Dulu Ramai Jadi Ruang Publik Favorit, Kini Alun-Alun Regol Bandung Kian Sepi Akibat Minim Perawatan

2 menit baca
Andres Fatubun
Ditulis oleh Andres Fatubun diterbitkan
Abah Anang, pedagang yang telah berjualan di kawasan Alun-Alun Regol sejak awal dibuka. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Abah Anang, pedagang yang telah berjualan di kawasan Alun-Alun Regol sejak awal dibuka. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID – Alun-Alun Regol di wilayah selatan Kota Bandung sempat menjadi ruang publik alternatif bagi warga sejak pertama kali dibuka pada 2017. Keberadaannya kala itu cukup diminati, baik sebagai tempat berkumpul maupun ruang ekonomi bagi pedagang kecil. Namun, seiring waktu, kondisi alun-alun tersebut kini dinilai kurang terawat dan mulai ditinggalkan pengunjung.

Pantauan di lokasi pada sore hari menunjukkan alun-alun masih didatangi warga, terutama anak muda yang datang sekadar untuk duduk dan nongkrong. Meski demikian, suasana ramai seperti di awal pembukaan sudah jarang terlihat. Sejumlah fasilitas tampak mengalami penurunan kualitas, mulai dari lampu penerangan yang banyak tidak berfungsi hingga kebersihan area yang kurang terjaga.

Perubahan kondisi tersebut dirasakan langsung oleh para pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pengunjung alun-alun. Salah satunya Abah Anang (55), pedagang yang telah berjualan di kawasan Alun-Alun Regol sejak awal dibuka.

Alun-Alun Regol dibuka pada 2017. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Alun-Alun Regol dibuka pada 2017. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

“Dulu waktu pertama buka mah rame pisan, orang banyak yang datang. Sekarang beda. Kalau hari biasa mah sepi. Paling rame juga sore, itu juga kalau cuacanya lagi bagus,” ujar Abah Anang.

Menurut Abah Anang, menurunnya jumlah pengunjung tidak lepas dari kondisi fisik alun-alun yang kian memburuk. Ia menilai perawatan yang dilakukan belum berjalan secara konsisten.

“Lampu banyak yang mati, tempatnya juga kelihatan kotor. Pernah dibenerin sih, tapi enggak lama rusak lagi. Jadi ya gitu terus,” katanya.

Ia menambahkan, fasilitas umum yang seharusnya menunjang kenyamanan pengunjung juga ikut terdampak. Kondisi kamar mandi, misalnya, dinilai sudah tidak layak.

“Kamar mandi juga sama, dulu udah dibenerin, tapi sekarang rusak lagi. Keramiknya banyak yang pecah, kerannya pada patah. Airnya kadang kuning, baunya juga enggak enak,” ucapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Abah Anang, berpengaruh langsung terhadap penghasilannya sebagai pedagang. Pada hari biasa, pendapatannya hanya berkisar Rp200 ribu hingga malam hari, jauh berbeda dibandingkan masa awal alun-alun dibuka.

Sementara itu, dari sisi pengunjung, Alun-Alun Regol masih menjadi ruang berkumpul bagi anak muda di sekitar kawasan tersebut. Sandi (16), seorang pelajar, mengaku hampir setiap hari datang ke alun-alun sepulang sekolah.

Pelajar menggunakan Alun-alun Regol sebagai tempat santaii dan ngobrol-ngobrol. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Pelajar menggunakan Alun-alun Regol sebagai tempat santaii dan ngobrol-ngobrol. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

“Biasanya nongkrong aja sama temen, ngobrolin sekolah. Soalnya tempatnya deket, banyak pohon juga, jadi adem,” kata Sandi.

Meski masih memilih alun-alun sebagai tempat berkumpul, Sandi mengakui kondisi fasilitas yang ada saat ini belum sepenuhnya nyaman.

“Fasilitasnya kurang dirawat. Sampah juga kadang masih ada, terus kolam di depan itu kelihatan enggak keurus,” ujarnya.

Ia pun membandingkan kondisi Alun-Alun Regol dengan taman-taman lain di Kota Bandung yang menurutnya lebih tertata dan terkelola.

“Kalau taman lain biasanya lebih bersih, ada petugas kebersihannya. Di sini mah jarang kelihatan,” tambahnya.

Meski masih dimanfaatkan sebagian warga, kondisi Alun-Alun Regol yang kurang terawat dikhawatirkan terus mengurangi minat pengunjung. Pedagang dan pengunjung sama-sama berharap adanya perhatian serta perawatan rutin agar ruang publik tersebut kembali nyaman dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Agu 2026, 18:29

Kemerdekaan bagi Sastra

Sastra adalah salah satu ruang terakhir bagi tempat kejujuran yang masih berani bicara. Tapi apakah kehidupan bagi pelakunya sudah layak atau tenggelam dalam lautan merdeka itu sendiri?

Ilustrasi buku sastra. (Sumber: Pexels | Foto: Alexandra Krainyukhova)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 17:10

10 Netizen Terpilih Juli 2026, Menangkap Isu Begal hingga Jalur Maut

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Juli 2026.

Pengguna jalan melintas di dekat satu tombol darurat (panic button) yang dipasang di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu 26 November 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 16:15

Perlindungan Pohon: Mengajak Generasi Muda Kota Bandung Cinta Lingkungan

Jika ditarik lebih luas bahwa perlindungan terhadap lingkungan yang lestari di Kota Bandung harus ditegakkan. Sebab pohon yang tumbuh dengan baik seharusnya dipertahankan untuk menjadi penghijauan.

Pengunjung berjalan di Forest Walk Babakan Siliwangi, Kota Bandung, Selasa 16 Januari 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 05 Agu 2026, 15:21

Panduan Pendakian Gunung Ciremai: Jalur, Tiket, Booking, dan Tips Terbaru

Panduan lengkap Gunung Ciremai mulai dari jalur Apuy, Palutungan, Linggarjati, tiket, booking online, estimasi pendakian, hingga tips mencapai puncak 3.078 mdpl.

Gunung Ciremai. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 15:02

Bulan Dedaunan

Bahasa Jepang dari bulan Agustus adalah Hachigatsu, yang artinya "bulan dedaunan".

Ilustrasi dedaunan pada pohon. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Sejarah 05 Agu 2026, 14:14

Hikayat Bandung Surganya Kopi Terbaik

Bandung menjadi rumah bagi Java Preanger, kopi legendaris yang mendunia. Simak sejarah, budaya, dan perjalanan kopi terbaik dari tanah Priangan.

Ilustrasi proses pengolaha kopi Jawa Barat. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 13:26

Bangkitkan Peradaban Bambu, Bangun Pasar Kerajinan sebagai Gabungan Koperasi

Produk kerajinan yang berbasis sumber daya lokal mestinya bisa mendominasi pasar di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Ilustrasi sentra kerajinan rakyat dalam naungan Koperasi (Sumber: Kreasi dengan AI Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 11:30

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 1): Menjelajah Warisan Rasa Jawa Barat Versi Taste Atlas

Dari 10 hidangan yang terpilih, artikel ini akan mengulas 5 di antaranya.

Pedagang batagor. (Sumber: Unsplash | Foto: Reyhan Aviseno)
Ayo Netizen 05 Agu 2026, 10:01

PHK Massal Garmen Cimahi di Era 'China + Many'

Gelombang PHK itu tentu saja bukan sekadar kabar lokal semata. Ia juga merupakan potongan kecil dari puzzle besar yang sedang berubah di jagad industri garmen global.

Sejumlah buruh perempuan di salah satu pabrik tekstil, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 18:59

Surabi Cangkring Dago, Kuliner Pagi Favorit di Kawasan Bandung Utara

Cari surabi oncom autentik di Bandung? Surabi Cangkring Dago menawarkan cita rasa tradisional dengan harga mulai Rp3.000 per porsi.

Surabi telur oncom. (Sumber: Surabi Cangkring)
Linimasa 04 Agu 2026, 18:15

Jelajah Perkebunan Teh Rakyat Terluas di Priangan Timur

Perkebunan teh rakyat di Tasikmalaya berkembang sejak awal abad ke-20 dan kini menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di Priangan Timur.

Perkebunan teh Tasikmalaya yang tersebar di di Taraju, Bojonggambir dan Sodonghilir berawal dari pengembangan kolonial Belanda dan kini didominasi kebun rakyat yang diwariskan lintas generasi. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Mayantara 04 Agu 2026, 18:13

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'

Pengguna media sosial tidak hanya mengonsumsi, tetapi juga terlibat dalam (re)produksi konten sebagaimana dalam fenomena “getcho money up”.

Kicau Mania vs. 'Getcho Money Up'. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 17:32

Wisata Literasi di Bandung, Ini Ide Tema Ayo Netizen dari Pages & Plates Festival 2026

Acara bertajuk Pages & Plates Festival 2026 ini menjadi momentum yang layak ditangkap penulis Ayo Netizen.

Festival Literasi Pages and Plates 2026 featuring Big Bad Wolf Books di Bikasoga Sport Center, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 16:50

Di Balik Transformasi KA Cikuray, Ada Strategi Komunikasi yang Menyatukan Masyarakat

Transformasi KA Cikuray dengan fasilitas terbaik dengan harga ekonomis.

Kereta Api Cikuray rangkaian baru 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hamzz P)
Wisata & Kuliner 04 Agu 2026, 15:34

Panduan Kuliner Sate Puncak Cipanas: Warung Legendaris di Jalur Wisata Pegunungan

Cari sate enak di Puncak? Temukan rekomendasi Warung Sate Shinta, Hanjawar, H. Kadir, Sate Maranggi Sari Asih, hingga SMP Gadog lengkap dengan harga dan lokasinya.

Sate.
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 14:17

Memperketat Pengawalan Angkutan Getah Pinus, Mencegah Pencurian dan Angkutan Ilegal

KPH Bandung Utara memperkuat pengamanan hasil hutan melalui pengawalan ketat angkutan getah pinus di wilayah Resort Polisi Hutan (RPH) Cikalong.

Petugas dari Perhutani Bandung Utara saat melakukan pengawasan. (Sumber: Liputan | Foto: Humas )
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 11:43

Aktualisasi Hari Kemerdekaan

Seruan kemerdekaan harus digemakan sampai ke pelosok-pelosok

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Gunung Hawu. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 04 Agu 2026, 09:08

Kala Pohon Kota Tumbang, Hukum Mengarah ke Mana?

Jika penebangan pohon berkaitan dengan kepentingan bisnis -- misalnya membuka ruang, akses, atau visibilitas -- maka korporasi bisa masuk sebagai subjek hukum.

Lokasi pohon-pohon yang ditebang disegel Pemkot Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Beranda 04 Agu 2026, 08:14

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!

Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara hadir di Jabar! Ajak generasi muda hidupkan legenda rakyat. Pendaftaran masih dibuka, buruan cek!

Buka Peluang Bakat Muda, Festival Mendongeng Suara Nusantara Jawa Barat Masih Buka Pendaftaran!
Wisata & Kuliner 03 Agu 2026, 18:19

Situ Lengkong Panjalu, Tempat Wisata Estetik dan Bersejarah di Ciamis

Panduan wisata Situ Lengkong Panjalu Ciamis lengkap: sejarah Kerajaan Panjalu, Nusa Gede, Museum Bumi Alit, tradisi Nyangku, tiket masuk, dan rute.

Situ Lengkong Panjalu, Ciamis.