Surat Terbuka untuk KDM: Menunggu Program LPDP Gedung Sate untuk Guru Penggerak

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi Guru Penggerak bersama siswa yang sedang praktikum IPA. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi Guru Penggerak bersama siswa yang sedang praktikum IPA. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus untuk warga Jakarta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk membiayai 50 hingga 75 mahasiswa menempuh studi jenjang magister dan doktoral di luar negeri.

Berita baik di atas patut mendapat apresiasi  dan acungan jempol. Terobosan kepala daerah yang hebat tersebut tentunya wajib ditiru oleh Pemprov Jawa Barat. Artikel ini sekaligus merupakan surat terbuka untuk Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM). Penulis yakin program serupa LPDP diatas juga bisa dilakukan untuk warga Jabar lebih tepat sasaran dan lebih menyentuh sisi kerakyatan dan nilai budaya.

Menurut hemat saya, ada kelompok sasaran yang patut diberi anugerah LPDP dari Gedung Sate. Anugerah tersebut pantas diberikan kepada Guru Penggerak yang terpilih oleh pansel yang independen. Guru penggerak sudah tersebar, bahkan dalam komunitas penulis Ayo Netizen AyoBandung.id ada juga yang berpredikat sebagai Guru Penggerak.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri pernah menargetkan untuk mencetak hingga 48 ribu Guru Penggerak guna menekan angka pengangguran lulusan SMA/SMK di wilayahnya. Kabupaten Sumedang berhasil menjadi kabupaten dengan jumlah Guru Penggerak terbanyak, Sekolah Penggerak dan Pengajar Praktik terbanyak di Jawa Barat

Gubernur Dedi Mulyadi menyerahkan surat pengangkatan Kepala Sekolah di Gedung Sate, Kota Bandung (Sumber: jabarprov.go.id)
Gubernur Dedi Mulyadi menyerahkan surat pengangkatan Kepala Sekolah di Gedung Sate, Kota Bandung (Sumber: jabarprov.go.id)

Jangan Tertinggal Jakarta

Saya yakin KDM tidak sudi tertinggal dengan provinsi tetangga dalam hal pengembangan SDM yang notabene adalah investasi masa depan yang strategis. Bisa jadi program LPDP versi Jabar lebih tepat sasaran dan lebih efektif untuk pengembangan SDM daerah.

Berikut adalah gambaran singkat mengenai program LPDP DKI Jakarta. Mekanismenya Pemprov Jakarta menyediakan anggaran dan menentukan universitas serta calon penerima. Namun, proses pencairan dananya difasilitasi langsung oleh LPDP pusat karena mereka yang memiliki mekanisme penyaluran beasiswa.

Selain mengikuti semua standar dan ketentuan seleksi dari LPDP, syarat mutlak bagi pendaftar adalah wajib memiliki dan berdomisili dengan KTP Jakarta. Program ini diintegrasikan dengan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang telah lulus program sarjana diberikan kesempatan dan diperbolehkan mendaftar program LPDP Jakarta ini jika ingin melanjutkan studi ke jenjang S2 maupun S3.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan anggaran LPDP Jakarta telah dimasukkan dalam rancangan APBD mendatang. Dana tersebut diperkirakan mampu membiayai 50 hingga 75 mahasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri melalui kerja sama dengan LPDP pusat.

Lina Amalina, sosok Guru Penggerak dari Sumedang yang juga penulis Ayo Netizen AyoBandung.id (Sumber: tangkapan layar | Foto: Lina Amalina)
Lina Amalina, sosok Guru Penggerak dari Sumedang yang juga penulis Ayo Netizen AyoBandung.id (Sumber: tangkapan layar | Foto: Lina Amalina)

Tahap Awal Sebaiknya untuk Guru Penggerak

Menghimbau kepada Pemprov Jabar agar pada tahap awal LPDP diberikan kepada Guru Penggerak, setelah itu diberikan untuk kategori yang lain.

Mencetak guru penggerak sejati mestinya massive action hingga menjangkau pelosok daerah tertinggal.  Sosok guru penggerak  sejati, bukan guru penggerak semu perlu diberi anugerah terindah lewat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Jangan salah sasaran, karena guru penggerak semu lahir dari proses yang instan bahkan terjadi kolusi birokrasi Pendidikan yang hanya mengedepan seleksi formal diatas kertas.

Keniscayaan, Indonesia khususnya Jabar membutuhkan banyak guru penggerak yang sejati, bukan guru penggerak instan. Anggaran untuk mengembangkan profesi guru hingga kini masih kurang. Bahkan Bank Dunia pernah merilis laporan berjudul How Indonesia's Subnational Government Spend Their Money on Education. Dalam laporan itu disebutkan 86 persen anggaran pendidikan di daerah hanya untuk gaji guru, bukan pengembangan kualitas pendidikan.

Sebanyak 86 persen dipakai untuk gaji dan tunjangan guru, sementara infrastruktur hanya 5 persen, biaya operasional 3 persen, dan pelatihan guru hanya 1 persen. Dari aspek kualitas, berdasarkan data UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) masih terdapat 25 persen guru yang belum memenuhi syarat kualifikasi akademik dan hampir setengah lebih belum memiliki sertifikat profesi. Usaha meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru merupakan keniscayaan bangsa yang tengah memasuki era industri 4.0. Kebutuhan terhadap guru berkelas dunia untuk meneguhkan industrialisasi perlu terobosan.

Menunggu Terobosan KDM tentang Dana Abadi Pendidikan

Warga Jawa Barat menunggu terobosan KDM untuk mewujudkan dan menentukan orientasi baru program pengelolaan dana abadi pendidikan. Saatnya Jabar memiliki dana abadi pendidikan yang dilakukan secara produktif, terukur, dan lebih efektif dalam mendongkrak kualitas SDM.

Waktunya bagi KDM untuk mewarnai jalannya LPDP yang meliputi aspek pengelolaan dan metode seleksi hingga negara yang dituju oleh penerima beasiswa harus lebih variatif. Bukan mengelompok dalam suatu negara yang itu-itu saja. Karena pusat inovasi teknologi  dan kemajuan peradaban dan kebudayaan kini semakin menyebar di muka bumi.

Sekedar catatan bahwa dana pendidikan Indonesia dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) , yang penerimaannya berasal dari investasi dana abadi. Perombakan program LPDP selain untuk memilih negara tujuan beasiswa  dan bidang studi, mestinya juga memperluas basis penerima beasiswa. Sehingga para penerima tidak lagi Jakarta sentris, atau berbasis kota-kota besar, tetapi mesti bisa diraih oleh mereka yang ada di pelosok daerah.

Program beasiswa LPDP saatnya memberikan anugerah dan kesempatan emas bagi guru penggerak sejati yang selama ini berkiprah di pelosok daerah.

Masyarakat berharap agar program LPDP yang merupakan investasi pemerintah di bidang sumber daya manusia (SDM) bisa lebih efektif dan progresif. Mengingat pendanaan LPDP murni dari jerih payah rakyat Indonesia melalui pajak dan lain-lain, maka program LPDP semestinya harus mengedepankan asas keadilan. Implikasinya para penerima manfaat program LPDP mestinya tersebar merata untuk seluruh rakyat Indonesia. Kesempatan untuk meraih beasiswa dan pendanaan program LPDP seyogyanya jangan dimonopoli orang kaya yang memiliki dana dan fasilitas.

Saatnya para guru penggerak merasakan langsung Program LPDP. Sejak lembaga ini dibentuk, publik melihat belum adanya rasa keadilan dalam  program beasiswa luar negeri. Masyarakat melihat bahwa program diatas elitis dan cenderung berpihak kepada yang kaya dan orang kota besar. Terlebih mereka punya fasilitas dan uang untuk mendapat Letter of Acceptance (LoA) atau conditional letter dari perguruan tinggi luar negeri.

Tentunya para guru dari desa dan pelosok daerah kesulitan memperoleh LoA. Karena untuk dapatkan itu prosesnya panjang dan membutuhkan dana dan kemampuan bahasa asing yang lebih. Hal ini tentunya memberatkan yang berasal dari daerah dan keluarga tidak mampu.

Semua guru yang berprestasi, khususnya guru penggerak sebaiknya diberi kesempatan tanpa harus ikut tahapan seleksi. Mereka cukup dibantu proses untuk mendapatkan LoA dan meningkatkan kemahiran berbahasa asing. Saatnya LPDP menjadi navigator dan fasilitator yang bisa membuka jalan kemajuan bagi para guru penggerak. Navigator yang mampu mengarahkan para guru penggerak menjadi agen kemajuan bangsanya.

Prosedur utama untuk bisa lulus beasiswa adalah  mempersiapkan dokumen dengan baik, misalnya sertifikat Toefl/ IELTS, Ijazah, Transkrip nilai/ IPK, Surat rekomendasi/ dosen/tempat kerja, penulisan esai dan LOA.

Penulisan esai merupakan kunci utama untuk lulus seleksi administrasi karena berkaitan dengan portofolio diri atau personal branding kepada pemberi beasiswa. Sehingga sangat penting kemampuan menulis esai. Bagi guru yang tergabung dalam Ayo Netizen AyoBandung.id tentunya sudah banyak yang piawai dalam menulis esai atau artikel. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)