Topeng Banjet : Warisan Budaya yang Mulai Tergerus Waktu

2 menit baca
Fadiyah Ahmad
Ditulis oleh Fadiyah Ahmad diterbitkan Rabu 17 Jun 2026, 15:47 WIB
Topeng Banjet merupakan kesenian tradisional khas Karawang, Jawa Barat. (Sumber: Wonderful Indonesia)

Topeng Banjet merupakan kesenian tradisional khas Karawang, Jawa Barat. (Sumber: Wonderful Indonesia)

Banyak sekali kesenian yang menghilang karena tergerus oleh waktu dan modernisasi banyak sekali kesenian yang dilupakan oleh generasi saat ini. Dahulu banyak sekali kesenian tradisional yang memiliki popularitas yang tinggi di masyarakat berbagai usia, baik dari anak muda hingga orang tua. Namun, setelah datangnya digitalisasi, seiring waktu kesenian tradisional ini tergerus dan menghilang, dari penonton yang berasal dari berbagai kalangan sekarang hanya orang - orang tua saja yang menonton.

Salah satu kesenian yang dilupakan adalah Kesenian tari Topeng Banjet yang berasal dari pesisir pantai utara, lebih tepatnya berasal dari daerah Karawang. Banyak anak muda Karawang bahkan tidak mengetahui mengenai kesenian ini. Selain, Tarian terkenal Karawang yaitu Goyang Karawang namun, kesenian tari Topeng Banjet berbeda dengan tarian tersebut.

Topeng Banjet merupakan kesenian tradisional yang menyajikan seni tari dan teater dengan menggunakan seni komedi di dalamnya. Topeng Banjet merupakan kesenian masyarakat yang diawali dengan lawakan dan diteruskan oleh seni teater tradisional. Kesenian ini terkenal di daerah Karawang, Jawa Barat. Penamaan topeng Banjet sendiri di namai berbeda dengan daerah pesisir pantai utara seperti daerah Indramayu, Cirebon dan pada daerah Jawa.

Topeng Banjet memiliki ciri khas menggunakan bahasa sunda yang kasar dan alat musik pengiring yang berbeda dengan daerah lain. Yang memiliki khas pada Kendang, Gong Kecil (Goong Buyung) dan Kecrek. Topeng Banjet memiliki ciri khas lain berupa suara seperti katak yang sedang bersahutan. Tari Topeng Banjet lahir dari tradisi “ronggeng” pada sekitar tahun 1900-an. Kata Banjet sendiri digunakan untuk membedakan dengan tari topeng yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada abad 20-an pertengahan ini menyebar ke daerah Subang dan mengakar kuat di daerah masing-masing dengan keunikannya. Pada masa lalu tari topeng Banjet digunakan untuk upacara - upacara tradisional seperti pada saat panen berlangsung atau kegiatan upacara adat tradisional lainnya.

Sepanjang perkembangan topeng banjet telah mengalami banyak perubahan, pada awalnya topeng banjet menggunakan topeng dan menggunakan pakaian bebas dari penari hingga pelawak, penarinya hanya menggunakan ‘kaos oblong’ saja, pelawaknya saja terkadang tidak menggunakan baju dan hanya menggunakan kain tenun (Sarung), bahkan si Jantuk hanya menggunakan peci dan bedok tiruan saja. Namun sekarang tari topeng banjet menggunakan seragam kostum.

Cuplikan tersebut berasal dari video youtube "
Kami Mengonservasi Sastra Lisan Topeng Banjet di Karawang" (Sumber: Youtube)
Cuplikan tersebut berasal dari video youtube " Kami Mengonservasi Sastra Lisan Topeng Banjet di Karawang" (Sumber: Youtube)

Dilansir dari Kompas.com dahulu topeng banjet sangat terkenal didaerah bahkan pernah menjadi panggung primadona, dan sangat dipuji puji oleh semua kalangan di daerah Karawang, dari kalangan anak muda hingga orang tua, bahkan penonton bisa sampai ratusan orang. Namun karena tergerus waktu topeng banjet kini tidak seterkenal dulu bahkan pernah sampai menggunakan gerobak dan berkeliling kampung, hal ini dilakukan untuk menarik para warga untuk menonton karena dianggap tidak menarik dan kuno oleh anak muda zaman sekarang.

Masih ada beberapa komunitas legendaris yang mempertahankan topeng banjet untuk dilestarikan seperti grup Topeng Ali (Daya Asmara), Pendul, dan Baskom. Dengan adanya komunitas topeng banjet yang legendaris masih bertahan, diharapkan bisa menarik para kaum muda generasi sekarang untuk tertarik dan melestarikan kesenian yang legendaris tersebut dan diharapkan agar kesenian tersebut tidak menghilang dan tergerus oleh waktu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fadiyah Ahmad
Tentang Fadiyah Ahmad
Mahasiswa

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Jun 2026, 20:29

Di Balik Publikasi Digital Program Operasi Katarak Gratis

Analisis publikasi digital program operasi katarak gratis Summarecon Agung dalam melihat konsistensi pesan, strategi komunikasi, dan pengelolaan citra perusahaan melalui berbagai media

Penulis sedang menganalisis teknik penulisan Summarecon Agung Tbk dari tiga platform.
Wisata & Kuliner 17 Jun 2026, 20:09

Tamasya ke Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih, Oase Hijau di Tengah Kota Surabaya

Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih Surabaya merupakan bekas TPA yang disulap menjadi ruang terbuka hijau dengan taman tematik dan fasilitas rekreasi.

Taman Harmoni & Hutan Bambu Keputih jadi tempat wisata favorit di Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Linimasa 17 Jun 2026, 19:12

Hikayat Taman Alun-alun Regol, Dari Bantaran Sungai Tempat Pembuangan Sampah Menjadi Tumpuan UMKM Hingga Tak Terawat

Kisah Alun-alun Regol Bandung yang berubah dari bantaran sungai penuh sampah menjadi ruang publik lalu mulai meredup.

Alun-alun Regol, Kota Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 19:09

Toponimi Lembang (Bagian 2)

Dengan mempelajari ilmu Toponimi kita jadi lebih tahu akar sejarah sebuah kawasan, termasuk sejarah Lembang.

Kartu pos yang memperlihatkan suasana Lembang tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 18:01

Mampukah Mahasiswa Menjaga Konsentrasi Belajar dari Distraksi Media Sosial?

Media sosial bisa jadi teman belajar atau justru pengganggu konsentrasi. Tulisan ini membahas cara mahasiswa tetap fokus dan produktif tanpa harus meninggalkan dunia digital.

Ilustrasi gangguan media sosial. (Sumber: ChatGPT)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 17:30

Rupiah Melemah, BBM Naik: Ibulah yang Paling Dulu Merasakan Dampaknya

Rupiah melemah, BBM naik, dan biaya hidup kian mencekik. Ibulah yang paling dulu merasakan dampaknya. Lalu, apa akar persoalan sebenarnya?

Ilustrasi pasar kaget. (Sumber: Pexels | Foto: AHMAD GHANI)
Wisata & Kuliner 17 Jun 2026, 17:05

Itinerary 1–2 Hari Surabaya: Telusur Sejarah, Kuliner Legendaris, dan Wajah Baru Kota Pahlawan

Rekomendasi itinerary Surabaya untuk 1–2 hari, mulai Tugu Pahlawan, Ampel, hingga kuliner legendaris.

Balai Kota Surabaya. (Sumber: Pemkot Surabaya)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 16:58

Seni sebagai Perlawanan: Dari Raden Saleh ke Era Digital

Peran seni sebagai perlawanan, baik pada masa Raden Saleh maupun era digital saat ini.

Ilustrasi lukisan karya Raden Saleh dan seni modern. (Sumber: istimewa)
Bandung 17 Jun 2026, 16:44

Menghidupkan Ekosistem F&B Lewat Industry Night 2026, Saat Komunitas dan Kolaborasi Menjadi Kunci Bertahan

Dinamika industri F&B kini tidak lagi sekadar bicara soal persaingan menu viral atau estetika visual semata, melainkan bergeser ke arah kekuatan kolektif yang digerakkan oleh komunitas.

Di Industry Night, batas-batas kompetisi dilebur menjadi energi positif yang mendorong lahirnya koneksi, inspirasi baru, serta pertumbuhan usaha yang berkelanjutan secara bersama-sama. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 16:33

Hubungan Dagang Banten dan Lampung dalam Perniagaan Lada Abad ke-17

Menengok kembali sejarah perdagangan lada abad ke-17 di Banten dan Lampung.

Ilustrasi gambar lada. (Sumber: disbun.kaltimprov.go.id)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 15:47

Topeng Banjet : Warisan Budaya yang Mulai Tergerus Waktu

Kesenian Topeng Banjet yang ada sejak awal abad ke-20 merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Karawang.

Topeng Banjet merupakan kesenian tradisional khas Karawang, Jawa Barat. (Sumber: Wonderful Indonesia)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 15:27

Geliat Industri vs Infrastruktur Sukabumi Utara: Jalan Pakuwon Mendesak untuk Dibenahi

Kami memahami bahwa perbaikan total membutuhkan waktu, namun kami tidak bisa terus hidup dalam ketidakpastian dan ancaman bahaya.

Ilustrasi peta Kabupaten Sukabumi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 13:48

Membangun Stigma Positif Kesadaran Kolektif dalam Pajak

Narasi tentang pajak, sering kali menjadi stigma negatif dalam kehidupan sosial. Apa karena masyarakat masih berpikir stereotip, atau tata kelola pajak yang dianggap kurang adil.

Ilustrasi mengurus pajak. (Sumber: Pexels/Mikhail Nilov)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 13:27

Sebelum Selebgram Ada Japanisasi: Propaganda Kecantikan dari 1943

Ketika iklan makeup dijadikan daya tarik propaganda pada masa Pendudukan Jepang 1942-1945.

Iklan Bedak Virgin dalam majalah Djawa Baroe edisi 15 Juli 1945 (Sumber: Website : universiteitleiden.nl)
Beranda 17 Jun 2026, 08:59

Cerita Pekerja Informal yang Ngalong di Tengah Cuaca Dingin Kota Bandung yang Kian Menggigit

Cerita para pekerja informal di Bandung yang terpaksa "ngalong" demi mencari nafkah di tengah cuaca Kota Bandung yang kian menggigit.

Di tengah udara dingin yang menggigit, Raja tetap setia berjualan cilok kuah hingga menjelang subuh di kawasan Dago Cikapayang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 08:01

Maradona, Malvinas, Juni dan Bandung

Sebuah memori siaran pertandingan Piala Dunia 1986 yang memunculkan legenda sepak bola dunia Maradona serta serunya masyarakat Bandung menonton saat itu

Ilustrasi Maradona. (Sumber: Flickr | Foto: Diego3336)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 07:12

Ambisi di Balik Coretax

Sistem Coretax dirilis untuk menyatukan 19 proses bisnis pajak lama.

Ilustrasi web coretax DJP. (Sumber: Pexels | Foto: Cottonbro Studio)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 06:34

Nama Geografis yang Bersumber dari Alat dan Cara Memasak

Toponimi telah mengabadikan kata yang produktif digunakan di suatu daerah, pada saat nama geografis itu diberikan.

Gentong untuk menampung air bersih masih terus dibuat oleh para pembuat gerabah. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 17 Jun 2026, 06:05

Maraknya Juru Parkir Liar di Minimarket: Cermin Lemahnya Manajemen Parkir di Perkotaan

Maraknya juru parkir liar di minimarket bukan sekadar soal uang parkir, tetapi cerminan lemahnya manajemen parkir, kepastian hukum, dan pelayanan publik di perkotaan.

Ilustrasi Juru Parkir. (Sumber: Pemkot Bandung)
Ayo Biz 16 Jun 2026, 18:21

Kausalitas Daring yang Menggerakkan Dapur KebabFactory.id

Dinamika digitalisasi perbankan yang menjaga dapur UMKM tetap ngebul.

Pegawai sedang menyiapkan pesanan konsumen kedai KebabFactory.id di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)