Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

3 menit baca
Aldi Akbar Fadilah
Ditulis oleh Aldi Akbar Fadilah diterbitkan
Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sepakbola di Kota Bandung mengalami perkembangan melalui banyaknya torehan prestasi dalam periode tiga tahun terakhir. Prestasi yang diperoleh pada tiga tahun terakhir menunjukkan bahwa proses yang dilalui membuahkan hasil melalui torehan trofi yang akhirnya berhasil didapatkan setelah penantian panjang sebelas tahun. Ada beberapa faktor pendukung yang mendorong pencapaian tersebut.

Di antaranya adalah dukungan yang dilakukan secara konsisten dan masif  dari berbagai lapisan pendukung, serta evaluasi dari manajemen club terkait keseriusan mereka dalam pengelolaan yang lebih baik, seperti contohnya memperbaiki komunikasi pihak club dengan berbagai lapisan pendukung, dan penambahan fasilitas penunjang untuk club itu sendiri.

Selain itu, fokus manajemen club terhadap ekosistem bisnis yang ada pada tubuh club mulai berjalan beriringan dengan para pendukung yang juga menginginkan hasil dari sekian banyak usaha yang dilakukan dari kedua pihak. Manajemen dengan tujuan bisnis dan prestasi mentereng, dan para pendukung yang senantiasa mendampingi tujuan tersebut melalui dukungan masif dalam banyak hal, karna didasari tujuan yang sama, berjaya-nya tim kebanggan mereka melalui kolaborasi dengan masing masing peran yang dijalankan.

Ungkapan Motivasi Dari Para Pendukung (Sumber: Dokumentasi Pribadi/Aldi Akbar Fadilah | Foto: Aldi Akbar Fadilah)
Ungkapan Motivasi Dari Para Pendukung (Sumber: Dokumentasi Pribadi/Aldi Akbar Fadilah | Foto: Aldi Akbar Fadilah)

Perubahan yang terjadi pada awal perkembangan antara lain adalah keberanian manajemen untuk memutuskan kerja sama nya dengan Luis Milla pada awal musim 2023/2024 hingga akhirnya menunjuk Bojan Hodak sebagai pelatih kepala. Penunjukkan tersebut dapat dikatakan sebagai keberanian, karena pelatih sebelumnya yaitu Luis Milla adalah pelatih yang track record nya perlu diperhitungkan, selain itu ia juga merupakan nama besar dalam kancah sepakbola nasional.

Kepercayaan manajemen terhadap Bojan Hodak membuahkan hasil baik dengan konsistensi yang pada akhirnya mulai mendapatkan perhatian dari para pendukung. Selain itu, transisi kepemimpinan yang ada pada pihak manajemen juga menjadi faktor terjadinya perubahan dalam berbagai aspek, mundurnya Deputi CEO pada pertengahan 2024 juga mendapatkan perhatian besar dari berbagai kalangan, hal ini terlihat dari tokoh baru yang menggantikannya mulai menunjukkan bahwasanya sebuah club adalah milik bersama, pendukung dengan rasa memiliki terhadap club tersebut secara mentalitas, dihargai lebih jauh perannya melalui berbagai kolaborasi yang berhasil menguatkan hubungan antara manajemen dengan pendukung club, juga melalui komunikasi yang pada akhirnya membaik diantara kedua elemen tersebut.

Setelah melalui berbagai perubahan dan kolaborasi yang baik, akhirnya club memiliki stabilitas finansial yang lebih baik, hal tersebut berdampak pada berubahnya fasilitas yang menjadi lebih baik, dan memberikan dukungan secara finansial kepada tim kepelatihan terkait pendatangan pemain berkualitas sebagai penunjang prestasi club. Akhirnya hal tersebut memberi kendali penuh kepada pelatih untuk menentukan dan membuktikan hasil dari berbagai proses kolektif yang dilakukan oleh manajemen dan atas kolaborasi dari para pendukung

Peran Bobotoh dalam periode tersebut juga menjadi penunjang keberhasilan besar yang telah lama dinantikan. Melalui keputusan manajemen dalam perubahan mekanisme penonton, awalnya disambut dengan kurang baik oleh berbagai lapisan pendukung, karena hal tersebut dinilai menghalangi mereka untuk memberikan dukungan secara penuh. Hal ini dikarenakan, putusan manajemen untuk menetapkan sistem tiket online. Namun seiring berjalannya waktu, pihak pendukung mulai menyadari bahwa hal tersebut adalah langkah maju dari pihak manajemen melalui digitalisasi, sesuai tujuan mereka dengan menjadikan club ini lebih modern.

Tetapi hal tersebut tidak terlepas dari “melunaknya” standar yang diberikan oleh para pendukung terhadap keberlangsungan club. Namun berbagai tekanan yang diberikan bersifat membangun, hal ini dilakukan karena ekspektasi tinggi dari pendukung terhadap club sekaligus manajemen untuk mengedepankan marwah club diatas segalanya. Dalam hal ini menunjukkan bahwa pendukung yang kritis bersifat penting sebagai “pengawas” keberlangsungan club, karena tidak dapat dipungkiri sebuah club bergantung pada animo pendukung melalui penjualan tiket, dan penjualan merchandise, serta performa club di lapangan juga bergantung pada hadirnya pendukung.

Selain itu, Kota Bandung yang mempunyai rasa memiliki tinggi terhadap club sepakbola lokalnya, memiliki peran aktif dan masif dalam setiap rencana perkembangan club, akan selalu menjadi pendukung stabilitas finansial sesuai dengan tujuan manajemen dalam aspek bisnis

Semangat Membara Dari Tribun Utara (Sumber: Dokumentasi Pribadi/Aldi Akbar Fadilah | Foto: Aldi Akbar Fadilah)
Semangat Membara Dari Tribun Utara (Sumber: Dokumentasi Pribadi/Aldi Akbar Fadilah | Foto: Aldi Akbar Fadilah)

Oleh karena itu, setiap elemen pendukung yang berkolaborasi merupakan faktor penting dalam berhasilnya tujuan awal yang direncanakan.

Rasa memiliki yang tinggi juga standar tinggi menjadi pengawas penting dalam perkembangan rencana–rencana tersebut. Pihak–pihak yang berkolaborasi pada akhirnya akan mendapatkan hasil yang baik melalui komunikasi dan eksekusi yang baik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Aldi Akbar Fadilah
Mahasiswa Universitas Padjadjaran. Penggiat sepakbola, terutama Persib Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 11:42

Gernas RANA: Menepis Cemas dan Menanam Senyum di Hari Pertama Sekolah

Lewat Permendikdasmen 12/2026 & Gernas RANA, sekolah kini jadi ruang aman bebas cemas. Saatnya sambut masa depan anak dengan kasih sayang!

Pengenalan sekolah bagi para siswa-siswi baru. (Foto: Oleh : bkhmvidio@gmail.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 09:09

Bedah Publikasi Pesan Program Pendampingan Gizi dalam Pencegahan Stunting

Nestle Indonesia mempublikasikan program pendampingan gizi di berbagai platform komunikasi dengan menyesuaikan karakteristik tiap platform.

Ilustrasi penulis sedang membedah narasi iklan. (Dokumentasi pribadi)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 08:39

Sudah Sehatkah Demokrasi Kita?

Apakah demokrasi bisa tumbuh secara sehat tanpa partisipasi masyarakat? Bagaimana pandangan pakar tentang ini?

Bendera negara Indonesia. (Sumber: Unsplash | Foto: Rizky Rahmat Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 07:55

SPMB Jalur Domisili Belum Cukup Mengurangi Ketergantungan Pelajar pada Sepeda Motor

SPMB jalur domisili mendekatkan jarak antara rumah dan sekolah, tetapi belum cukup mengurangi ketergantungan pelajar pada sepeda motor dan risiko keselamatan di jalan raya.

Sejumlah sepeda motor milik siswa sebuah SMA di Kota Bandung diparkir di badan jalan. (Istimewa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 18:04

Cara Ampuh Menerangi Jalan Kota Bandung

Menindak tegas begal bukan sekadar menjadi program tapi melanjutkan keluhan masyarakat yang diprioritaskan

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 15:30

Mafia Olahraga, Sebuah Stigma Menakutkan

Olahraga yang seharusnya menjadi ruang sportivitas kini dihantui oleh mafia yang terhubung dengan jaringan global.

Uang rupiah. (Sumber: Unsplash | Foto: Mufid Majnun)
Wisata & Kuliner 19 Jul 2026, 14:01

Keripik Paru Klaten, Oleh-oleh Gurih Legendaris dari Kampung Tegal Kepatihan

Dari Kampung Tegal Kepatihan hingga dikenal luas, Keripik Paru Klaten menjadi ikon kuliner khas. Ketahui sejarah, proses, dan tempat membelinya.

Keripik Paru Klaten.
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 11:33

Marak Begal, Gangster, dan Matel Menelan Korban, Warga Bandung Pertanyakan Aksi Walikota dan Aparat

Bandung darurat 'Red Zone' akibat maraknya begal, gangster, dan matel yang menelan banyak korban.

Senjata Tajam. (Sumber: Pixabay/KhanaBadosh | Foto: Pixabay/KhanaBadosh)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 08:00

Ketika Deru Knalpot dan Distorsi Musik Menyatukan Ribuan Pecinta Otomotif Bandung

Seri pembuka Kejurnas Slalom MLDSPOT Autokhana 2026 sukses mengguncang GOR Arcamanik Bandung.

Gate masuk event MLDSPOT Autokhana, pada 11 Juli 2026 (Sumber: Athhar Jundi Pratama Attaqa | Foto: Athhar Jundi Pratama Attaqa)
Ayo Netizen 19 Jul 2026, 07:50

Mengembalikan Fungsi Bandara Husein Bukan Romantisme Masa Lalu

Keberhasilan reaktivasi Bandara Husein pada akhirnya tidak akan ditentukan oleh hari pertama operasional, melainkan oleh apa yang terjadi berbulan-bulan setelahnya.

Petugas Avsec melakukan patroli di pintu keberangkatan domestik Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 17 Jul 2026, 21:21

Panduan Wisata ke Kawah Ijen Banyuwangi: Blue Fire, Tiket, dan Tips Lengkap

Panduan lengkap wisata Kawah Ijen Banyuwangi, mulai harga tiket 2025, fenomena Blue Fire, rute pendakian, jam terbaik, hingga tips agar perjalanan lebih aman.

Kawah Ijen Banyuwangi. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 20:15

Luka, Algoritma, dan Dogma

Luka hanya dapat disembuhkan oleh kepedulian, algoritma dapat diimbangi dengan literasi, dan rapuhnya interaksi sosial hanya dapat dipulihkan saat kita meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama

Kita tidak akan sepenuhnya paham bagaimana rasanya di-bully, sebelum kita merasakan sendiri dampaknya. (Sumber: Unsplash/Carolina)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 17:29

Alih Fungsi Jalur Sepeda Menjadi Parkir Motor: Inkonsistensi Kebijakan Transportasi Kota Bandung

Alih fungsi jalur sepeda di Jalan Lembong menjadi parkir motor bukan sekadar persoalan parkir, tetapi mencerminkan inkonsistensi kebijakan Kota Bandung dalam mewujudkan transportasi berkelanjutan.

Pemandangan miris di Jalan Lembong, Kota Bandung pada Kamis (16/7/2026). Jalur sepeda yang dibangun untuk menjamin keselamatan pesepeda, justru beralih fungsi menjadi ruang parkir sepeda motor. (Foto: Alkhalifi)
Ayo Netizen 17 Jul 2026, 16:58

Mengapa Isolasi Politik Pasca Tragedi Bubat Membuat Sunda Makin Mandiri?

Mengulas bagaimana Kerajaan Sunda memperkuat kemandirian politik, ekonomi, dan pertahanannya setelah Perang Bubat melalui kebijakan isolasi dari Majapahit.

Ilustrasi peristiwa Perang Bubat di Taman Citra Resmi, Purwakarta. (Sumber: nationalgeographic.grid.id | Foto: Cut Menas Nila Tanu Sukma Devi)