Unjuk rasa mahasiswa masih terjadi secara sporadis di berbagai kota. Akar masalah unjuk rasa mahasiswa umumnya berakar pada akumulasi kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat, memburuknya kondisi ekonomi, dan lemahnya pengawasan oleh lembaga legislatif.
Framing Indonesia gelap tetap menjadi topik hingga kini. Mampukah sinar Asta Cita yang merupakan suar haluan negara yang berupa program pembangunan pemerintahan Prabowo Subianto menerangi Indonesia yang dianggap kaum mahasiswa sedang dilanda kegelapan. Sebagai agent of change, mahasiswa menggunakan mimbar bebas dan demonstrasi sebagai alat penyeimbang (check and balance) di luar jalur parlemen.
Tajuk prioritas pembangunan Presiden Prabowo Subianto diberi judul Asta Cita. Publik perlu mengetahui pikiran detail presiden terpilih dengan bahasa dan konten yang berbeda pada saat melakukan kampanye pemilu. Kalau pada saat kampanye boleh memakai kalimat yang agak bombastis, tetapi setelah terpilih mesti memakai kalimat yang lugas, bernas dan detail.
Sebagai seorang aktivis dan pengurus serikat pekerja, saya berpendapat bahwa langkah strategis Presiden dalam menyelesaikan secara mendasar persoalan bangsa ini, maka selesaikan sebaik mungkin masalah ketenagakerjaan. Jika segala aspek masalah ketenagakerjaan bisa ditangani dengan baik, niscaya 60 persen masalah bangsa ini sudah kelar.
Publik berharap agar Presiden dan kabinetnya memaparkan pikiran detailnya serta daya inovasinya untuk menjawab tantangan bangsa kedepan. Agar rakyat punya harapan dan respon pasar menjadi positif.
Pikiran detail tidak sekedar jargon-jargon politik, bukan juga bahasa eufemisme pembangunan. Publik berharap agar pikiran detail tersebut disampaikan dengan bahasa yang lugas dan bernas.
Kini rakyat mengharapkan pemimpin pemerintahan yang bertipe civil servant yang cerdas dan pandai berempati. Kabinet mesti mampu mencerahkan rasionalitas publik terkait dengan haluan pembangunan bangsa. Karena pada saat ini tidak ada lagi Gari Besar Haluan Negara (GBHN) yang disusun oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Karena tidak ada GBHN maka pikiran detail yang kritis dan inovatif dari Presiden terpilih bisa menjadi grand design pembangunan nasional yang sesuai dengan semangat zaman. Pikiran detail tidak sekedar menyusun dokumen pembangunan, tetapi juga termasuk menyusun metode untuk mewujudkan kekuasaan atau pemerintahan yang efektif dan berdaya saing. Karena rumusan visi dan misi yang sebagus apapun, akan percuma jika sistem kekuasaan tidak efektif.
Faktor penting untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif dan berdaya saing tinggi adalah mencetak SDM bangsa khususnya tenaga kerja yang unggul. Konkritnya mewujudkan kelas pekerja bangsa yang tangguh, terampil dan berkompeten. Perlu memperhatikan dua hal yang mendasar, yakni adanya estafet kepemimpinan dalam berbagai lini serta penyiapan SDM unggul yang akan menjalankan transformasi bangsa menjadi bangsa yang maju.
Transformasi menjadi negara maju mustahil tanpa disertai dengan mencetak kelas pekerja yang tangguh disegala bidang. Selain aspek pikiran detail, publik juga ingin mendengar humor-humor segar dari pemimpin bangsa yang bisa membuat seluruh komponen bangsa melepas ketegangan dan timbul saling berempati. Sudah bukan zamannya lagi pemimpin bangsa menunjukkan ekspresi yang kaku. Semua pemimpin hendaknya jangan mengalami defisit sense of humor. Karena faktor humor sangat penting. Menurut konsultan kelas dunia Hay Group, tipe kepemimpinan yang paling efektif pada era sekarang ini adalah yang bisa menimbulkan rasa humor.

Humor Segar
Jagat politik butuh transformasi budaya dari yang serba kaku dan terburu waktu, menjadi ruang atau situasi kebangsaan yang nyaman dan mampu berbagi emosi serta empati yang diwarnai dengan humor segar.
Menikmati suguhan humor dari para pemimpin bisa memberikan rasa senang dan penghargaan. Humor telah terbukti secara empiris melalui berbagai penelitian dapat memberikan efek positif terhadap peningkatan kualitas interaksi antara pemerintah dan publik. Namun, penggunaan humor dalam memperbaiki kualitas interaksi dan komunikasi mesti didukung oleh teori dan logika yang memadai.
Melalui paparan pikiran detail masyarakat bisa menakar dan difusi gagasan, inisiatif dan solusi pemimpinnya terkait dengan pengembangan potensi warga negara. Pikiran detail dari para pemimpin bisa menjadi gambaran terhadap kualitas kerja detail jika mereka terpilih menjadi penyelenggara nantinya.
Ada peribahasa bahwa setan selalu bersembunyi dibalik detail untuk menggagalkan usaha kita. Itulah mengapa kewaspadaan terhadap detail sangatlah penting. Manajemen detail bukanlah manajemen mikro. Perhatian pemimpin terhadap detail bukanlah rasionalisasi untuk manajemen mikro atau kontrol secara berlebihan kepada bawahannya. Manajemen detail untuk menentukan arah serta menetapkan rangkaian kebijakan pemerintahan yang paling baik dan untuk melaksanakan rangkaian kebijakan tersebut secara meyakinkan, cepat dan efisien.

Selain mampu membeberkan pikiran detailnya, pemimpin yang ideal pada saat ini adalah yang mampu berpikir dan mengambil Keputusan yang inovatif. Perlu membenahi manajemen inovasi nasional dan daerah agar lebih efektif dan bisa diakses seluas-luasnya oleh publik. Manajemen inovasi merupakan disiplin yang berkaitan dengan pengelolaan inovasi dalam proses produk dan pelayanan, organisasi, hingga pelanggan dan pasar.
Manajemen inovasi memungkinkan semua pihak untuk bekerja sama dengan pemahaman yang sama tentang proses dan sasaran strategis.
Perlu difusi inovasi terhadap masyarakat luas terkait dengan hasil-hasil inovasi teknologi yang selama ini dihasilkan oleh pemerintah, perguruan tinggi maupun oleh perusahaan swasta dan perorangan.Pakar sosial Rogers dan Shoemaker menjelaskan bahwa proses difusi merupakan bagian dari proses perubahan sosial. (*)