Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Menelusuri Rasa Sepi dalam Buku Things Left Behind

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan Senin 23 Jun 2025, 08:30 WIB
Buku Things Left Behind Karya Kim Sae Byoul | Jeon Ae Won. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Buku Things Left Behind Karya Kim Sae Byoul | Jeon Ae Won. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Makna hidup yang dipelajari dari jejak hidup mereka yang telah tiada oleh pengurus jasa membereskan barang-barang peninggalan orang yang telah meninggal dunia

Begitulah kiranya kutipan yang ada di halaman utama setelah sampul. Sebuah quotes yang merepresentasikan sebagian besar buku ini. Things Left Behind merupakan karya kolaborasi penulis korea yaitu Kim Sae Byoul dengan Jeon Ae Won.

Kim Sae Byoul sendiri merupakan CEO Biohazard yaitu perusahaan yang membuka jasa pelayanan untuk membersihkan barang-barang orang yang sudah meninggal dunia.

Buku ini melejit pada tahun 2021 setelah diadaptasi melalui serial korea berjudul Move To Heaven yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bersama Jeon Ae Won.

Buku ini merupakan kumpulan kisah nyata yang ditulis oleh keduanya sebagai petugas yang mengurusi barang -barang peninggalan orang yang sudah tidak ada lagi di dunia , baik seseorang yang meninggal dengan wajar atau sebab lain seperti pembunuhan.

Dalam pekerjaan ini seringkali ditemukan kasus- kasus mengejutkan, seperti orang tua yang meninggal tanpa diketahui orang lain, mahasiswa bunuh diri karena stres dengan ekspektasi orang tua, atau pekerja yang tinggal sendirian lalu meninggal karena kecelakaan.

Buku ini mengajarkan para pembaca untuk lebih aware terhadap hal-hal penting yang selama ini luput dari perhatian diantaranya , betapa berharganya sebuah kehidupan, kehangatan keluarga , kasih sayang dan persahabatan.

Buku setebal 199 halaman ini mampu membuat emosi pembaca berkecamuk, mulai dari sedih, haru bahkan menjengkelkan sekalipun ada. Buku ini memang sangat erat dengan budaya korea, di mana negara tersebut seringkali terjadi tindakan bunuh diri karena kondisi lingkungan yang individualis juga tekanan sosial akan penghargaan akan kesuksesan karir dan pendidikan.

Namun tidak menutup kemungkinan dampak dari media digital juga bisa merambah ke beberapa negara lainnya.

Baca Juga: Kini 10 Netizen Terpilih Dapat Total Hadiah Rp1,5 Juta dari Ayobandung.id setiap Bulan

Bagi sebagian orang perubahan menjadi hal yang dirasa tidak nyaman dan mengancam. Terlebih ketika pandemi covid-19 melanda membuat semua aktivitas yang tadinya bisa dilakukan dengan tatap muka berubah menjadi sapaan dalam layar yang disebut dengan gawai pintar.

Bagi beberapa orang tidak mudah harus menghadapi zaman tanpa kontak langsung terlebih bagi mereka yang sudah tidak lagi muda. Smart phone yang dapat menyambungkan dunia melalui saluran tidak kasat mata di sisi lain dapat memberikan sukacita tapi pada sisi yang lain menjadi penyebab kesepian yang tak terkira.

Diskoneksi yang terjadi antar generasi pun memperparah hal ini dikarenakan tiap generasi tidak dapat memahami cara berpikir satu sama lain. Sehingga banyak hubungan antara orang tua dan anak tidak berjalan dengan baik dan menimbulkan rasa sepi untuk satu pihak.

Kesepian sendiri sudah menjadi paradoks di tengah kehidupan serba digital. Hal ini terjadi karena interaksi online seringkali hanya sebatas permukaan saja dan tidak mendalam sehingga memunculkan keterikatan yang semu. Banyak yang jauh jadi semakin dekat tapi yang dekat jadi terlupakan.

Hubungan antara orang tua dengan anak menjadi renggang, sehingga ketika salah satu sedang sakit, rasanya sungkan untuk memberikan kabar kepada yang lain. Istilah tidak mau merepotkan menjadi suatu hal yang semestinya tidak ada dalam keterikatan sebuah hubungan.

Diskoneksi antara ibu yang menginginkan anaknya sukses di masa depan, namun dalam menunjukan kasih sayangnya menggunakan cara kekerasan dengan dalih sebagai bentuk kedisiplinan.

Ironisnya sang anak merasa tertekan dan akhirnya membunuh ibunya. Lalu pada kisah yang lain seorang anak berusaha mati-matian belajar untuk bisa masuk universitas ternama dan menjadi dokter gigi terbaik. Dengan harapan bisa menjadi penyelamat keluarganya dari kemiskinan yang membelenggu.

Namun kadang tidak menjalani apa yang kita inginkan juga menjadi bentuk sebuah kesepian. Anak tersebut ternyata menyukai seni musik tapi dia pendam dan tidak pernah nyatakan kepada orang tua atau temannya. Dia merasa segala hal yang sudah dilakukan hari ini hanya akan sia-sia karena tidak menemukan kebahagiaan dalam prosesnya.

Akhirnya anak tersebut memilih bunuh diri dengan menggunakan asap briket. Ketika sang ibu mengetahui hal tersebut dari surat-surat yang tidak pernah terkirimkan , ibunya menyadari tentang komunikasi yang selama ini tidak ada ruang keterbukaan.

Hal ini menyebabkan seseorang kesalahpahaman diantara keduanya. Sang anak ingin membahagiakan ibunya meski itu bukan mimpi yang diinginkannya. Sementara sang ibu tidak meminta anaknya sukses, karena keberadaannya saja di dunia ini sudah sangat berarti.

Pada kisah lain diceritakan bahwa seorang ayah menjadi penguntit/ pencuri karena kecanduan rasa rindu. Selepas kerja sang Ayah terbiasa untuk berkumpul di meja makan, bercanda ria dengan anak dan istrinya.

Namun semakin anak bertumbuh dewasa semakin sibuk dengan urusan pekerjaan. Sementara istrinya bekerja untuk membantu kebutuhan rumah tangga. Ibu dan anak ini terobsesi memiliki rumah sehingga keduanya bekerja keras untuk mewujudkan hal itu.

Sementara disisi lain sang Ayah kesepian karena hanya disapa menjelang malam itupun singkat saja karena sudah cape dengan aktivitas di siang hari.

Pada mulanya Ayah tersebut mengambil beberapa barang dari supermarket, sempat ketahuan dan dilaporkan. Ibu dan anak itu meminta maaf kepada pemilik toko. Ayahnya juga berjanji untuk tidak mencuri lagi.

Namun ternyata bagi Ayahnya mencuri bisa melupakannya dari rasa kesepian, mengisi hati yang kosong dengan menumpuk barang, tapi ternyata isi hati manusia tidak bisa diisi oleh apapun selain rasa dan kasih sayang. Akhirnya sampai akhir hayat sang Ayah meninggal dalam kesendirian di rumahnya yang penuh dengan barang curian.

Baca Juga: Ketentuan Kirim Artikel ke Ayobandung.id, Total Hadiah Rp1,5 Juta per Bulan

Melalui buku Things Left Behind , penulis belajar bahwa kesepian itu nyata adanya. Kesepian itu bukti bahwa manusia sudah tidak saling peduli dengan manusia lainnya. Kesepian menjadi udara yang menyelinap diantara rasa percaya diri yang rendah.

Kesepian menjadi sebuah kemarahan yang bisa kapan saja berubah menjadi sebuah tindakan yang mengerikan. Kesepian bisa meninggalkan luka yang begitu mendalam bagi siapa saja yang merasakannya. Kesepian menjelma menjadi sebuah bisikan yang bisa menyesatkan. Maka dari itu coba lihat sejenak orang sekitar kita.

Kadang bukan uang yang mereka inginkan tapi hanya sedikit saja kehadiran dan perhatian yang lebih mendalam. Sesekali sapa orang terdekat, teman terjauh melalui pesan singkat di WhatsApp atau telepon untuk menanyakan kabar. Hal kecil yang kita anggap remeh bisa saja sangat berarti bagi orang lain.

Selamat membaca, semoga semakin bijak. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

News Update

Ayo Netizen 31 Mei 2026, 18:21

Kehidupan yang Terburu-buru Tidak Layak Dinikmati: Pesan Waisak untuk Bandung

Waisak mengingatkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari tergesa-gesa.

Hari Raya Waisak mengajarkan bahwa kebijaksanaan tidak lahir dari kehidupan yang serba cepat, melainkan dari kesabaran dalam menjalani setiap proses kehidupan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 15:42

Empat Single D'Renced Menjadi Napas Pergerakan

Mereka tidak menjanjikan apapun, meraka hanya memastikan suara-suara ini tak pernah mati.

Band lokal D'Renced. (Foto: Sinan)
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 12:28

Apoteker Bertahan Melawan Penyalahgunaan Obat di Bandung tapi Tidak dengan Regulasinya

Terlalu banyak lahan basah yang bisa disalahgunakan dalam dunia kesehatan.

Dari dulu eksistensi apoteker di masyarakat belum setenar dokter ataupun perawat dan profesi tenaga kesehatan lainnya. (Sumber: Pexels/Kaboompics.com)
Wisata & Kuliner 31 Mei 2026, 10:27

5 Pilihan Restoran dan Kafe Bandung Favorit Wisatawan Luar Daerah

Bandung punya banyak kafe baru, tapi lima tempat ini tetap jadi favorit wisatawan karena suasana nyaman, makanan enak, dan lokasi strategis.

Lebak Caring, Dago. Salah satu restoran favorit di Bandung.
Ayo Netizen 31 Mei 2026, 09:54

Identifikasi Toponimi ‘Wangi’ di Zona Sesar Lembang

Literasi toponimi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya adalah toponimi dengan nama spesifik "wangi" di sepanjang zona Sesar Lembang.

Warga melintas di dekat rambu zona Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 22 Agustus 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ikon 30 Mei 2026, 15:27

Bunga Rawa Rancaupas, Tanaman Langka Penjaga Ekosistem Rawa Dataran Tinggi

Bunga rawa di Rancaupas dikenal sebagai bunga abadi yang tidak mudah layu dan hanya ditemukan di lokasi tertentu di Indonesia.

Bunga rawa di Rancaupas. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 30 Mei 2026, 10:48

Kekerasan terhadap Perempuan Tak Selalu Berdarah, Kadang Hadir dalam Bentuk yang Dianggap Biasa

Pameran NeoFemisida di Bandung mengajak publik melihat kekerasan terhadap perempuan yang tak selalu berupa luka fisik, tetapi juga pembungkaman, stigma, dan penghi

Ima Suswanto menjelaskan makna di balik salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran NeoFemisida kepada pengunjung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Beranda 30 Mei 2026, 10:06

Menelusuri Sejarah, Filosofi, dan Kehidupan Baru Karinding di Tangan Generasi Muda

Buku “Sejarah Karinding Priangan” dan “Dangiang Karinding” terpampang di antara jajaran karinding tersebut.

Buku Sejarah Karinding Priangan memuat hasil penelitian Kimung mengenai jejak sejarah dan perkembangan karinding di Tatar Sunda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)