Maradona, Malvinas, Juni dan Bandung

6 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Ilustrasi Maradona. (Sumber: Flickr | Foto: Diego3336)
Ilustrasi Maradona. (Sumber: Flickr | Foto: Diego3336)

Bagi jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia, ajang Piala Dunia tahun 1986 menjadi panggung lahirnya salah satu legenda terbesar sepanjang masa, Diego Armando Maradona alias Maradona. Di Indonesia, khususnya di Kota Bandung, Piala Dunia 1986 juga meninggalkan kenangan tersendiri. Pada masa itu, masyarakat hanya mengandalkan TVRI sebagai satu-satunya stasiun televisi nasional yang menyiarkan pertandingan. Keterbatasan teknologi justru menciptakan kebersamaan dan antusiasme yang sulit ditemukan pada era modern saat ini.

Ketika itu Si Hebat dari Argentina Maradona datang ke Piala Dunia 1986 dengan beban segunung. Argentina sangat berharap kepadanya setelah penampilanya tidak memuaskan pada Piala Dunia sebelumnya tahun 1982. Maradona harus keluar lapangan pada menit ke-85 di pertandingan putaran kedua Piala Dunia 1982 itu saat menghadapi musuh bebuyutannya Brasil yang sudah unggul 3-1. Maradona menerima kartu merah akibat menendang paha pemain Brasil Joao Batista.

Lebih dari sekadar sepak bola, Argentina secara bangsa sedang tersayat. Negara tersebut baru saja keluar dari masa kediktatoran militer yang kelam dan masih merasakan kepedihan mendalam akibat kalah dalam Perang Malvinas atau Falkland melawan Inggris pada tahun 1982. Maradona datang ke Meksiko bukan hanya untuk bermain bola. Ia membawa beban sejarah, harga diri bangsa, dan dendam kolektif sebuah negara di pundaknya.Pertandingan perempat final melawan Inggris di Stadion Azteca bukan lagi sekadar laga sepak bola; itu adalah pertempuran geopolitik yang dipindahkan ke atas lapangan hijau. Dan dalam durasi empat menit di babak kedua, Diego Maradona menciptakan dua momen paling ikonik dalam sejarah olahraga sejagat.

Tampil lagi di Piala Dunia tahun 1986 dengan emosi yang stabil, Maradona mengggebrak semua keraguan penyuka sepak bola dengan permainan luar biasa, licin dan cepat seperti singa laut di Malvinas yang membuat dunia berdecak kagum. Sebagai kapten tim, Maradona tidak hanya menjadi pengatur serangan, tetapi juga motor permainan Argentina. Kemampuannya menggiring bola, membaca permainan, mengoper umpan dengan akurat, dan mencetak gol membuatnya menjadi pemain yang sangat sulit dihentikan lawan.

Sepanjang turnamen tersebut , Maradona tampil konsisten dan menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya seperti Jorge Burruchaga, Jorge Valdano dan N Pumpindo. Ia mampu membawa Argentina melewati berbagai rintangan hingga mencapai partai final. Banyak pengamat sepak bola menyebut penampilan Maradona di Piala Dunia 1986 sebagai salah satu performa individu terbaik dalam sejarah sepakbola.

Pertandingan bersejarah melawan Inggris merupakan salah satu pertandingan yang paling dikenang dalam sejarah Piala Dunia terjadi pada babak perempat final ketika Argentina menghadapi Inggris. Laga ini memiliki muatan emosional yang tinggi karena hubungan kedua negara masih dipengaruhi oleh konflik Perang Falkland dimana tentara Argentina menyerah bulan Juni tahun 1982.

Dalam pertandingan tersebut, Maradona menciptakan dua gol yang sangat terkenal. Gol pertama dikenal sebagai "Tangan Tuhan" atau "Hand of God". Dalam situasi perebutan bola di depan gawang Inggris, Maradona menggunakan tangan kirinya untuk menyentuh bola ke gawang. Wasit tidak melihat pelanggaran tersebut sehingga gol dinyatakan sah. Setelah pertandingan, Maradona mengatakan bahwa gol itu dicetak "sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan Tuhan."

Namun, gol kedua jauh lebih mengagumkan. Maradona menerima bola dari tengah lapangan lalu menggiringnya melewati lima pemain Inggris sebelum mengecoh penjaga gawang dan mencetak gol. Aksi tersebut memperlihatkan kecepatan, keseimbangan, teknik, dan keberanian yang luar biasa. FIFA kemudian menyebut gol tersebut sebagai "Goal of the Century" atau Gol Abad Ini. Gol itu menjadi simbol kehebatan Maradona yang sulit ditandingi oleh pemain lain. Hingga kini, rekaman gol tersebut masih sering diputar dan dipelajari oleh pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Argentina terus meluncur sampai ke final. Pada pertandingan puncak, mereka menghadapi Jerman Barat yang dikenal memiliki mental juara dan organisasi permainan yang kuat. Final berlangsung sangat menegangkan saling mengejar skor. Argentina sempat unggul 2-0, tetapi Jerman Barat berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Maradona menunjukkan kualitasnya sebagai jenderal lapangan. Ia memberikan umpan matang kepada Jorge Burruchaga yang menjadi gol kemenangan Argentina dengan skor 3-2 dan resmi menjadi juara dunia tahun 1986. Maradona mengangkat trofi Piala Dunia sebagai kapten tim dan namanya langsung masuk dalam daftar pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.

Diego Maradona, pemain Argentina menjadi pemain terbaik dalam turnamen edisi ini, dan Gary Lineker, pemain Inggris menjadi pencetak gol terbanyak dengan 6 gol. Bola resmi pertandingan untuk edisi ini adalah bola buatan Adidas, yang diberi nama Azteca, yang dalam disesuaikan dengan budaya masyarakat setempat, sementara maskot resmi adalah Pique. Lagu resmi turnamen kali ini adalah lagu yang dibawakan penyanyi Stephanie Lawrence, berjudul A Special Kind of Hero.

Saat TVRI menjadi media elektronik satu-satunyanya di Indonesia, khususnya di Kota Bandung, Piala Dunia 1986 menjadi peristiwa yang sangat dinantikan masyarakat termasuk oleh penulis yang baru benar-benar serius menonton Pila Dunia sejak tahun tersebut. Pada masa itu belum ada televisi swasta seperti sekarang. TVRI menjadi satu-satunya saluran televisi yang dapat dinikmati masyarakat. Tidak semua keluarga memiliki televisi. Harga televisi masih relatif mahal bagi sebagian besar masyarakat. Akibatnya, banyak warga berkumpul di rumah tetangga, balai warga, pos ronda, atau tempat umum yang memiliki televisi atau menonton di toko elektronik seperti di kawasan Cicadas, Kosambi dan Sukajadi.

Suara komentator TVRI sering menjadi pusat perhatian. Meskipun kualitas siaran tidak setajam televisi modern, masyarakat tetap menikmati setiap momen pertandingan. Bahkan gangguan teknis justru menjadi bagian dari kenangan yang selalu diceritakan kembali oleh generasi yang mengalaminya. Di beberapa kampung di Bandung, warga membawa tikar dan makanan ringan untuk dinikmati bersama selama pertandingan berlangsung. Suasana kebersamaan seperti ini memperlihatkan bagaimana sepak bola mampu menyatukan berbagai kalangan masyarakat.

Teknologi penyiaran telah berkembang pesat. Kini pertandingan dapat ditonton melalui televisi digital, internet, telepon pintar, bahkan layanan streaming berkualitas tinggi. Namun bagi masyarakat Bandung yang mengalami era tersebut, kenangan menonton Maradona di layar TVRI tetap memiliki tempat istimewa. Suasana berkumpul bersama tetangga, menunggu siaran dimulai, memperbaiki antena, hingga bersorak ketika Argentina mencetak gol adalah pengalaman yang sulit tergantikan. Piala Dunia 1986 bukan hanya tentang kemenangan Argentina atau kehebatan Maradona. Turnamen itu juga menjadi bagian dari sejarah sosial masyarakat Indonesia, ketika satu saluran televisi mampu menyatukan jutaan penonton dalam kegembiraan yang sama.

Penampilan gemilang Maradona membuat banyak anak muda Bandung menjadikannya sebagai idola. Di lapangan-lapangan sepak bola kampung, banyak anak yang mencoba meniru gaya menggiring bola dan gerakan khas pemain Argentina tersebut. Nama Maradona sering terdengar dalam pertandingan antar kampung. Banyak pemain muda yang bercita-cita menjadi "Maradona Bandung". Bahkan ada yang sengaja membiarkan rambutnya sedikit panjang atau mengenakan nomor punggung 10 seperti sang legenda. Bagi generasi muda saat itu, Maradona bukan hanya seorang pesepak bola. Ia adalah simbol keberanian, kreativitas, dan semangat pantang menyerah. Kehebatannya menginspirasi banyak orang untuk mencintai sepak bola lebih dalam. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)