Bukan Sekadar Rongsokan, Besi Tua Damri Jatinangor

3 menit baca
Yuda Darmawan
Ditulis oleh Yuda Darmawan diterbitkan
Armada DAMRI generasi lama yang terparkir di Depo DAMRI Gedebage (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Naufal Farras)
Armada DAMRI generasi lama yang terparkir di Depo DAMRI Gedebage (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Naufal Farras)

Seperti yang kita ketahui, terdapat bus DAMRI rute Dipatiukur–Jatinangor yang hingga kini masih beroperasi dan sering berlalu-lalang. Bus DAMRI ini menjadi saksi bisu perjuangan ribuan sarjana serta para mahasiswa yang pulang-pergi dari Bandung ke Jatinangor demi mengikuti perkuliahan.

Transportasi ini menjadi andalan mahasiswa sejak kampus Unpad dipindahkan secara besar-besaran ke Jatinangor pada 1980-an. Saat ini, kampus Dipatiukur digunakan untuk kegiatan akademik pascasarjana (S2 dan S3), serta berbagai kegiatan lain seperti wisuda, pengukuhan guru besar, dan sumpah profesi.

Bus Damri di halte Jalan Elang Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Bus Damri di halte Jalan Elang Raya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Berbicara mengenai kelebihan bus DAMRI, salah satu yang paling menonjol adalah tarifnya yang sangat terjangkau bagi pelajar dan mahasiswa. Dengan biaya hanya Rp2.000, mahasiswa sudah dapat menempuh perjalanan dari Bandung ke Jatinangor. Tarif murah ini memungkinkan mahasiswa menghemat ongkos sekaligus menjangkau jarak yang cukupjauh dengan mudah.

Namun, jika dilihat dari sisi lain, sisa-sisa kejayaan bus tersebut kini hanya dapat ditemukan dalam wujud deretan besi tua berkarat yang mulai terlupakan di sudut-sudut depo. Secara sederhana, depo merupakan pusat operasional utama dalam sebuah perusahaan transportasi. Apabila bus dianalogikan sebagai manusia, maka depo berfungsi sebagai tempat tinggal, fasilitas perawatan, sekaligus pusat administrasi.

Armada DAMRI generasi lama yang terparkir di Depo DAMRI Gedebage (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Naufal Farras)

Dilihat lebih dekat, unit bus legendaris Mercedes-Benz seri OF 1113 atau yang akrab dipanggil si "moncong depan" adalah artefak sejarah yang luar biasa tangguh. Secara fisik, bodinya terkenal sangat tebal karena menggunakan pelat baja kokoh, rahasia di balik awetnya mesin ini meski harus menempuh rute panjang setiap harinya.

Desainnya yang kaku dan berbentuk kotak mirip "roti tawar" merupakan ciri khas bodi O306 garapan karoseri German Motor Manufacturing (GMM) yang sangat populer di tahun 80-an. Di dalam kabin, mesin OM352 6 silinder berada tepat di samping sopir dengan raungan suara yang bising, nyaring, dan kasar. Pemandangan khas lainnya adalah asap hitam pekat yang membumbung saat bus dipaksa menanjak, sebuah konsekuensi dari teknologi emisi lawasnya. Kini, meski kondisinya sudah afkir dengan cat terkelupas dan mesin yang tak lagi utuh, tumpukan besi tua ini tetap menjadi saksi bisu perjuangan mahasiswa di masa lalu.

Suasana di dalam bus non AC (Sumber: https://memorianangoria.wordpress.com/2026/05/07/suasana-di-dalam-bus-damri-non-ac-jurusan-jatinangor-dipatiukur-23-mei-2007/ | Foto: Gupta Ganesha)
Suasana di dalam bus non AC (Sumber: https://memorianangoria.wordpress.com

Di dalam kabin bus yang kala itu belum tersentuh sejuknya AC, tercipta sebuah ruang sosial unik bagi penumpangnya. Para mahasiswa rela berebut kursi hingga berhimpitan di ruang yang sempit, terutama saat jam-jam genting keberangkatan kuliah. Di tengah keriuhan itu, terekam beragam potret manusia mulai dari yang asyik berdiskusi soal tugas, tertidur pulas akibat begadang semalaman, hingga mereka yang melamun menatap jalanan, semuanya bercampur dalam satu ruang dan momen.

Pengalaman berdesak-desakan, atau yang akrab disebut mahasiswa sebagai 'ngojay', pada akhirnya melahirkan ikatan emosional sekaligus tradisi budaya antre yang kuat. Menariknya, warisan kebiasaan tersebut tetap terjaga hingga hari ini, mulai dari etika mengantre hingga dinamika di dalam bus, meski kini semuanya telah berbalut fasilitas modern yang jauh lebih tertata dan praktis.

Deretan besi tua yang berjajar di depo bukanlah sekadar tumpukan rongsokan. Bus-bus yang kini terbengkalai itu merupakan saksi sejarah yang setia menemani perjuangan mahasiswa sejak Unpad mulai berpindah ke Jatinangor pada 1980-an. Selain memudahkan mobilitas, keberadaannya secara tidak langsung ikut membentuk kehidupan kampus dan memajukan kawasan Jatinangor hingga seramai sekarang. Di era yang serba modern ini, merawat memori tentang bus legendaris tersebut adalah cara kita menghormati sejarah panjang pendidikan agar tidak hilang berkarat dan habis ditelan waktu. (*)

Daftar Pustaka

  • Institut Teknologi Bandung. (2021). Bab IV Gambaran Umum: Sejarah Jatinangor. Digital Library ITB.

  • Savorta, R. P. (2020). Perkembangan Kecamatan Jatinangor Menjadi Kota Perguruan Tinggi Tahun 1982 - 2013 [Skripsi, Universitas Diponegoro].

  • Sulaksono, H. (2025, 16 September). Sejarah DAMRI, Bus Jagoan Warga Bandung. AyoBandung.id.

  • Ucu, K. R. (2026, 28 Januari). Tarif MJT Rute Dipatiukur-Jatinangor Diumumkan, Mahasiswa Cukup Bayar Rp2.000. Republika.

  • Universitas Padjadjaran. (t.th.). Sejarah. https://unpad.ac.id (Diakses pada 17 April 2026).

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Yuda Darmawan
Tentang Yuda Darmawan
Hanya suka menulis dan membuat narasi

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)