Ketika Integritas Diuji

Yudaningsih
Ditulis oleh Yudaningsih diterbitkan Rabu 12 Nov 2025, 09:47 WIB
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. (Sumber: Pemprov Jabar)

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. (Sumber: Pemprov Jabar)

Kamis sore, 30 Oktober 2025, berita itu menyebar cepat di berbagai kanal media: Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, diperiksa Kejaksaan Negeri Kota Bandung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyebutkan bahwa Erwin diperiksa terkait “sejumlah kasus dugaan tindak pidana.” Kasusnya belum diungkap sepenuhnya, namun kabar itu sudah lebih dari cukup untuk membuat warga kota tertegun.

Ada rasa getir yang sulit disembunyikan. Bandung, kota yang selama ini dielu-elukan sebagai kota cerdas, kota kreatif, kota berbudaya, kini kembali menghadapi kabut tebal di ruang pemerintahannya. Dugaan jual beli jabatan, pengondisian proyek, dan penyalahgunaan kewenangan kembali menggema di lorong kepercayaan publik.

Di tengah suasana itu, publik menunggu: bukan sekadar klarifikasi, tetapi kebenaran yang jernih.

Pemeriksaan terhadap pejabat publik bukan hal baru di negeri ini. Namun setiap kali kasus seperti ini mencuat, satu hal yang selalu terasa: krisis integritas belum juga sembuh dari tubuh birokrasi kita.

Kejaksaan menyebut Erwin diperiksa sebagai saksi dalam dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bandung. Erwin sendiri membantah keras tudingan OTT. Ia menegaskan datang ke kejaksaan “dalam rangka memenuhi panggilan hukum sebagai warga negara yang baik.”

Pernyataan itu sah dan patut dihargai. Namun publik tentu punya hak untuk bertanya lebih jauh: mengapa praktik seperti jual beli jabatan selalu berulang di pemerintahan daerah?

Peneliti ICW (Indonesia Corruption Watch) pada 2024 mencatat, setidaknya 80 persen kasus korupsi daerah berakar pada jual beli jabatan dan pengaturan proyek. Fenomena ini ibarat penyakit kronis yang menjalar di balik meja birokrasi. Kekuasaan dijadikan alat transaksi, bukan amanah pelayanan.

Di Bandung sendiri, aroma maladministrasi dan konflik kepentingan sudah lama menjadi “rahasia umum.” Dari perizinan usaha, proyek infrastruktur, hingga penempatan jabatan strategis, semuanya kerap dikaitkan dengan kepentingan politik dan patronase.

Di panggung lebih besar daripada satu kota, data nasional memperlihatkan kenyataan yang mengejutkan. Menurut laporan ICW, sepanjang tahun 2023 tercatat sekitar 791 kasus korupsi di seluruh Indonesia, dengan kerugian negara mencapai lebih dari Rp 28,4 triliun. Lebih jauh, survei nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia tahun 2024 berada di angka 3,85 dari skala 0-5 menurun dibanding tahun sebelumnya.

Di tingkat lokal Kota Bandung, data dari laporan Pemerintah Kota menyebut bahwa indeks integritas organisasi di lingkungan Pemkot Bandung masih berada di angka sekitar 3,13 hingga 3,49 dari skala ideal 3,6.  Dengan kata lain: Kota Bandung yang sedang menjadi sorotan pemeriksaan pejabatnya pun bukan berada di zona “bersih dari risiko” secara struktur.

Berangkat dari data ini, pemeriksaan terhadap Wakil Wali Kota Bandung menjadi lebih dari sekadar berita tungga, ia adalah manifestasi konkret dari tantangan sistemik: Ketika korupsi daerah masih berjibun dan kepercayaan publik terus menipis, maka pemeriksaan terhadap pejabat lokal bukan kejadian luar biasa, tetapi indikator penyakit.  Ketika indeks integritas ASN di Kota Bandung belum mencapai angka ideal, maka potensi budaya birokrasi yang rentan termasuk jual beli jabatan tetap nyata. Ketika masyarakat merasakan bahwa angka-angka indikator moral publik menurun, maka disrupsi ke dalam pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan pun berdampak langsung bagi kepercayaan warga.

Oleh sebab itu, kasus ini seharusnya menjadi wake-up call bukan hanya bagi satu individu, melainkan bagi seluruh sistem pemerintahan, budaya birokrasi, dan masyarakat sipil.

Kasus pemeriksaan Erwin, entah apa pun hasilnya nanti, membuka kembali luka lama: apakah jabatan publik masih dimaknai sebagai pengabdian, atau sudah berubah menjadi komoditas?

Wakil Wali Kota Bandung Erwin saat melakukan patroli kebijakan jam malam untuk pelajar. (Sumber: Ayobandung | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Wakil Wali Kota Bandung Erwin saat melakukan patroli kebijakan jam malam untuk pelajar. (Sumber: Ayobandung | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Birokrasi yang seharusnya menjadi tulang punggung pelayanan publik kini tengah dirundung virus yang lebih berbahaya dari korupsi uang: korupsi moral.

Korupsi uang bisa diukur nilainya; korupsi moral tidak. Ia merusak dari dalam, mengubah mental melayani menjadi mental melayani diri sendiri.

Fenomena jual beli jabatan adalah contoh paling nyata dari korupsi moral itu. Ia tidak hanya mencederai sistem meritokrasi, tetapi juga menular ke bawah: membuat ASN yang jujur merasa sia-sia, membuat masyarakat kehilangan kepercayaan, dan menumbuhkan generasi muda yang skeptis terhadap politik.

Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Apabila amanah disia-siakan, tunggulah kehancurannya.” (HR. Bukhari)

Amanah adalah roh kepemimpinan. Tanpa amanah, jabatan hanyalah kursi kosong yang menunggu tumbangnya integritas.

Kita bisa memaklumi jika seorang pejabat diperiksa. Hukum harus bekerja. Tetapi yang tidak bisa dimaafkan adalah jika sistem terus membiarkan budaya salah itu tumbuh.

Sebab di saat yang sama, masyarakat menonton—dan perlahan kehilangan iman terhadap makna kejujuran dalam politik lokal.

Baca Juga: Proyeksi Ekonomi Jawa Barat 2025: Menakar Potensi dan Risiko Struktural

Kota Bandung selalu punya wajah ganda: kreatif tapi juga kompleks, indah tapi sering retak dari dalam. Pemeriksaan Wakil Wali Kota hari ini bukan sekadar berita hukum; ia adalah peringatan moral bagi seluruh penyelenggara pemerintahan—bahwa kepercayaan publik bukan milik abadi, melainkan utang yang harus dibayar dengan integritas.

Sejarah membuktikan, kota ini tidak pernah tumbuh dari kekuasaan, tapi dari gerakan warga yang menjaga nurani. Dari guru yang jujur, aparatur yang bersih, hingga pemuda yang berani bersuara.

Maka di tengah kabar pemeriksaan dan isu korupsi, mungkin kita perlu bertanya bukan hanya kepada pejabat, tetapi juga kepada diri sendiri:

“Apakah kita masih menjaga Bandung dengan hati bersih?”

Karena kota yang baik bukan dibangun oleh pejabat yang banyak, melainkan oleh pemimpin yang benar dan warga yang tidak lelah berharap. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Yudaningsih
Tentang Yudaningsih
Yudaningsih, akademisi Tel-U & aktivis keterbukaan informasi, Tenaga Ahli KI Jabar, eks Komisioner KPU Bandung & KI Jabar, kini S3 SAA UIN SGD.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Feb 2026, 11:04

8 Istilah Sunda yang Jadi Aktivitas Rutin di Bulan Puasa

Beberapa istilah Sunda berikut bukan sekadar kata, tapi gambaran aktivitas seru yang juga bernilai ibadah.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Feb 2026, 09:39

Ngabuburit di Museum Pos Indonesia: Menunggu Senja di Lorong Sejarah 

Suasana ngabuburit bisa terasa lebih bermakna dengan berkunjung ke Museum Pos Indonesia di Bandung.

Gedung Museum Pos Indonesia Jl Cilaki No.73 Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 26 Feb 2026, 07:00

Tantangan Kelurahan Sukapura Kawal Balita dari Risiko Stunting

Data Kelurahan Sukapura Tahun 2025 menunjukkan jumlah anak berisiko stunting menurun dari 83 anak pada 2024 menjadi 53 anak pada 2025.

Kader kesehatan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong memberikan imunisasi untuk anak. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 25 Feb 2026, 20:40

Satgas PASTI Hentikan AMG Pantheon dan MBAStack, Waspada Penipuan Investasi yang Mencatut Nama Perusahaan Global!

Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) kembali mengambil langkah tegas dalam melindungi masyarakat dari jeratan investasi bodong yang semakin canggih.

Ilustrasi ancaman penipuan investasi ilegal. (Sumber: Freepik)
Bandung 25 Feb 2026, 19:54

Strategi OJK Jawa Barat Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Tangkal Investasi Ilegal Lewat GERAK Syariah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mendorong Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) Syariah untuk berperan aktif menyukseskan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah).
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 18:42

Bahasa Sunda dalam Ritme Ramadan

Bahasa Sunda menyimpan jejak pengalaman kolektif itu melalui kata-kata berawalan “nga-”.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 25 Feb 2026, 17:03

Kisah Lius Menjaga Nyala Pukis Beng-beng: Warisan Ayah Sejak 1989 yang Bertahan di Tengah Modernitas Bandung

Cetakan besi, adonan pukis, hingga topping coklat, keju, maupun pandan merupakan pemandangan sehari-hari yang dilihat oleh Lius (40), pemilik usaha Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak.

Kue Pukis Beng-beng di ruas Jalan Cibadak, Kota Bandung. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 15:00

Ketika Lema Arab Menjadi Milik Indonesia: Perjalanan Kosakata Ramadan

Mayoritas kosakata khas Ramadan yang digunakan masyarakat Indonesia berasal dari bahasa Arab dan telah mengalami penyesuaian.

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 25 Feb 2026, 13:33

Di Balik Kilau Manusia Silver: Lendir Hitam dari Hidung, Kulit Memerah, dan Panas yang Harus Ditahan

Teguh mengatakan bahwa setiap kali kehujanan, dari hidungnya kerap keluar lendir berwarna hitam. Ia juga mengaku penglihatannya menjadi buram ketika matanya kemasukan cat.

Erwin melumuri badanya mengggunakan tinta sablon plastik berbahan kimia yang dicampur minyak goreng. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 25 Feb 2026, 11:18

Rumah untuk Siapa: Potret Pembiayaan Perumahan di Tengah Rekor Pertumbuhan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat bahwa backlog perumahan nasional mencapai 9,9 juta unit.

Salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)