Banyak sekali kesenian yang menghilang karena tergerus oleh waktu dan modernisasi banyak sekali kesenian yang dilupakan oleh generasi saat ini. Dahulu banyak sekali kesenian tradisional yang memiliki popularitas yang tinggi di masyarakat berbagai usia, baik dari anak muda hingga orang tua. Namun, setelah datangnya digitalisasi, seiring waktu kesenian tradisional ini tergerus dan menghilang, dari penonton yang berasal dari berbagai kalangan sekarang hanya orang - orang tua saja yang menonton.
Salah satu kesenian yang dilupakan adalah Kesenian tari Topeng Banjet yang berasal dari pesisir pantai utara, lebih tepatnya berasal dari daerah Karawang. Banyak anak muda Karawang bahkan tidak mengetahui mengenai kesenian ini. Selain, Tarian terkenal Karawang yaitu Goyang Karawang namun, kesenian tari Topeng Banjet berbeda dengan tarian tersebut.
Topeng Banjet merupakan kesenian tradisional yang menyajikan seni tari dan teater dengan menggunakan seni komedi di dalamnya. Topeng Banjet merupakan kesenian masyarakat yang diawali dengan lawakan dan diteruskan oleh seni teater tradisional. Kesenian ini terkenal di daerah Karawang, Jawa Barat. Penamaan topeng Banjet sendiri di namai berbeda dengan daerah pesisir pantai utara seperti daerah Indramayu, Cirebon dan pada daerah Jawa.
Topeng Banjet memiliki ciri khas menggunakan bahasa sunda yang kasar dan alat musik pengiring yang berbeda dengan daerah lain. Yang memiliki khas pada Kendang, Gong Kecil (Goong Buyung) dan Kecrek. Topeng Banjet memiliki ciri khas lain berupa suara seperti katak yang sedang bersahutan. Tari Topeng Banjet lahir dari tradisi “ronggeng” pada sekitar tahun 1900-an. Kata Banjet sendiri digunakan untuk membedakan dengan tari topeng yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada abad 20-an pertengahan ini menyebar ke daerah Subang dan mengakar kuat di daerah masing-masing dengan keunikannya. Pada masa lalu tari topeng Banjet digunakan untuk upacara - upacara tradisional seperti pada saat panen berlangsung atau kegiatan upacara adat tradisional lainnya.
Sepanjang perkembangan topeng banjet telah mengalami banyak perubahan, pada awalnya topeng banjet menggunakan topeng dan menggunakan pakaian bebas dari penari hingga pelawak, penarinya hanya menggunakan ‘kaos oblong’ saja, pelawaknya saja terkadang tidak menggunakan baju dan hanya menggunakan kain tenun (Sarung), bahkan si Jantuk hanya menggunakan peci dan bedok tiruan saja. Namun sekarang tari topeng banjet menggunakan seragam kostum.

Dilansir dari Kompas.com dahulu topeng banjet sangat terkenal didaerah bahkan pernah menjadi panggung primadona, dan sangat dipuji puji oleh semua kalangan di daerah Karawang, dari kalangan anak muda hingga orang tua, bahkan penonton bisa sampai ratusan orang. Namun karena tergerus waktu topeng banjet kini tidak seterkenal dulu bahkan pernah sampai menggunakan gerobak dan berkeliling kampung, hal ini dilakukan untuk menarik para warga untuk menonton karena dianggap tidak menarik dan kuno oleh anak muda zaman sekarang.
Masih ada beberapa komunitas legendaris yang mempertahankan topeng banjet untuk dilestarikan seperti grup Topeng Ali (Daya Asmara), Pendul, dan Baskom. Dengan adanya komunitas topeng banjet yang legendaris masih bertahan, diharapkan bisa menarik para kaum muda generasi sekarang untuk tertarik dan melestarikan kesenian yang legendaris tersebut dan diharapkan agar kesenian tersebut tidak menghilang dan tergerus oleh waktu. (*)
