Menuju Kota Bandung yang Inklusif

3 menit baca
Muhammad Imaduddin
Ditulis oleh Muhammad Imaduddin diterbitkan
Kondisi guiding block di Kota Bandung yang memprihatinkan. (Sumber: IDZ Creators | Foto: Faqih Mauludin)
Kondisi guiding block di Kota Bandung yang memprihatinkan. (Sumber: IDZ Creators | Foto: Faqih Mauludin)

Saya berjalan keluar dari toko, menyusuri trotoar Kota Bandung yang saat itu tidak banyak orang berlalu-lalang, mungkin sepi selepas hujan.

Sisi kekanakan membuat Saya mengikuti garis kuning di trotoar. Guiding block namanya. Sebuah jalur kecil yang menjadi penuntun bagi mereka yang tidak bisa mengandalkan penglihatan.

Namun, beberapa langkah kemudian, jalur itu tiba-tiba terputus, terpotong oleh pohon besar dan aspal retak.

Saya terus berjalan, toh Saya memang tidak membutuhkan jalur itu—paling hanya inner child Saya yang tidak terpuaskan. Tapi Saya kemudian membayangkan, apa jadinya jika seseorang dengan tongkat dan kacamata hitam, seseorang yang memang membutuhkan jalur itu, menyusurinya dan mendadak kehilangan penuntun.

Bandung Kota Pariwisata Namun Tidak Ramah Difabel

Taman Inklusi, salah satu taman yang ada di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Taman Inklusi, salah satu taman yang ada di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)

Bandung merupakan kota pariwisata. Tidak ada yang menyanggah hal itu. Mulai dari Alun-Alun, Jalan Braga, Trans Studio Mall, Kebun Binatang, Masjid Raya Al-Jabbar hingga beragam macam taman di kota ini kerap ramai oleh wisatawan.

Data pun mendukung klaim tersebut. Berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD) seperti dikutip dari situs resmi Pemprov Jabar, per September 2025 ada sekitar 1.896 juta perjalanan wisatawan lokal ke Kota Bandung. Jumlah ini naik sekitar 7.60 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Selain itu, Kota Bandung juga merupakan daerah tujuan utama kedua di Jawa Barat bagi wisatawan lokal, dengan persentase jumlah kunjungan mencapai 11.20 persen pada periode Januari-September 2025. Angka ini hanya kalah dari Kabupaten Bogor yang menyentuh angka 14.76 persen.

Sayangnya, meskipun ramai dengan pariwisata, Bandung belum berhasil menjadi kota yang inklusif. Hal ini terbukti dari banyaknya ruang publik yang tidak memiliki fasilitas ramah difabel layak atau bahkan tidak ada sama sekali.

Padahal ruang publik yang inklusif merupakan amanat Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan, serta Peraturan Daerah Kota Bandung No. 26 Tahun 2009 tentang Kesetaraan dan Pemberdayaan Penyandang Cacat.

Di Kota Bandung sendiri, berdasarkan data dari Dinas Sosial Kota Bandung seperti dikutip AyoBandung.id, menunjukkan bahwa jumlah penyandang disabilitasnya mencapai lebih dari 6.000 jiwa pada 2022. Sehingga, urgensi wacana kota yang inklusif bukan sebatas persoalan pariwisata saja, melainkan hak para penduduknya juga.

Upaya Pemerintah

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: AyoBandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)

Pemerintah Kota Bandung sebenarnya tidak hanya berdiam diri. Setidaknya mereka menyadari kota yang mereka urus butuh perbaikan di sana-sini agar menjadi kota yang inklusif.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya tengah berupaya mewujudkan Kota Bandung yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Salah satunya dengan cara menjalin kerja sama dengan Save The Children, sebuah organisasi nirlaba independen yang bergerak di bidang kemanusiaan terutama untuk anak-anak.

Selain itu, Farhan juga mencoba mendengar keluhan yang diutarakan kelompok penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus terkait infrastruktur yang masih kurang mendukung. Pihaknya pun berjanji akan segera memperbaikinya.

Namun, sekali lagi semoga Bandung menjadi kota yang inklusif tidak hanya berhenti menjadi sekedar wacana semata. Karena seperti yang kita tahu, kritik terhadap fasilitas yang tidak ramah difabel di kota ini bisa ditemukan jejak digitalnya sejak satu dekade lalu.

Sehingga, perlu keseriusan pemerintah dalam mewujudkan Kota Bandung yang inklusif. Bukan sekedar demi pariwisata belaka, melainkan demi memenuhi hal-hak penduduknya juga.(*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)