Optimasi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kendaraan Listrik

5 menit baca
Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan
Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)
Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)

Dalam situasi sulitnya generasi muda mencari lapangan kerja yang layak, perlu adanya audit teknologi industri untuk mengetahui besaran penyerapan tenaga kerja oleh industri. Salah satu yang perlu diaudit teknologi industri adalah sektor kendaraan listrik.

Audit teknologi tidak hanya terkait dengan transfer teknologi ataupun untuk mendapatkan kedalaman teknologinya serta efisiensinya. Namun juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja yang layak secara berkesinambungan.

Organisasi kemahasiswa kini bergerak serentak untuk menuntut pemerintah agar secepatnya memperbaiki kondisi ekonomi dan menghapus korupsi pada program-program pemerintah seperti MBG dan Koperasi Merah Putih, namun kegelisahan para mahasiswa yang paling esensial adalah kegelisahan masa depan mereka karena kondisi sulit mencari lapangan kerja yang layak dan berkemajuan sesuai dengan harkatnya sebagai lulusan perguruan tinggi.

Keniscayaan pentingnya optimasi penyerapan tenaga kerja sektor industri dengan entry point audit teknologi industri yang melibatkan perguruan tinggi. Kalau perlu melibatkan organisasi kemahasiswa yang relevan. Lembaga yang selama ini melakukan audit teknologi seperti BPPT ( kini BRIN ) selama ini kurang efektif. 

Ilustrasi pembangunan kawasan industri BYD di Subang yang melibatkan para pekerja lokal dan TKA dari Tiongkok. (Sumber: AyoKarawang | Foto: Arigi)
Ilustrasi pembangunan kawasan industri BYD di Subang yang melibatkan para pekerja lokal dan TKA dari Tiongkok. (Sumber: AyoKarawang | Foto: Arigi)

Urgensi Audit Teknologi Industri

Salah satu provinsi yang sangat potensial terhadap investasi kendaraan listrik adalah Jawa Barat. Provinsi ini juga memiliki jumlah perguruan tinggi yang banyak.  Audit teknologi industri dapat memperluas lapangan kerja jika sejak awal terkait dengan perguruan tinggi. Meskipun sering kali mencakup efisiensi dan otomatisasi, audit memfasilitasi penciptaan lapangan kerja baru melalui beberapa cara utama, seperti :

  • Penciptaan jenis profesi baru seperti permintaan untuk spesialis seperti IT Auditor, analis data, teknisi Internet of Things (IoT), dan pakar keamanan siber. 
  • Ekspansi kapasitas usaha, dengan menerapkan teknologi yang tepat, biaya produksi turun dan kapasitas produksi meningkat, memungkinkan perusahaan membuka pabrik atau cabang baru yang menyerap lebih banyak tenaga kerja.
  • Peningkatan keterampilan atau Upskilling. Mendorong peralihan tenaga kerja dari pekerjaan fisik repetitif ke pekerjaan pemeliharaan dan pengoperasian mesin berbasis digital yang bernilai lebih tinggi.

Di masa mendatang audit teknologi industri tidak hanya proses identifikasi kekuatan dan kelemahan aset teknologi (baik berwujud maupun tidak berwujud) dalam rangka pelaksanaan manajemen teknologi berdasarkan Undang-Undang No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. 

Hingga tahun 2026, terdapat lima perusahaan produsen mobil listrik besar dunia yang telah menanamkan investasi bernilai fantastis dan membangun pabrik perakitannya secara langsung di wilayah Jawa Barat. 

Jawa Barat menjadi pusat ekosistem kendaraan listrik (EV) terbesar di Indonesia berkat keunggulan infrastruktur dan lokasi strategisnya. Berikut adalah rincian perusahaan mobil listrik yang berinvestasi di tatar Pasundan.

  • BYD (Build Your Dreams). Adalah industri otomotif asal Tiongkok yang telah berinvestasi sekitar Rp 11,2 triliun hingga Rp 16 triliun untuk membangun ekosistem pabrik EV komprehensif di kawasan Subang Smart Politan. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit per tahun. 
  • VinFast yang merupakan produsen EV asal Vietnam yang telah resmi meresmikan pabrik pertamanya di Asia Tenggara di Kabupaten Subang. Fase awal investasi ini bernilai Rp4,8 triliun (dari total komitmen Rp17 triliun) dengan target kapasitas produksi penuh hingga 350.000 unit per tahun.
  • Hyundai melalui Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, yakni perusahaan asal Korea Selatan ini menjadi pionir yang merakit mobil listrik lokal pertama (Ioniq 5) di pabriknya yang berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi. 
  • Wuling Motors mendirikan kawasan industri yang berpusat di Cikarang, Bekasi, produsen ini sukses memproduksi lini kendaraan listrik populernya seperti Air ev, BinguoEV, dan Cloud EV untuk kebutuhan domestik dan hibah operasional lokal.
  • GAC Aion yang berkolaborasi dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), merek asal Tiongkok ini mendirikan fasilitas manufaktur perakitan mobil listrik di Purwakarta dengan investasi yang menargetkan produksi 50.000 unit per tahun. 

Hingga saat ini, total potensi serapan tenaga kerja langsung (direct labor) dari industri mobil listrik di Jawa Barat diperkirakan mencapai 33.000 hingga 44.000 orang saat seluruh pabrik beroperasi pada kapasitas penuh.

Pada fase awal persiapan produksi massal, ratusan pekerja lokal asal Subang, Karawang, Bekasi, Purwakarta, hingga Bandung sudah mulai terserap masuk dan bekerja di dalam area pabrik BYD dan VinFast. Jumlah serapan ini dipastikan melonjak tajam saat lini perakitan robotik mulai diaktifkan sepenuhnya. 

Ilustrasi kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan sosial (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi kendaraan listrik yang ramah lingkungan dan sosial (Sumber: Pixabay)

Wujudkan Kendaraan Listrik Nasional yang Beragam

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto perlu melindungi perusahaan otomotif nasional yang sudah eksis selama ini dan banyak menyerap tenaga kerja.

Pemerintah perlu mengoreksi atau menyempurnakan kebijakan terkait kendaraan listrik agar lebih melindungi industri otomotif yang sudah eksis dan berjasa terhadap pembangunan bangsa. Arah transformasi kendaraan listrik sebaiknya tidak sektarian terhadap produk tertentu, namun perlu keragaman. Karena pada hakikatnya sebagian besar industri otomotif telah memiliki platform kendaraan listrik. 

Pemerintah perlu mempertimbangkan secara cermat strategi untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik nasional yang benar-benar mengurangi emisi atau carbon neutral. Ekosistem tersebut mesti sesuai dengan kondisi ketenagakerjaan sektor industri otomotif sehingga tidak mengalami guncangan yang hebat.

Prinsip dasar penerapan kendaraan listrik dari kacamata Toyota ialah bagaimana mengurangi emisi. PT Toyota Astra Motor (TAM)  memegang prinsip It's Time For Everyone. Jadi harus semua orang (berkontribusi dalam mengurangi emisi), tidak bisa rezim pemerintahan hanya menyediakan produk tertentu misalnya BEV dengan harga tertentu saja. Idealnya harus menyediakan untuk semua orang dari (segmen) yang atas melalui BEV, lalu ada PHEV, Hybrid, sampai mobil konvensional yang irit seperti LCGC. Atau bisa juga substitusi seperti memakai bahan bakar biofuel. Jika tidak menyeluruh dan hanya mengejar ke segmen tertentu, maka penurunan emisi tidak signifikan. 

Peraturan Presiden (Perpres) tentang percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik (KBL) perlu direvisi. Jangan hanya memberi karpet merah terhadap pabrikan asing untuk sekedar merakit produknya di Indonesia. Padahal perpres itu telah memberikan berbagai insentif dan kemudahan.

Perlu mendengar dengan seksama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Perlu elaborasi lebih lanjut tentang target perpres. Perlu membuat mobil listrik nasional  dengan platform beragam yang selama ini risetnya sudah dilakukan oleh anggota Gaikindo dan perguruan tinggi. Jangan lagi perpres sekedar peraturan yang melayani investor asing pendatang baru di sektor komponen otomotif.Mestinya target perpres adalah mempercepat produksi mobnas yang beragam dengan tahapan desain dan produksi dibuat sendiri oleh anak bangsa. 

Perlu forum yang mengintegrasikan para peneliti dan engineer yang selama ini telah menggeluti mobil listrik secara parsial. Beberapa engineer  telah berusaha menduplikasi produk mobil listrik yang saat ini menjadi market leader. Tetapi karena sifatnya parsial maka mereka itu belum mengarah kepada pembentukan platform bersama. Sekedar catatan leader mobil listrik dunia selama ini bekerja atas dasar National Platform for Electric Mobility. Semua itu  untuk mengefektifkan kegiatan riset dan produksinya. Hingga saat ini sudah ada beberapa perguruan tinggi, lembaga riset, dan inovator perseorangan yang telah menggeluti mobil listrik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

News Update

Sejarah 23 Jun 2026, 16:25

Hikayat Ngamplang, dari Pusat Pemulihan Paru Pertama Hingga Pemberi Julukan Swiss Van Java

Dibangun pada 1912 sebagai sanatorium, Ngamplang kemudian berkembang menjadi wisata yang mendunia.

Salah satu sudut bangunan Sanatorium Ngamplang Garut yang kini berubah fungsi jadi lapangan golf. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 16:04

Trotoar, PKL, dan Keadilan Ruang Kota

Kebutuhan trotoar, PKL yang tertata dan berkelanjutan hingga adanya keadilan ruang kota.

Warga berjalan di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 15:11

Optimasi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kendaraan Listrik

Audit teknologi tidak hanya terkait dengan transfer teknologi namun juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja yang layak secara berkesinambungan.

Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:55

Kegagalan Penataan Kota, Menumbuhkan Tata Jalanan

Di balik semrawutnya Pasar Cicadas, membuat PKL terpaksa menutup akses toko. Namun justru memunculkan simbiosis sebagai jalan tengah keduanya tetap hidup.

Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:37

Fenomena Live Shopping, Mengapa Mahasiswa Sulit Menahan Godaan Belanja?

Menilik fenomena live shopping dari sudut pandang mahasiswa. Mengapa diskon temporal dan live shopping begitu adiktif hingga memicu gaya hidup konsumtif?

ilustrasi live shopping. (Sumber: gemini)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 12:26

World Cup TVRI

Selain tahun ini, TVRI pernah melakukannya pada tahun 1970.

Bola Piala Dunia 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: UKinUSA)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 11:51

Panduan Wisata Kota Lama Semarang: Riwayat Jejak Kolonial di Jantung Kota Pelabuhan

Kota Lama Semarang menawarkan pengalaman berjalan kaki di antara bangunan kolonial, museum, galeri seni, dan kuliner legendaris Jawa Tengah.

Kota Lama Semarang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 11:40

Jejak Keemasan Majalah Vista

Jejak Keemasan Majalah Vista: Menelusuri Dunia Hiburan Era 1980-90-an

Pebulutangkis nasional Hastomo Arbi menghiasi sampul depan Majalah Vista edisi Juni 1985. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 10:48

Menelisik Bisnis Jastip Fashion, Antara Peluang Ekonomi dan Celah Kebocoran Pajak

Jastip fashion membuka peluang ekonomi, tetapi berisiko menimbulkan kebocoran pajak jika tidak diatur.

Ilustrasi jastip fashion. (Sumber: gemini.ai | Foto: gemini.ai)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 09:50

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Ritual Upacara Ngeurtakeun Bumi Lamba di Tangkuban Parahu adalah upacara adat Sunda untuk menjaga harmoni manusia dan alam, sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas budaya.

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu. (Sumber: Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 08:06

Menelusuri Jejak Selabintana, Hotel Tua di Sukabumi dari Masa Kolonial

Sekilas sejarah mengenai Hotel Selabintana, hotel legendaris dari masa kolonial yang masih bertahan hingga masa kini

Hotel Selabintana sekitar Tahun 1928 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:15

Ketaatan Pengelolaan Risiko Kebakaran

Peran dinas damkar perlu transformasi sehingga paradigmanya berubah dari peran pemadam menjadi fungsi yang proaktif mencegah kebakaran. 

Ilustrasi kebakaran pabrik di daerah Cipadung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Fira Nursyabani)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:29

Ekspedisi Karees : Menelusuri Jejak Rel Kereta yang Hilang dari Peta (Part 1)

Beberapa hari yang lalu, saya mencoba menelusuri kembali sisa-sisa rel Karees, memotret kondisinya hari ini, dan merangkai kembali memori kejayaan halteu ini di masa lampau. Yuk, ikut saya blusukan!

Harta karun pertama yang saya temukan! Menyembul di antara tanah di sebelah kiri jalan, membuktikan sejarah menolak terkubur. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 15:13

Copy-Paste Birokrasi: Ketika Sistem Digital Belum Benar-Benar Digital

Saat sistem digital tidak saling terhubung, beban administratif tidak hilang, ia hanya berpindah wujud dari kertas ke layar.

Ilustrasi ekosistem digital yang melingkupi kehidupan modern (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 13:36

Menelusuri Art Deco: Setitik Eropa di Kota Kembang

Melihat kembali bagaimana arsitektur Art Deco di Kota Bandung bermunculan hingga akhirnya dijadikan sebagai bangunan cagar budaya.

Kondisi Gedung Bank DENIS (sekarang digunakan oleh Bank Jawa Barat) pada tahun 2015. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Rochelimit)