Menelusuri Jejak Masa Lalu Rumah Indis dan Pabrik Gula Sewugalur

4 menit baca
Rojwa Labibah Zaizafun
Ditulis oleh Rojwa Labibah Zaizafun diterbitkan
kondisi pabrik gula sewugalur pada masa masih beroprasi tahun 1917. (KITLV/kebudayaan.kemdikbud.go.id)
kondisi pabrik gula sewugalur pada masa masih beroprasi tahun 1917. (KITLV/kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Pabrik gula sewugalur merupakan pabrik yang didirikan oleh E. J Hoen, O. A. O. Van Der Berg dan R.M.E Raaff pada tahun 1881. Pabrik ini terletak di Desa Karangsewu, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulnprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pabrik ini merupakan salah satu peninggalan Belanda yang mana Pabrik gula ini pernah berjaya pada masanya. Hingga dibangun fasilitas seperti sekolah, rumah dinas hingga jalur kereta api untuk mendukung semua kegiatan operasional pada masa itu.  Namun pabrik gula sewu galur saat ini sudah tidak dapat dilihat lagi dan yang tersisa pada saat ini ialah struktur cerobang asap yang sekarang terletak dibelakang sebuah pekarangan warga dan saluran air.

Meskipun bangunan pabrik sudah hilang, tetapi masih ada beberapa bangunan rumah dinas ( rumah indis) yang saat ini masih utuh bahkan masih di tempati sampai sekarang, tetapi ada juga yang sudah tinggal puing puing dari sisa reruntuhan rumah tersebut, yang berada di sebelah timur dan di sebelah selatan pabrik tersebut.

Di sebelah timur, terdapat 6 rumah dinas. dari 6 rumah dinas yang terdapat di sebelah timur tersebut, terdapat 1 rumah yang mengalami kerusakan parah, yang disebabkan karna gempa. sedangkan bangunan yang lainnya masih di tempati sampai sekarang sedangkan di sebelah selatan, terdapat 4 rumah yang masih utuh dan masih di tinggali. Dan terdapat 1 rumah yang tinggal puing puing reruntuhan.

kondisi pabrik gula sewugalur pada masa masih beroprasi tahun 1917
FOTO/KITLV/kebudayaan.kemdikbud.go.id/
kondisi pabrik gula sewugalur pada masa masih beroprasi tahun 1917 FOTO/KITLV/kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Jika membicarakan tentang kejayaan dan sejarah Pabrik Gula Sewugalur berarti memutar kembali ingatan pada era keemasan industri gula di tanah Jawa. Sejak pertama kali berdiri, sistem operasional dan fasilitas Pabrik Gula Sewugalur dikenal sangat mumpuni untuk memenuhi permintaan pasar global akan tebu, yang kemudian diolah menjadi gula, terutama selama masa Cultuurstelsel (Tanam Paksa) pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Pada akhir abad ke-19 pabrik ini tercatat memiliki kapasitas produksi mencapai 70.000 – 80.000 pikul*. Dengan  kata  lain,  pabrik  ini  memiliki  hasil  produksi  gula  kurang lebih sebesar 4.326.000 Kg sampai 4.944.000 Kg. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan   bahwa   Pabrik   Gula   Sewugalur   merupakan   pabrik   gula   golongan menengah (Margana, 2003: 134).

Bekas struktur cerobang asap
https://jogjacagar.jogjaprov.go.id/detail/2578/eks-pabrik-gula-sewugalur
Bekas struktur cerobang asap https://jogjacagar.jogjaprov.go.id/detail/2578/eks-pabrik-gula-sewugalur

Namun, kejayaan tersebut nyatanya tidaklah bertahan lama. Badai datang melalui krisis ekonomi global pada masa Malaise yang menyebabkan pabrik gulung tikar secara perlahan namun pasti. Penurunan harga gula yang drastis di pasar internasional memaksa cerobong asap pabrik berhenti mengepul untuk selamanya.

Kini, meskipun aktivitas industri tersebut telah lama mati, kita masih bisa melihat jejak arsitektur di Sewugalur yang tetap menawan. Melalui sisa-sisa bangunan pabrik dan rumah-rumah dinas bergaya kolonial yang masih berdiri, kita seolah diingatkan bahwa di sudut Kulon Progo ini, pernah ada denyut ekonomi besar yang pernah menggetarkan zamannya.

reruntuhan bekas rumah dinas karyawan pabrik gula sewugalur
https://id.wikipedia.org/wiki/Pabrik_Gula_Sewugalur
reruntuhan bekas rumah dinas karyawan pabrik gula sewugalur https://id.wikipedia.org/wiki/Pabrik_Gula_Sewugalur

Menelusuri sisa-sisa eks pabrik gula sewugalur saat ini dan kembali mengungkap memori kolektif tentang kejayaan industri gula di masa lampau. Yang di mana Di lokasi tersebut, kita masih dapat menjumpai reruntuhan dan jejak infrastruktur Pabrik Gula Sewugalur yang tersebar di antara pemukiman warga, mulai dari pondasi bangunan hingga sisa-sisa tembok raksasa.

Demi menjaga kelestariannya, pemerintah telah memberikan status cagar budaya terhadap eks perumahan dan sisa pabrik tersebut sebagai upaya perlindungan hukum atas aset sejarah yang berharga. Namun, kondisi fisik situs tersebut kini kian memprihatinkan akibat kerusakan hebat pasca-gempa 2006 dan alih fungsi lahan pabrik gula tersebut menjadi pemukiman dan pesawahan.

Bekas rumah dinas yang masih di huni sampai sekarang dan merupakan cagar budaya
https://www.kompasiana.com/lengkongsanggar/591fc8bafd22bd4c6d5f7327/pabrik-gula-di-yogya-tidak-hanya-pg-madukismo
Bekas rumah dinas yang masih di huni sampai sekarang dan merupakan cagar budaya https://www.kompasiana.com/lengkongsanggar/591fc8bafd22bd4c6d5f7327/pabrik-gula-di-yogya-tidak-hanya-pg-madukismo

Rumah indis di eks kompleks Pabrik Gula Sewugalur, Kulon Progo, merupakan Bangunan Cagar Budaya yang dilindungi. Sisa-sisa bangunan perumahan dinas Belanda ini (contoh: rumah milik Bapak Sunartejo) diakui sebagai warisan kolonial penting yang terdokumentasi dalam sistem Jogjacagar dan data Kemdikbud.

Rumah dinas dan pabrik gula sewugalur merupakan pabrik yang terletak di kabupaten kulonprogo yang bangkrut pada masa kedudukan jepang, dan peninggalan yang masih ada sampai sekarang di jadikan oleh dinas kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi cagar budaya warisan pada masa pendudukan belanda yang harus kita jaga dan kita lestarikan. (*)

*Catatan: Pikul  merupakan  satuan  berat yang  pada  masa  pemerintahan  kolonial  Belanda masih familiar dipakai terutama pada sekitar abad ke-19. Satuan ini apabila dikonversikan dalam kilogram menurut beberapa rujukan menunjukkan angka-angka yang berbeda seperti 60 kg, 62,5 kg, 61,8 kg, hingga 75 kg. Dalam tulisan di atas, hasil produksi gula dari Pabrik Gula  Sewugalur  menunjukkan  kapasitas  4.326.000  Kg  sampai  4.944.000  Kg  karena menggunakan rujukan yang menyatakan bahwa 1 pikul= 61,8 kg(Balai Pelestarian Cagar Budaya    Provinsi    D.I.    Yogyakarta,    2017,    Dipetik    pada    28    Mei    2022,    dari http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbyogyakarta/pabrik-gula-sewugalur/).

REFERENSI:

  • Agung, F. (t.t.). Rumah Indis dan jejak Pabrik Gula Sewugalur di Kulon Progo. Tirto.id.

  • Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. (t.t.). Eks Pabrik Gula Sewugalur. Jogjacagar.

  • Kalurahan Karangsewu. (2025, 1 Oktober). DISBUD Kulon Progo sambangi cagar budaya eks pabrik gula di Kalurahan Karangsewu, ada apa?.

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (1917). Kondisi Pabrik Gula Sewugalur pada masa masih beroperasi [Fotografi].

  • Lengkong Sanggar. (2017, 20 Mei). Pabrik gula di Yogya tidak hanya PG Madukismo. Kompasiana.

  • Liputan6.com. (2025, 15 Juni). Jejak kejayaan Pabrik Gula Sewugalur di Kulon Progo.

  • Sani, S. (2022, 25 November). Eksistensi Pabrik Gula Sewugalur dan pengaruhnya terhadap dinamika sosial ekonomi tahun 1881–1935. MOZAIK Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 13(2).

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Rojwa Labibah Zaizafun
"Mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran"

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)