Penyalin Cahaya: Ketika Kekerasan Seksual tidak Memandang Gender

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)
Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)

Penyalin cahaya ramai dibicarakan ketika film garapan sutradara Wregas Bhanuteja tersebut masuk ke Busan International Film Festival. Dilansir dari pikiranrakyat.com keterlibatan penyalin cahaya dalam festival tersebut berfungsi sebagai wadah untuk memperbesar gaung film dalam media berkomunikasi.

Film tersebut menceritakan seorang Perempuan bernama Sur yang menghadari sebuah pesta kemenangan komunitas teater di kampusnya. Paginya ia terbangun dan mendapati dirinya sedang berada di atas kasur dan mendadak dimarahi oleh bapaknya. Di tengah usahanya menyadarkan diri—ia mempercepat langkahny untuk pergi karena hari tersebut Sur harus menghadiri wawancara perpanjangan beasiswa.

Ditengah segudang pertanyaan dalam dirinya yang tak masuk akal karena masih menggunakan kebaya saat pesta semalam. Ia berlarian mengejar angkot karena ibunya mendadak terdiam dan tidak mau mengantarkannya.

Kejadian pesta semalam ternyata tak hanya merenggut beasiswanya tapi juga harga diri Sur di media sosial. Sebuah postingan selfie yang terunggah dalam ponselnya memperlihatkan kondisinya yang sedang mabuk-mabukan. Meski mabuk Sur tidak yakin kalau dirinya akan memposting hal gila itu, terlebih dia menemukan hal janggal ketika manset yang ia kenakan berada dalam posisi terbalik. Sur yakin sebelum datang ke pesta tersebut ia menggunakan semua baju dengan posisi serapih mungkin.

Film ini menyoroti isu kekerasan seksual dari sudut pandang korban. Seperti yang sering terjadi di dunia nyata bahwa banyak dari penyitas yang tidak mendapat keadilan. Bahkan ketika mereka berani menyuarakan—mereka justru dibungkam.

Dilansir dari Kompas.com bahwa kasus kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia pada tahun 2026 terdapat 57 kasus kekerasan seksual khususnya terhadap anak kecil dari rentang Januari -April. Sementara dilansir dari bandungbergerak.id bahwa Komnas Perempuan mencatat kasus kekerasan seksual di ranah publik secara nasional meningkat dari 2904 menjadi 4182 pada tahun 2023.

Data tersebut bisa menjadi dasar bahwa kekerasan seksual masih banyak terjadi di lingkungan masyarakat. Sehingga kejadian tersebut bisa menjadi salah satu parameter bahwa masyarakat atau penyitas hidup dengan ketidaknyamanan. Sebagaimana dalam film Penyalin Cahaya bahwa tokoh utama dalam kekerasan seksual itu banyak terjadi kepada Perempuan. Namun menariknya dalam film ini juga dibahas bahwa ada gender lain yang sering terlupakan pemberitaanya ketika menjadi korban pelecehan seksual yaitu kaum laki-laki.

Dalam banyak pemahaman masyarakat laki-laki memang kerap berperan sebagai pelaku dalam pelecehan seksual. Laki-laki sering dianggap superior sehingga masyarakat memandang bahwa gender tersebut tidak mungkin menjadi korban. Namun menariknya film ini menyajikan data yang berimbang bahwa laki-laki juga bisa menjadi korban. Itu mengapa kutipan “Laki-laki tidak bercerita” mungkin bisa relate ketika suara laki-laki tidak didengar dan tidak dipercaya.

Beberapa bulan ke belakang saya pernah menemukan sebuah video di tiktok tentang anak remaja yang mendapat pelecehan seksual di Braga Kota Bandung. Menurut kronologi yang disampaikannya setelah melakukan kegiatan joging ia menepi sejenak ke sebuah minimarket yang cukup pionir di Braga untuk beristirahat. Siapa sangka niat rehat tersebut menjadi mimpi buruk yang entah sampai kapan akan membekas pada dirinya.

Dalam video tersebut terdapat seorang bapak yang sangat terang-terangan melakukan pelecehan. Tangannya meraba bagian paha sambil sesekali memijat. Saya yakin jauh sebelum bapak tersebut meraba bagian tubuh yang privasi, anak tersebut sudah punya feeling bahwa mungkin kejadian buruk akan menimpa dirinya.

Berdasarkan analisis saya anak itu rela mengorbankan dirinya hanya untuk mencari bukti lewat video bahwa pengalaman buruk yang dirasakannya itu nyata. Saya pikir hal tersebut dilakukan karena kasus kekerasan seksual memang kerap kali dianggap sepele. Terlebih kasus tersebut terjadi pada laki-laki.

Melalui film Penyalin Cahaya juga kejadian di dunia nyata kita bisa tahu bahwa dunia ini tak sepenuhnya aman bagi kaum Perempuan juga laki-laki. Maka dari itu suara sekecil apapun yang keluar dari mulut korban adalah sebuah keberanian yang patut kita dengarkan. Karena saya yakin proses untuk bersuara itu menjadi sebuah kumpulan mental yang tidak bisa sembuh hanya dalam sekejap mata.

Saya yakin banyak laki-laki lain seperti Thariq dalam film Penyalin Cahaya, anak laki-laki di Braga yang ada di dunia nyata yang masih belum mendapatkan keadilan dari pengalaman buruk yang menimpanya. Saya rasa lewat kasus-kasus tersebut sudah sepatutnya kita tidak abai lagi kepada mereka yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual.

Maka jangan pernah berhenti bersuara meski kadang dunia tak mendengar dan kadang abai.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Agu 2026, 20:15

Narasi Adiboga Sunda dalam Panggung Gastrodiplomasi Handrawina Adiboga Nusantara

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia.

Lahirnya buku Handrawina Adiboga Nusantara yang diterbitkan pada tahun 2022 menandai tonggak sejarah baru dalam kodifikasi rasa Indonesia. (Sumber: Kementrian Luar Negeri)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 18:24

Wujudkan Tipe Rumah SOHO Idaman Keluarga di Bandung

Rumah tipe SOHO multi fungsi, untuk tempat tinggal keluarga sekaligus tempat usaha.

Ilustrasi tipe rumah SOHO idaman warga Bandung (Sumber: dikreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 16:50

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati.

Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:52

Nomor Proklamasi: Ketika Majalah Selecta Menyambut Hari Kemerdekaan RI 1969

Di sampul depan Majalah Selecta Nomor 413, terbit 17 Agustus 1969 terpampang sederhana namun penuh makna: "Nomor Proklamasi".

Sampul depan Majalah Selecta Edisi Khusus Proklamasi, terbit 17 Agustus 1969, menampilkan aktris Alice Iskak sebagai model sampul. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 15:23

Melacak Jejak Gastronomi Jawa dalam Kokki Bitja (1854): Identitas, Karakteristik, dan Kontinuitas

Buku Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854 merupakan salah satu artefak sejarah kuliner tertua dan paling signifikan di Hindia Belanda.

Buku "Kokki Bitja: Kitab Masakan Indis 1854". (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 07 Agu 2026, 15:20

Jelajah Sungai Cigerendong, Surga Tersembunyi di Dusun Cukanggaleuh Pangandaran

Jelajahi Sungai Cigerendong di Desa Parakanmanggu dengan air jernih berwarna toska, pepohonan rindang, dan suasana yang masih alami.

Sungai Cigerendong Pangandaran. (Sumber: TikTok @cigerendongpangandaran)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 13:53

Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan

Apakah masyarakat kita memang masih menonton film di bioskop dengan cara yang sama seperti sebelumnya?

Ilustrasi Dilema Bioskop Sepi di Tengah Pergeseran Budaya Instan. (Sumber: Mochamad Arbani)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 11:58

Cipatat dan Krisis Kesehatan yang Tak Terlihat

Negara wajib memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak dibangun di atas kesehatan dan penderitaan masyarakat. 

Beberapa truk bayawak pengangkut batu kapur terparkir di wilayah Cipatat Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ananda)
Ikon 07 Agu 2026, 11:15

Alun-alun Kota Cimahi, Pusat Pertemuan antara Warga dengan Ojol

Alun-alun Kota Cimahi menjadi pusat aktivitas warga, tempat bersantai, berolahraga, hingga titik berkumpul para driver ojol.

Rindang, strategis, dan nyaman, Alun-alun Kota Cimahi menjadi ruang publik sekaligus titik berkumpul para driver ojol setiap hari. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Agu 2026, 08:40

Saat Pohon Tumbang dan Rasa Aman Dipertaruhkan

Bandung sedang menghadapi ujian besar. Ujian yang menuntut respons yang tegas, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) melakukan pemangkasan sejumlah pohon di ruas jalan Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 20:09

Menyambut Hari Kemerdekaan 2026, Deretan Ide Tulisan dari Semangat Kemerdekaan hingga Dinamika Kota Bandung

Tema tulisan tetap tidak dibatasi. Selama relevan dengan isu yang berkembang, setiap penulis bebas menentukan sudut pandang yang ingin diangkat.

Warga Kampung Pengkolan Pasang Bendera Merah Putih Sepanjang 540 Meter pada tahun 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 18:33

Rahasia Komunikasi Digital yang Bikin Sebuah Merek Kecantikan Mudah Diingat

Menganalisis komunikasi iklan melalui website resmi dan media sosial Instagram yang menunjukkan adanya upaya perusahaan dalam membangun komunikasi yang saling terhubung.

Ilustrasi komunikasi digital merek kecantikan.
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 18:07

Jelajah Gunung Salak Bogor: Pendakian, Kawah Ratu, Harga Tiket, dan Cara Booking Online

Panduan lengkap Gunung Salak mulai jalur pendakian, Kawah Ratu, harga tiket, booking online, hingga cara menuju kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Gunung Salak Bogor. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 16:17

Berita Yudha: Potret Sejarah dari Lembaran Surat Kabar Lawas

Kini, setelah 56 tahun berlalu, Berita Yudha tetap memiliki daya tarik yang kuat sebagai sumber sejarah.

Surat kabar Berita Yudha, salah satu harian berpengaruh pada era Orde Baru yang diterbitkan oleh TNI Angkatan Darat. (Sumber: Koleksi: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 06 Agu 2026, 15:59

Curug Panetean Tasikmalaya, Surga Tersembunyi dengan Leuwi Jernih

Temukan pesona Curug Panetean yang terkenal dengan kolam batu alami, air sejernih kaca, dan pengalaman berendam di tengah alam.

Curug Panetean Tasikmalaya. (Sumber: Instagram @r_dony26)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 15:27

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (bagian 1)

Hal-hal yang jarang diketahui khalayak menjelang proklamasi kemerdekaan pada 1945 di Kota Bandung.

Menjelang masa agresi militer di Bandung 1945- 1946. (Sumber: Album Perjuangan Kemerdekaan 1945-1950)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 14:43

Pabrik Boleh Berpindah, tetapi Kehidupan Buruh Tidak Semudah Itu Dipindahkan

Kala terjadi PHK, opsi untuk beralih profesi tidak selalu terbuka luas. Ini membuat ketergantungan pada industri garmen semakin kuat, sekaligus mempersempit ruang negosiasi buruh.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 06 Agu 2026, 11:40

Jelajah Cigondewah, Pusat Perdagangan Kain Kerakyatan di Bandung

Cigondewah menjadi pusat kain di Bandung sejak 1980-an. Ketahui sejarah, daya tarik, dan perkembangan bisnis tekstilnya.

Cigondewah Bandung, pusat belanja kain eceran hingga grosir yang legendaris. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 11:26

Mahalnya Ongkos Kemerdekaan

Negeri kita memiliki sejarah yang wajib diproklamirkan tidak hanya di bulan kemerdekaan. Sejatinya mesti dijaga dan dirawat dengan sangat baik di pikiran bukan sekadar di buku pelajaran.

Beragam bendera merah putih yang dijual para pedagang selama bulan Agustus. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Agu 2026, 08:33

Jelajah 10 Kuliner Terbaik Tatar Sunda (Bagian 2): Kesegaran Tradisi dan Kekayaan Cita Rasa

Berikut adalah 5 hidangan berikutnya dari daftar 10 kuliner Jawa Barat terbaik versi Taste Atlas.

Karedok (salad sunda) di Indonesia. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)