Bandung Macet, Udara Sesak: Bahaya Asap Kendaraan yang Kian Mengancam

Adil Rafsanjani
Ditulis oleh Adil Rafsanjani diterbitkan Rabu 12 Nov 2025, 10:24 WIB
Kemacetan bukan sekadar gangguan lalu lintas, tapi cerminan tata kelola kota yang belum sepenuhnya adaptif terhadap lonjakan urbanisasi dan perubahan perilaku mobilitas warganya. (Sumber: Ayobandung.id)

Kemacetan bukan sekadar gangguan lalu lintas, tapi cerminan tata kelola kota yang belum sepenuhnya adaptif terhadap lonjakan urbanisasi dan perubahan perilaku mobilitas warganya. (Sumber: Ayobandung.id)

Asap kendaraan bermotor kini menjadi pemandangan yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari warga Bandung. Di balik kepulan asap itu, tersimpan ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan. Gas beracun seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), serta partikel halus (PM2.5) yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar kendaraan dapat dengan mudah masuk ke saluran pernapasan dan paru-paru manusia.

Zat-zat ini tidak hanya mencemari udara, tetapi juga menjadi “pembunuh senyap” yang perlahan merusak tubuh kita tanpa disadari.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sektor transportasi darat merupakan penyumbang terbesar polusi udara di kota-kota besar Indonesia, termasuk Bandung. Di kota yang dahulu dikenal dengan julukan “Kota Kembang” ini, jumlah kendaraan terus meningkat setiap tahunnya.

Kemacetan yang semakin parah bukan hanya menghabiskan waktu, tetapi juga memperburuk kualitas udara. Polutan yang dihasilkan dari kendaraan bermotor terperangkap di antara bangunan-bangunan tinggi dan menyebabkan udara Bandung semakin pengap dan kotor.

Dampak polusi udara tidak bisa dianggap sepele. Paparan jangka panjang terhadap udara kotor dapat memicu gangguan pernapasan seperti asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Bahkan, berbagai penelitian medis menunjukkan bahwa paparan PM2.5 berlebih meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker paru-paru. Anak-anak dan lansia adalah kelompok yang paling rentan.

Sistem pernapasan mereka yang masih berkembang atau sudah melemah membuat mereka lebih mudah terkena dampak buruk polusi. Sementara itu, para pekerja jalanan—seperti pedagang kaki lima, tukang ojek, dan petugas kebersihan—harus menghirup udara beracun setiap hari demi mencari nafkah.

Ironisnya, banyak warga Bandung yang belum menyadari betapa berbahayanya kondisi ini. Kita sering menyalahkan cuaca yang panas atau kabut yang menutupi pandangan, padahal sumber utamanya justru berasal dari kendaraan bermotor yang setiap hari kita gunakan. Kesadaran untuk beralih ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan masih rendah, dan upaya menjaga udara bersih sering kali dianggap bukan tanggung jawab pribadi, melainkan tugas pemerintah semata.

Padahal, menjaga udara bersih adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah memang memiliki peran penting dalam menegakkan regulasi emisi, memperbanyak ruang hijau, dan menyediakan transportasi umum yang nyaman serta efisien. Namun, tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, semua kebijakan itu akan sulit berhasil.

Kemacetan bukan sekadar gangguan lalu lintas, tapi cerminan tata kelola kota yang belum sepenuhnya adaptif terhadap lonjakan urbanisasi dan perubahan perilaku mobilitas warganya. (Sumber: Ayobandung.id)
Kemacetan bukan sekadar gangguan lalu lintas, tapi cerminan tata kelola kota yang belum sepenuhnya adaptif terhadap lonjakan urbanisasi dan perubahan perilaku mobilitas warganya. (Sumber: Ayobandung.id)

Sudah saatnya kita bersinergi untuk perubahan. Setiap orang bisa mulai dengan langkah kecil namun bermakna:

  • Gunakan transportasi umum, seperti bus kota atau kereta, agar jumlah kendaraan pribadi di jalan berkurang.
  • Berjalan kaki atau bersepeda untuk perjalanan jarak dekat, selain menyehatkan tubuh, juga membantu mengurangi emisi.
  • Rawat dan tanam pohon di sekitar rumah, karena pepohonan berfungsi sebagai penyaring alami udara yang menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen.
  • Kurangi penggunaan kendaraan bermesin diesel dan lakukan servis rutin agar mesin tetap efisien dan tidak menghasilkan polusi berlebih.
  • Edukasi keluarga dan lingkungan sekitar tentang pentingnya menjaga kualitas udara dan dampak jangka panjang polusi terhadap kesehatan.

Bandung memiliki potensi besar untuk kembali menjadi kota yang sejuk, rindang, dan nyaman dihuni seperti dulu. Dengan upaya bersama, perubahan itu bukan hal mustahil. Kita hanya perlu memulai dari langkah sederhana—dari kesadaran diri sendiri, dari rumah kita masing-masing.

Seperti pepatah mengatakan, “Perubahan besar dimulai dari langkah kecil.” Dan dalam hal menjaga udara bersih, langkah kecil itu bisa dimulai hari ini—saat kita memilih untuk tidak menyalakan kendaraan tanpa alasan, saat kita menanam satu pohon lagi di halaman, atau ketika kita mengajak teman untuk naik kendaraan umum bersama.

“Udara yang kita hirup adalah nikmat Allah. Jangan biarkan polusi menjadi cara kita mengingkari nikmat itu." (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Adil Rafsanjani
Mahasiswa Semester 5 Komunikasi dan Penyiaran Islam
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

Ketika Integritas Diuji

Ayo Netizen 12 Nov 2025, 09:47 WIB
Ketika Integritas Diuji

News Update

Ayo Biz 10 Jan 2026, 19:34 WIB

Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia.
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 16:11 WIB

Ribuan Sepeda Motor Menumpang Kereta, Tren Baru Mobilitas Masyarakat di Libur Panjang

Keramaian di stasiun besar pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan wajah baru. Tidak hanya penumpang yang berdesakan menunggu keberangkatan, tetapi juga deretan sepeda motor.
Ilustrasi pengiriman sepeda motor melalui layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap praktis, aman, dan efisien dalam perjalanan liburan panjang. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)