Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Arif Minardi
Ditulis oleh Arif Minardi diterbitkan Jumat 17 Apr 2026, 08:50 WIB
Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Fenomena alam El Nino "Godzilla" diprediksi melanda wilayah Indonesia, termasuk di Bandung Raya, pada bulan April hingga Oktober 2026. Menyebabkan bencana kekeringan panjang dan krisis air. Perlu mitigasi ketenagakerjaan terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja.

Para pekerja sangat rentan terhadap sanitasi air bersih, temperatur ekstrim, asap pembakaran serta debu. Istilah ini El Nino Godzilla bukan istilah ilmiah resmi, melainkan sering digunakan untuk menyoroti bahaya El Nino ekstrem, layaknya monster, yang pernah terjadi pada tahun 1982, 1997, dan 2015.

El Nino Godzilla merupakan istilah populer untuk menggambarkan fenomena super El Nino atau El Nino dengan intensitas sangat kuat dan skala masif. Fenomena ini ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang ekstrem. Sering kali naik lebih dari dan dapat mengganggu pola cuaca global.

Pentingnya mitigasi di Kota Bandung yang fokus pada penghematan air, penyiapan tangki air bersih, dan pemantauan titik api oleh BPBD.

Dampak dan Mitigasi El Nino Godzilla di Bandung yang akan dihadapi adalah ancaman Kekeringan. El Nino kuat menyebabkan berkurangnya curah hujan, berisiko tinggi terhadap krisis air bersih dan penurunan debit air.

Ketahanan pangan juga terganggu. Risiko gagal panen yang mengancam stabilitas pangan, terutama di area sekitar Bandung. Ancaman bahaya kebakaran lahan dan bangunan perlu diatasi secara sistemik.

Infrastruktur Distribusi Air Bersih

Perlu langkah mitigasi pemkot Bandung dan menyiapkan infrastruktur distribusi air bersih, optimalisasi irigasi, dan kampanye penghematan penggunaan air. Pengumuman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang El Nino perlu dielaborasi secara detail yang sesuai dengan kondisi di lapangan ketenagakerjaan. Terutama bagi pekerja yang aktivitasnya berada di ruang terbuka, seperti misalnya pekerja konstruksi, pertambangan, kehutanan, dan perkebunan.

Perlu membenahi sistem untuk mengatasi penyakit akibat kerja (PAK) di Bandung melalui pendekatan preventif (pencegahan) dan kuratif (pengobatan) dengan melibatkan Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Bandung, BPJS Ketenagakerjaan, serta fasilitas kesehatan setempat.

Berikut adalah langkah-langkah sistematis untuk mengatasi PAK di wilayah Bandung :

1. Pencegahan dan Pengendalian di Tempat Kerja

Perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai standar untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Perlu identifikasi bahaya dan melakukan deteksi dini potensi bahaya di tempat kerja, termasuk faktor fisik (kebisingan, radiasi), kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial. Menekankan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai bagi pekerja. Dan yang terpenting perlu pemeriksaan kesehatan berkala lewat medical check-up secara rutin untuk memantau kesehatan pekerja, termasuk pemeriksaan kesehatan khusus untuk mendeteksi PAK lebih awal.

2. Layanan Kesehatan Okupasi

Balai K3 Bandung perlu menyediakan layanan pengujian faktor lingkungan kerja (fisika, kimia, biologi), pemeriksaan kesehatan kerja, dan pelatihan K3. Termasuk menyediakan layanan spesialis kedokteran okupasi, mencakup diagnosis PAK, fit to work assessment, dan evaluasi kembali kerja. Untuk menanggulangi penyakit dan gangguan pernafasan Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Bandung sebaiknya melakukan edukasi dan pelayanan terkait penyakit pernapasan akibat kerja.

Tunjangan Sosial Menghadapi El Nino

Cuaca ekstrim, debu hingga kabut asap yang merupakan dampak El Nino perlu perhatian serius. Salah satu dampak adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Pengalaman saat terjadi El Nino tahun yang lalu, dalam kurun waktu 3 bulan saja, karhutla telah menyebabkan sebanyak 144.000 orang terserang ISPA. Data Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat  warga sejumlah provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan yang terdampak Karhutla terserang infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Pemangku kepentingan terkait kesehatan di negeri ini mesti peduli dengan bencana kabut asap. Termasuk pihak BPJS Ketenagakerjaan harus proaktif dan antisipasi kasus kecelakaan kerja akibat petaka kabut asap. Bencana yang ditimbulkan akibat El Nino hendaknya jangan hanya ditangani oleh dinas sosial daerah yang bertindak ala kadarnya.

Menyikapi dampak buruk El Nino seperti temperatur ekstrim, debu ekstrim, dan karhutla para pekerja, organisasi serikat pekerja meminta pemerintah agar mendesak sejumlah perusahaan mengeluarkan tunjangan sosial bagi para pekerja dan keluarganya. Terutama yang bekerja dekat dengan lokasi terdampak atau titik-titik api penyebab karhutla.

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya. Sayangnya belum ada tunjangan sosial untuk sebagian pekerja yang terdampak bahaya diatas. Yang ada baru sebatas pembagian masker dan alat bantu oksigen. BP Jamsostek ( BPJS Ketenagakerjaan ) perlu antisipasi dan merumuskan secara baik terkait dengan kasus kecelakaan kerja akibat petaka kabut asap.

Pemerintah harus turun tangan menegaskan kepada masing-masing perusahaan untuk mengeluarkan CSR, yang diperuntukkan untuk pekerjanya. Setidaknya dampak yang dirasakan oleh para pekerja akibat kabut asap akan lebih tenang, karena perusahaan tempatnya bekerja sudah menjamin akan kesehatan dan keselamatan pekerjanya.

BP Jamsostek juga mesti berkontribusi dan proaktif terkait kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Selama ini pihak BPJS Ketenagakerjaan menggunakan dua pendekatan menyikapi petaka El Nino khususnya bencana kabut asap.Pertama, pendekatan lingkungan melalui bantuan perlindungan dari gangguan kabut asap. Kedua, upaya mencegah kecelakaan tenaga kerja. BPJS Ketenagakerjaan dipastikan menanggung jika ada pekerja yang mengalami kecelakaan akibat gangguan kabut asap.

Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa dampak kesehatan akibat cuaca ekstrim dan karhutla dikelompokkan tiga macam. Pertama, tingkat kepekatan asap yang diukur melalui Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Kedua, berapa banyak asap yang dihirup, dan ketiga adalah tingkat imunitas atau kekebalan tubuh.

Meski risiko kematian kecil, namun ada tiga kemungkinan kabut asap bisa berakibat fatal bagi seseorang. Pertama, infeksi sistem pernapasan bisa menjadi pneumonia jika tidak tertangani dengan cepat.  Apalagi jika seseorang dengan daya tahan tubuh sedang lemah, maka ia bisa langsung gagal paru-paru lalu meninggal dunia.

Musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino menyebabkan terjadinya peningkatan temperatur udara yang ekstrim. Masyarakat tersengat teriknya matahari dan diperparah lagi dengan terjadinya polusi udara. Temperatur ekstrim berdampak negatif terhadap kehidupan kota, antara lain rawan bahaya kebakaran dan timbulnya penyakit. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Arif Minardi
Tentang Arif Minardi
Aktivis Serikat Pekerja

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 17 Apr 2026, 09:42

Ciseeng, Endapan Laut Purba yang Dikukus Panas Bumi

Endapan travertin Cisѐѐng yang membukit, merupakan endapan dari masa lalu kini, yang sudah berlangsung jutaan tahun.

Gundukan endapan travertin, semula bentuknya menyerupai sѐѐng, menyerupai dandang, dan di dalamnya terdapat air panas yang terus membual. Inilah yang menjadi inspirasi para karuhun untuk menamai kawasan ini Cisѐѐng. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 17 Apr 2026, 08:50

Mitigasi El Nino Godzilla untuk Ketenagakerjaan

Para pekerja sangat rentan terkena dampak kabut asap , temperatur ekstrim serta debu beterbangan yang bisa membahayakan jiwanya.

Kekeringan akibat perubahan iklim El Nino di  di Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 20:13

Komunitas Lite Rock Society Wadah Ekspresi Musisi Rock Bandung dari Radio K-Lite FM

Radio K-Lite FM melalui program musik Lite Rock, kini memberikan kesempatan kepada band-band rock di seputaran Kota Bandung.

Host Lite Rock bersama Band Rain of Doom dan penggiat rock Ghowo Van Bares dalam sesi talk show di K-Lite FM Bandung. (Foto: Band Rain of Doom)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 18:26

Bandung Setelah Asia-Afrika: Apa yang Tersisa?

Kota yang menyimpan jejak Konferensi Asia-Afrika 1955 sekaligus menghadapi jarak antara simbol solidaritas masa lalu dan realitas tantangan masa kini.

eringatan 70 Tahun Konferensi Asia Afrika. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 17:52

Mengapa Jalur Sepeda di Kota Bandung Gagal Jadi Solusi Transportasi?

Jalur sepeda di Kota Bandung masih menghadapi konflik ruang dan lemahnya implementasi kebijakan, sehingga belum mampu menjadi alternatif transportasi harian yang andal dan selamat.

Pengecatan ulang garis jalur khusus sepeda di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu 10 Juli 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 16 Apr 2026, 16:23

DU 68, Lapak Jalanan yang Tumbuh Jadi Ruang Berkumpul Pecinta Musik Analog

DU 68 berawal dari lapak kaset sederhana di jalanan Bandung, lalu tumbuh menjadi ruang berkumpul bagi pecinta musik analog yang bertahan di tengah dominasi era digital.

Di sudut Dipatiukur, DU 68 Musik menjadi tempat singgah para pencinta musik analog. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 16:19

Reinventing Bandung Kota Diplomasi, Nyalakan Lagi Solidaritas Asia Afrika!

Bentuk solidaritas bangsa Asia Afrika yang relevan dan aktual perlu dirumuskan kembali. Karena eksploitasi dan penjajahan sejatinya masih ada.

Ilustrasi diorama Konferensi Asia Afrika di Museum KAA Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Wisata & Kuliner 16 Apr 2026, 15:25

7 Kegiatan, Wisata, dan Kuliner yang Paling Cocok Dinikmati Saat Cuaca Dingin

Rekomendasi 7 kegiatan seru saat cuaca dingin, mulai dari kuliner hangat, ngopi santai, hingga staycation nyaman.

Ilustrasi ngopi di kafe saat cuaca dingin. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 15:16

Fariz R.M. Mengasah Bermusiknya di Bandung

Pernah tinggal dan memulai menajamkan karier bermusiknya di Kota Bandung pada awal tahun 1980-an.

Fariz R.M. - Musik Rasta. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 13:51

TikTok, Trotoar, dan Eksistensi

Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.

Konten kreator TikTok bernyanyi secara daring menggunakan smartphone (telepon pintar) di Jalan Babakan Siliwangi, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 12:16

Strategi Industri Kuliner Jabar Menyiasati Kelangkaan Plastik Akibat Konflik Iran–Israel

Kenaikan harga dan kelangkaan plastik akibat konflik Iran–Israel memengaruhi UMKM kuliner di Jawa Barat.

Ilustrasi bahan plastik. (Sumber: Pixels | Foto: Castorly Stock)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 10:43

Bandung dan Hasrat yang Disublimasi: Membaca Fenomena Nongkrong sebagai Pelarian Psikis

Menuliskan budaya nongkrong di Kota Bandung dalam kacamata Sigmund Freud.

Salah satu suasana kafe di Kota Bandung (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Haifa Rukanta)
Sejarah 16 Apr 2026, 10:42

Hikayat Cadas Pangeran, Jejak Derita Pribumi Sepanjang Jalan Raya Daendels

Cadas Pangeran jadi saksi kerja paksa era Daendels, ribuan rakyat tewas demi proyek Jalan Raya Pos di Jawa Barat.

Jalan di Cadas Pangeran antara tahun 1910-1930-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Ayo Netizen 16 Apr 2026, 08:54

Dengan Puisi Bandung Menghias Sanggul Ibu Pertiwi

Bandung sangat pantas dinobatkan sebagai kota puisi, atau setidaknya kota yang sangat puitis.

Ilustrasi dengan Puisi Bandung menghias sanggul Ibu Pertiwi. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 20:00

Artemis II: Kepulangan Empat Astronot dan Langkah Menuju Misi Bulan Berikutnya

Kelanjutan kisah 4 astronot dengan Kesuksesan misi Artemis II, yang menjadi dasar evaluasi bagi misi berikutnya, yakni Artemis III dalam program eksplorasi Bulan, oleh NASA.

Empat astronot Artemis II berhasil mendarat di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, setelah menyelesaikan misi mengelilingi Bulan. (Sumber: NASA)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 19:22

Belajar Membaca Jalanan Bandung dari Dalam Angkot

Angkot di Bandung bertahan tanpa sistem yang jelas. Banyak pengguna beralih ke transportasi umum daring karena kepastian layanan, namun kondisi ini justru turut memperparah kemacetan.

Sejak lama, angkot menjadi bagian dari keseharian mobilitas warga Kota Bandung, meski kini perannya mulai tergeser oleh moda transportasi umum daring. (Foto: Irfan Alfaritsi/ayobandung.com)
Bandung 15 Apr 2026, 18:23

Collab Magnet: Cara Bangun Kolaborasi yang Tepat di Era Zaman Penuh Kreativitas

Intip strategi menjadi Collab Magnet di industri kreatif bersama Mirsha Shahnaz Azahra. Pahami pentingnya relevansi, kredibilitas, dan nilai brand dalam kolaborasi.

Mirsha, Co-founder sekaligus Brand Director Monday Coffee Bandung memahami konsep kolaborasi yang efektif membutuhkan waktu, bahkan proses trial and error masih menjadi bumbu harian dalam perjalanannya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 18:01

Ketar-ketir Perajin Tahu Tempe, Adakah Insentif dari Pemkot Bandung?

Kebijakan impor kedelai yang diterapkan ternyata belum menyeimbangkan pasokan kedelai di dalam negeri.

Perajin menyelesaikan pembuatan tempe di Jalan Muararajeun, Kota Bandung, (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 15 Apr 2026, 17:14

Dari Bandung ke Lembang: Kota Sejuk yang Menjadi Ruang Nyaman bagi Pendatang

Perubahan suasana dari hiruk pikuk Kota Kandung menuju ketenangan yang lebih alami di Lembang.

Farmhouse Lembang. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 15 Apr 2026, 16:42

Panduan Wisata Stone Garden Padalarang, Taman Batu Karst dengan Jejak Laut Purba

Stone Garden Padalarang menawarkan lanskap batu kapur purba, jalur trekking ringan, serta nilai geologi dan arkeologi unik dalam satu destinasi wisata alam.

Objek wisata Stone Garden, Padalarang. (Sumber: Ayomedia | Foto: Irfan Al Faritsi)