

Dari total tersebut, sekitar 1.600 hektare merupakan sawah irigasi yang sangat bergantung pada pasokan air. Sisanya, sekitar 200 hektare, merupakan sawah tadah hujan yang hanya mengandalkan curah hujan musiman.

Sungai Citarum, yang mengalir melewati wilayah ini dari hulu, selama puluhan tahun menjadi sumber utama irigasi bagi lahan pertanian di Pacet. Perannya krusial dalam mendukung produksi pertanian lokal.

Namun, situasi berubah ketika pipa besar mulai dipasang untuk mengalirkan air Sungai Citarum menuju layanan air bersih PDAM Tirtaraharja. Rencana ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani.

Pipanisasi ini dilakukan untuk menambah pasokan air bersih yang dibeli oleh PDAM Tirtaraharja guna memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Bandung.

Sebelumnya, PDAM mendapatkan pasokan dari PT ABT, rekanan pengolahan air yang menyedot sekitar 400 liter air per detik. Rencananya, jumlah tersebut akan dinaikkan menjadi 1.100 liter per detik.

Kekhawatiran petani bermula dari rencana peningkatan debit air yang diambil. Mereka menggelar aksi blokade untuk menghentikan pekerjaan pemasangan pipa agar tidak melintasi wilayah pertanian mereka.

Para petani meyakini, pengambilan air dalam jumlah besar akan mengurangi pasokan irigasi, yang berdampak langsung pada hasil pertanian. Mereka menolak dengan alasan keberlangsungan pangan di wilayahnya.

Banjir yang sering terjadi di wilayah hilir Citarum memang memberi kesan air berlimpah. Namun, kondisi di Pacet yang berada di hulu berbeda. Air yang mengalir merupakan bagian dari anak-anak sungai dengan debit lebih kecil.

Kekhawatiran terbesar muncul saat musim kemarau. Petani menyebutkan bahwa saat debit 400 liter per detik saja sudah berdampak, apalagi jika dinaikkan hampir tiga kali lipat.

Sebagian sawah yang sebelumnya mendapat irigasi rutin berubah menjadi tadah hujan. Jika debit air terus dikurangi, mereka khawatir lebih banyak sawah yang akan kering dan tidak produktif.

Mereka menilai kondisi ini bertentangan dengan semangat swasembada pangan yang menjadi program nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.

Perubahan status sawah berdampak langsung pada penurunan produktivitas. Saat ini, pertanian padi di Pacet bisa panen hingga tiga kali setahun, namun jika hanya mengandalkan hujan, bisa turun menjadi dua kali saja.

Mengalihkan jenis tanaman, seperti beralih ke jagung, bukan solusi mudah. Terlebih, padi asal Pacet dikenal berkualitas tinggi dan masuk kategori beras premium.

Petani memahami bahwa air Sungai Citarum adalah sumber daya alam milik bersama dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat luas, termasuk wilayah lain di Kabupaten Bandung.

Namun, mereka meminta agar air yang diambil bukan dari wilayah hulu Pacet, yang sangat bergantung pada aliran air tersebut untuk mempertahankan ketahanan pangan lokal.

Aksi penolakan yang dilakukan petani sejauh ini berhasil menunda pemasangan pipa. Namun, mereka bertekad terus memperjuangkan haknya jika proyek tersebut tetap dilanjutkan.

Pihak PDAM menyatakan bahwa pengambilan air telah melalui kajian teknis dan survei. Berdasarkan neraca air, penggunaan air masih dinilai aman dan tidak akan mengganggu pasokan untuk pertanian.

PDAM juga menyampaikan bahwa jumlah 1.100 liter per detik adalah angka maksimum. Pada praktiknya, penggunaan air bisa lebih rendah dari angka tersebut.

Sebagai langkah konservasi, PDAM Tirtaraharja telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk melakukan penghijauan di wilayah hulu, termasuk penanaman 11.000 pohon di empat desa.

Upaya konservasi ini dilakukan agar ketersediaan air tetap terjaga. Proyek ini juga diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan air bersih.

Menurut PDAM, proyek SPAM Kertasari bukan hanya proyek infrastruktur semata, tetapi merupakan langkah besar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)