Nama Geografis yang Bersumber dari Alat dan Cara Memasak

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Gentong untuk menampung air bersih masih terus dibuat oleh para pembuat gerabah. (Sumber: Istimewa)
Gentong untuk menampung air bersih masih terus dibuat oleh para pembuat gerabah. (Sumber: Istimewa)

Alat memasak berkembang bersamaan dengan keragaman sumber makanan dan cara memasaknya. Diawali dengan memakan secara langsung apa yang tersedia di alam, seperti buah-buahan, umbi-umbian, dan daging binatang. Namun, ketika api mulai mulai digunakan, telah mengubah cara memasak sumber makanan, alat memasak, dan cara memakannya. Api yang penas, dapat mematangkan daging, umbi-umbian, dengan cara dipanggang, diasap, dipepes di dalam abu panas, atau memasak di dalam ruas bambu, yang disebut dileumeung, hasilnya leumeung. Tempat membuat leumeung, abadi dalam toponim Legokleumeung, di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. 

Ketika alat memasak dari tanah liat yang dibakar ditemukan, maka cara memasak bertambah, yaitu dengan cara dikukus dan direbus. Namun, cara memasak itu tidak serta-merta menghilangkan kebiasaan lamanya, yaitu memasak dengan cara dipanggang atau dipepes. 

Setidaknya, ketika masyarakat mulai menetap, yaitu sejak zaman Neolitikum, sekitar 2.000 tahun sampai 1.500 tahun Sebelum Masehi (SM), memasak dengan menggunakan alat itu mulai berkembang. Mereka mengolah tanah menjadi peralatan memasak yang dibutuhkan, lalu dibakar agar lebih awet dan dapat menampung air. 

Dibuatlah berbagai bentuk perlengkapan hidup yang dapat mendukung dan memudahkan dalam kehidupannya, seperti pada saat memasak. Dibuatlah periuk belanga, kuali, tempayan, genting, pendil, genuk, sehingga dapat memasak dengan cara direbus.

Nama alat-alat masak dari tanah liat yang dibakar itu berkembang sesuai dengan bahasa yang dipakai oleh masyarakatnya. Misalnya, ketika masyarakat menyebut jadi untuk alat masak yang popular kemudian bernama pariuk, maka kawasan yang ronabuminya cekung menyerupai periuk, dinamailah kawasan itu Sukajadi di Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Kawasan yang cekung seperti penampang periuk, yang sangat indah-permai menyenangkan. Desa Sukajadi di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Sukajadi di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. 

Ketika nama alat masak jadi namanya tidak populer lagi, kemudian berganti nama menjadi pariuk, tapi jejak nama geografis itu abadi. Alat memasak dari tanah liat yang dibakar dengan nama jadi atau pariuk itu ukurannya beragam, sesuai dengan kebutuhan pemakainya. Periuk berukuran kecil, diameternya antara 16 cm – 22 cm, yang berukuran sedang antara 24 cm – 30 cm, dan yang besar, sama atau lebih besar dari 30 cm. 

Ketika nama alat masak pariuk popular di masyarakat, maka nama kawasan yang ronabuminya cekung menyerupai periuk, dinamailah kawasan itu Kampung Pariuk, seperti yang ada di Sukamekarsari, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung ada Kampung Cipariuk yang masuk ke Desa Sukajaya. Di Desa Caringin, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, ada Kampung Cipariuk. Di Kabupaten Bandung terdapat toponim Kampung Mariuk di Desa Girimukti, Kecamatan Saguling, dan di Desa Bojongsalam, Kecamatan Rancaekek. Sesuai Bahasa daerahnya, di Jakarta Utara ada toponim Tanjungpriok. 

Alat memasak yang dasarnya cekung, namun ada juga yang rata, namanya kawali, kuali, atau wajan. Ukuran kuali kecil antara 16 cm – 18 cm, yang sedang antara 24 cm – 28 cm, dan yang besar antara 30 cm – 33 cm. Kuali banyak digunakan untuk menumis, mengukus, dan merebus. Kawasan dengan ronabumi seperti kawali, cekung, dinamailah Kawali, seperti yang ada di Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, dan Cikawali di Kecamatan Subang, Kabupaten Subang.

Wadah yang menyerupai periuk berpenutup, namanya kendil. Ukuran kendil kecil antara 10 cm – 15 cm, kendil sedang antara 16 cm – 20 cm, dan kendil besar antara 2 liter – 10 liter. Gunanya seperti periuk. Tapi, kendil berukuran kecil banyak digunakan menjadi wadah ari-ari atau plasenta yang akan dikubur. Bagaimana masyarakat menghormati jasa ari-ari dalam kehidupan bayi pada saat di dalam kandungan ibu. Ari-ari itu sebagai penghubung antara ibu dengan bayi, seperti menjadi penyalur nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi, dan menjadi saluran pembuang kotoran sisa metabolisme dari bayi ke sistem peredaran darah ibu untuk dibuang. Ari-ari memberikan perlindungan terhadap janin dari berbagai infeksi bakteri. Penghormatan pada ari-ari, ada yang menyamakan sebagai saudara kembar bayi.

Bentangalam yang menyerupai bentuk kendil, dinamailah kawasan itu Gunung Kendil di Kecamatan Bringin, Semarang, Jawa Tengah, dan Gunung Sikendil di Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Wadah yang bentuknya menyerupai priuk, tapi ukurannya sangat besar, namanya gentong. Ukurannya, gentong kecil dapat menampung air sebanyak 120 liter, ukuran sedang sebanyak 150 liter, dan yang berukuran besar, sama atau lebih dari 250 liter. Gunanya untuk menyimpan air, arak, cuka, tempat peragian, dan tempat menyimpan bahan makanan, dan tempat menyimpan makanan. 

Kawasan berronabumi cekung dengan ukuran yang besar menyerupai penampang gentong, dinamailah kawasan itu Gentong, seperti Tanjakan Gentong di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. 

Gentong, tempayan, di beberapa daerah seperti di Pulau Sumatra, Pulau Jawa, dan di Gilimanuk, Pulau Bali masa lalu, ada yang digunakan sebagai tempayan kubur. Tradisi kubur dalam tempayan, seperti janin dalam rahim ibu, yang mengantarkan arwah ke kehidupan baru. 

Ada juga wadah yang fungsinya sama dengan gentong, tapi bentuknya sedikit berbeda, namanya genuk. Bedanya dengan gentong, genuk itu tingginya sekitar 60 cm, dan bagian tengahnya berbentuk cembung yang melebar, antara 50 cm sampai 60 cm. Kegunaan genuk sama seperti gentong. Kawasan dengan rona bumi seperti penampang genuk, dinamai Genuk, seperti yang terdapat di Kota Semarang, Jawa Tengah, Genukkemiri di Pati, Genukwatu di Jombang, dan Genungharjo di Wonogiri. 

Toponim telah mengabadikan kata yang produktif digunakan di suatu daerah, pada saat nama geografis itu diberikan. Di Kota Bandung ada toponim Kelurahan Panjunan di Kecamatan Astanaanyar. Di Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon ada toponim Kampung Panjunan. Panjunan, pa-anjun-an, berarti tempat membuat, menjual, tukang, pengrajin gerabah dari tanah liat, seperti periuk belanga.    

Ketika logam mulai digunakan, bunyi palu menempa logam menimbulkan bunyi dangdang… dinamailah wadah itu dangdang, dandang. Di Baduy, Banten, ada toponim yang cekung seperti dandang, yaitu Dano Dangdang. Tempat pembuatan dandang dinamai Paledang. 

Walau peralatan sudah serba maju, namun tradisi makan dan alat memasak yang dibuat dari tanah, masih gunakan sampai saat ini. Ada masakan dengan proses dibakar, dikukus, dibungkus daun pisang kemudian dimasukan ke dalam abu panas, dan ada juga yang dimasak di dalam ruas bambu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)