Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

4 menit baca
Muhammad Mufti Sulthanan Nasira
Ditulis oleh Muhammad Mufti Sulthanan Nasira diterbitkan Rabu 27 Mei 2026, 13:19 WIB
Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)

Salah satu di antara banyaknya istilah ibadah yang sering dipahami kurang tepat adalah istilah qurban.

Selama ini ibadah qurban sering dianggap sebatas membeli hewan lalu menyembelihnya pada momentum Idul Adha. Sesederhana itu. Padahal jika ditelusuri dari akar katanya, qurban memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar penyembelihan hewan.

Secara bahasa, qurban berasal dari akar kata:

قَرُبَ – يَقْرُبُ – قُرْبًا – قُرْبَانًا

yang berarti dekat atau mendekatkan diri.

Makna ini dapat kita pahami dalam firman Allah SWT:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat.” (QS. Al-Baqarah: 186)

Kata qarīb dalam ayat tersebut bermakna dekat. Artinya, qurban sejatinya berkaitan dengan pendekatan diri seorang hamba kepada Allah SWT.

Di sinilah letak persoalannya. Banyak orang memahami qurban hanya sebagai aktivitas menyembelih hewan, padahal hakikat qurban adalah mendekatkan diri kepada Allah.

Lalu Apa Istilah yang Tepat untuk Penyembelihan Hewan di Hari Raya Idul Adha?

Islam ternyata memiliki istilah yang sangat rinci dalam setiap jenis ibadah. Al-Qur’an menggunakan istilah an-nusukh untuk ibadah yang berkaitan dengan penyembelihan.

Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

“Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am: 162)

Kata wa nusukiy dalam ayat tersebut secara khusus dimaknai sebagai semua ibadah ritual yang berkaitan dengan penyembelihan hewan.

Karena itu, Islam membedakan istilah penyembelihan berdasarkan konteks ibadahnya:

  • Jika penyembelihan dilakukan karena kelahiran anak, disebut aqiqoh.

  • Jika dilakukan pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik, disebut udhiyyah.

  • Jika berkaitan dengan ibadah haji, disebut hadyu.

Artinya, ketika seseorang menyembelih hewan pada Idul Adha, maka secara istilah syariat ia sedang melaksanakan ibadah udhiyyah, dan pelakunya disebut mudhahhi.

Apa Itu Udhiyyah?

Dalam bahasa Arab, udhiyyah disebut:

الأضحية (al-udhiyyah)

Kata ini berasal dari:

أَضْحَى

yang berkaitan dengan waktu dhuha, yaitu permulaan siang setelah matahari terbit.

Karena itulah penyembelihan pada Hari Raya Idul Adha disebut udhiyyah, sebab dilakukan pada waktu dhuha dan hari-hari nahr.

Secara istilah syariat, udhiyyah adalah penyembelihan hewan ternak seperti unta, sapi, atau kambing untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ

“Seluruh hari tasyrik adalah waktu penyembelihan.”
(HR. Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi)

Pensyariatan Udhiyyah dalam Islam

Ibadah udhiyyah disyariatkan berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan ijma’ ulama.

Allah SWT berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)

Mayoritas ulama menafsirkan ayat tersebut sebagai perintah melaksanakan penyembelihan hewan pada Hari Raya Idul Adha.

Dalam hadits riwayat Anas bin Malik disebutkan:

“Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor kambing kibas putih bertanduk. Beliau menyembelihnya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama pun telah bersepakat bahwa udhiyyah merupakan syariat Islam yang disunnahkan dan sangat dianjurkan bagi yang mampu.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Hukum Udhiyyah Menurut Ulama

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum udhiyyah.

Mazhab Hanafi memandang udhiyyah sebagai kewajiban bagi muslim yang mampu. Sedangkan mayoritas ulama seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad berpendapat bahwa hukumnya sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan.

Perbedaan ini menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap ibadah udhiyyah sebagai syiar penghambaan kepada Allah SWT.

Hakikat Qurban: Bukan Sekadar Menyembelih

Penting memahami istilah ini. Sebab ternyata ibadah tidak hanya berbicara tentang mampu atau tidak mampu, bukan hanya soal bisa atau tidak menyembelih, dan bukan pula soal jauh atau dekat secara fisik.

Hakikat ibadah adalah ketaatan.

Taat berarti menyesuaikan diri dengan syariat yang diajarkan dan dicontohkan Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman:

قُلْ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ

“Katakanlah: Taatilah Allah dan Rasul-Nya.”
(QS. Ali Imran: 32)

Maka syarat diterimanya dalam ibadah ada dua unsur penting meliputi:

  • Ibadah karena taat sesuai tuntunan syariat,

  • Ibadah karena qurban yakni ikhlas karena Allah SWT.

Di sinilah qurban memiliki makna yang sangat dalam. Qurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi tentang bagaimana hati seorang hamba benar-benar dekat kepada Allah.

Selama ini banyak orang merasa tidak mampu berqurban karena memahami qurban hanya sebatas membeli hewan sembelihan pada Hari Raya Idul Adha.

Padahal, qurban adalah urusan hati.

Selama seseorang ikhlas beramal karena Allah, maka pada hakikatnya ia sedang berqurban di jalan Allah.

Karena itu, qurban tidak terbatas hanya pada momentum Idul Adha. Setiap amal yang dilakukan dengan ikhlas lillahi ta’ala sejatinya adalah bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.

Berqurban Tidak Selalu Harus Menyembelih

Jika ditarik pada momentum Idul Adha, maka orang yang belum mampu membeli hewan sembelihan tetap bisa mengambil bagian dalam semangat qurban.

Ia bisa membantu proses penyembelihan, terlibat dalam pembagian daging, membantu panitia, atau menghadirkan tenaga dan waktu untuk kemaslahatan umat.

Hakikatnya, baik orang yang melaksanakan udhiyyah maupun yang membantu pelaksanaannya, keduanya sama-sama sedang belajar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena inti qurban bukan hanya darah yang mengalir dari hewan sembelihan, tetapi hati yang ikhlas dalam penghambaan.

Wallahu a’lam bish shawab. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Mufti Sulthanan Nasira
Penggiat literasi digital, magister yang minat kajian agama, media dan budaya

Berita Terkait

News Update

Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)