Cerita Pekerja Informal yang Ngalong di Tengah Cuaca Dingin Kota Bandung yang Kian Menggigit

4 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Di tengah udara dingin yang menggigit, Raja tetap setia berjualan cilok kuah hingga menjelang subuh di kawasan Dago Cikapayang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Di tengah udara dingin yang menggigit, Raja tetap setia berjualan cilok kuah hingga menjelang subuh di kawasan Dago Cikapayang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Saat sebagian besar warga Kota Bandung berlindung di balik selimut tebal ketika suhu udara turun menjelang subuh, ada kelompok pekerja yang justru harus tetap berjibaku di jalanan.

Berdasarkan data BMKG, suhu udara Kota Bandung pada tengah malam hingga menjelang fajar dalam beberapa waktu terakhir dapat menyentuh angka 18 derajat Celsius, cukup untuk membuat tubuh muringkak bagi mereka yang beraktivitas di ruang terbuka.

Namun bagi pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, hingga pekerja sektor informal lainnya, dinginnya malam bukan alasan untuk berhenti. Di saat mayoritas warga memilih bertahan di dalam rumah, jalanan Kota Kembang justru menjadi panggung perjuangan mereka mencari nafkah, berkarib dengan angin malam yang menusuk tulang demi membawa pulang penghasilan.

Di bawah flyover Pasupati yang membelah kawasan Dago Cikapayang, Raja Saut Martua Sinaga berdiri di balik roda dagangannya. Sejak pukul 19.00 hingga menjelang subuh, Raja menggantungkan hidupnya dari bulatan-bulatan cilok kuah hangat.

Bagi Raja, cuaca dingin ekstrem dalam sepekan terakhir menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, hawa dingin membuat mobilitas warga Bandung di ruang terbuka selepas tengah malam berkurang drastis. Jalanan lebih cepat sepi. Namun di sisi lain, dingin justru membawa berkah tersendiri bagi dagangan kulinernya.

"Lumayan berpengaruh. Orang yang berkegiatan di luar memang berkurang karena dingin. Tapi karena saya jualan cilok kuah yang hangat, pembeli yang datang malah bertambah karena nyari yang hangat-hangat," ujar Raja saat ditemui di lapaknya, Rabu 16 Juni 2026.

Menghadapi angin malam Dago yang terkenal kencang, Raja mengaku beruntung karena posisinya selalu berada dekat kompor dagangan. Panas api dari panci cilok menjadi tameng alami yang mengusir hawa dingin. Meski begitu, ia menyadari risiko bekerja di luar ruangan pada tengah malam bukan hanya soal kesehatan, melainkan juga keamanan.

Meski suhu malam Bandung semakin dingin, Raja tetap setia melayani pembeli cilok kuah hangat di bawah flyover Pasupati hingga menjelang subuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Meski suhu malam Bandung semakin dingin, Raja tetap setia melayani pembeli cilok kuah hangat di bawah flyover Pasupati hingga menjelang subuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

"Tantangan terbesar selain cuaca ya risiko kriminalitas. Kalau malam posisinya agak lebih bahaya, jadi harus lebih waspada saja," pungkas Raja yang berharap usahanya tetap bisa bertahan di tengah perubahan atmosfer kota.

Kontras dengan Raja yang terbantu oleh hangatnya kompor, nasib kurang beruntung harus ditelan Galih (38), seorang pengemudi ojek online yang malam itu merapatkan jaketnya di sudut trotoar Jalan Ahmad Yani, kawasan pertokoan Kosambi, Bandung.

Pria yang sudah lima tahun mengaspal sejak pandemi Covid-19 ini merupakan potret nyata kelas pekerja yang terlempar ke jalanan. Dulu, Galih bekerja di sebuah showroom mobil. Namun hantaman pandemi dan ketatnya regulasi batas usia kerja formal membuatnya kehilangan banyak pilihan selain menyerahkan nasib pada ketidakpastian algoritma aplikasi ojek online.

Bagi para pengemudi ojol yang beroperasi hingga pukul 01.00 dini hari, momen bediding dalam sepekan terakhir terasa seperti siksaan fisik. Pukul 02.00 hingga 04.00 dini hari menjadi waktu ketika dingin terasa paling menusuk, membuat jari-jari tangan kaku dan hidung perih akibat embusan angin yang menembus sela-sela helm.

Bagi Galih, musuh terbesar malam hari bukanlah saat motor melaju membelah jalanan, melainkan ketika ia harus diam menunggu pesanan masuk.

"Nu paling berat mah pas ngantosan orderan, Kang. Kalau motor jalan badan ada gerak jadi agak hangat. Tapi pas nunggu lama, bisa terlantar di trotoar satu sampai dua jam aplikasi," keluh Galih.

Di sudut trotoar Jalan Ahmad Yani, Galih menanti pesanan masuk sambil melawan dingin yang semakin menggigit menjelang subuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Di sudut trotoar Jalan Ahmad Yani, Galih menanti pesanan masuk sambil melawan dingin yang semakin menggigit menjelang subuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Hancurnya sistem pendapatan akibat perang tarif antar-aplikator seperti Gojek, Grab, Maxim, dan InDrive memaksa Galih tetap berada di jalanan malam hari demi menghidupi anak-anaknya yang masih kecil. Untuk bertahan dari gigitan hawa dingin, Galih harus mengeluarkan modal tambahan yang memangkas pendapatan hariannya.

Dulu, memperoleh Rp100.000 bersih dari pagi hingga siang bukan perkara sulit. Kini, bekerja dari pagi hingga tengah malam pun belum tentu menghasilkan jumlah yang sama. Bahkan, menembus 10 pesanan dalam sehari pun kerap sulit tercapai. Satu-satunya momen yang menghadirkan harapan justru datang melalui anomali cuaca lain: hujan.

"Rame-ramena lagi hujan weh. Kalau hujan dijamin rame karena kebanyakan driver yang lain off. Hajar ku Akang mah," ceritanya.

Namun tubuhnya harus membayar mahal untuk itu. Galih mengaku kini menjadi langganan penyakit malam seperti masuk angin, batuk, hingga nyeri sendi. Untuk bertahan, ia menempelkan koyo cabai di punggung sebelum berangkat, memakai jaket dobel, dan mengenakan buff berbahan tebal. Imbasnya, pengeluaran harian membengkak Rp15.000 hingga Rp20.000 per malam hanya untuk membeli secangkir kopi hitam atau STMJ guna meredam gigil.

Sama seperti Raja, ketakutan Galih di tengah dinginnya Bandung juga diperparah maraknya fenomena kriminalitas malam berupa "begal aplikasi"—modus kejahatan ketika pelaku memancing pengemudi menggunakan akun palsu menuju lokasi sepi sebelum melakukan aksi kriminal.

"Motifna eta sengaja mesen via aplikasi, terus tujuanna diarahkan ke daerah sepi maranehna. Begitu sampai langsung dieksekusi. Rekan-rekan saya sudah banyak yang jadi korban," tutur Galih getir.

Dinginnya cuaca dalam sepekan terakhir seolah merefleksikan dinginnya perlindungan yang dirasakan para pekerja sektor informal. Baik Raja maupun Galih, keduanya berjuang secara mandiri tanpa jaminan kesehatan dari perusahaan maupun kepastian keamanan saat mencari nafkah di jalanan Kota Bandung.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:25

Satu Peluncuran, Tiga Cara Bercerita: Menganalisis Penyampaian Pesan Produsen Ponsel Pintar Ternama

Memahami bagaimana cara jenama besar menyebarkan informasi tentang produk terbaru.

Ilustrasi ponsel pintar. (Sumber: Pexels | Foto: Efrem Efre)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 15:18

Revolusi Perancis dan Bandung Nol Kilometer

Revolusi Prancis berawal dari penjara Bastille tahun 1789 telah membuat perubahan besar hak asasi manusia juga mempengaruhi perkembangan Bandung.

Monumen titik nol kilometer Kota Bandung diresmikan Gubernur H. Danny Setiawan pada 18 Mei 2004 dan didedikasikan untuk masyarakat Priangan korban kerja paksa. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Anya Dellanita)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 14:50

Islam di Kerajaan Demak: Warisan Peradaban dan Hukum Islam

Kemunculan Demak tidak terlepas dari melemahnya Majapahit yang memberi kesempatan bagi para penguasa Islam di pesisir Jawa untuk membangun kekuasaan.

Masjid Agung Demak, yang terletak di Kauman, Demak, Jawa Tengah, dibangun pada abad ke-15 M oleh Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak, bersama para Wali Songo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Hastosuprayogo)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 13:56

Panduan Wisata ke Pantai Legon Pari Sawarna, Laguna Tersembunyi di Ujung Jalan Setapak

Panduan lengkap Pantai Legon Pari Sawarna, mulai dari harga tiket, rute menuju lokasi, aktivitas, camping, hingga rekomendasi penginapan terbaru.

Pantai Legon Pari Sawarna. (Sumber: wisatasawarna.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 13:42

Soedirman dalam Tulisan Tempo

Review buku Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir karya Tempo.

Buku "Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir" (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nahla Lisana, 2026)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 12:33

Persib dan Mimpi Menjadi Kekuatan Indonesia

Persib memiliki peluang menjadi salah satu lokomotif perubahan sepak bola di Tanah Air.

Pemain Persib Bandung melakukan selebarasi saar mengalahkan tamunya Selangor FC dengan skor 2-0. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 17 Jul 2026, 10:59

Soekarno-Hatta: Jalur Maut di Kota Bandung yang Terbelenggu Sekat Birokrasi

Selama birokrasi belum mampu di-bypass demi keselamatan, aspal Soekarno-Hatta akan tetap menjadi "jalur tengkorak" yang menanti nyawa lainnya.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 09:55

Hikayat Stasiun Kereta Api di Padang Panjang

dari awal berjalannya kereta api Padang Panjang sampai Berhentinya beroperasinya kereta api Padang Panjang

Stasiun Kereta Api Padang Panjang. (atourin.com)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 06:51

Reaktivasi SPP Sekolah Negeri di Jawa Barat

Pemerintah wajib menjaga stabilitas kehidupan masyarakat dalam pendidikan. Masyarakat tidak ingin ada beban biaya lagi dalam menuntut pendidikan

Sejumlah siswa SD pergi sekolah menaiki rakit bambu melintasi Waduk Saguling. (Sumber: Ayobandung | Foto: Restu Nugraha)
Ayo Netizen 16 Jul 2026, 19:41

Perkembangan Lukisan dari Zaman purba sampai Era Digital

Lukisan-lukisan yang kini kita kenal, menyimpan sejarahnya tersendiri tanpa kita sadari.

Lukisan digital printing. (Sumber: Taswadi. 2019. "Teknik Digital Printing Lukisan Warli Haryana." Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain UPI)