Tantangan Mekanisasi dan Program Penyuluhan untuk Petani Muda

6 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi para petani muda dan calon pelaku usaha pertanian sedang menyusuri pematang sawah di pedesaan Kabupaten Garut. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi para petani muda dan calon pelaku usaha pertanian sedang menyusuri pematang sawah di pedesaan Kabupaten Garut. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Baru saja bangsa kita memperingati Hari Krida Pertanian pada tanggal 21 Juni. Perayaan ini merupakan momen nasional untuk mengapresiasi dan menghargai dedikasi para petani, peternak, pekebun, serta pelaku sektor pertanian atas kontribusi mereka dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi nasional. 

Tantangan berat pertanian adalah masalah mekanisasi usaha pertanian, dari masalah teknologi irigasi, mesin pengolah tanah, sampai kepada mesin pasca panen. Ternyata semuanya masih tertinggal jauh dibanding dengan negara lain yang mana produktivitasnya sudah tinggi. Hari Krida Pertanian merupakan peringatan untuk menggiatkan inovasi mekanisasi pertanian demi menggenjot produktivitas. Peningkatan produktivitas dihadang oleh kekeringan dan masalah usangnya mekanisasi pertanian. Antisipasi kekeringan mesti diantisipasi dengan cara  menggencarkan sistem pompanisasi demi mencegah kekeringan yang diprediksi terjadi di bulan Juli hingga Oktober. 

Ilustrasi generasi muda yang memiliki kepedulian untuk memajukan pertanian (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi generasi muda yang memiliki kepedulian untuk memajukan pertanian (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Menggalakkan Teknologi Tepat Guna

Beberapa daerah mulai kesulitan mendapatkan air untuk irigasi pertanian. Masalah kekeringan bisa diatasi dengan mekanisasi pertanian. Dengan solusi langsung berupa pembagian alat mesin pertanian (alsintan) seperti pompa air ke berbagai daerah yang dilanda kekeringan. Selain bantuan peralatan perlu membenahi manajemen air.

Kita mestinya mencontoh manajemen air tanah di luar negeri yang  tidak mudah menyerah untuk terus berinovasi mengupayakan teknologi baru agar dapat memenuhi kebutuhan air yang bersumber dari air tanah. Di negara maju, pengelolaan air tanah yang hanya berbasis sumur produksi (seperti saat ini di Indonesia) telah lama ditinggalkan bergeser ke paradigma baru yaitu pengelolaan secara terintegrasi air tanah dan cekungannya dengan tajuk groundwater basin management.

Ilustrasi generasi muda yang sedang mengamati kegaiatan pasca panen di pedesaan kabupaten Garut (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi generasi muda yang sedang mengamati kegaiatan pasca panen di pedesaan kabupaten Garut (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Saatnya menggalakkan teknologi tepat guna untuk mengeksploitasi dan mendistribusikan sumber daya air untuk kebutuhan pertanian. Teknologi itu bersifat ramah lingkungan, murah dan hemat energi. Seperti misalnya kincir angin, yakni alat yang mengubah energi angin menjadi energi kinetik rotasi. Kincir angin telah digunakan di berbagai negara, namun di Indonesia penggunaan kincir angin belum optimal. Dan belum digunakan secara massal dengan berbagai proses inovasi teknologi.  

Inovasi kincir angin mesti dilakukan terus menerus sesuai penggunaan dan karakteristik tempatnya. Untuk daerah yang bertiup angin kecepatan rendah lebih cocok dikembangkan kincir angin untuk pompanisasi untuk irigasi tanaman palawija.

Selama ini mekanisasi pertanian yang dikembangkan di pedesaan berorientasi untuk pengolahan tanah. Belum diintegrasikan dengan teknologi mekanisasi untuk pra tanam, perawatan, dan pascapanen. Kondisi tersebut mengakibatkan produktivitas dan efek nilai tambah penerapan teknologi mekanisasi belum bisa optimal.

Perlu mendefinisikan kembali sistem mekanisasi pertanian dan kegiatan inovasi di pedesaan sebagai sistem agribisnis yang relevan dengan pasar komoditas. Yakni sistem yang terpadu dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan sarana produksi, proses budidaya, aktivitas pasca panen, hingga pemasaran yang efektif dalam sistem informasi online dengan pasar komoditas dan pasar induk.

Program peningkatan produktivitas pertanian berbasis inovasi mekanisasi pertanian merupakan jawaban untuk mengatasi masalah impor produk pangan. Mekanisasi juga menyangkut komoditas perkebunan dan dibidang peternakan terutama untuk pengolahan pakan ternak dan ikan. Untuk komoditas hortikultura, mekanisasi mulai dari irigasi sampai dengan peralatan dan mesin pasca panen seperti mesin grader buah, penggoreng vakum, perajang dan pengering.

Inovasi mekanisasi pertanian juga menyangkut sistem irigasi suplemen untuk tanaman, yakni teknologi yang diperlukan sebagai pelengkap apabila curah hujan tidak mencukupi untuk mengkompensasikan kehilangan air tanaman yang disebabkan oleh evapotranspirasi. Irigasi suplemen bertujuan untuk memberikan air yang dibutuhkan tanaman pada waktu, volume dan interval yang tepat.

Alat dan mesin pertanian (Alsintan) sangat penting untuk pengolahan tanah, pengendalian hama, panen dan perontokan khususnya di daerah intensifikasi. Namun demikian, hingga kini jumlah alsintan  masih sangat sedikit dibanding dengan luas lahan yang ada. Ditinjau dari jumlah alat dan mesin yang digunakan, level atau indeks mekanisasi pertanian di negeri masih sekitar 30 persen. Celakanya, utilitas atau pemakaiannya juga belum bisa optimal karena masalah perawatan dan biaya operasional.

Ilustrasi pentingnya proses regenerasi petani di Indonesia (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi pentingnya proses regenerasi petani di Indonesia (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Untuk komoditas perkebunan, mekanisasi telah digunakan terutama untuk pengolahannya. Sekitar 65 % komoditas hasil perkebunan masih kesulitan dalam pengolahan. Hal ini merupakan peluang pengembangan produk dan desain alsintan. Begitu juga dengan sektor peternakan terutama untuk pengolahan pakan, penyediaan bibit dan pengolahan produk, namun jumlahnya masih jauh dari kebutuhannya.

Kondisi industri dalam negeri alsintan yang sering stagnan perlu insentif dan bantuan teknis. Impor alistan harus dikurangi secara signifikan dengan mengembangkan secara progresif industri dalam negeri. Salah satunya adalah industri traktor yang sudah penuh menggunakan komponen lokal. Kapasitas terpasang dari industri traktor lokal sebenarnya bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri. Namun kebijakan makro dan bunga bank belum mendukung bagi industri maupun pengguna alsintan.

Dibutuhkan strategi baru pengembangan alsintan untuk tanaman pangan seperti hand traktor, transplanter, weeder, pompa air, hand sprayer, reaper (pemanen), thresher dryer dan mesin penggilingan padi. Untuk komoditas hortikultura, pengembangan mekanisasi sebaiknya diarahkan untuk mesin grader dan pemeras jeruk, perajang multiguna dan penggoreng vakum untuk pisang serta traktor dan pompa air untuk tanaman bawang merah. Sedangkan untuk tanaman perkebunan diarahkan pada pengembangan mesin untuk pengolahan. Pengolahan pakan ternak, baik untuk unggas maupun ruminansia sebaiknya juga menjadi prioritas.

Pentingnya kapasitas inovasi daerah yang menekankan desain dan produksi alat dan mesin pertanian. Beberapa jenis alsintan yang antara lain untuk penyiapan lahan, pemupukan, pengairan, dan pasca-panen perlu diterapkan dengan teknologi yang lebih baik. Pusat desain dan produksi alsintan di daerah juga berperan mengevaluasi kinerja dan mutu alsintan yang telah dioperasikan di berbagai kondisi lapangan. Sehingga bisa dilakukan penyempurnaan desain dan efektivitas produksi secara berkelanjutan. 

Ilustrasi generasi muda yang sedang mengamati program intensifikasi pertanian (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ilustrasi generasi muda yang sedang mengamati program intensifikasi pertanian (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Penyuluhan untuk Mendorong Petani Muda

Transformasi penyuluh pertanian adalah keniscayaan dengan sasaran para petani muda dan calon pelaku usaha pertanian. Penyuluh  membutuhkan bermacam keahlian dan keterampilan untuk mewujudkan pertanian presisi melalui teknologi digital, seperti aplikasi rekomendasi pemupukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani. 

Transformasi penyuluh pertanian juga terkait dengan mobil uji tanah memiliki fungsi dan cara kerja yang kian efektif. Diawali dengan teknisi mengambil sampel tanah dari lahan petani untuk diuji menggunakan alat uji tanah khusus. Kemudian dibuat rekomendasi pemupukan berdasarkan hasil analisis. Hasil akhirnya para petani muda memperoleh rekomendasi jenis dan dosis pupuk yang sesuai untuk kebutuhan tanah mereka.

Perlu solusi untuk mengatasi krisis petani muda yang ditandai dengan kecilnya minat anak-anak petani untuk menggeluti profesi pertanian.Penyebab terjadinya krisis petani muda sangat kompleks dan multidimensional.

Krisis petani muda tergambar dalam survei yang pernah dilakukan oleh LIPI ( kini BRIN) dimana hanya 4 persen anak petani berusia 15-35 tahun yang bersedia menggeluti profesi petani. Yang lebih menyedihkan lagi angkatan kerja sektor pertanian saat ini semakin menua dan renta, 65 persen telah berusia di atas 45 tahun. Kondisi diatas tentunya akan memperburuk produktivitas pertanian.

Padahal, angka produktivitas di negara maju dengan negara berkembang hingga kini sangat timpang. Sistem atau pola pertanian yang ada di dunia ini dapat dibagi menjadi dua pola yang berbeda yaitu; pertama, pola pertanian di negara-negara maju yang memiliki tingkat efisiensi tinggi, dengan kapasitas produksi dan rasio output per tenaga kerja yang juga tinggi.

Kedua, pola pertanian yang tidak atau kurang berkembang yang terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Tingkat produktivitasnya masih rendah sehingga hasil yang diperoleh acapkali tidak dapat memenuhi kebutuhan para petaninya sendiri. Sehingga antara negara maju dan negara berkembang muncul suatu kesenjangan yang disebut sebagai kesenjangan produktivitas. Kesenjangan produktivitas tersebut berkisar 50 dibanding satu.

Salah satu solusi untuk mengatasi krisis petani muda adalah lewat program komunikasi dan motivasi yang relevan dengan perkembangan teknologi. Program penyuluhan pertanian yang selama ini dilakukan perlu transformasi sehingga sesuai dengan semangat zaman dan animo kaum milenial.

Keniscayaan regenerasi petani perlu manajemen inovasi yang relevan agar usahanya lebih efektif dan berdaya saing. Manajemen inovasi merupakan disiplin yang berkaitan dengan pengelolaan inovasi dalam proses produk dan pelayanan, organisasi, hingga pelanggan dan pasar. (*)         

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 13:53

Mengapa Hari Tani dan Reforma Agraria Penting bagi Warga Bandung?

Petani dan usaha pertanian di Kota Bandung masih ada dan terus bertahan,

Hamparan sampah di kota Bandung dan petani yang sedang beraktivitas (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 09:25

Kenapa Biaya Publish Scopus Berbeda? Simak Alasannya!

Biaya publikasi jurnal Scopus sering disalahpahami akademisi. Pahami siapa yang menetapkan biayanya, cara cek tarif resmi, dan cara menyusun anggaran publikasi yang realistis.

Ilustrasi akademisi sedang menyusun jurnal ilmiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 08:34

Pelecehan terhadap Perempuan di Ruang Keagamaan

Pelecehan seksual terhadap perempuan tidak menutup kemungkinan terjadi di ruang-ruang keagamaan.

Perempuan seringkali menjadi satu-satunya korban yang harus menanggung traumanya juga beban sosial yang seharusnya ditanggung oleh para pelaku. (Sumber: pexels)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 20:44

KDM Muncul di 'Financial Times' dan Sinyal Radar Kekuasaan Global

Ketika Financial Times mengangkat KDM dalam salah satu reportasenya, yang terjadi bukan sekadar peliputan, melainkan juga sinyal ihwal adanya potensi perubahan lanskap politik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 19:26

Dari Wilayah Ilir ke Ulu: Sejarah Jembatan Ampera Peninggalan Soekarno

Jembatan Ampera merupakan jembatan yang menghubungi kedua wilayah yaitu Ulu dan Ilir yang terpisah oleh Sungai Musi. Jembatan ini menyimpan berbagai sejarah yang tersimpan di dalamnya.

 (Sumber: Balai Diklat Keuangan Palembang | Foto: Angga Sunda Prima)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 17:23

Ikon Bandung Pilihan Saya: 'Toko Buku Djawa'

Toko Buku Djawa bukan sekadar toko buku lama di Braga, tetapi juga bagian dari memori masa kecil dan jejak perubahan budaya kawasan tersebut.

Etalase toko buku Djawa di Jalan Braga no. 79, Kota Bandung. (Sumber: Flickr | Foto: fatmanabilla)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 16:27

Review Ingatan Sosok Figur Publik yang Pernah Menjabat Walikota Bandung

Setiap pemimpin akan meninggalkan kesan dan jejak sejarah. Sosok walikota Bandung yang diketengahkan di sini adalah Ateng Wahyudi dan Dada Rosada. Layak menjadi sosok figur publik untuk dikenang.

Walikota dari masa ke masa : R. Husein Wangsaatmadja (1976 - 1983), H. Ateng Wahyudi (1983 - 1993), Wahyu Hamidjaja (1983 - 1998), Aa Tarmana (1998 - 2003). (Sumber: Instagram | Foto: Musium Kota Bandung)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 15:23

Konservasi Khusus Owa dan Celepuk Indonesia

Lindungi owa, primata setia Indonesia dan celepuk, burung hantu kecil Indonesia dari kepunahan. Upaya konservasi habitat dan penyelamatan satwa ini demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan berharga.

Owa Jawa. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: A.Baihaqi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 13:59

Keadilan Ekonomi untuk Guru

Guru masih diposisikan sebagai pahlawan, itu pun tanpa tanda jasa, tanpa ada jalan keluarnya, menganggap bahwa guru hanya sukarela, keilmuannya tidak sebesar gaji karyawan non pendidikan.

Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 10:26

Potret Destinasi dan Lanskap Kuliner Bogor Tahun 2000

Memasuki milenium baru pada tahun 2000, Bogor tetap mengukuhkan posisinya sebagai destinasi gastronomi yang tak lekang oleh waktu.

Es Pala, minuman segar khas Bogor. (Sumber: ChatGPT | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 09:02

Ada Warga yang Mungkin Hilang dari Radar Data Pemerintah Kota Bandung

Kehidupan bergerak cepat, sementara pemutakhiran data bergerak lambat. Maka, muncullah apa yang diistilahkan sebagai invisible citizens.

Warga sedang antre menerima bantuan sosial. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 12:21

Momentum Mahasiswa Meraih Prestasi

Mahasiswa sering menyalahkan diri dan keadaannya dalam situasi yang sulit. Menurut mahasiswa, bahwa keberadaannya belum tentu berprestasi. 

Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)