Pemberontakan APRA Westerling di Bandung, Kudeta yang Percepat Keruntuhan RIS

3 menit baca
Fira Nursyabani Hengky Sulaksono
Ditulis oleh Fira Nursyabani , Hengky Sulaksono diterbitkan
Kapten Westerling pemimpin pemberontakan APRA 1950 yang tewaskan puluhan TNI di Bandung. (Sumber: Wikimedia)
Kapten Westerling pemimpin pemberontakan APRA 1950 yang tewaskan puluhan TNI di Bandung. (Sumber: Wikimedia)

AYOBANDUNG.ID - Bandung, 23 Januari 1950. Senin pagi itu, Kota Bandung tidak tenang. Di Jalan Oude Hospitaalweg—kini Jalan Lembong—pasukan Divisi Siliwangi ditembaki habis-habisan. Penyerangnya: kelompok bersenjata bernama Angkatan Perang Ratu Adil (APRA), dipimpin Raymond Westerling, eks komandan pasukan khusus KNIL, Depot Speciale Troepen (DST).

Dini hari, pasukan APRA yang dipimpin Westerling bergerak dari pinggiran kota. Menurut catatan Kementerian Pertahanan Indonesia yang dikutip dalam buku Nationalism and Revolution in Indonesia karya George McTurnan Kahin, mereka memasuki Bandung malam 22 Januari, dan mulai menyerang pada pagi harinya.

Jumlah mereka tidak bisa dibilang kecil. Sekitar 800 orang bersenjata lengkap, sebagian besar adalah eks tentara KNIL. Bahkan menurut Kahin, sekitar 300 orang di antaranya adalah pasukan Koninklijk Leger (KL)—tentara kerajaan Belanda—yang masih aktif dan ditempatkan di Bandung. Mereka bukan pasukan bayangan.

Target serangan mereka jelas: pusat-pusat strategis Republik, khususnya markas besar Divisi Siliwangi, kantor Gubernur Jawa Barat, dan stasiun-stasiun penting. Di Jalan Oude Hospitaalweg—yang kini dikenal sebagai Jalan Lembong—markas besar Divisi Siliwangi diserbu. Tembakan meletus sejak pagi, membangunkan warga yang tak tahu apa-apa.

Letkol Adolf Lembong, salah satu perwira Divisi Siliwangi, tewas dalam baku tembak itu. Ia bukan orang sembarangan—pernah bertugas di Kalimantan, dan dikenal sebagai perwira tangguh. Di dalam Museum Mandala Wangsit Siliwangi, yang kini berdiri di bekas markas itu, peristiwa tewasnya Lembong masih dikenang. Nama jalannya pun diabadikan dari namanya.

Baca Juga: Sejarah Bioskop Rio Cimahi, Tempat Hiburan Serdadu KNIL yang Jadi Sarang Film Panas

Catatan Museum Perumusan Naskah Proklamasi, APRA menyerang secara brutal, tanpa membedakan militer dan sipil. Sejumlah pasukan TNI gugur. Di kalangan warga, kepanikan merebak. Orang-orang takut peristiwa ini akan meluas jadi perang saudara. Total 94 anggota TNI dilaporkan jadi korban serangan gerombolan rusuh Westerling ini.

Pemberontakan APRA yang dipimpin Raymond Westerling. (Sumber: nationaalarchief.nl)
Pemberontakan APRA yang dipimpin Raymond Westerling. (Sumber: nationaalarchief.nl)

Tapi Bandung tidak tunduk. Pasukan TNI dari satuan lain dan kepolisian langsung merespons. Baku tembak terjadi di berbagai titik, tapi situasi berhasil dikendalikan. Sejumlah anggota APRA ditangkap hidup-hidup, sebagian melarikan diri ke luar kota.

Yang menarik, dalam hitungan jam, APRA ditarik keluar dari Bandung. Ini bukan karena mereka dikalahkan secara militer, tapi karena ada perintah dari atasan mereka di militer Belanda sendiri. Mayor Jenderal Engels, komandan garnisun KL di Bandung, membujuk mereka agar meninggalkan kota. Ia tahu, keterlibatan pasukan Belanda dalam kudeta ini akan membuka skandal besar.

Fakta bahwa APRA bisa begitu percaya diri menyerbu Bandung—tanpa takut terhadap aparat Belanda—menjadi sinyal kuat bahwa mereka mendapat semacam perlindungan. Dugaan itu tak salah. Belakangan terbukti bahwa Westerling tak bergerak sendirian. Sultan Hamid II dari Kalimantan Barat, seorang pejabat tinggi RIS dan tokoh federalis, terlibat merancang seluruh operasi.

Pemberontakan di Bandung adalah awal dari rencana yang lebih besar: menggulingkan pemerintah RIS, membunuh menteri-menteri penting, dan mendirikan pemerintahan boneka yang pro-Belanda.

Westerling Ditangkap Polisi Belanda

Usai Bandung, sasaran berikutnya adalah Jakarta. Westerling sudah berada di ibu kota sejak sebelum penyerbuan ke Bandung dilakukan. Ia menyusun skenario penggulingan kabinet RIS, dengan target utama: Sultan Hamengku Buwono IX (Menteri Pertahanan), Kolonel Simatupang, dan Ah Budiardjo (Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan).

Baca Juga: Wiranatakusumah V, Bangsawan Sunda Penentu Bubarnya Parlemen Pasundan Boneka Belanda

Tapi rencana 26 Januari 1950 itu gagal. Belum sempat bergerak, Westerling ditangkap oleh polisi Belanda sendiri. Anehnya, ia tak diserahkan ke aparat Indonesia. Belanda justru membawanya kabur ke luar negeri, dan akhirnya menetap kembali di negerinya.

Pemerintah Indonesia menuntut agar Westerling diekstradisi, menurut Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Ia dianggap penjahat perang, bukan hanya karena pemberontakan ini, tapi juga atas pembantaian Sulawesi Selatan. Tapi Belanda menolak. Westerling hanya dijatuhi hukuman ringan: lima tahun penjara, dan itu pun tidak dijalani penuh. Setelah dua tahun, ia dibebaskan dengan dalih kesehatan.

Dugaan keterlibatan Sultan Hamid II makin menguat. Dalam buku Kahin, disebutkan bahwa Sultan Hamid mengaku telah mendalangi dua upaya kudeta: 26 Januari dan 15 Februari. Yang terakhir menyasar gedung parlemen RIS. Untungnya, batal karena pasukan pengaman sudah disiagakan.

Setelah pemberontakan APRA, posisi kaum federalis melemah drastis. Tuntutan untuk membubarkan Negara Pasundan menguat. Pada 8 Februari, pemerintah RIS mengeluarkan undang-undang darurat. Sehari setelahnya, Wiranata Koesoemah, Kepala Negara Pasundan, menyerahkan kekuasaan kepada Komisaris Negara yang ditunjuk pusat.

Tak sampai tujuh bulan sejak pengakuan kedaulatan, RIS bubar. Pada 17 Agustus 1950, Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan. Ironisnya, pemberontakan APRA yang dirancang untuk mempertahankan RIS justru mempercepat kematiannya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)