Jejak dan Pengaruh Kesenian Barat dalam Perkembangan Seni Modern Indonesia

3 menit baca
Cantika Shaistanafisa Fidelia
Ditulis oleh Cantika Shaistanafisa Fidelia diterbitkan
Seniman Raden Saleh yang melukis dengan gaya lukis Eropa sebagai pelopor seni modern di Indonesia.  (Sumber: wikimedia.org)
Seniman Raden Saleh yang melukis dengan gaya lukis Eropa sebagai pelopor seni modern di Indonesia. (Sumber: wikimedia.org)

Di masa kolonial Belanda, Indonesia kehilangan hampir seluruh identitas bangsa. Dimulai dari wilayah-wilayah di Nusantara yang diraup sehingga perlahan menjadi Hindia Belanda, sistem pemerintahan yang diubah, bahasa, budaya, dan lain sebagainya yang direkonstruksi kembali oleh bangsa Belanda.

Berdasarkan penelitian mahasiswa program studi Desain Komunikasi Visual Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) Jakarta, semenjak masuknya koloni Barat ke Indonesia, mulai banyak kain bercorak lokal yang bercampur dengan corak Barat.

Selain itu, mulai bermunculan seniman-seniman yang melukis dengan gaya lukis Eropa, salah satunya adalah Raden Saleh. Tentunya, dampak dari kolonisasi bangsa Eropa di Hindia Belanda berpengaruh pada semua tatanan kebudayaan yang kemudian menjadi pondasi lahirnya kesenian modern.

Batik Belanda (Red Riding Hood) oleh Caroline van Franquemont (Sumber: kompetiblog2012.wordpress.com)
Batik Belanda (Red Riding Hood) oleh Caroline van Franquemont (Sumber: kompetiblog2012.wordpress.com)

Awal bercampurnya kebudayaan lokal dengan budaya Barat adalah dimulai dengan datangnya para pedagang dari Eropa ke perairan Indonesia. Mereka membawa beberapa cenderamata untuk diberikan kepada penguasa lokal, seperti lukisan, ragam perhiasan emas, kain sutra, porselen Cina, dan lain sebagainya.

Menurut buku Seni Rupa Masa Kolonial karya Setianingsih Purnomo (2014), para pedagang Belanda yang datang untuk mengkoloni, mereka membawa tukang gambar (draftmen) amatir untuk mendokumentasikan perjalanan mereka selama di Hindia Belanda, membuat peta geografis, seperti letak posisi gunung api, karang, teluk, benteng, flora dan fauna.

Ilustrasi kedatangan bangsa Barat ke perairan Nusantara (Sumber: kompas/kemdikbud.go.id)
Ilustrasi kedatangan bangsa Barat ke perairan Nusantara (Sumber: kompas/kemdikbud.go.id)

Namun, demi menjaga kepentingan Belanda di Timur, gambar-gambar awal perjalanan biasanya berakhir di lemari simpan administrator VOC di Belanda.

Menurut kumparan.com, perkembangan seni modern di Indonesia terjadi dalam beberapa periode, bermula dari periode Raden Saleh. Kontribusi Raden Saleh Syarif Bustaman (1807-1880) yang membagikan hasil pendidikannya setelah belajar di Eropa. Ia dikenal sebagai pelopor seni lukis modern.

Lukisan aliran naturalisme (Sumber: Arsip Digital Seni Kontemporer Indonesia)
Lukisan aliran naturalisme (Sumber: Arsip Digital Seni Kontemporer Indonesia)

Lalu, periode Hindia Molek (yaitu sebutan dari S. Sudjojono kepada seniman-seniman Eropa dan sedikit seniman Indonesia). Pada waktu itu, para seniman berfokus pada penggambaran keindahan serta pesona alam Indonesia.

Terdapat juga pelukis dari luar, baik yang tinggal di Indonesia maupun yang hanya berkunjung, yang mengabadikan keindahan tanah air antara tahun 1920 dan 1938.

Poesat Keboedajaan Keimin Bunka Shidoso 1 April 1943 (Sumber: kumparan.com)
Poesat Keboedajaan Keimin Bunka Shidoso 1 April 1943 (Sumber: kumparan.com)

Selanjutnya, periode PERSAGI atau Persatuan Ahli Gambar Indonesia yang didirikan di Jakarta pada tahun 1938 di bawah kepemimpinan Agus Jaya Suminta. Organisasi ini bertujuan memberikan kesempatan bagi para seniman di Indonesia untuk menciptakan karya seni yang mencerminkan identitas Indonesia.

Kemudian, antara tahun 1942 dan 1945, seniman di Indonesia mendapat tempat di balai budaya Keimin Bunka Shidoso. Tahun 1945-1950, Affandi menata tempat untuk berkumpul seni lukis masyarakat Indonesia, yaitu Seniman Indonesia Muda (SIM) di Madiun.

Di masa kini, seni mulai dihargai dan diapresiasi oleh masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi dunia, banyak seniman yang beralih menggunakan gadget untuk membuat karya seni. Baru-baru ini terjadi kasus unjuk rasa "17+8 Tuntutan Rakyat" yang merupakan penyaluran aspirasi dan desakan rakyat kepada pemerintah masa Presiden Prabowo melalui media sosial. Para ilustrator menyalurkan unjuk rasa mewakili emosi dan perasaan dalam bentuk gambar visual yang merupakan bagian dari seni modern.

Perkembangan kesenian modern di Indonesia dilalui dengan proses yang panjang. Dimulai dari para pedagang Barat yang menghadirkan cenderamata berupa lukisan, emas, kain sutra, porselen Cina, hingga tukang gambar untuk mendokumentasikan perjalanan dan membuat peta.

17+8 Tuntutan Rakyat 31 Agustus 2025 (Sumber: instagram.com @jeromepolin @salsaer)
17+8 Tuntutan Rakyat 31 Agustus 2025 (Sumber: instagram.com @jeromepolin @salsaer)

Hal ini tentu mempengaruhi gaya seni lokal di Indonesia hingga adanya pelukis Indonesia yang menghasilkan lukisan bergaya Indonesia, dan kelompok PERSAGI yang dibuat agar seniman asal Indonesia dapat meninggalkan gaya Barat untuk mencari jati diri seni kebudayaan Indonesia. Sampai saat ini, seni modern menjadi semakin populer.

Banyaknya masyarakat yang memanfaatkan teknologi sebagai media penyaluran karya seni dan pesan sosial. Secara keseluruhan, kesenian modern Indonesia saat ini adalah perpaduan antara kemajuan teknis global dan semangat perjuangan lokal yang tetap relevan dengan perkembangan zaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Cantika Shaistanafisa Fidelia
Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Agu 2026, 19:54

Mengapa Bahasa Merek Berubah Saat Pindah ke Instagram?

Membahas bagaimana satu merek menyesuaikan gaya bahasa di website dan Instagram saat menyampaikan pesan Ramadhan, tanpa kehilangan pesan utama kepada publik.

Ilustrasi masakan. (Sumber: Pexels | Foto: Airlangga Jati)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 17:20

Aku, ‘Preman Pensiun’, dan Terminal Cicaheum

Mengajak pembaca menyusuri kenangan personal di Terminal Cicaheum, dari masa kecil hingga era Preman Pensiun.

Suasana Terminal Cicaheum pada pagi hari, Kota Bandung, Rabu 24 Juli 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Rahmat Kurniawan)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 15:24

Merawat Hutan, Menjaga Warisan Peradaban di Jawa Barat

Kondisi hutan di Jawa Barat saat ini berada dalam status darurat atau sinyal lampu merah yang berakibat dari kerusakan dan penyusutan tutupan hutan yang masif.

Sejumlah pengunjung berfoto di Jembatan Gantung Curug Koleang, Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda, Bandung, Sabtu (9/2/2019). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 13:38

Cuaca Ekstrem Kota Bandung Akan Menimbulkan Kerawanan Bahaya Kebakaran

Cuaca ekstrem acapkali menjadi peringatan alam, bukan hanya sekadar perubahan musim tetapi peningkatan suhu mengakibatkan kekeringan yang memiliki potensi besar untuk terjadinya kerawanan kebakaran

Sawah mengalami kekeringan di musim Kemarau. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 11:24

Defisit Rp300 Miliar, Siapa yang Gagal Mengelola Bandung?

Defisit Rp300 miliar itu tentu saja merupakan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekadar kekurangan duit kas.

Balai Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Humas Setda Kota Bandung  via ayobandung.com)
Ayo Netizen 12 Agu 2026, 08:18

Merdeka dalam Berpikir, Merdeka dalam Bertindak

Makna kemerdekaan di era digital tercermin dari kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Ilustrasi orang Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Heru Dharma)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)