Menghapus Karakter Koruptif Saat Pendaftaran SPMB

3 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung), Kota Bandung, Senin 8 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung), Kota Bandung, Senin 8 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pendidikan tidak hanya menjadi gerbang meluluskan muridnya. Pendidikan tidak hanya sekadar memberi nilai di raport semester. Pendidikan tidak hanya minimal masuk sekolah. Pendidikan tidak bisa dilepaskan dari jiwa kejujuran dan karakter keseluruhan.

Menjadi murid membutuhkan waktu untuk belajar bukan sekadar duduk di kursi untuk mendengarkan guru dan menghafal materi pembelajaran. 

Seolah menjadi murid yang penting 3 D (duduk, diam, dengeri guru). Selebihnya tidak diperlukan. Lalu dalam jangka pendek kemudian lulus menuju jenjang berikutnya. 

Disadari atau tidak, seorang anak yang masih ditahap pendidikan harus berdasarkan bimbingan dari orang tuanya. 

Entah apa yang dibenak orang tua jika anaknya yang hendak masuk sekolah menengah pertama (SMP) dengan memalsukan kartu keluarga (KK) dan piagam penghargaan. 

Terdapat perbuatan nirakademik sejak awal. Orang tua membuat persyaratan administrasi yang menghalalkan segala cara demi mendudukkan anaknya di sekolah favorit anaknya, sementara secara administrasi tidak memenuhi persyaratan. 

Harapannya dengan memanipulasi administrasi, akan mudah memeroleh kursi untuk anaknya. Tindakan orang tua tersebut patut dicurigai. Kecurigaan bahwa orang tuanya memiliki kemampuan finansial yang tidak pernah disebut darimana, namun demi anaknya akan diberikan segala cara. 

Benarkah karakter orang tua sejalan dengan prinsip pendidikan? Bagaimana perasaan anak ketika diketahui bahwa orang tuanya hanya mampu membeli persyaratan tanpa menegakkan kebenaran? 

Rumah Kejujuran

Banyak pakar pendidikan menyebutkan bahwa rumah adalah tempat awal menuju jenjang kesuksesan. Rumah yang dihuni oleh orang tua dan anak dengan menjunjung tinggi kesantunan dan kesopanan membentuk keluarga berpendidikan. 

Rumah selalu diibaratkan sebagai surga yang meluaskan wacana. Surga yang mengalirkan ilmu pengetahuan akan membentuk kepribadian yang ada di dalamnya diluaskan kecerdasannya. 

Bertumbuh di dalam rumah dengan kasih sayang, diberi makanan yang halal, dituntunnya kepada tanggung jawab terhadap segala sesuatunya berlandaskan keimanan, akan membuat anak mengenal dan mengetahui kesiapan untuk membuat keputusan. Gagal dalam melakukan pekerjaannya bukan berarti ketidakpastian mengenai masa depannya. 

Bahkan kegagalan bukan akhir, melainkan kemauan untuk belajar bukan menuntut agar peraturan mengikutinya. Asalkan ada kemauan serius. Orang tua pun memberikan jalan keluar dengan pembelajaran yang terlibat baik di dalam diri anak maupun mengajarkan tentang keseriusan di dalam memberikan makan yang halal. 

Orang tua yang aktif mengarahkan anak akan berbeda hasilnya dengan orang tua yang menuntut anaknya demi ambisi orang tua. 

Bekal kebaikan bagi anak di rumah akan menunjukkan kekuatannya di dalam menghadapi kenyataan di dalam sekolah. Belajar di sekolah manapun bukan bergantung dari hasil tetapi dari proses awal bagaimana memasuki gerbang pendidikan dengan kejujuran. 

Aturan SMPB 

Pemerintah Kota Bandung sudah tepat dalam menemukan kecurangan orang tua yang melegalkan administrasi demi anak masuk ke dalam sekolah favoritnya. 

Temuan Pemkot Bandung tersebut menjadi cerminan kegagalan orang tua yang seolah-olah segala hal tentang pendidikan dapat menggunakan uang. Tetapi ini menjadi ketegasan bahwa pendidikan tidak boleh memaksakan kehendak pribadi. Piagam penghargaan bukanlah hasil instan yang dimanipulasi. Semenjak anak sudah dikenalkan kecurangan, orang tua harus sadar bahwa generasi anak bukan generasi orang tuanya. Menggambarkan bahwa orang tua yang jujur harus didahulukan demi pendidikan yang jujur. 

Aturan SPMB telah berjalan. Jalur zonasi dan jalur prestasi sering jadi rebutan. Sedangkan hak-hak anak mendapat pendidikan harus didasari oleh aturan yang berlaku. Meski tiap tahunnya selalu ditemukan kejanggalan. Berbenahnya aturan SPMB patut diacungi jempol dan mendapatkan respon positif. 

Keadilan dan kejujuran menjadi nilai mutlak dalam membuat aturan SPMB, tidak boleh ada temuan baru atas pemalsuan dokumen tersebut. Atas viralnya temuan maladministrasi dalam SPMB ini menunjukkan bahwa orang tualah yang mendahului merusak sistem pendidikan di Indonesia. 

Percayalah kepada sistem pendidikan. Orang tua harus mengajarkan kejujuran kepada anaknya. Orang tua harus menyadari bahwa pendidikan tidak sesempit di pikiran dengan mendahulukan manipulasi dan hasrat yang mengorbankan semangat anaknya. 

Arah kebijakan dalam SPMB sudah jelas. Menyusup masuk ke dalam sekolah tanpa kejujuran hanya akan menghancurkan jiwa anak. 

Maka tidak salah, jika temuan maladministrasi dalam SPMB tidak boleh terjadi lagi di masa SPMB mendatang. Berbenahnya sistem pendidikan sesungguhnya untuk kemajuan pendidikan. Gerbang kesuksesan anak tidak selalu sejalan dengan prinsip ketidakjujuran dari pihak orang tua. 

Kesuksesan di dalam pendidikan tidak bisa simsalabim. 

Bagaimana sebaiknya? Patuhi aturan SPMB dan tidak boleh lagi ada maladministrasi yang dilakukan oleh orang tua. Dan sanksi bagi orang tua sangat penting. Sebab orang tua pelan-pelan menjerumuskan anak ke dalam karakter koruptif sejak dini, bahkan sejak di dalam rumah sendiri. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muh Husen Arifin
Dosen Aktif di Prodi PGSD UPI Kampus Cibiru

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:03

Jejak Tersembunyi di Balik Gereja Sidang Kristus Sukabumi

Gereja Sidang Kristus merupakan salah satu bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Sukabumi.

Tampak depan Gereja Sidang Kristus Kota Sukabumi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Kepadalisna)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 18:44

Inspirasi Pajajaran sebagai Warisan yang Menunggu Diingat Kembali

Kerajaan Pajajaran banyak meninggalkan sejarah di masa Nusantara, tapi sayangnya ingatan kolektif tentang inspirasi Pajajaran bagi masa kini mulai terlupakan.

Kirab budaya di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa 19 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 17:05

Menikmati Matahari Terbit di Lawang Angin

Lawang Angin Garut menawarkan panorama matahari terbit, Gunung Cikuray, kabut pegunungan, dan potensi wisata yang belum tergarap.

Sunset di Lawang Angin, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 16:33

Mandala Koran Legendaris yang Mewarnai Sejarah Pers Jawa Barat

Pada masanya, Harian Mandala merupakan salah satu surat kabar paling berpengaruh di Jawa Barat.

Sampul depan Harian Umum MANDALA edisi 13 Juli 1976, terbitan 50 tahun silam yang menjadi salah satu saksi perjalanan pers di Jawa Barat. (Sumber: Foto dan koleksi koran lawas milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 15:12

Teruslah Membaca meskipun Dianggap Tidak Berguna

Membaca saja tidak cukup, kita harus memahami isi, konteks, dan pesan yang ingin disampaikan dalam buku atau tulisan tersebut.

Seseorang sedang membaca buku. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 14:43

Di Balik MPLS Masih Adakah Pendidikan untuk Semua?

MPLS sudah dilaksanakan namun yang menjadi sorotan adalah masih ada sekolah yang menerima murid kurang dari kebutuhan

Anggota Komunitas Badut Necis (Badut Nyentrik Bandung Cimahi Sauyunan) MPLS di SD Negeri Cibeber. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 12:56

Bagaimana Teknologi Pengenal Plat Nomor Mengubah Wajah Transportasi Modern?

Teknologi License Plate Recognition (LPR) memungkinkan kamera dan AI mengenali plat nomor kendaraan secara otomatis untuk mendukung transportasi yang lebih aman, efisien, dan cerdas.

LPR (License Plate Recognition) atau disebut juga dengan ANPR (Automatic Number Plate Recognition) adalah salah satu aplikasi cctv untuk mengenali plat nomor kendaraan. (Sumber: ilmiteknik.co.id)
Wisata & Kuliner 16 Jul 2026, 11:48

Panduan Berkunjung ke Pulau Komodo: Cara ke Labuan Bajo, Pink Beach, dan Pulau Padar

Panduan lengkap Taman Nasional Komodo mulai dari harga tiket, aplikasi SiOra, Pulau Padar, Pink Beach, Manta Point, hingga pilihan tour terbaik.

Pulau Komodo. (Sumber: Flickr)