Indonesia Miliki Potensi Geothermal Terbesar Dunia, Baru 12,5 Persen Dimanfaatkan

3 menit baca
Wildan Cahya
Ditulis oleh Wildan Cahya diterbitkan
Salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas di Indonesia, PLTP Kamojang. (Sumber: Dok. PLN)
Salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Panas di Indonesia, PLTP Kamojang. (Sumber: Dok. PLN)

Indonesia yang berada di kawasan Pacific Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik menyimpan potensi panas bumi (geothermal) yang sangat besar.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Geologi tahun 2017, tercatat setidaknya 331 lokasi panas bumi tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 314 lokasi atau sekitar 95% berada di jalur vulkanik aktif yang melintasi Pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku.

Dari total lokasi tersebut, 70 wilayah telah ditetapkan sebagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), sementara sisanya masih dalam kategori wilayah terbuka. Indonesia memiliki potensi energi panas bumi mencapai 24.000 megawatt (MW), namun hingga akhir 2023, kapasitas terpasang baru mencapai sekitar 3.000 MW atau hanya sekitar 12,5% dari total potensi yang tersedia.

Laporan dari lembaga riset energi global, Wood Mackenzie, memperkirakan bahwa Indonesia akan menjadi pemain dominan dalam industri geothermal dunia. Pada tahun 2030 mendatang, Indonesia diproyeksikan memiliki kapasitas sebesar 6.200 MW atau 28% dari total proyeksi kapasitas panas bumi global.

Energi panas bumi atau geothermal merupakan energi yang tersimpan di bawah permukaan bumi dalam bentuk air atau uap panas yang berasal dari aktivitas geologi.

Energi ini terbentuk melalui proses alami pemanasan batuan dan air oleh magma yang berada di kerak bumi pada kedalaman antara 1.500 hingga 2.500 meter. Bentuk nyata dari energi ini dapat terlihat melalui fenomena alam seperti gunung berapi, geiser, dan fumarol.

Pemanfaatan energi panas bumi dilakukan melalui kegiatan eksplorasi dan eksploitasi yang melibatkan pengubahan uap panas menjadi energi listrik. Proses ini dilakukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

Energi panas bumi memiliki sejumlah keunggulan dibanding sumber energi terbarukan lainnya seperti tenaga surya dan angin. Salah satu kelebihannya adalah ketersediaan energi yang stabil dan tidak tergantung cuaca.

Panas bumi tersedia sepanjang waktu, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, menjadikannya sumber energi yang sangat andal.

Menurut U.S. Energy Information Administration, efisiensi konversi energi panas bumi mencapai 70-80%, jauh lebih tinggi dibanding tenaga angin (30-40%) dan tenaga surya (20-30%).

Selain itu, biaya operasional PLTP tergolong rendah karena tidak memerlukan penggantian panel atau turbin secara berkala seperti pada energi matahari dan angin.

PGE Area Kamojang. (Sumber: Dok. Pertamina)
PGE Area Kamojang. (Sumber: Dok. Pertamina)

Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong pengembangan energi panas bumi sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emission dan memperkuat ketahanan energi nasional. Berbagai insentif telah diberikan, antara lain:

  • Pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 100% selama fase eksplorasi.
  • Pembebasan bea masuk dan PPN atas barang impor untuk pengembangan proyek panas bumi.
  • Tax holiday bagi pengembang proyek energi terbarukan, termasuk PLTP.

Selain insentif fiskal, pemerintah juga mendorong perubahan paradigma dalam penetapan tarif listrik untuk PLTP agar lebih menarik bagi investor, khususnya Independent Power Producers (IPP).

Pendekatan ini diperlukan untuk meningkatkan profitabilitas dan mempercepat realisasi proyek geothermal.

Pengembangan energi panas bumi di Indonesia sejalan dengan regulasi yang berlaku, seperti Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), yang menargetkan kontribusi energi terbarukan sebesar 23% dalam bauran energi nasional pada tahun 2025.

Panas bumi juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, sehingga dapat melindungi perekonomian nasional dari fluktuasi harga energi global.

Selain itu, karena merupakan sumber energi dengan emisi karbon yang rendah, geothermal menjadi komponen penting dalam komitmen Indonesia terhadap Perjanjian Paris untuk pengurangan emisi global.

Di samping manfaat energi dan ekonomi, pengembangan proyek geothermal juga memiliki dampak sosial positif. Proyek-proyek ini membuka lapangan kerja baru, khususnya di daerah terpencil yang memiliki potensi panas bumi namun minim pembangunan infrastruktur.

Hal ini turut mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Dari sisi lingkungan, panas bumi tergolong sebagai energi bersih. Emisi karbon yang dihasilkan sangat rendah dibandingkan pembangkit berbasis batu bara atau minyak, sehingga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

Dengan potensi besar dan dukungan regulasi yang kuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin global dalam pemanfaatan energi panas bumi.

Pengembangan geothermal secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan diyakini mampu menjawab tantangan kebutuhan energi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam transisi energi bersih.

Sebagai negara yang dikaruniai kekayaan alam melimpah, sudah saatnya Indonesia memaksimalkan potensi energi panas bumi sebagai solusi masa depan menuju kemandirian energi dan pembangunan berkelanjutan. (*)

Podcast Terbaru Ayobandung:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Wildan Cahya
Tentang Wildan Cahya
Ekonomi dan Pasar Modal

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 18:02

Risiko Kenaikan Suhu Ekstrem di Bandung

Bandung yang sejak dulu dikenal berhawa sejuk, kini harus mawas diri terhadap perubahan suhu ekstrem. Bagaimana dampaknya terhadap kehidupan.

Seorang anak berjalan di sawah yang mengalami kekeringan. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:37

Tyson, Bullying, Bandung

Kenangan terhadap Mike Tyson petinju sohor dan fenomenal meraih empat sabuk juara dunia WBC, WBO, WBA dan IBF

Mike Tyson. (Sumber: Flickr | Foto: Eduardo Merille)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 17:06

Tubuh sebagai Prioritas: Kausalitas Pandemi Covid-19 dan Kebangkitan Tren Fitness di Kalangan Anak Muda

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. Kondisi ini mendorong kebangkitan tren fitness sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan investasi jangka panjang.

Pandemi COVID-19 meningkatkan kesadaran anak muda terhadap pentingnya kesehatan tubuh. (Sumber: Pexels | Foto: Marta Nogueira)
Wisata & Kuliner 14 Jul 2026, 16:54

Kelezatan Coto Makassar, Empat Puluh Rempah dari Kerajaan Gowa untuk Semua Orang

Kenali sejarah Coto Makassar dari era Kerajaan Gowa, filosofi 40 rempah, kuah air tajin, hingga rekomendasi warung legendaris yang wajib dicoba.

Coto Makassar.
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:34

Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD, Birokrasi dan Pelayanan Publik Terancam?

Belanja pegawai sebesar 30% dari APBD sering dipandang sebagai indikator tingginya beban birokrasi terhadap kapasitas fiskal daerah.

Ilustrasi. (Sumber: Created by gpt)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 16:16

Semangat Intelektual Remy Sylado Bergema di UNISBA

Bagi Remy Sylado bahasa tidak pernah sekadar menjadi alat komunikasi.

Peserta mengikuti diskusi "Irama Pembangkangan Remy Sylado: Merayakan Keberanian Berbahasa dan Berpikir" yang digelar Majelis Tangga Batu UNISBA di Pelataran UNISBA, Jalan Tamansari No. 1, Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 15:15

Pentingnya Merawat Imajinasi untuk Memahami Literasi

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis.

Memahami literasi secara benar adalah cara berpikir logis untuk melihat dan berinteraksi dengan dunia luar. Tanpa merawat imajinasi secara sehat, kita tidak mampu berpikir kritis. (Sumber: Pexels | Foto: Pixabay)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 14:47

Mewujudkan MPLS yang Ramah dan Nyaman untuk Anak

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bertujuan mengajak siswa mengenal lingkungan sekolah sebelum akhirnya menjalani hari-hari dengan baik dan menyenangkan di sekolah.

Sejumlah siswa dari SMP-SMA Advent Cimindi memunguti sampah di Jalan Babakan Cianjur, Kota Bandung, saat para mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) 2023-2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Linimasa 14 Jul 2026, 14:00

Malam Jalan Soekarno-Hatta Bandung yang Tak Tidur

Jalan Soekarno-Hatta Bandung tetap ramai hingga dini hari, dari lalu lintas, balap liar, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Suasana malam di Jalan Soekarno-Hatta Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)