Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Pembuktian Bojan Hodak yang Sesungguhnya

Muhammad Yusup Zaelani
Ditulis oleh Muhammad Yusup Zaelani diterbitkan Jumat 25 Jul 2025, 08:15 WIB
Bojan Hodak, Pelatih Persib. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bojan Hodak, Pelatih Persib. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bojan Hodak adalah pelatih asing pertama yang memberikan gelar liga bagi Persib Bandung.

Bahkan bukan sekali, Bojan mempersembahkan gelar dalam 2 musim berturut-turut.

Prestasi yang luar biasa, hal ini menjadikannya banyak dipuja oleh para Bobotoh. Namun, di balik itu semua masih ada yang meragukan kemampuannya.

Ada pihak yang menganggap bahwa Bojan hanya melanjutkan fondasi dari pelatih sebelumnya, argumentasi ini didukung dengan beberapa pemain asing yang didatangkan oleh Bojan belum bisa tampil maksimal, hanya Gustavo Franca yang terlihat menonjol penampilannya.

Musim ini akan berbeda karena Bojan akan memulai musim dengan para pemain pilihannya, musim ini juga akan jadi penentuan apakah hasilnya lebih meyakinkan atau narasi Bojan hanya bisa melanjutkan itu benar?

Baca Juga: Cara Unik Persib Perkenalkan Pemain Baru! Real Madrid, MU, dan Liverpool pun Gak Kepikiran

Argumentasi bahwa Bojan hanya melanjutkan Fondasi pelatih sebelumnya yaitu Robert Rene Albert hingga Luis Milla tidak sepenuhnya keliru.

Beberapa pilar utama seperti Ciro Alves, Marc Klok, Nick Kuipers hingga Beckham Putra adalah pemain yang sudah ada sebelum Bojan datang. Tapi apakah membangun tim dari fondasi yang sudah baik itu salah?

Justru disinilah terlihat kejeniusan seorang Bojan Hodak. Ia datang di saat tim kebanggaan bobotoh ini sedang berada dalam krisis performa.

Saat itu bahkan Persib sedang dalam zona degradasi, dan kondisi tim yang tidak kondusif, karena ditinggal mundur oleh Luis Milla.

Di bawah asuhan Bojan, tim tak hanya bangkit, tetapi menjadi lebih terorganisir secara taktik maupun kondisi kedekatan tim, dan yang penting saat itu mental juara kembali ada.

Dalam waktu yang singkat, Bojan mampu menyatukan ego para pemain bintang Persib, dan mampu mengoptimalkan para pemain yang sebelumnya kurang bersinar.

Nick Kuipers pemain belakang yang kokoh di era Robert Rene Albert, sempat diparkir di bangku cadangan di era Luis Milla, karena alasan taktik, Bojan datang dan Nick kembali dipercaya mengisi lini belakang, Nick seperti dilahirkan kembali, ia begitu kuat di era Bojan Hodak.

Beckham Putra, pemain muda yang kesulitan bermain sebagai gelandang serang di era Luis Milla, di era Bojan Hodak ia disulap menjadi sayap kanan, permainan Bechkam di sayap kanan efektif dan membawa Persib juara.

Itulah kemampuan Bojan Hodak. Namun, masih ada yang meragukan. Keraguan itu akan ia jawab di Musim depan.

Musim Pembuktian

Pada liga 2025 inilah Persib dikesani oleh lawan atau pun para pengamat sebagai salah satu tim dengan mental juara yang kuat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pada liga 2025 inilah Persib dikesani oleh lawan atau pun para pengamat sebagai salah satu tim dengan mental juara yang kuat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Musim 2025/2026 akan menjadi musim yang penuh tantangan bagi Persib dan Bojan. Persib banyak kehilangan pemain kunci.

Dari David da Silva, Ciro Alves dan pemain terbaik musim lalu yaitu Tyrone del Pino resmi berpisah dengan maung Bandung. KIni, para pemain asing baru yang dipilih Bojan mulai berdatangan.

Dari lini pertahanan hingga penyerangan Persib semua berubah total. Pemain muda akademi banyak yang dipromosikan, pemain asing sudah berdatangan, pemain lokal dengan kualitas tidak sembarangan juga sudah datang.

Baca Juga: Ketika Persib Pertama Kalinya Cicipi Laga 90 Menit

Sekarang bukan lagi fondasi lama yang dilanjutkan, sekarang Bojan akan membangun fondasinya sendiri.

Jika kembali merengkuh kembali gelar liga ia akan benar benar menjadi legenda.

Namun, membangun kembali tim dengan mayoritas pemain baru, bukanlah hal yang mudah.

Di musim ini, gelar juara seharusnya bukan satu satunya ukuran keberhasilan. Persib sedang dalam masa transisi dan regenarasi, sebagaimana yang kerap digaungkan oleh manajemen.

Maka, yang paling penting adalah bagimana Bojan bisa mengembangkan potensi pemain baru, membentuk identitas pemain, dan memastikan konsistensi performa baik di liga maupun kompetisi Asia.

Juara tentu akan menjadi bonus yang manis. Namun, yang paling dibutuhkan adalah progres yang nyata.

Bojan tak harus langsung kembali juraa, tapi ia harus membuktikan bahwa dirinya masih layak dipercaya. (*)

Tonton Podcast Terbaru AYO TALK:

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Muhammad Yusup Zaelani
Mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi Jurnalistik Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)