Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

5 menit baca
R.M.A. Ahmad Said Widodo
Ditulis oleh R.M.A. Ahmad Said Widodo diterbitkan
Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)

Kota Bandung tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan kulinernya yang memikat wisatawan. Di balik modernitasnya, kota ini menyimpan kekayaan sejarah yang luar biasa. Berbagai sudut kota dipenuhi bangunan tua bernilai arsitektur tinggi. Keberadaan cagar budaya ini menjadi bukti nyata perjalanan panjang ibu kota Jawa Barat dari masa ke masa.

Warisan sejarah di Kota Kembang mencakup kawasan kolonial hingga situs prasejarah yang bernilai tinggi. Bangunan berarsitektur Art Deco yang megah masih berdiri kokoh menghiasi jalan-jalan protokol. Setiap struktur menyimpan cerita kebudayaan, politik dan sosial masa lalu. Merawat aset ini sama dengan menjaga identitas serta memori kolektif masyarakat Bandung.

Namun, tantangan pelestarian cagar budaya di tengah pesatnya pembangunan perkotaan semakin nyata terlihat. Banyak situs bersejarah terancam dialihfungsikan atau bahkan rusak karena kurangnya kepedulian. Artikel ini akan mengulas pentingnya melindungi warisan leluhur Bandung. Upaya ini penting agar generasi mendatang tetap bisa menikmati keindahan sejarah kota mereka.

Cagar Budaya

Cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa benda, bangunan, struktur, situs atau kawasan yang perlu dilestarikan karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudayaan.

Kriteria Cagar Budaya

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010, sebuah objek bisa ditetapkan sebagai cagar budaya jika memenuhi syarat berikut:

  • Berusia minimal 50 tahun.
  • Mewakili gaya bangunan atau masa gaya khas sekurang-kurangnya 50 tahun.
  • Memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudayaan.
  • Memiliki nilai penguatan kepribadian bangsa.

Lima Kategori Cagar Budaya

  1. Benda Cagar Budaya, benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak, yang berupa kesatuan atau kelompok.
  2. Bangunan Cagar Budaya, susunan binaan yang terbuat dari benda alam atau buatan manusia yang bersifat bergerak atau tidak bergerak.
  3. Struktur Cagar Budaya, susunan binaan yang terbuat dari benda alam dan/atau buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang kegiatan yang menyatu dengan alam, sarana prasarana atau infrastruktur.
  4. Situs Cagar Budaya. lokasi yang mengandung tanda-tanda kegiatan manusia atau bukti arkeologis.
  5. Kawasan Cagar Budaya, satuan ruang geografis yang memiliki dua situs cagar budaya atau lebih yang letaknya berdekatan.

Cagar Budaya di Kota Bandung

Pemerintah Kota Bandung melindungi sekitar 1.779 bangunan dan situs cagar budaya yang diatur dalam peraturan daerah, namun daftar lengkap seluruh 1.779 nama bangunan tidak tersedia secara langsung dalam satu teks tunggal karena jumlahnya yang sangat banyak. Pemerintah Kota Bandung mengelompokkan bangunan cagar budaya tersebut ke dalam beberapa golongan berdasarkan tingkat pelestariannya:

  • Golongan A, bangunan yang tidak boleh dipugar atau diubah sama sekali (contoh: Gedung Sate dan Gedung Merdeka). Jumlahnya sekitar 200 hingga 254 bangunan.
  • Golongan B, bangunan yang hanya boleh dipugar pada bagian tertentu, seperti atap atau fasad depan, tetapi struktur dan fondasi utama tidak boleh diubah.
  • Golongan C, bangunan yang penanganannya lebih fleksibel namun tetap dalam pengawasan pemda (seperti beberapa ruko atau rumah tinggal di kawasan bersejarah seperti Braga).

Ragam Gaya Bangunan Cagar Budaya di Kota Bandung

Salah satu gedung cagar budaya di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Salah satu gedung cagar budaya di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Kota Bandung terkenal sebagai salah satu "surga" arsitektur kolonial dan memiliki ragam gaya bangunan cagar budaya yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan penyesuaian iklim tropis. Berikut adalah ragam gaya Bangunan Cagar Budaya utama di Kota Bandung:

Gaya Indisch Stijl (Indische Empire/Belanda Lama)

  • Karakteristik, menampilkan pilar atau tiang tinggi yang menjulang di bagian depan, penggunaan jendela besar berlapis (jalusi/krepyak) untuk sirkulasi udara, pintu berlubang angin dan bentuk atap perisai yang simetris.
  • Contoh bangunan: Gedung Pakuan (Rumah Dinas Gubernur Jawa Barat) karya dari Departement van Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W).

Gaya Art Deco Ornamental/Klasik

  • Karakteristik, berkembang pesat tahun 1920-an, gaya ini menonjolkan simetri, struktur bangunan bertingkat dengan ornamen dekoratif yang kaya, relief geometris, penggunaan kaca patri dan pilar-pilar bergaya klasik Eropa yang dipadukan dengan seni pahat artistik.
  • Contoh bangunan: Gedung Sate, karya dari Ir. Johan Gerber (Landsgebouwendienst), Ir. Everhard de Roo (Department van Gouvernementsbedrijven), Ir. Gerrit Hendriks (Burgerlijke Openbare Werken) dan Col. gep Victor Louis Slors (dari Genie Militair, (Hoofd van den Dienst van Stadsvorming) dan Ketua Gemeente van Bandoeng) juga Gedung Merdeka karya dari Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker yang merancang bangunan utama berdesain Art Deco; Van Galen Last, rekan sesama akademisi ITB yang turut serta dalam pemugaran besar pada tahun 1926 dan Albert Frederik Aalbers, arsitek yang merenovasi bagian sayap kiri pada tahun 1940 dengan gaya Curvilinear International Style.

Gaya Art Deco Geometris/Nieuwe Zakelijkheid (Fungsionalisme)

  • Karakteristik, bentuknya lebih tegas, minim ornamen berlebihan dibandingkan Art Deco klasik, mengandalkan garis-garis horizontal atau vertikal yang kuat dan bentuk kotak fungsional yang disesuaikan dengan kebutuhan perkantoran modern pada masanya.
  • Contoh bangunan: Kantor Pos Besar Bandung dan Museum Bank Mandiri (Eks-Nederlandsche Handel-Maatschappij) karya dari Marius Jan Hulswit dan Edward Cuypers sering ditulis bersama biro arsitek Hulswit-Fermont-Ed. Cuypers (Marius Jan Hulswit, Arthur Fermont dan Eduard Cuypers).

Gaya Streamline Moderne/Streamline Deco

  • Karakteristik, merupakan pecahan dari Art Deco yang terinspirasi dari dunia aerodinamika. Ciri utamanya adalah sudut-sudut bangunan yang melengkung halus (seperti bentuk kapal atau lambung pesawat), garis horizontal yang panjang dan jendela sudut melengkung.
  • Contoh bangunan: Hotel Savoy Homann dan Gedung Denis (Bank BJB Asia Afrika) karya arsitek Albert Frederik Aalbers.

Gaya Nieuwe Bouwen/Modern Tropis (Hindia Baru)

  • Karakteristik, memadukan gaya modern internasional dengan elemen tropis lokal seperti teritisan atap yang lebar (untuk menahan panas dan tampias hujan), fasad ganda dan bukaan jendela yang sangat luas demi pencahayaan dan penghawaan silang yang optimal.
  • Contoh bangunan: Villa Isola, Universitas Pendidikan Indonesia (karya arsitek Prof. Charles Prosper Wolff Schoemaker).

Gaya Neo-Indigonus (Tradisional-Modern)

  • Karakteristik, menggabungkan unsur arsitektur tradisional Nusantara (seperti bentuk atap tradisional/pendopo) dengan struktur teknik modern dari Eropa.
  • Contoh bangunan: Aula Barat dan Aula Timur ITB (karya Ir. Henri Maclaine Pont).

Baca Juga: RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Kota Bandung tidak hanya memikat lewat keindahan alam dan kulinernya, tetapi juga melalui pesona sejarah yang abadi. Keberadaan berbagai situs Cagar Budaya di Kota Bandung menjadi saksi bisu perjalanan panjang sebuah peradaban yang membentuk identitas kota. Warisan luhur ini menjadi jembatan berharga bagi generasi masa kini untuk terus mengenang masa lalu.

Melestarikan cagar budaya bukan sekadar merawat struktur fisik bangunan kuno yang rapuh dimakan waktu. Ini adalah upaya nyata dalam menjaga nilai-nilai historis, arsitektur tinggi dan jati diri bangsa agar tidak sirna. Kesadaran bersama dari pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan kekayaan sejarah ini tetap tegak berdiri kokoh.

Mari kita jaga bersama setiap sudut bersejarah di Kota Kembang ini dengan penuh rasa kepedulian. Warisan masa lalu adalah fondasi kuat untuk membangun masa depan kota yang lebih berkarakter, bermakna dan lestari. Dengan menghargai sejarah, kita turut mewariskan cerita serta inspirasi berharga bagi anak cucu di masa depan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 16:29

Pesona Garut: 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Lanskap alam Kabupaten Garut menyajikan kekayaan vegetasi dan topografi yang memikat.

Situ Cangkuang, Leles, Garut. (Sumber: Wikimedia Commons/Lisensi CC | Foto: Mssetiadi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 15:33

Cagar Budaya dan Ragam Gaya Bangunannya di Kota Bandung

Jelajahi pesona sejarah Kota Bandung melalui jejak Cagar Budaya. Temukan kisah unik di balik arsitektur ikonis Art Deco, situs kolonial dan warisan legendaris yang tetap lestari hingga kini.

Gedung Sate, Bandung, 2024 (Sumber: Wikipedia | Foto: Rahmat Denas)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 13:08

RT/RW di Bandung Tidak Perlu Jadi Densus 88 Kecil-kecilan

Teror adalah peristiwa langka. Pergantian penghuni kontrakan adalah peristiwa sehari-hari.

Tim Densus 88. (Sumber: ayobandung.com | Foto: suara.com via ayobandung.com)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 10:49

Membincangkan Hujan di Musim Kemarau

Membicarakan hujan dalam kacamata kesadaran lingkungan dan seni.

Ilustrasi musim hujan. (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)