Perpaduan Kenyal dan Lembut dari Donat Moci Viral di Bandung

4 menit baca
Zahwa Rizkiana Maulida
Ditulis oleh Zahwa Rizkiana Maulida diterbitkan
Donat mochi lembut khas Mave Douchi dengan tekstur kenyal yang jadi favorit pelanggan (Foto: Zahwa Rizkiana)
Donat mochi lembut khas Mave Douchi dengan tekstur kenyal yang jadi favorit pelanggan (Foto: Zahwa Rizkiana)

Suasana teduh menyambut begitu melangkahkan kaki ke Jalan Bahureksa No. 1. Di antara rindangnya pepohonan dan deretan kafe yang beragam, berdiri Mave Douchi, kedai mungil berdesain minimalis yang memanjakan mata.

Nuansa maroon mendominasi di bagian dalamnya, berpadu dengan pencahayaan lembut yang memberi kesan hangat dan nyaman. Begitu masuk di dalamnya terdapat deretan miniatur donat mochi palsu yang ditata rapi sebagai dekorasi dan langsung menarik perhatian. Sementara di area luar, beberapa meja disiapkan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana Bandung yang sejuk sambil mencicipi dessert manis ini.

Dari tempat sederhana inilah Mave Douchi menjadi pembicaraan para pecinta makanan manis di Bandung. Perpaduan antara donat yang empuk dan moci yang kenyal menghadirkan sensasi baru dalam dunia dessert.

“Bahannya sebenarnya sederhana, dari tepung, ragi, dan butter,” ujar Tita, salah satu tim dapur Mave Douchi, saat ditemui di sela proses produksi.

Adonan dasarnya tak jauh berbeda dengan donat pada umumnya. Bedanya, teksturnya dibuat lebih lembut dengan tambahan baking powder agar hasilnya empuk. Untuk memberi aroma yang khas, mereka juga menambahkan sedikit perisa dengan aroma vanila susu yang kuat. “Kalau margarin kan enggak wangi, jadi kita pakai butter dan l’arome biar rasanya lebih harum,” lanjutnya.

Setelah dibulatkan dan di-proofing, adonan digoreng dalam minyak panas hingga berwarna keemasan. Hasilnya adalah donat dengan bagian dalam yang empuk dan ringan saat digigit. Lapisan mocinya dibuat dari tepung ketan, teksturnya kenyal dan lembut tanpa rasa yang menonjol. Justru di situlah letak keseimbangannya, rasa moci yang netral membuat manis dari topping dan fillingnya terasa pas dan tidak berlebihan.

Sensasi itu yang kemudian membuat setiap gigitan Mave Douchi terasa lembut, manisnya tidak giung, tapi tetap memanjakan lidah.

Saat berkunjung ke kedai ini, saya memesan empat varian sekaligus untuk dibawa pulang. Mavilo, Lotuve, Mallowgum, dan Coo & Cream jadi pilihan saya di pagi itu. Tita sendiri yang melayani, dengan cekatan ia mengambil satu per satu donat dari etalase sambil menambahkan topping di atasnya.

Gerakannya tenang tapi terampil, seperti sudah hafal urutan rasa setiap varian. Whipped cream yang lembut dioles tipis di atas permukaan donat, lalu ditaburi topping sesuai rasa. Mavilo tampak ditaburi bubuk cokelat Milo, sementara Lotuve diberi remah biskuit berwarna keemasan dan selai lotus.

Saat mencicip, tekstur empuk donatnya langsung terasa di lidah. Kulit mocinya memberi sensasi kenyal dan stretchy saat digigit, menghadirkan pengalaman unik di setiap potongan. Rasa manisnya tidak berlebihan, karena justru berasal dari filling dan topping di atas, bukan dari adonan dasarnya.

Varian Mavilo memberi rasa cokelat yang ringan, Cookies & Cream menghadirkan sensasi gurih manis dari krimnya dan remah biskuit yang memberi tekstur sedikit crunchy di antara kelembutan donat, sementara Bubble Gum membawa kesan manis khas permen dengan warna cerah yang menggoda. Tak ada rasa yang mendominasi, semuanya berpadu lembut dan ringan di mulut.

Harga satu donat di Mave Douchi dihargai mulai dari 21 ribu hingga 25 ribu rupiah. Untuk pengunjung yang makan di tempat bisa membeli satuan, sementara bagi yang ingin membawa pulang tersedia dalam paket isi empat atau enam donat moci.

Dari dapur mungil itu, produksi dilakukan tiga kali sehari pada pagi, siang, dan malam. Tujuannya sederhana, menjaga tekstur tetap segar setiap kali donat keluar dari wajan.

“Kami enggak ada teknik khusus, cuma pastikan adonannya halus dan lembut sebelum digoreng,” kata Tita. Konsistensi rupanya menjadi kunci. Di balik tampilan minimalis Mave Douchi, ada ritme dapur yang disiplin agar setiap donat terasa sama, empuk, hangat, dan pas di mulut.

Kreasi rasa juga menjadi daya tarik utama. Ada sekitar lima belas hingga tujuh belas varian, mulai dari rasa klasik hingga kekinian. Mavilo dengan bubuk Milo di atas whipped cream lembut menjadi primadona. Tiramisu, Midorave, dan Carave menonjolkan perpaduan rasa manis dengan sedikit pahit yang seimbang.

“Kalau yang paling banyak dicari itu Mavilo sama Tiramisu,” kata Tita sambil tersenyum. “Tapi kalau yang enggak terlalu suka manis, biasanya pilih Mave Gold, karena krim vanillanya lebih ringan,” lanjutnya lagi.

Sekilas, Mave Douchi tampak seperti kedai dessert kekinian yang mengikuti tren. Namun di balik itu ada cerita tentang upaya menemukan keseimbangan antara rasa, dan juga tekstur. Donat moci bukan sekadar gabungan dua makanan populer, tapi hasil eksperimen panjang dalam menciptakan harmoni baru di lidah.

Setiap gigitan menghadirkan pengalaman yang tak sekedar manis. Ada kisah tentang tangan-tangan yang telaten menguleni adonan, tentang nuansa maroon yang hangat menyelimuti kedai kecil di tepi jalan yang rindang, dan tentang bagaimana tempat sederhana ini mampu menghadirkan kebahagiaan di tengah hiruk pikuk kota. Di Mave Douchi, kebahagiaan itu hadir lewat hal sesederhana donat yang kini dipeluk lembut oleh lapisan moci. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)