Sebelum Selebgram Ada Japanisasi: Propaganda Kecantikan dari 1943

4 menit baca
Rury Nur Asyifaa
Ditulis oleh Rury Nur Asyifaa diterbitkan
Iklan Bedak Virgin dalam majalah Djawa Baroe edisi 15 Juli 1945 (Sumber: Website : universiteitleiden.nl)
Iklan Bedak Virgin dalam majalah Djawa Baroe edisi 15 Juli 1945 (Sumber: Website : universiteitleiden.nl)

Kehidupan wanita Indonesia selalu dikaitkan dengan tren kecantikan modern. Saat ini, menjadi content creator beauty sudah menjadi tren. Tiktok dan Instagram telah berkembang menjadi platform media sosial yang digunakan oleh perempuan untuk menjadi selebgram atau influencer kecantikan yang mempromosikan makeup.

Tetapi, bayangkan jika majalah tahun 1943 sudah berisikan iklan Makeup?

Melalui berbagai produk kosmetik yang dipasarkan kepada masyarakat selama masa pendudukan Jepang (1942–1945), terlihat bahwa perhatian terhadap penampilan telah meningkat.

Iklan produk kecantikan pertama kali muncul di media cetak pada saat itu, yang menunjukkan fenomena ini.

Iklan Bedak Virgin dan Bedak Spesial yang dimuat dalam majalah Djawa Baroe edisi 15 Agustus 1943 dan 15 Juli 1945 adalah contohnya.

Dari Zaman doeloe sampe sekarangpoen, ketjantikan dan kesehatan memang perloe, karna tjantik dan sehat itoe, modal jang paling besar

Pernyataan didalam iklan itu menunjukkan bahwa bahkan sejak masa pendudukan Jepang wacana tentang kecantikan sudah diproduksi dan dipromosikan.

Majalah Sebagai Media Propaganda Jepang

Djawa Baroe adalah majalah bergambar yang diterbitkan selama pendudukan Jepang di Jawa sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat yang sarat dengan muatan propaganda.

Mulai terbit pertama kali pada 1 Januari 1943 oleh Jawa Shinbunkai. Penyebarannya menjangkau enam kota besar termasuk Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang.

Semua konten yang diterbitkan, termasuk berita, artikel, foto, cerpen, dan bahkan iklan, termasuk dalam agenda besar Jepang.

Apa saja agenda itu? Menurut Kurasawa (2015), Ada dua hal yang menjadi prioritas kebijakan propaganda Jepang di Indonesia yaitu menghapus pengaruh-pengaruh Barat di kalangan masyarakat, dan memobilisasi rakyat demi kemenangan Jepang.

Nah, di sinilah iklan kecantikan masuk dengan peran yang jauh lebih terencana dari yang kita bayangkan.

Propaganda perang tidak selalu disampaikan melalui poster militer atau pidato heroik. Iklan kosmetik justru hadir dalam bentuk yang lebih soft.

Iklan Kosmestik Alat Japanisasi

Di masa pendudukan Jepang (Maret 1942–Agustus 1945), banyak produk kecantikan beredar di masyarakat meskipun di tengah bayang-bayang kehidupan yang sulit. Ini hal yang unik, Jepang memahami bahwa untuk menjaga stabilitas sosial, kehidupan “normal” harus tetap berjalan.

Salah satu strateginya, Jepang membiarkan perempuan tetap merasa bisa merawat penampilan mereka.

Dengan mempertahankan kebiasaan sehari-hari seperti membeli bedak atau produk perawatan, Jepang seolah memberi pesan bahwa ‘hidup di bawah pendudukan kami tidak seburuk itu’.

Masyarakat yang sibuk memikirkan kecantikan adalah masyarakat yang lebih mudah dikendalikan.

Untuk alasan apa target iklan ini adalah perempuan? Jawabannya berkaitan dengan posisi perempuan di struktur sosial di Jepang selama pendudukan.

Pada masa penjajahan Jepang tahun 1943–1945, Jepang berusaha keras menampilkan perempuan Jepang agar menjadi standar kecantikan di Indonesia.

Perempuan Jepang ini sering muncul di film Nippon atau majalah Poetri Nippon. Sekitar tahun 1943, majalah Djawa Baroe juga kerap menampilkan figur perempuan Jepang.

Artinya, ada proyek besar di balik semua ini yaitu Japanisasi.

Agenda propaganda Jepang yang direpresentasikan melalui majalah Djawa Baroe secara umum memiliki unsur yang sama, yaitu Japanisasi, yang merupakan persiapan dari agenda yang lebih besar yaitu Persemakmuran Lingkup Asia Timur Raya.

Iklan kecantikan pun masuk ke dalam tujuan propaganda.

Standarisasi Kecantikan yang berhasil dibangun

Dengan memperkenalkan standar kecantikan ala Jepang seperti kulit terawat dan penampilan rapi, Jepang perlahan membentuk imajinasi perempuan pribumi tentang seperti apa sih “perempuan yang ideal” itu.

Menariknya, narasi “cantik itu perlu, cantik itu modal” yang dipakai dalam iklan bedak tahun 1943 itu justru populer lagi di masa ini.

Scroll feed media sosialmu sekarang, dan kamu akan menemukan ratusan iklan skincare berisikan pesan yang serupa, seperti ‘kulit sehat = kepercayaan diri = kesuksesan’.

Cara penyampaiannya saja yang jauh lebih modern. Karena kini ada filter, endorse selebgram, hingga produk yang mengklaim berbasis “dermatologically tested”.

Tapi inti pesannya? Tidak jauh berbeda dari kalimat yang tercetak di iklan bedak pada halaman Djawa Baroe tahun 1943.

Yang berbeda adalah konteksnya.

Dulu, iklan itu muncul di majalah propaganda, didesain untuk tujuan yang lain selain iklan produk kosmetik.

Kini, iklan serupa bertebaran di platform yang kita bisa akses secara bebas.

Tetapi, pertanyaan tentang siapa yang diuntungkan dari narasi kecantikan ini tetap layak untuk kita pertanyakan.

Faktanya, Sejarah tidak selalu hadir dalam bentuk perang dan peristiwa yang kasat mata.

Kadang, bisa tersembunyi di balik iklan bedak di halaman majalah jadul, tidak terjangkau generasi saat ini, dan menunggu kita untuk lebih jeli mengeksplornya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)