Ketika Integritas Diuji

4 menit baca
Yudaningsih
Ditulis oleh Yudaningsih diterbitkan
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. (Sumber: Pemprov Jabar)
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin. (Sumber: Pemprov Jabar)

Kamis sore, 30 Oktober 2025, berita itu menyebar cepat di berbagai kanal media: Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, diperiksa Kejaksaan Negeri Kota Bandung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyebutkan bahwa Erwin diperiksa terkait “sejumlah kasus dugaan tindak pidana.” Kasusnya belum diungkap sepenuhnya, namun kabar itu sudah lebih dari cukup untuk membuat warga kota tertegun.

Ada rasa getir yang sulit disembunyikan. Bandung, kota yang selama ini dielu-elukan sebagai kota cerdas, kota kreatif, kota berbudaya, kini kembali menghadapi kabut tebal di ruang pemerintahannya. Dugaan jual beli jabatan, pengondisian proyek, dan penyalahgunaan kewenangan kembali menggema di lorong kepercayaan publik.

Di tengah suasana itu, publik menunggu: bukan sekadar klarifikasi, tetapi kebenaran yang jernih.

Pemeriksaan terhadap pejabat publik bukan hal baru di negeri ini. Namun setiap kali kasus seperti ini mencuat, satu hal yang selalu terasa: krisis integritas belum juga sembuh dari tubuh birokrasi kita.

Kejaksaan menyebut Erwin diperiksa sebagai saksi dalam dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bandung. Erwin sendiri membantah keras tudingan OTT. Ia menegaskan datang ke kejaksaan “dalam rangka memenuhi panggilan hukum sebagai warga negara yang baik.”

Pernyataan itu sah dan patut dihargai. Namun publik tentu punya hak untuk bertanya lebih jauh: mengapa praktik seperti jual beli jabatan selalu berulang di pemerintahan daerah?

Peneliti ICW (Indonesia Corruption Watch) pada 2024 mencatat, setidaknya 80 persen kasus korupsi daerah berakar pada jual beli jabatan dan pengaturan proyek. Fenomena ini ibarat penyakit kronis yang menjalar di balik meja birokrasi. Kekuasaan dijadikan alat transaksi, bukan amanah pelayanan.

Di Bandung sendiri, aroma maladministrasi dan konflik kepentingan sudah lama menjadi “rahasia umum.” Dari perizinan usaha, proyek infrastruktur, hingga penempatan jabatan strategis, semuanya kerap dikaitkan dengan kepentingan politik dan patronase.

Di panggung lebih besar daripada satu kota, data nasional memperlihatkan kenyataan yang mengejutkan. Menurut laporan ICW, sepanjang tahun 2023 tercatat sekitar 791 kasus korupsi di seluruh Indonesia, dengan kerugian negara mencapai lebih dari Rp 28,4 triliun. Lebih jauh, survei nasional oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia tahun 2024 berada di angka 3,85 dari skala 0-5 menurun dibanding tahun sebelumnya.

Di tingkat lokal Kota Bandung, data dari laporan Pemerintah Kota menyebut bahwa indeks integritas organisasi di lingkungan Pemkot Bandung masih berada di angka sekitar 3,13 hingga 3,49 dari skala ideal 3,6.  Dengan kata lain: Kota Bandung yang sedang menjadi sorotan pemeriksaan pejabatnya pun bukan berada di zona “bersih dari risiko” secara struktur.

Berangkat dari data ini, pemeriksaan terhadap Wakil Wali Kota Bandung menjadi lebih dari sekadar berita tungga, ia adalah manifestasi konkret dari tantangan sistemik: Ketika korupsi daerah masih berjibun dan kepercayaan publik terus menipis, maka pemeriksaan terhadap pejabat lokal bukan kejadian luar biasa, tetapi indikator penyakit.  Ketika indeks integritas ASN di Kota Bandung belum mencapai angka ideal, maka potensi budaya birokrasi yang rentan termasuk jual beli jabatan tetap nyata. Ketika masyarakat merasakan bahwa angka-angka indikator moral publik menurun, maka disrupsi ke dalam pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan pun berdampak langsung bagi kepercayaan warga.

Oleh sebab itu, kasus ini seharusnya menjadi wake-up call bukan hanya bagi satu individu, melainkan bagi seluruh sistem pemerintahan, budaya birokrasi, dan masyarakat sipil.

Kasus pemeriksaan Erwin, entah apa pun hasilnya nanti, membuka kembali luka lama: apakah jabatan publik masih dimaknai sebagai pengabdian, atau sudah berubah menjadi komoditas?

Wakil Wali Kota Bandung Erwin saat melakukan patroli kebijakan jam malam untuk pelajar. (Sumber: Ayobandung | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Wakil Wali Kota Bandung Erwin saat melakukan patroli kebijakan jam malam untuk pelajar. (Sumber: Ayobandung | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Birokrasi yang seharusnya menjadi tulang punggung pelayanan publik kini tengah dirundung virus yang lebih berbahaya dari korupsi uang: korupsi moral.

Korupsi uang bisa diukur nilainya; korupsi moral tidak. Ia merusak dari dalam, mengubah mental melayani menjadi mental melayani diri sendiri.

Fenomena jual beli jabatan adalah contoh paling nyata dari korupsi moral itu. Ia tidak hanya mencederai sistem meritokrasi, tetapi juga menular ke bawah: membuat ASN yang jujur merasa sia-sia, membuat masyarakat kehilangan kepercayaan, dan menumbuhkan generasi muda yang skeptis terhadap politik.

Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Apabila amanah disia-siakan, tunggulah kehancurannya.” (HR. Bukhari)

Amanah adalah roh kepemimpinan. Tanpa amanah, jabatan hanyalah kursi kosong yang menunggu tumbangnya integritas.

Kita bisa memaklumi jika seorang pejabat diperiksa. Hukum harus bekerja. Tetapi yang tidak bisa dimaafkan adalah jika sistem terus membiarkan budaya salah itu tumbuh.

Sebab di saat yang sama, masyarakat menonton—dan perlahan kehilangan iman terhadap makna kejujuran dalam politik lokal.

Baca Juga: Proyeksi Ekonomi Jawa Barat 2025: Menakar Potensi dan Risiko Struktural

Kota Bandung selalu punya wajah ganda: kreatif tapi juga kompleks, indah tapi sering retak dari dalam. Pemeriksaan Wakil Wali Kota hari ini bukan sekadar berita hukum; ia adalah peringatan moral bagi seluruh penyelenggara pemerintahan—bahwa kepercayaan publik bukan milik abadi, melainkan utang yang harus dibayar dengan integritas.

Sejarah membuktikan, kota ini tidak pernah tumbuh dari kekuasaan, tapi dari gerakan warga yang menjaga nurani. Dari guru yang jujur, aparatur yang bersih, hingga pemuda yang berani bersuara.

Maka di tengah kabar pemeriksaan dan isu korupsi, mungkin kita perlu bertanya bukan hanya kepada pejabat, tetapi juga kepada diri sendiri:

“Apakah kita masih menjaga Bandung dengan hati bersih?”

Karena kota yang baik bukan dibangun oleh pejabat yang banyak, melainkan oleh pemimpin yang benar dan warga yang tidak lelah berharap. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Yudaningsih
Tentang Yudaningsih
Yudaningsih, akademisi Tel-U & aktivis keterbukaan informasi publik, eks Tenaga Ahli KI Jabar, eks Komisioner KPU Bandung & KI Jabar, kini S3 SAA UIN SGD.

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)