Membangun Kesadaran Lingkungan Melalui Komunikasi Digital Multi-Platform

3 menit baca
Bunga Al-zahra Putri
Ditulis oleh Bunga Al-zahra Putri diterbitkan
Ilustrasi gedung ramah lingkungan. (Sumber: Pexels | Foto: FOX ^.ᆽ.^= ∫)
Ilustrasi gedung ramah lingkungan. (Sumber: Pexels | Foto: FOX ^.ᆽ.^= ∫)

PT PLN (Persero) memanfaatkan kanal komunikasi digital dalam mempublikasikan peluncuran Smart and Green Building sebagai upaya efisiensi energi serta penurunan emisi karbon di lingkungan kantor. Publikasi ini dilakukan melalui media berita online, website resmi perusahaan, hingga media sosial dengan pengemasan pesan yang disesuaikan pada karakter berbagi platform.

Konsistensi pada key massage mengenai efisiensi energi menunjukkan strategi komunikasi terpadu PLN dalam menyampaikan programnya sebagai upaya mendukung kantor yang efisien dan rendah emisi. Walau begitu, terdapat perbedaan teknik penulisan dan gaya penyajian infromasi dari media massa dan media sosial, menunjukan strategi komunikasi yang adaptif dalam memanfaatkan berbagai media.

Media berita online menggunakan teknik penulisan straight news berbasis piramida terbalik sehingga pembaca dapat dengan cepat memahami inti informasi utama. Dengan isi yang menekankan fakta utama mengenai peluncuran program serta dampaknya terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon kantor menjadikan informasi lebih terstruktur.

Pada website resmi PLN, informasi disajikan dengan teknik penulisan piramida terbalik menekanan pada komitmen perusahaan dalam transformasi energi dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Konten disusun dalam bentuk press release yang mencakup konteks, tujuan jangka panjang, hingga implikasi program sehingga memberikan pemahaman yang mendalam.

Sedangkan media sosial PLN menggunakan teknik microcontent yang mengutamakan caption ringkas, penggunaan hashtag, serta elemen visual untuk memperkuat penyampaian informasi secara efektif. Berdasarkan hal tersebut, PLN mengemas pesan dengan format penulisan yang singkat padat serta visual menarik menyesuaikan karakter platform sehingga pesan mudah dipahami oleh audiens luas.

Gaya penulisan media berita online bersifat objektif informatif dan faktual mengenai program sehingga fokus pada data dan infromasi terkait program perusahaan. Sedangkan website PLN menggunakan gaya formal terstruktur yang menonjolkan narasi komitmen jangka panjang PLN sehingga memperkuat citra perusahaan di mata publik.

Sementara itu, media sosial PLN mengajak publik untuk mulai perduli terhadap keselamatan bumi dengan mengemas pesan melalui gaya penulisan persuasif sehingga meningkatkan keterlibatan publik. Penggunaan bahasa ringan dan visual interaktif membuat pesan lebih mudah dipahami serta mendorong publik untuk berpartisipasi dalam isu keberlanjutan dan efisiensi energi.

Selanjutnya, pemilihan angle yang menekankan efesiensi energi dan penurunan emisi karbon sebagai isu berkelanjutan menunjukkan upaya PLN dalam mengaitkan program dengan kepentingan publik, sehingga meningkatkan nilai berita. Hal ini sejalan dengan dengan tiga aspek utama pemilihan angel dalam konteks PR yaitu relevansi dengan kepentingan publik, nilai berita,dan kesesuaian dengan agenda media target (Abdurahman, 2026).

Selain itu, merujuk pada buku Digital Public Relations Writing oleh Abdurahman (2026), dijelaskan bahwa “praktisi PR harus mengembangkan sistem kerja yang memungkinkan merespons cepat tanpa mengorbankan standar akurasi dan etika komunikasi”. Namun, dalam praktiknya, publikasi informasi mengenai peluncuran program PLN masih terbilang kurang responsif karena terdapat jeda waktu sekitar satu hingga tiga hari antara peluncuran program dan publikasi informasi.

Dari sisi penulisan, ketiga kanal menunjukan penerapan prinsip kehumasan yang berbeda namun saling melengkapi dalam menyampaikan pesan strategis perusahaan kepada publik secara luas. Perbedaan tersebut tidak hanya terlihat pada struktur penulisan, tetapi juga pada pemilihan bahasa, kedalaman informasi, waktu publikasi, serta tujuan komunikasi yang ingin dicapai pada masing-masing platform. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:10

Bandung Menuju Kota Digital Aman

Kota yang benar-benar cerdas bukan hanya kota yang mampu mengadopsi teknologi terbaru, melainkan yang mampu melindungi warganya.

Ilustrasi layanan digital. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Biz 01 Nov 2026, 15:21

Lahan Sempit di Kota Bandung Disulap Jadi Kebun Produktif, Hasilnya untuk Warga

Sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae.

Pada Jumat, 30 Oktober 2026, sejumlah jurnalis dari berbagai daerah di Indonesia berkesempatan melihat langsung pengelolaan kebun tersebut melalui kegiatan Fellowship Journalism Menanam di BRInita Buruan Sae Pajajaran Hegar. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 20:39

Stop The Wedding: Tren Perempuan yang Membagikan Cerita Traumatis Pernikahan

Apakah perempuan benar-benar takut menikah karena tidak menemukan urgensinya atau hanya takut karena tren "Stop The Wedding" yang sedang beredar di media sosial

Stop the Wedding sedang menjadi headline di media sosial yang mengangkat pengalaman buruk perempuan dalam pernikahan (Sumber: Ilustrasi Gambar AI)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 19:15

Bandung Akan Terkena Asap Pekat Karhutla

Nafsu-nafsu tidak terkendali untuk menguasai hutan bisa menyebabkan semua wilayah terkena dampak asap pekat kebakaran hutan dan lahan termasuk Kota Bandung

Penanganan karhutla. (Sumber: Kementerian Kehutanan)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 17:11

Merancang Kawasan Hunian untuk Mobilitas Berkelanjutan

Integrasi tata ruang dan transportasi dalam pengembangan kawasan hunian melalui akses berjalan kaki, bersepeda, dan angkutan umum untuk mewujudkan mobilitas yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Halte bus yang berfungsi sebagai tempat pemberhentian angkutan umum di kawasan hunian. (Foto: Angga Marditama Sultan Sufanir)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 16:31

Korupsi di Negeri Bencana

Korupsi di BNPB yang dilakukan oleh oknum, merupakan perbuatan yang biadab.

SDN 1 Babakan Talang di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat hancur akibat bencana pergerakan tanah , Senin 4 Maret 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 31 Okt 2026, 15:17

Ketika Api Menguji Integritas

Bencana menuntut kita bergerak cepat menyelamatkan kehidupan, tetapi juga menguji integritas dalam menjaga amanah dan menyalurkan bantuan.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Sumber: kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 20:24

Bdg-GoX Dibangun, Kapan Warga Bandung Menikmati Internet Murah?

Akses digital bukan hanya persoalan ketersediaan jaringan, melainkan juga keterjangkauan ekonomi.

Ilustrasi Bandung Kota Digital dengan program  Bdg-Gox (Sumber: Ilustrasi di desain dengan ChatGPT oleh Sri Maryati)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 19:47

Cangkoréh Awi Ngarambat

Ada jenis bambu yang merambat, yang dikenal, ada yang menyebutnya awi cangkoréh, ada juga yang menyebutnya awi cangkoré.

Awi ngarambat. (Foto: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 30 Okt 2026, 16:33

Persembahan untuk Lembang

Lembang telah jatuh ke tangan para kapitalis, memaksakan berubah wujud, memeras keindahan alamnya, meluluhlantakkan kenangan hijau yang terpatri di benak warganya.

Persembahan saya untuk Lembang, tertuang dalam beberapa karya buku. (Foto: Malia)