Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

4 menit baca
Sri Maryati
Ditulis oleh Sri Maryati diterbitkan Selasa 16 Jun 2026, 13:10 WIB
Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)

Era platform digital merupakan tantangan TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP). Keberhasilan TVRI mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026 juga bersinggungan dengan distribusi digital. 

Penonton kini juga banyak yang ingin menonton lewat streaming piala dunia 2026, bukan hanya televisi konvensional. Faktor inilah yang mengharuskan LPP diatas agar menguatkan infrastruktur digital, memperlancar hak siar terkait platform daring dan menjaga kualitas siaran tetap kompetitif.

Keberhasilan TVRI mendapatkan hak siar Piala Dunia 2026 ditebus dengan biaya yang sangat besar. Meskipun nilai kontrak itu belum transparan, namun beberapa sumber menyatakan bahwa nilai kontrak sekitar Rp1,3 triliun. Dengan kontrak diatas, masyarakat di Indonesia dapat menyaksikan total 104 laga Piala Dunia 2026 secara gratis dan legal melalui siaran televisi TVRI, kanal digital TVRI.

Nilai lisensi bergengsi tersebut dibayarkan oleh Kementerian Keuangan langsung kepada FIFA. Sementara itu, anggaran produksi siaran sepanjang turnamen yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 akan dibebankan sepenuhnya pada anggaran APBN yang dialokasikan kepada TVRI.  Paket siaran dari FIFA dilaporkan sudah sangat lengkap, mencakup English commentary, tayangan highlights, hingga film dokumenter sejarah Piala Dunia. TVRI hanya tidak mendapatkan akses untuk mengambil gambar dari ruang ganti tim.

Sayangnya jangkauan siaran TVRI saat ini baru mencapai 75 persen total wilayah Indonesia, padahal pemerintah menargetkan ketercakupan hingga 100 persen sampai ke pelosok 38 provinsi.

 Potensi Ekonomi Nonton Bareng

 Negara telah mengeluarkan dana yang besar untuk membeli hak siar, TVRI dituntut menyajikan konten menarik dan mampu menimbulkan multiplier efek dari acara nonton bareng  (nobar)di berbagai daerah. Sehingga acara nobar tersebut bisa memperkuat ekonomi kerakyatan khususnya sektor kuliner. Kedai kopi dan tempat publik bisa menjadi area nobar yang disertai dengan area UMKM.

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas Masyarakat. Tak bisa dimungkiri sihir permainan sepak bola menghasilkan potensi ekonomi kerakyatan yang hebat.  Keniscayaan selama Piala Dunia 2026 berlangsung ekonomi nobar perlu diperbesar dan skalanya perlu diperluas. Budaya nobar mesti ditumbuhkan. Apalagi hambatan terkait hak siar olahraga seperti ketentuan acara nonton bareng oleh perusahaan penyiaran sudah tidak ada masalah lagi.

Negara telah mengambil alih hak siar olahraga yang tengah digandrungi rakyat lewat Lembaga Penyiaran Publik (TVRI), agar rakyat bisa lebih leluasa dan bebas memanfaatkan siaran olahraga.  Tanpa gangguan perusahaan penyiaran swasta yang dimasa lalu cenderung sewenang-wenang memonopoli sumber daya frekuensi milik negara untuk kepentingannya sendiri.

Di berbagai daerah, di kota dan desa, acara nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026 seperti jamur di musim hujan. Dimana-mana digelar nonton bareng disertai dengan acara selingan dan kegiatan kuliner. Hal tersebut terbukti menggairahkan ekonomi kerakyatan.

Potensi ekonomi nonton bareng event olahraga perlu dikembangkan. Suasana nonton bareng lebih asyik dibanding dengan nonton televisi di rumah yang kurang greget. Apalagi sekarang publik cenderung meninggalkan siaran televisi swasta yang acaranya kurang berkualitas dan terlalu banyak iklan. Jutaan orang telah melakukan nobar. Tampak orang-orang menyemut duduk tertib hingga sebagian lainnya terpaksa berdiri. 

Acara nonton bareng Piala Dunia 2026 di halaman TVRI daerah (Sumber: tvri.go,id)
Acara nonton bareng Piala Dunia 2026 di halaman TVRI daerah (Sumber: tvri.go,id)

Momentum Konten Lokal untuk Berkembang

Siaran pertandingan Piala Dunia secara langsung mendorong perkembangan konten lokal baik oleh TVRI beserta stasiun TVRI daerah, maupun bisa menjadi momentum untuk kreator konten oleh masyarakat.

Eksistensi konten lokal hendaknya jangan dilupakan. Lembaga Penyiaran Publik adalah ujung tombak pengembangan konten lokal beserta prospek monetisasinya.

Apalagi pada saat ini pertumbuhan konten lokal masih belum optimal padahal transformasi digital sudah terjadi ditengah masyarakat.

Konten lokal dalam terminologi Standar Program Siaran (SPS) didefinisikan sebagai siaran dengan muatan lokal yang mencakup program siaran jurnalistik, program siaran faktual dan non faktual dalam rangka pengembangan potensi daerah setempat serta dikerjakan dan diproduksi oleh sumber daya dan lembaga penyiaran setempat. 

Penekanan lokalitas terhadap konten siaran diletakkan atas lima aspek. Pertama, konten lokal sebagai amanah regulasi yang wajib ditunaikan. Kedua, konten lokal adalah gambaran wajah masyarakat di daerah. Ketiga, konten lokal berorientasi pengembangan potensi daerah. Keempat,konten lokal meneguhkan partisipasi kolektif dan Kelima, konten lokal mewujudkan pemberdayaan SDM lokal. 

Lembaga Penyiaran Publik (LPP) seperti RRI dan TVRI punya peran strategis menumbuhkan konten lokal.Selama ini peran media tersebut sangat membantu masyarakat dengan konten pendidikan, tayangan kreatifitas rakyat dan solusi teknologi tepat guna di pedesaan. Pada saat pandemi TVRI mampu memerankan sebagai wahana pendidikan jarak jauh yang sebenarnya pada masa lampau juga sudah pernah dijalankan. Peran TVRI menjadi strategis pada saat televisi swasta penuh dengan program siaran yang kurang mendidik dan sarat dengan jenis siaran yang bisa merusak mental generasi muda.

Sebagai amanah regulasi, konten lokal diatur melalui Sistem Stasiun Jaringan (SSJ). Menurut Permenkominfo No.6/2021, SSJ mewajibkan televisi induk jaringan yang berpusat di Jakarta membangun stasiun lokal atau anggota jaringan di daerah agar dapat menjangkau seluruh

wilayah. Anggota jaringan wajib memuat konten lokal sedikitnya 10 persen.

Selanjutnya terkait pengembangan potensi daerah, konten lokal diarahkan untuk menggali kearifan budaya lokal dan mengekspos keunggulan daerah. Misi dan program pembangunan daerah perlu diedarkan secara masif dan intensif. Dalam konteks negara demokrasi dengan kondisi wilayah yang luas dan budaya yang beragam, kebijakan penyiaran yang berorientasi pada pengembangan penyiaran di daerah merupakan hal utama. Ini dilakukan untuk menjamin

pengaturan dan penyelenggaraan media penyiaran yang berpihak pada kepentingan publik, terutama masyarakat di daerah.

Lokalitas bukan berarti konten mesti bernuansa kuno, kaku dan alot. Lokalitas yang dimaksud sesuai dengan teori Thomas L Friedman yang menyatakan fenomena globalisasi lokal.  Fenomena itu akan mempromosikan budaya lokal lebih bernilai tambah. Pengertian budaya merujuk maestro kebudayaan Koentjaraningrat adalah sebuah hasil cipta, karsa, dan rasa manusia. Dari pengertian diatas bisa ditarik pengertian bahwa budaya lokal merupakan hasil cipta, karsa dan rasa yang khas serta tumbuh dan berkembang di dalam suku bangsa yang ada di suatu daerah.  (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Sri Maryati
Tentang Sri Maryati
Pemerhati sosial, penikmat destinasi wisata

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 16 Jun 2026, 18:21

Kausalitas Daring yang Menggerakkan Dapur KebabFactory.id

Dinamika digitalisasi perbankan yang menjaga dapur UMKM tetap ngebul.

Pegawai sedang menyiapkan pesanan konsumen kedai KebabFactory.id di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 15:30

Sepeda, dari Kendaraan Elit Jadi Merakyat

Sepeda masuk ke Indonesia abad 19 sebagai barang mewah kalangan elit.

Iklan penjualan sepeda anak-anak. (Sumber: Majalah Star Weekly (No. 502))
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 14:47

Badai Belum Berlalu, Nasib Kelas Menengah Kian Pilu

Akar masalah karena kegagalan pemerintah untuk menciptakan pasar tenaga kerja untuk kelas menengah yang berkualitas.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bandung Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Senin 15 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 16 Jun 2026, 13:56

5 Wisata Pilihan di Tasikmalaya, dari Kawah Vulkanik hingga Pantai Selatan yang Terbuka ke Samudra

Tasikmalaya menyimpan banyak destinasi menarik, mulai dari Gunung Galunggung, Kampung Naga, hingga Pantai Cipatujah dan Karang Tawulan.

Pantai Karang Tawulan Tasikmalaya. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Linimasa 15 Jun 2026, 22:07

Ketika Obor Menyala di Jalanan Kota Bandung

Tradisi pawai obor kembali hadir di berbagai wilayah Bandung untuk menyambut Tahun Baru Hijriah.

Pawai obor malam tahun baru Hijriyah di Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)