Batujajar dan Militer: 'Mesra' sejak Masa Kolonial

2 menit baca
Muhamad Fauzi Islami
Ditulis oleh Muhamad Fauzi Islami diterbitkan
Jembatan Batujajar pada tahun 1925 (Sumber: KITLV)
Jembatan Batujajar pada tahun 1925 (Sumber: KITLV)

Batujajar merupakan sebuah wilayah di Kabupaten Bandung Barat. Daerah ini berada dekat dengan kaki Gunung Burangrang dan kerap kali digunakan sebagai lokasi acara kemiliteran TNI.

Pada 10 Agustus 2025, Batujajar menjadi tuan rumah untuk Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer.

Upacara ini dilaksanakan di lanud Suparlan, Pusdiklatpassus yang memang bertempat di Batujajar. Selain acara kemiliteran, Batujajar juga menjadi lokasi pusat pendidikan untuk para calon anggota Kopassus. Ini dibuktikan dengan berdirinya Pusdiklatpassus.

Hadirnya Militer Kolonial di Batujajar

Pasukan artileri Belanda awalnya berlatih menembak di sekitar pantai selatan Jawa Tengah. Namun, faktor cuaca yang panas dan lembap serta adanya angin laut yang kencang membuat para pasukan mengalami kesulitan. Belanda kemudian menemukan wilayah yang lebih sejuk di sebelah barat Bandung, yaitu desa Batujajar.

Di dekat sana, ada sebidang tanah datar yang memiliki lebar enam ratus meter dan panjang lima kilometer. Lapangan ini berbatasan dengan jurang di area belakangnya, dan dibalik jurang itu terdapat tanah datar lainnya. Kondisi ini menjadikan lahan tersebut sangat cocok untuk berlatih menembak. Oleh karena itu, pada tahun 1881, pemerintah Hindia Belanda resmi membangun sebauh kamp menembak di sana.

Pada tahun 1933, didirikan Kompi Artileri Anti-pesawat di Batujajar. Dilansir dari koran De Locomotief edisi 1 Februari 1933, upacara pembentukan Kompi Artileri Pertahanan Udara (Luchtdoel-Artillerie) dilaksanakan secara sederhana dengan dihadiri oleh inspektur artileri dan para perwira tinggi, termasuk Mayor Peltzer selaku komandan kompi juga memberikan pidato di upacara tersebut. Batujajar menjadi tempat uji coba meriam Bofors sebelum unit ini dipindahkan ke pelabuhan Surabaya.

Gerbang PUSDIKLATPASSUS (Sumber: Dokumentasi Pribadi)
Gerbang PUSDIKLATPASSUS (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Batujajar sebagai Pusat Pendidikan Militer

Pangkalan Pasukan Khusus Belanda (Korps Speciale Troepen) diambil alih oleh pemerintah Indonesia setelah terjadinya kesepakatan di Konferensi Meja Bundar yang mana mengharuskan Belanda menyerahkan semua fasilitas militernya ke Indonesia. Bekas pangkalan KST ini kemudian digunakan sebagai markas Kesatuan Komando TTIII/Siliwangi, cikal bakal Kopassus. Markas yang berlokasi di Batujajar ini digunakan pangkalan utama pasukan khusus beraktivitas, baik itu latihan ataupun pendidikan.

Kemudian pada tahun 1959, unsur pendidikan dan operasional dipisahkan. RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) nantinya berada langsung di bawah KSAD sementara Pussenif akan membawahi SPKAD (Sekolah Pasukan Komando Angkatan Darat). Lalu di tanggal 24 Juli 1967, SPKAD berganti nama menjadi Pusdiklatpassus (Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus) dan menandakan berdirinya Pusdiklatpassus di Batujajar. Pusdiklatpassus masih digunakan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan bagi calon anggota Kopassus sampai hari ini.

Batujajar menjadi bukti perkembangan militer di Indonesia. Dari pembangunan kamp awal oleh Hindia Belanda sampai hari ini menjadi pusat pendidikan bagi para calon perwira Kopassus setelah Indonesia merdeka. Hasil dari perjalanan panjang ini menjadi pembentuk Batujajar pada masa sekarang. Ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa memisahkan Batujajar dan militer karena keduanya sudah seperti satu kesatuan utuh. (*)

  • De Graauw, K. (2022). De Commissie van Proefneming in Nederlands-Indië. VOAWEB.

  • Syabriya, N. (2022, September 6). Asal usul markas Kopassus di Batujajar, tempat Mayor Idjon Djanbi latih pasukan khusus. Okezone News.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhamad Fauzi Islami
Mahasiswa s1 ilmu sejarah Unpad

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 12:24

Ayam Bekakak: Eksplorasi Gastronomi, Akar Historis, dan Filosofi Budaya Sunda

Dalam peta kuliner Tatar Pasundan, Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam) bukan sekadar sajian pemuas lapar.

Ayam Bekakak (atau Bakakak Hayam), hidangan ayam panggang utuh khas Tatar Pasundan. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: amrufm)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 11:19

Sesi Cukur Malam

Berkisah pembicaraan dua orang sobat, tukang cukur dan pelanggannya yang seorang dosen. Mereka menggosipkan mengenai kesialan-kesialan nasib karib mereka semasa SMA.

Sesi Cukur Malam. (Sumber: Chat GPT)
Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)