Butiran Debu Kapur yang Mengundang Gangguan Saluran Pernapasan

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Pohon yang penuh debu halus dari pertambangan kapur. (Minggu, 19/06/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Pohon yang penuh debu halus dari pertambangan kapur. (Minggu, 19/06/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Beberapa bulan ke belakang saya pernah melewati Jalan Cipatat ketika akan menengok teman yang mengalami kecelakaan tunggal tidak jauh dari puskemas Rajamandala. Awalnya saya merasa baik-baik saja melewati jalan yang beroperasi sebuah pertambangan. Hanya saja ada sedikit kejanggalan dan keanehan yang pada mulanya saya mengira itu adalah hal mistis.

Namun beberapa hari ke belakang saya baru menyadari ketika kembali ke cianjur melewati kawasan ini. Vibes masuk jalanan ini memang sangat beda dibandingkan jalur sebelumnya. Ternyata rasa aneh yang sebelumnya saya rasakan adalah akibat dari butiran debu yang berterbangan. Rasanya memang meninggalkan rasa sesak di dada padahal kondisinya saya mengenakan masker. Mata saya rasanya sepet seperti ada kabut putih yang menghalangi pandangan.

Saat keberangkatan saya masih belum menyadari bahwa debu itu berasal dari pertambangan kapur tapi setelah pulang kembali menuju bandung, tak sengaja justru saya melihat di sebelah kiri jalan sebuah gerbang yang di dalamnya terdapat banyak gunungan batu kapur. Saya masih belum yakin sampai pada akhirnya pagi ini saya melihat tulisan yang ditampilkan di beranda portal ayobandung.

Saat melihat pohon-pohon di sekitar jalanan tersebut berwarna silver saya kira hanya karena hama. Namun setelah diperhatikan dengan seksama ternyata daun-daun tersebut tertutupi oleh butiran debu dari kapur yang melayang hingga hinggap di sejumlah pohon. Sepanjang pohon yang pernah saya lihat di jalanan raya yang lain belum ada yang sekotor di Jalan Cipatat.

Lalu dalam perjalanan tersebut saya berpikir dan mempertanyakan sesuatu.

Kalau debu ini saja menempel pada daun-daun yang ada di pohon. Bagaimana dengan rumah-rumah warganya dan yang paling krusial bagaimana dengan kondisi kesehatan pernapasan warga yang tinggal disekitarnya.

Menulis ini mengingatkan saya pada sebuah meme di media sosial yaitu sebuah gambaran ai dengan narasi ketika Kabupaten Bandung Barat turun salju. Dalam foto tersebut lengkap dipenuhi dengan beberapa motor dan mobil yang melintas. Awalnya meme itu hanya guyonan saja tak menyangka setelah saya melewati kawasan tersebut ternyata ini adalah sebuah fakta.

Lewat fenomena tersebut saya menyoroti satu isu kesehatan yang berdampak kurang baik bagi masyarakat sekitar. Kehidupan manusia memang tidak pernah bisa lepas dari kehidupan lingkungannya baik lingkungan sosial maupun lingkungan alam. Berdasarkan sebuah jurnal yang berjudul "Analisis Dampak Penambangan Batu Kapur terhadap Lingkungan di Kecamatan Nusa Penida" menyoroti sebuah UU No.32 Tahun 2009 ayat 1 tentang Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang memepengaruhi alam itu sendiri baik kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Manusia dengan akal budinya mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi kondisi lingkungan hidupnya dan sebaliknya lingkungan hidup akan memepengaruhi manusia.

Perilaku manusia yang melebihi batas memang seringkali berdampak buruk bagi lingkungannya. Banyak dari manusia yang lebih sulit untuk menjaga dibandingkan dengan mengeksploitasi kekayaan lingkungan. Padahal ketika lingkungan berubah maka manusia pun akan mendapatkan akibatnya. Salah satunya melalui kondisi Jalan Cipatat hari ini di mana hak manusia atau warga yang tinggal di lingkungan sekitar kehilangan hak untuk mendapat udara yang bersih.

Sebagaimana yang sudah banyak dijelaskan dari sisi medis bahwa debu atau polusi yang terus menerus terhirup akan mempengaruhi kesehatan pernapasan manusia. Debu kapur yang berhamburan di udara mengandung kalsium karbonat dan partikel silika yang bisa menembus saluran pernapasan. Dalam jangka waktu yang lama tentu akan mengakibatkan gangguan pernapasan seperti ISPA, Pneumonokoniosis dan PPOK. Diantara semua dagnosa tersebut yang paling berbahaya adalah ketika sudah mengalami PPOK karena penyakit ini artinya kondisi paru-paru sudah rusak membuat penderitanya harus menjalani pengobatan jangka panjang hingga seumur hidup. Meski hari ini penyakit tersebut di klaim oleh BPJS tapi bayangkan jika semakin banyakpenderitanya apakah dana yang dianggarkan pemerintah akan mencukupi ?

Tentu mencegah lebih baik dibandingkan mengobati. Semoga melalui kejadian ini pemerintah setempat bisa peduli dengan kesehatan masyarakat uang tinggal disekitarnya untuk melakukan pengecekan kesehatan secara berkala. Bahkan jika bisa daeraj tersebut di evaluasi karena sudah menjadi tempat tinggal yang tidak layak untuk kualitas kesehatan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)