Menyalakan Lilin Ekonomi Pancasila dari Usaha Kecil

3 menit baca
Muhammad Sufyan Abdurrahman
Ditulis oleh Muhammad Sufyan Abdurrahman diterbitkan
Buku Pemberdayaan UMK: Wujud Ekonomi Pancasila. (Sumber: Refika Aditama | Foto: Refika Aditama)
Buku Pemberdayaan UMK: Wujud Ekonomi Pancasila. (Sumber: Refika Aditama | Foto: Refika Aditama)

Di tengah sorotan terhadap ketimpangan ekonomi yang makin melebar, serta gaung kehadiran Koperasi Merah Putih di mana-mana, buku Pemberdayaan UMK: Wujud Ekonomi Pancasila hadir sebagai suara alternatif yang mendesak kita kembali menengok akar ekonomi bangsa yakni usaha mikro kecil (UMK).

Ditulis oleh Prof Dr H Rully Indrawan, akademisi dan eks pejabat tinggi di Kementerian Koperasi dan UKM, serta Rio F Wilantara, penggerak kewirausahaan muda dan Ketua KNPI Jawa Barat periode 2017-2020, buku ini menyuarakan keprihatinan atas arah pembangunan ekonomi yang dinilai menjauh dari nilai-nilai Pancasila.

Disusun dalam sebelas bab, buku ini dibagi menjadi tiga bagian besar. Bagian pertama menjelaskan urgensi membangun ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil. UMK digambarkan sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang selama ini justru sering terpinggirkan.

Pasca pandemi, sektor ini menghadapi tantangan besar mulai dari akses modal yang terbatas, lemahnya daya saing, hingga regulasi yang belum memihak.

Bagian kedua menyajikan pembacaan kritis terhadap fondasi struktural ekonomi Indonesia. Penulis menekankan pentingnya membangun ekonomi konstitusi, yaitu ekonomi yang bertumpu pada nilai-nilai dasar UUD 1945.

Di sini, koperasi dimaknai bukan sekadar badan usaha, tetapi sebagai instrumen penguatan kolektif masyarakat. Kepemimpinan yang transformatif, karakter pelaku UMK, dan budaya wirausaha menjadi elemen penting yang harus terus diperkuat.

Bagian ketiga menjadi puncak dari seluruh paparan buku. Penulis menawarkan berbagai strategi pemberdayaan yang konkret. Mulai dari reformasi birokrasi agar layanan publik tidak mempersulit UMK, pembiayaan berbasis syariah dan teknologi, peningkatan akses logistik, peran strategis perempuan dalam ekonomi keluarga, sampai pengembangan produk halal dan potensi ekspor.

Gagasan penutup yang paling kritis terletak pada seruan revitalisasi koperasi yang dinilai kehilangan ruhnya akibat lemahnya pengawasan internal dan buruknya tata kelola.

Buku ini menyoroti bahwa regulasi koperasi saat ini sudah tertinggal dari dinamika zaman. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 dianggap tidak lagi relevan. Penulis mencontohkan praktik pengawasan koperasi di berbagai negara seperti Australia, Brasil, Irlandia, hingga Amerika Serikat sebagai cermin bahwa Indonesia perlu adopsi pendekatan baru yang kolaboratif.

Pengawasan koperasi, kata mereka, tidak cukup hanya diserahkan kepada negara, tetapi juga perlu melibatkan asosiasi, lembaga keuangan, hingga partisipasi anggota secara aktif.

Yang membuat buku ini lebih meyakinkan adalah kekuatan pengalaman dan jaringan kedua penulisnya. Prof Rully bukan hanya akademisi tetapi juga pernah menjabat di posisi strategis pemerintahan.

Sementara Rio Wilantara dikenal sebagai aktivis wirausaha muda yang paham betul realitas lapangan. Kombinasi keduanya menghasilkan narasi yang tidak hanya teoritis tetapi juga membumi.

Namun demikian, buku ini akan lebih kuat bila disertai dengan studi kasus konkret dari keberhasilan UMK di daerah. Misalnya, bagaimana koperasi petani di Garut atau komunitas UMK perempuan di Cirebon mengubah wajah ekonomi lokal.

Selain itu, isu transformasi digital UMK belum tergarap secara mendalam, padahal ini menjadi faktor penting dalam kompetisi global hari ini.

Meski begitu, buku ini tetap penting untuk dibaca siapa saja yang percaya bahwa ekonomi kerakyatan bukanlah mimpi kosong.

Pancasila tidak hanya hidup di podium dan teks akademik, tetapi seharusnya hidup dalam transaksi harian warung, koperasi desa, hingga pelaku usaha kecil yang selama ini menopang ekonomi bangsa.

Kita butuh lebih banyak narasi seperti ini. Bukan sekadar laporan statistik, tetapi ajakan untuk kembali menata arah pembangunan nasional agar tak sekadar tumbuh, tetapi juga berkeadilan. (*)

Judul buku: Pemberdayaan UMK: Wujud Ekonomi Pancasila

Penulis: Prof Dr H Rully Indrawan & H Rio F Wilantara

Penerbit: PT Refika Aditama, Bandung | Mei 2023 | 164 halaman

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 16:42

Menelusuri Jejak Benny Soebardja, Sang Godfather Rock Progresif Indonesia

Buku Benny Soebardja: The Progressive Years karya Zuhair Alyafie mengulas perjalanan Benny Soebardja dan perannya dalam membentuk sejarah rock progresif Indonesia.

Benny Soebardja: Perjalanan Sang Godfather Rock Progresif Indonesia (Sumber: Zuhair Alyafie)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 15:21

Peran Bank Perekonomian Rakyat Mencegah Jerat Rentenir di Bandung

Tujuan utama perbankan daerah bukan hanya menghimpun dana dan menyalurkan kredit. Keberadaannya menjaga martabat ekonomi keluarga di Bandung.

Ilustrasi pentingnya peran Bank Perekonomian Rakyat di Kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi