Menuju Kota Bandung yang Inklusif

Muhammad Imaduddin
Ditulis oleh Muhammad Imaduddin diterbitkan Senin 10 Nov 2025, 09:05 WIB
Kondisi guiding block di Kota Bandung yang memprihatinkan. (Sumber: IDZ Creators | Foto: Faqih Mauludin)

Kondisi guiding block di Kota Bandung yang memprihatinkan. (Sumber: IDZ Creators | Foto: Faqih Mauludin)

Saya berjalan keluar dari toko, menyusuri trotoar Kota Bandung yang saat itu tidak banyak orang berlalu-lalang, mungkin sepi selepas hujan.

Sisi kekanakan membuat Saya mengikuti garis kuning di trotoar. Guiding block namanya. Sebuah jalur kecil yang menjadi penuntun bagi mereka yang tidak bisa mengandalkan penglihatan.

Namun, beberapa langkah kemudian, jalur itu tiba-tiba terputus, terpotong oleh pohon besar dan aspal retak.

Saya terus berjalan, toh Saya memang tidak membutuhkan jalur itu—paling hanya inner child Saya yang tidak terpuaskan. Tapi Saya kemudian membayangkan, apa jadinya jika seseorang dengan tongkat dan kacamata hitam, seseorang yang memang membutuhkan jalur itu, menyusurinya dan mendadak kehilangan penuntun.

Bandung Kota Pariwisata Namun Tidak Ramah Difabel

Taman Inklusi, salah satu taman yang ada di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Taman Inklusi, salah satu taman yang ada di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)

Bandung merupakan kota pariwisata. Tidak ada yang menyanggah hal itu. Mulai dari Alun-Alun, Jalan Braga, Trans Studio Mall, Kebun Binatang, Masjid Raya Al-Jabbar hingga beragam macam taman di kota ini kerap ramai oleh wisatawan.

Data pun mendukung klaim tersebut. Berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD) seperti dikutip dari situs resmi Pemprov Jabar, per September 2025 ada sekitar 1.896 juta perjalanan wisatawan lokal ke Kota Bandung. Jumlah ini naik sekitar 7.60 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Selain itu, Kota Bandung juga merupakan daerah tujuan utama kedua di Jawa Barat bagi wisatawan lokal, dengan persentase jumlah kunjungan mencapai 11.20 persen pada periode Januari-September 2025. Angka ini hanya kalah dari Kabupaten Bogor yang menyentuh angka 14.76 persen.

Sayangnya, meskipun ramai dengan pariwisata, Bandung belum berhasil menjadi kota yang inklusif. Hal ini terbukti dari banyaknya ruang publik yang tidak memiliki fasilitas ramah difabel layak atau bahkan tidak ada sama sekali.

Padahal ruang publik yang inklusif merupakan amanat Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, serta Peraturan Daerah Kota Bandung No. 26 Tahun 2009 tentang Kesetaraan dan Pemberdayaan Penyandang Cacat.

Di Kota Bandung sendiri, berdasarkan data dari Dinas Sosial Kota Bandung seperti dikutip AyoBandung.id, menunjukkan bahwa jumlah penyandang disabilitasnya mencapai lebih dari 6.000 jiwa pada 2022. Sehingga, urgensi wacana kota yang inklusif bukan sebatas persoalan pariwisata saja, melainkan hak para penduduknya juga.

Upaya Pemerintah

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Pemerintah Kota Bandung sebenarnya tidak hanya berdiam diri. Setidaknya mereka menyadari kota yang mereka urus butuh perbaikan di sana-sini agar menjadi kota yang inklusif.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya tengah berupaya mewujudkan Kota Bandung yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Salah satunya dengan cara menjalin kerja sama dengan Save The Children, sebuah organisasi nirlaba independen yang bergerak di bidang kemanusiaan terutama untuk anak-anak.

Selain itu, Farhan juga mencoba mendengar keluhan yang diutarakan kelompok penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus terkait infrastruktur yang masih kurang mendukung. Pihaknya pun berjanji akan segera memperbaikinya.

Namun, sekali lagi semoga Bandung menjadi kota yang inklusif tidak hanya berhenti menjadi sekedar wacana semata. Karena seperti yang kita tahu, kritik terhadap fasilitas yang tidak ramah difabel di kota ini bisa ditemukan jejak digitalnya sejak satu dekade lalu.

Sehingga, perlu keseriusan pemerintah dalam mewujudkan Kota Bandung yang inklusif. Bukan sekedar demi pariwisata belaka, melainkan demi memenuhi hal-hak penduduknya juga.(*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Imaduddin
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

Bandung Was Wes Wos

Ayo Netizen 09 Nov 2025, 18:01 WIB
Bandung Was Wes Wos

News Update

Ayo Netizen 05 Des 2025, 16:37 WIB

10 Netizen Pilihan November 2025, Mengulas Fenomena Turisme Bandung

Pada edisi kali ini, tema besar ā€œFenomena Turisme Bandungā€ menjadi sorotan utama.
Jalan Braga tidak hanya menjadi saksi bisu kemegahan masa lalu, tapi juga rumah bagi seniman jalanan yang menantang arus zaman lewat goresan kanvas. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 14:47 WIB

Orang Sunda 'Jago'-nya Ciptakan Akronim Nama Makanan yang Lucu dan Gampang Diingat

Semua akronim itu dibuat para penciptanya untuk memudahkan mengingat, selain juga ada unsur heureuy sesuai karakter urang Sunda.
Cimol. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: AWG97)
Beranda 05 Des 2025, 12:58 WIB

Banjir Bandang Cililin Bukan Lagi Bencana Tahunan, Tapi Alarm Kerusakan Hulu Bandung Barat

Air bah menyapu sedikitnya 5 hektare lahan pertanian, puluhan ton ternak ikan, serta merendam sentra wisata kuliner yang menjadi penggerak ekonomi warga.
Seorang pekerja sedang membersihkan wisata kuliner Lembah Curugan Gunung Putri yang diterjang banjir bandang, pada Kamis 4 Desember 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Restu Nugraha Sauqi)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 12:54 WIB

Pedagang Kaki Lima dan Parkir Liar Hantui Mobilitas Kota Bandung

Kemacetan Kota Bandung diperparah akibat PKL dan parkir liar yang memakan badan jalan.
Aktivitas pedagang kaki lima mengurangi ruang kendaraan di ruas Jalan Moch. Toha, Kota Bandung, Selasa (2/12/25). (Sumber: Nathania)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 11:54 WIB

Dibangun untuk Olahraga, Taman Fitnes Tak Terawat malah Dipakai Nongkrong

Fasilitas yang berkarat dan kondisi taman yang tak terjaga membuat Taman Fitnes Jl. Teuku Umar tak optimal digunakan.
Tampak depan taman fitnes, dengan suasana sendu disore hari. (02/12/2025) (Sumber: Penulis | Foto: Syafitriani Rahmawati)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 10:46 WIB

Perpaduan Cita Rasa Yoghurt dan Ice Cream Tianlala

Perpaduan yogurt segar dan ice cream lembut di Tianlala menawarkan rasa unik yang sulit dilupakan. Suasananya nyaman, harganya ramah, membuat pengalaman mencicipinya semakin menyenangkan.
Tianlala seperti oase kecil yang bisa membangkitkan mood siapa saja yang lewat. (Sumber: Dok. Penulis).
Ayo Netizen 05 Des 2025, 09:38 WIB

Polemik Beton di Atas Awan, Infrastruktur Ikonik Bandung ā€˜Warisan RK’

Kritik kepada wali kota bandung atas aksi lempar melempar tanggung jawab terkait Teras Cihampelas.
Tulisan ā€œTeras Cihampelasā€ yang dulu ramai, sekarang terlihat sunyi dan sepi 
(1/12/2025) (Sumber: Calya Pratista) (Sumber: Calya Pratista | Foto: Calya Pratista)
Ayo Netizen 05 Des 2025, 08:45 WIB

Pisang Ijo Hadir dengan Inovasi Baru di Bojongsoang

Gerai Pisang Ijo di Bojongsoang menawarkan inovasi dengan es krim fla, dan keju.
Gerai Pisang Ijo menghadirkan cita rasa baru jajanan tradisional melalui perpaduan fla manis, keju, dan es krim yang berlokasi di Jalan Raya Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Sabtu (01/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Ruth Sestovia Purba)
Beranda 05 Des 2025, 07:38 WIB

Sinyal Krisis Ekologis Mengintai Jawa Barat

Iwang mendesak agar pemerintah memperketat aktivitas di kawasan hutan dan memperkuat penegakan hukum sebelum kondisi berubah menjadi krisis ekologis yang lebih parah.
Air Sungai Cibitung di Kabupaten Bandung Barat meluap akibat tak mampu lagi menahan debit besar akibat hujan deras. (Sumber: sekitarbandung.com)
Beranda 04 Des 2025, 21:52 WIB

Ratusan Hektare Kebun Teh Malabar Hilang: Benarkah Karena HGU Habis dan Lemahnya Pengawasan?

Secara keseluruhan, dalam satu tahun terakhir, sekitar 150 hektare kebun teh telah hilang akibat penyerobotan dan pembabatan liar.
Ilustrasi kebun teh. (Foto: Rashid/Unsplash)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 20:11 WIB

Polisi Tidur Besar dan Tinggi di Batununggal Seakan Tak Ada Habisnya

Polisi tidur di Batununggal yang terlalu besar dan banyak membuat warga terganggu dan membahayakan pengendara.
Salah satu polisi tidur yang ada di jalan tersebut membuat warga resah. Batununggal, Kota Bandung, Selasa 2 Desember 2025. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Alyssa Aura Jacinta)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 18:41 WIB

Parkir liar di Jalan Riau Kota Bandung Rugikan Hak Pengguna Sepeda dan Pejalan Kaki

Jalan Riau Kota Bandung menjadi saksinya saat trotoar dan jalur pesepeda kehilangan haknya.
Kendaraan parkir sembarangan menutup jalur sepeda dan trotoar di Jalan Riau, Kota Bandung, sehingga mengganggu pengguna trotoar dan jalur sepeda.Jln.Riau, Kota Bandung, Jumat, 28 November 2025 (Sumber: Nazira Takiya | Foto: Nazira Tazkiya)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 18:19 WIB

Talenta Pelajar Bandung dan Urgensi Alat Peraga Pendidikan

Talenta pelajar di Bandung banyak yang sulit berkembang karena kondisi sekolah kekurangan alat peraga pendidikan dan fasilitas laboratorium sekolah.
Alat peraga pendidikan di Pudak Training Center Gedebage Bandung (Sumber: Dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 17:53 WIB

Tari Merak dan Dinamika Gen Z, Menari Sambil Mengejar Karier

Usia transisi antara remaja dan dewasa umumnya menjadi masa seseorang membangun karier.
Rani Nurhayani memperagakan keindahan kostum Tari Merak pada Jumat (31/10/2025) di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Nadia Khaerunnisa)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 17:45 WIB

Minimnya Penerangan di Sebagian Jalan Soekarno-Hatta Bandung pada Malam Hari

Kurangnya penerangan jalan pada beberapa titik Jalan Soekarno-Hatta Bandung menjadi keluhan warga dan pengguna jalan.
Salah satu ruas jalan Soekarno Hatta Bandung ketika malam hari yang minim dengan  penerangan, Minggu, 30 November 2025, Jalan Soekarno Hatta Bandung. (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Sela Rika)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 16:46 WIB

Tahura Gunung Kunci Wisata Alam Bersejarah di Sumedang

Tahura Gunung Kunci di Sumedang bukan hanya tempat wisata alam yang asri, tapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya penting.
Ruang bunker pertahanan Belanda yang mempunyai 17 ruangan di dalamnya, yang terletak di Desa Citamiyang, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Kamis ( 6/11/2025 ). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Aulira)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 16:35 WIB

Y2K Fever di Bandung: Gaya Lama yang Menjadi Simbol Diri Generasi Z

Gaya Y2K kini kembali menjadi tren lifestyle di kalangan Gen-Z.
Beberapa anak muda sedang berbelanja pakaian bergaya Y2K di toko Disclosure, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, pada Selasa (4/11/2025) (Sumber: Adventia)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 15:21 WIB

Bukan Sekadar Ngopi, Coffee Matter Jadi Tempat Nongkrong Plus Event Komunitas di Bandung

Lagi cari spot ngopi yang santai tapi tetep aesthetic? Coffee Matter bisa jadi jawabannya.
Sajian Coffee Matter. (Sumber: Dok. Penulis | Foto: Najla Fayrus)
Ayo Netizen 04 Des 2025, 15:06 WIB

Antara Popularitas dan Progres: Sepuluh Bulan Pemerintahan Farhan–Erwin

Refleksi 10 bulan pemerintahan Farhan-Erwin.
Walikota dan Wakil Walikota Bandung, M. Farhan dan Erwin. (Sumber: Pemprov Jabar)
Ayo Jelajah 04 Des 2025, 13:04 WIB

Jejak Lutung Kasarung, Film Indonesia Perdana Diputar di Bandung Tahun 1926

Sejarah pemutaran film Loetoeng Kasaroeng pada 1926 di Bandung, produksi pribumi pertama yang memadukan legenda Sunda, dukungan bangsawan Bandung, serta upaya teknis awal industri film Hindia Belanda.
Para pemain film Loetoeng Kasaroeng. (Sumber: KITLV)