Pembuktian Bojan Hodak yang Sesungguhnya

3 menit baca
Muhammad Yusup Zaelani
Ditulis oleh Muhammad Yusup Zaelani diterbitkan
Bojan Hodak, Pelatih Persib. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bojan Hodak, Pelatih Persib. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bojan Hodak adalah pelatih asing pertama yang memberikan gelar liga bagi Persib Bandung.

Bahkan bukan sekali, Bojan mempersembahkan gelar dalam 2 musim berturut-turut.

Prestasi yang luar biasa, hal ini menjadikannya banyak dipuja oleh para Bobotoh. Namun, di balik itu semua masih ada yang meragukan kemampuannya.

Ada pihak yang menganggap bahwa Bojan hanya melanjutkan fondasi dari pelatih sebelumnya, argumentasi ini didukung dengan beberapa pemain asing yang didatangkan oleh Bojan belum bisa tampil maksimal, hanya Gustavo Franca yang terlihat menonjol penampilannya.

Musim ini akan berbeda karena Bojan akan memulai musim dengan para pemain pilihannya, musim ini juga akan jadi penentuan apakah hasilnya lebih meyakinkan atau narasi Bojan hanya bisa melanjutkan itu benar?

Baca Juga: Cara Unik Persib Perkenalkan Pemain Baru! Real Madrid, MU, dan Liverpool pun Gak Kepikiran

Argumentasi bahwa Bojan hanya melanjutkan Fondasi pelatih sebelumnya yaitu Robert Rene Albert hingga Luis Milla tidak sepenuhnya keliru.

Beberapa pilar utama seperti Ciro Alves, Marc Klok, Nick Kuipers hingga Beckham Putra adalah pemain yang sudah ada sebelum Bojan datang. Tapi apakah membangun tim dari fondasi yang sudah baik itu salah?

Justru disinilah terlihat kejeniusan seorang Bojan Hodak. Ia datang di saat tim kebanggaan bobotoh ini sedang berada dalam krisis performa.

Saat itu bahkan Persib sedang dalam zona degradasi, dan kondisi tim yang tidak kondusif, karena ditinggal mundur oleh Luis Milla.

Di bawah asuhan Bojan, tim tak hanya bangkit, tetapi menjadi lebih terorganisir secara taktik maupun kondisi kedekatan tim, dan yang penting saat itu mental juara kembali ada.

Dalam waktu yang singkat, Bojan mampu menyatukan ego para pemain bintang Persib, dan mampu mengoptimalkan para pemain yang sebelumnya kurang bersinar.

Nick Kuipers pemain belakang yang kokoh di era Robert Rene Albert, sempat diparkir di bangku cadangan di era Luis Milla, karena alasan taktik, Bojan datang dan Nick kembali dipercaya mengisi lini belakang, Nick seperti dilahirkan kembali, ia begitu kuat di era Bojan Hodak.

Beckham Putra, pemain muda yang kesulitan bermain sebagai gelandang serang di era Luis Milla, di era Bojan Hodak ia disulap menjadi sayap kanan, permainan Bechkam di sayap kanan efektif dan membawa Persib juara.

Itulah kemampuan Bojan Hodak. Namun, masih ada yang meragukan. Keraguan itu akan ia jawab di Musim depan.

Musim Pembuktian

Pada liga 2025 inilah Persib dikesani oleh lawan atau pun para pengamat sebagai salah satu tim dengan mental juara yang kuat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pada liga 2025 inilah Persib dikesani oleh lawan atau pun para pengamat sebagai salah satu tim dengan mental juara yang kuat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Musim 2025/2026 akan menjadi musim yang penuh tantangan bagi Persib dan Bojan. Persib banyak kehilangan pemain kunci.

Dari David da Silva, Ciro Alves dan pemain terbaik musim lalu yaitu Tyrone del Pino resmi berpisah dengan maung Bandung. KIni, para pemain asing baru yang dipilih Bojan mulai berdatangan.

Dari lini pertahanan hingga penyerangan Persib semua berubah total. Pemain muda akademi banyak yang dipromosikan, pemain asing sudah berdatangan, pemain lokal dengan kualitas tidak sembarangan juga sudah datang.

Baca Juga: Ketika Persib Pertama Kalinya Cicipi Laga 90 Menit

Sekarang bukan lagi fondasi lama yang dilanjutkan, sekarang Bojan akan membangun fondasinya sendiri.

Jika kembali merengkuh kembali gelar liga ia akan benar benar menjadi legenda.

Namun, membangun kembali tim dengan mayoritas pemain baru, bukanlah hal yang mudah.

Di musim ini, gelar juara seharusnya bukan satu satunya ukuran keberhasilan. Persib sedang dalam masa transisi dan regenarasi, sebagaimana yang kerap digaungkan oleh manajemen.

Maka, yang paling penting adalah bagimana Bojan bisa mengembangkan potensi pemain baru, membentuk identitas pemain, dan memastikan konsistensi performa baik di liga maupun kompetisi Asia.

Juara tentu akan menjadi bonus yang manis. Namun, yang paling dibutuhkan adalah progres yang nyata.

Bojan tak harus langsung kembali juraa, tapi ia harus membuktikan bahwa dirinya masih layak dipercaya. (*)

Tonton Podcast Terbaru AYO TALK:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Yusup Zaelani
Mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 18:54

Panduan Wisata Waduk Jatiluhur, Bendungan Terbesar Indonesia yang jadi Destinasi Favorit

Panduan lengkap Waduk Jatiluhur Purwakarta, mulai dari sejarah bendungan terbesar di Indonesia, aktivitas wisata, kuliner khas, hingga tips berkunjung terbaru.

Waduk Jatiluhur. (Sumber: Disparbud Purwakarta)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 18:11

Penyalin Cahaya: Ketika Kekerasan Seksual tidak Memandang Gender

Kekerasan dan Pelecehan Seksual hari ini tidak memandang gender karena bisa terjadi kepada perempuan maupun laki-laki.

Penyalin Cahaya adalah film yang merepresentasikan kekerasan dan pelecehan seksual yang tidak memandang gender. (Istimewa)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 17:56

Membedah Konsistensi Pesan Promo Launching Brand oleh Perusahaan Sportswear di Berbagai Platform

Kolaborasi Nike dan NAKED Copenhagen menghadirkan produk yang menggabungkan unsur fashion dan sneakers dalam satu desain yang unik.

Diambil dari Website Resmi Nike
Ayo Biz 23 Jun 2026, 17:38

'Ngeureuyeuh' Membawa Athiya Cake dari Dapur Rumahan Jadi Pemberi Lapangan Kerja

Kini, di pertengahan 2026, dapur Rika tidak lagi sepi seperti dahulu. Pesanan mengalir hampir setiap hari.

Produk Athiya Cake di kompleks perumahan Mega Mutiara Tasik Regency, Kabupaten Tasikmalaya, (20/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Sejarah 23 Jun 2026, 16:25

Hikayat Ngamplang, dari Pusat Pemulihan Paru Pertama Hingga Pemberi Julukan Swiss Van Java

Dibangun pada 1912 sebagai sanatorium, Ngamplang kemudian berkembang menjadi wisata yang mendunia.

Salah satu sudut bangunan Sanatorium Ngamplang Garut yang kini berubah fungsi jadi lapangan golf. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 16:04

Trotoar, PKL, dan Keadilan Ruang Kota

Kebutuhan trotoar, PKL yang tertata dan berkelanjutan hingga adanya keadilan ruang kota.

Warga berjalan di trotoar kawasan Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, Kamis 4 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 15:11

Optimasi Penyerapan Tenaga Kerja Sektor Industri Kendaraan Listrik

Audit teknologi tidak hanya terkait dengan transfer teknologi namun juga bertujuan untuk memperluas lapangan kerja yang layak secara berkesinambungan.

Ilustrasi kendaraan listrik. (Sumber: Pexels | Foto: Mad Knoxx)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:55

Kegagalan Penataan Kota, Menumbuhkan Tata Jalanan

Di balik semrawutnya Pasar Cicadas, membuat PKL terpaksa menutup akses toko. Namun justru memunculkan simbiosis sebagai jalan tengah keduanya tetap hidup.

Sejumlah spanduk penolakan pembangunan jalur BRT yang dipasang oleh para pedagang terlihat di depan lapak PKL, Jalan Ahmad Yani, Cicadas, Kota Bandung, (17/12026). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 14:37

Fenomena Live Shopping, Mengapa Mahasiswa Sulit Menahan Godaan Belanja?

Menilik fenomena live shopping dari sudut pandang mahasiswa. Mengapa diskon temporal dan live shopping begitu adiktif hingga memicu gaya hidup konsumtif?

ilustrasi live shopping. (Sumber: gemini)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 12:26

World Cup TVRI

Selain tahun ini, TVRI pernah melakukannya pada tahun 1970.

Bola Piala Dunia 2026. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: UKinUSA)
Wisata & Kuliner 23 Jun 2026, 11:51

Panduan Wisata Kota Lama Semarang: Riwayat Jejak Kolonial di Jantung Kota Pelabuhan

Kota Lama Semarang menawarkan pengalaman berjalan kaki di antara bangunan kolonial, museum, galeri seni, dan kuliner legendaris Jawa Tengah.

Kota Lama Semarang. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 11:40

Jejak Keemasan Majalah Vista

Jejak Keemasan Majalah Vista: Menelusuri Dunia Hiburan Era 1980-90-an

Pebulutangkis nasional Hastomo Arbi menghiasi sampul depan Majalah Vista edisi Juni 1985. (Sumber: Koleksi Majalah Vista milik Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 10:48

Menelisik Bisnis Jastip Fashion, Antara Peluang Ekonomi dan Celah Kebocoran Pajak

Jastip fashion membuka peluang ekonomi, tetapi berisiko menimbulkan kebocoran pajak jika tidak diatur.

Ilustrasi jastip fashion. (Sumber: gemini.ai | Foto: gemini.ai)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 09:50

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu

Ritual Upacara Ngeurtakeun Bumi Lamba di Tangkuban Parahu adalah upacara adat Sunda untuk menjaga harmoni manusia dan alam, sarat makna spiritual dan kebersamaan lintas budaya.

Ngertaken Bumi Lamba di Gunung Tangkuban Parahu. (Sumber: Penulis | Foto: Rio Praja)
Ayo Netizen 23 Jun 2026, 08:06

Menelusuri Jejak Selabintana, Hotel Tua di Sukabumi dari Masa Kolonial

Sekilas sejarah mengenai Hotel Selabintana, hotel legendaris dari masa kolonial yang masih bertahan hingga masa kini

Hotel Selabintana sekitar Tahun 1928 (Foto: Sumber: Digital Collection KITLV Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 20:07

Depresi pada Remaja dan Urgensi Aplikasi Konseling

Sejumlah remaja berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental karena kehidupan mereka, stigma, dan kurangnya akses terhadap layanan berkualitas.

Ilustrasi Talkshow Kesehatan Jiwa Happiness Project di Cafe Halaman, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Farits)
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 18:52

Ketika THR Berubah Menjadi Aset

Meninjau kebijakan PT ANTAM (Persero) Tbk meluncurkan emas tematik edisi Idulfitri 1447H/2026 bertema “Gempita Hari Raya”.

Emas Batangan Edisi Idulfitri 1447H.
Ayo Biz 22 Jun 2026, 17:24

Menempuh Jarak Ratusan Kilometer untuk Melihat Teladan dari 2 Desa BRILian

Dua desa di Kabupaten Sumedang membuktikan bahwa teladan ekonomi desa tidak butuh keistimewaan, justru hanya perlu sistem yang kuat untuk memutar roda nasib.

Siluet dari Ilham Fadilah, Direktur BUMDes Cisurat, di tepian Waduk Jatigede, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, (11/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 22 Jun 2026, 16:55

Wisata Tembok Ratapan Solo, Destinasi Viral Satire Digital

Fenomena Tembok Ratapan Solo bermula dari satire di Google Maps dan berkembang menjadi arus kunjungan publik ke rumah Jokowi di Solo.

Tembok Ratapan Solo
Ayo Netizen 22 Jun 2026, 16:49

Cantik yang Mengkhianati: Ketika Aksesori Menjadi Ancaman

Risiko ganda logam saat MRI: luka bakar arus radiofrekuensi dan distorsi gambar pemindaian.

Lepuhan pada kulit pasien akibat arus induksi saat pemindaian MRI. (Foto: Radiology Business)