Mengintip Cara Pengobatan Hikmah Therapy yang 'Nyentrik' di Bandung

3 menit baca
Fira Amarin
Ditulis oleh Fira Amarin diterbitkan
Ibu Mumut berada di ruang depan tempat praktik Hikmah Therapy. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fira Amarin)
Ibu Mumut berada di ruang depan tempat praktik Hikmah Therapy. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fira Amarin)

Berkembang di Bandung sejak tahun 2013 sebagai praktik pengobatan tradisional yang berfokus pada organ dalam tubuh. Hikmah Therapy menjadi tempat banyak orang mencari pemulihan melalui pijat, ramuan herbal, dan doa.

Praktik kecil di Bandung ini dijalankan oleh Mutiah yang dikenal dengan panggilan Ibu Mumut, seorang terapis tradisional yang memulai kemampuannya bukan dari pendidikan formal, melainkan dari perjalanan panjang menghadapi sakit yang menimpa anak dan cucunya. Dari pengalaman itu, ia membangun metode terapi yang menggabungkan sentuhan, energi tubuh, dan keyakinan spiritual sebagai jalan menolong banyak orang.

Perjalanan Ibu Mumut bermula pada tahun 2005 ketika anak bungsu dan cucunya sama-sama mengalami gangguan kesehatan serius. Putrinya harus menjalani pengobatan benjolan di payudara dalam waktu lama, sedangkan cucunya terlahir dengan berbagai keterbatasan seperti gangguan pendengaran, penglihatan, dan kemampuan mengunyah.

Pada 2010, pengobatan terpaksa dihentikan karena biaya sudah tidak tertutup lagi. Utang mulai ditagih terus, sementara pada masa itu, Ibu Mumut hanya bisa bertahan dengan berjualan kupat.

Yang tidak pernah ia tinggalkan hanyalah ibadah. Malam-malam dipenuhi doa, dzikir, dan salat tahajud menjadi cara bertahan ketika tenaga dan uang mulai habis. Kesabaran itulah yang menjadi fondasi dari cara hidup yang ia jalani hari ini.

Pada tahun 2012, sebuah kejadian mengubah arah hidupnya. Seusai salat tahajud, Ibu Mumut merasakan tubuhnya menggigil dan di telapak tangan kirinya muncul sensasi seperti aliran listrik. “Setelah tahajud, saya tidur miring ke kanan sambil berdzikir, tiba-tiba tubuh terasa menggigil dan ada aliran seperti listrik di tangan sakit juga,” ucapnya.

Keesokan harinya, saat memeriksa bagian tubuh putrinya yang sakit, telapak tangannya kembali terasa panas. Setelah sentuhan itu, benjolan di tubuh sang putri berangsur mengecil. Peristiwa tersebut menjadi awal mula kemampuan yang kemudian ia gunakan untuk membantu orang lain melalui terapi pijat organ dalam.

Dorongan untuk membuka praktik datang dari seorang pasien yang bekerja di dinas kesehatan. Ia heran melihat pemahaman Ibu Mumut tentang organ tubuh dan titik saraf, padahal tidak pernah mendapat pelatihan formal. “Ini bukan hal kecil. Ibu harus buka praktik,” katanya.

Pada tahun 2013, Hikmah Therapy resmi dibuka. Ibu Mumut kemudian mengikuti berbagai pelatihan, uji kompetensi, dan memperoleh sertifikasi refleksi dasar serta izin resmi dari Dinas Kesehatan Kota Bandung.

Ruang praktiknya sederhana, hanya sekitar empat kali enam meter. Di rak kecil tersusun botol-botol madu, minyak zaitun, dan ramuan herbal. Di sudut lain terdapat alat bekam, handuk terlipat, dan kasur tipis untuk terapi. Aroma minyak zaitun memenuhi ruangan, memberi suasana hangat yang menenangkan.

Pasien datang dari berbagai kota. Ada bayi yang sulit menyusu atau mengalami kuning, remaja yang menstruasinya terganggu, hingga orang dewasa dengan keluhan saraf dan pernapasan.

Hikmah Therapy berfokus pada organ dalam. Pijatan dilakukan di titik-titik refleksi yang terhubung ke jantung, paru, hati, pankreas, dan sistem saraf. Minyak zaitun membantu memperlancar pijatan, sementara madu digunakan untuk mendukung pemulihan tubuh dari dalam.

Setelah terapi, pasien diminta memperbanyak minum air putih. “Kalau aliran darah lancar, organ di dalam ikut merespons,” kata Ibu Mumut.

Meski begitu, ia tetap menjaga batas. Kasus seperti demam tinggi, muntaber, atau kanker stadium lanjut tidak ia tangani. Semua diarahkan ke fasilitas kesehatan. “Supaya tidak salah paham. Saya bantu, tapi ada yang lebih ahli,” ujarnya.

Bagi Ibu Mumut, terapi bukan sekadar pekerjaan. Ini cara hidup yang ia rawat sejak masa-masa sulit sambil menjaga hati, menolong tanpa pamrih, dan tidak menetapkan target jumlah pasien. “Rezeki sudah ada bagiannya,” katanya. Prinsip itu membuat ruang praktik kecil itu terasa seperti tempat kembali, bukan sekadar tempat berobat.

Hikmah Therapy mungkin hanya ruangan kecil di gang Bandung, tetapi dari tempat sederhana itu banyak orang pulang dengan tubuh yang lebih ringan dan hati yang lebih tenang. Sentuhan tangan Ibu Mumut tidak hanya soal titik refleksi ia lahir dari perjalanan hidup yang penuh sabar, keyakinan, dan dorongan untuk menolong.

Bagi sebagian pasien, kehangatan tangannya menjadi pengingat bahwa pemulihan tidak selalu datang dari hal besar. Kadang ia muncul dari seseorang yang menjaga niatnya tetap bersih dan menjadikan pekerjaannya sebagai ibadah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Fira Amarin
Tentang Fira Amarin
Mahasiswa UIN Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Agu 2026, 16:57

Harga Daging Ayam Melambung Tinggi, Simalakama Makanan Bergizi

Masalah klasik peternakan rakyat terkait dengan pakan dan pengadaan bibit ayam perlu segera dibenahi.

Ilustrasi pedagang daging ayam di pasar tradisional (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 13:45

Uswah: Ketika Orang Tua Ingin Melahirkan Keturunan yang Saleh

Jika ingin anak menjadi saleh, jangan hanya sibuk menasihatinya. Jadilah teladan yang baik. Sebab anak mungkin lupa kata-kata kita, tetapi ia akan mengingat siapa kita di hadapannya.

Ringkasan tulisan. (Sumber: chtgpt | Foto: chtgpt)
Mayantara 25 Agu 2026, 10:04

Ketika Visual Menjadi Mata Uang di Ruang Digital

Di media sosial, perhatian telah berubah menjadi semacam mata uang baru.

Pengguna media sosial. (Sumber: Pexels | Foto: Ivan S)
Ayo Netizen 25 Agu 2026, 08:57

Cerita Pedagang Asongan di Bus MGI Bandung-Sukabumi

Banyak cerita kehidupan rakyat yang terdengar dari percakapan sederhana di transportasi umum. Untuk mengerti orang lain kadang kita perlu melihatnya sendiri.

Setiap orang yang kita temui pasti memiliki cerita dan tantangan hidupnya sendiri. Begitu juga dengan mereka yang berjuang menawarkan dagangannya di dalam bus (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 20:00

Kaukus Indonesia dalam Potret Merdeka

Bagaimanakah kita melihat potret Indonesia merdeka kini? Pertanyaan yang muncul, karena proses historis panjang seakan dilupakan. Barangkali, kaukus Indonesia telah kehilangan sosok tokoh.

Panjat pinang, salah satu lomba yang sering digelar saat Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus. (Sumber: Pexels | Foto: a Ayyeee Ayyeee)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 18:13

Nasib Kuyang dalam Kebakaran Hutan Kalimantan

Ketika hutan kalimantan terbakar mungkin kuyang bisa protes kepada manusia dengan menyebar teror tapi bagaimana dengan pohon, hewan atau penghuni hutan lainnya?

Ilustrasi orang utan di tengah kebakaran hutan. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 17:07

Jejak Rasa dari Negeri Tirai Bambu: Menelusuri Warisan Kuliner Tionghoa yang Mengakar di Bandung

Kedatangan bangsa Tionghoa membawa teknik pengolahan pangan yang secara organik berfusi dengan bahan lokal, menciptakan identitas kuliner baru yang diterima secara luas.

Cakwe Lie Tjay Tat di Gor Pajajaran, Jl. Pajajaran No.37, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung. (Sumber: Google Review | Foto: Buyung)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 16:19

Pengalaman Berburu Buku Tua di Toko Buku Tua di Kota Bandung

Seratus persen buku-buku kuliahku aku beli di Pasar Buku Palasari. Aku sering sempatkan untuk berburu membeli buku-buku tua dan buku-buku baru, bahkan termasuk ke pasar-pasar loak di Kota Bandung.

Toko Buku di bagian depan Pasar Buku Palasari. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ridwan K)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:50

Dari Josepha Alexandra Kita Belajar untuk Berani dan Kritis Terhadap Kesewenang-wenangan

LCC 4 Pilar MPR RI yang seharusnya memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai pancasila, dan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, bukan malah mempertontonkan arogansi orang dewasa.

Potret Josepha Alexandra saat mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Sumber: YouTube | Foto: @MPRRIOfficial)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 15:28

Mitigasi Kebakaran: Kota Bandung Butuh Drone dan Bambi Bucket 

Diperlukan drone dengan kemampuan Based Fire Monitoring and Suppression System yang dilengkapi kemampuan deteksi yang menggunakan AI driven hotspot.

Mitigasi kebakaran hebat di kota Bandung dengan teknologi drone dan bambi bucket (Sumber: digambar dengan bantuan AI | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 11:39

Mamah Bule dan Kang Ian, Kisah Menarik Nenek dan Cucu yang Mewarnai Media Sosial

Akun media sosial Bridgia Adhella kini telah memiliki sekitar 71 ribu pengikut, dengan ratusan unggahan yang memperlihatkan berbagai sisi kehidupan Mamah Bule dan Kang Ian.

Nenek Bule, Adellina Ganda Prawira, bersama cucu tercinta, Kang Iyan. (Sumber: Kang Iyan)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 09:14

Urgensi Program Bandung Peduli Lansia

Perlu dicari jalan tengah terkait dengan pro kontra perawatan lansia dengan cara ageing in place versus perawatan institusi

Ilustrasi program peduli lansia di Kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 24 Agu 2026, 08:58

Kala Ponsel para ASN Jadi Arena Judi

Perang melawan judi online tidak cukup dilakukan dengan slogan moral. Ia membutuhkan kombinasi antara teknologi, penegakan hukum, literasi digital.

ASN sedang mengikuti apel. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 20:16

Menjelajahi Autentisitas Kuliner Sunda: Telaah 50 Hidangan Khas Jawa Barat

Eksplorasi terhadap 50 masakan khas Jawa Barat ini membuktikan bahwa kuliner Sunda adalah aset budaya tak ternilai.

Buku berjudul 50 Masakan Khas Jawa Barat karya Ajen Dianawati (2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Linimasa 22 Agu 2026, 13:32

Menengok Pabrik Bata Merah Manual di Nagreg Saat Musim Kemarau

Pabrik bata merah di Nagreg meningkatkan produksi saat kemarau karena proses pengeringannya masih mengandalkan panas matahari.

Menengok pabrik bata merah manual di Nagreg saat musim kemarau. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 13:25

Menelusuri Jejak Rasa: Potret Autentik Masakan Jawa Era 1960-an

Buku "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" hadir sebagai kompas bagi mereka yang ingin mendalami seni memasak Jawa pada masanya.

Buku berjudul "Kawan Dapur: Masakan Asli Indonesia (Khusus Jawa)" karya Ida S. yang diterbitkan Toko Buku Amin Madiun. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 11:36

Cuanki Teh Yuyun Cianjur: Obat Rindu Ketika Jauh dari Bandung

Ternyata Bandung terasa Istimewa setelah ditinggalkan. Satu hal yang saya rindukan dari Bandung adalah keragaman kulinernya.

Cuanki Sambal Ijo Teh Yuyun Cianjur. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 09:19

Sejarah Nama-Nama Hari dan Hari Libur (1)

Mengulas sejarah penamaan hari, asal-usul tujuh hari dalam sepekan, serta perkembangan penanggalan dan tradisi hari libur dari berbagai peradaban.

Kalender bulan Agustus 1898. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Agu 2026, 08:18

Perempuan yang Merdeka tapi Masih Takut dengan Stigma Sosial

Hari ini mungkin perempuan memiliki banyak kesempatan seperti kaum pria tapi ada yang diam-diam membuat perempuan ragu ketika penilaian sosial merenggut kepercayaan dirinya

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Febry Arya)
Ayo Netizen 21 Agu 2026, 19:18

Apalah Arti Sebuah Nama: Rekonstruksi Hubungan Agus dan Agustus

Pada ruang masyarakat sering kita mendengar atas nama Agus bagi laki-laki dan Agustina bagi perempuan. Terdengar biasa saja. Nama yang diberikan oleh orangtuanya sebatas nama.

Festival Seni dan Budaya Tamansari 2026 di Taman Cascade, kawasan bawah jembatan layang Mochtar Kusumaatmadja, Tamansari, Kota Bandung, Sabtu 15 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)