Serunya Perlombaan Agustusan

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Lomba agustusan biasa ditunggu-tunggu oleh anak-anak, pun dengan para lansia di Balai Palayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Ciparay. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Mildan Abdalloh)
Lomba agustusan biasa ditunggu-tunggu oleh anak-anak, pun dengan para lansia di Balai Palayanan Sosial Tresna Werdha (BPSTW) Ciparay. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Mildan Abdalloh)

Bada salat asar. Saat sedang asyik bermain bersama Kakang, anak ketiga (4 tahun), tiba-tiba anak kedua, Aa Akil (10 tahun) datang dan bertanya, selesai pulang les di Komunitas Rumah Belajar Musi.

“Bah, semalam ada pembunuhan anak SMK, ya? Terus tanggal 18 Agustus libur, asyik bisa ikut lomba Kemerdekaan!”

Kujawab singkat, “Muhun.”

Sudah tiga hari ini, bocah kelas 5 ini memang semangat membicarakan lomba 17-an yang akan digelar Karang Taruna Unit 04. Sejak poster Lomba 17-an HUT ke-80 RI ditempel di hampir semua rumah warga, suasana kampung berubah jadi lebih hidup dan semarak.

Anak-anak mulai latihan, ibu-ibu saling tanya soal kostum, dan bapak-bapak sibuk memasang umbul-umbul, lampu warna warni dalam rangka ngareuah-reuah agustusan. 

Poster Lomba 17-an HUT ke-80 RI yang digelar Karang Taruna Unit 04 Babakan Dangdeur Pasir Biru Kota Bandung (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Poster Lomba 17-an HUT ke-80 RI yang digelar Karang Taruna Unit 04 Babakan Dangdeur Pasir Biru Kota Bandung (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Momentum Kebersamaan 

Dengan bertajuk “Indonesia Gemilang: Keberagaman Budaya Nusantara”, perlombaan dilaksanakan di Lapang Voli HSP, RT 02 RW 04, sebagai informasi jadwal perlombaan sebagai berikut:

Minggu, 3 Agustus 2025 untuk kategori Anak-anak dan Ibu-ibu. Lomba Anak-anak (08.00–14.00) mulai dari Makan Kerupuk, Capit Kaleng, Susun Kata, Pukul Air sampai Corong. 

Lomba Ibu-ibu (14.00–17.00) mulai dari Keluarkan Bola dalam Bus, Joget Pakai Bola Plastik Kecil sampai Voli Air. 

Minggu, 10 Agustus 2025 untuk kategori Bapak-bapak dengan Lomba Bola Voli (09.00 - selesai). Memakai sistem kocokan, jadi siapa pun bisa jadi lawan atau kawan!

Menariknya, ada doorprize yang menanti, dan warga dipersilakan menitipkan dagangan untuk mendukung kegiatan dana usaha (Danus) Karang Taruna Unit 04. Harapannya selain ajang seru-seruan, perlombaan ini jadi momentum menguatkan kebersamaan, guyub antarwarga.

Sungguh rasanya tak sabar ingin melihat tawa anak-anak, semangat ibu-ibu, dan sportivitas bapak-bapak di lapangan nanti. Pokoknya yang belum daftar, ayo buruan ya!

Sejumlah ibu rumah tangga mengikuti berbagai lomba 17 Agustus di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah ibu rumah tangga mengikuti berbagai lomba 17 Agustus di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Makna dan Filosofi Perlombaan 

Ingat, lomba 17 Agustusan tidak hanya sekedar lomba, melainkan syarat makna dan filosofi yang mendalam. Pasalnya melalui perlombaan ini, nilai-nilai kerja keras, kerja sama, sportivitas, dan kegembiraan dapat dirasakan oleh setiap peserta.

Pada awalnya lomba 17 Agustus diciptakan oleh masyarakat Indonesia itu sendiri. Sejarawan, JJ Rizal mengatakan lomba 17 Agustus mulai muncul pada tahun 1950-an, tepatnya pada saat HUT RI yang ke-5.  "Pada saat itu, masyarakat sangat antusias untuk memeriahkan kemerdekaan yang berhasil dicapai oleh Indonesia dengan cara yang menyenangkan,” ucapnya.

Sampai saat ini, lomba 17 Agustus menjadi sebuah tradisi yang rutin dilaksanakan pada saat acara HUT RI untuk merayakan kemenangan para pejuang yang telah berjuang untuk bangsa Indonesia. 

7 Ide Lomba 17 Agustus Yang Cocok Untuk Ibu-Ibu, Dijamin Seru dan Jarang Dilombakan (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
7 Ide Lomba 17 Agustus Yang Cocok Untuk Ibu-Ibu, Dijamin Seru dan Jarang Dilombakan (Sumber: AyoBandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Sekedar contoh berikut filosofi yang terkandung di dalam lima lomba 17 Agustus. 

1. Lomba Makan Kerupuk, lomba ini dibuat berdasarkan keadaaan rakyat Indonesia yang pada saat itu belum mempunyai kemampuan ekonomi yang baik, sehingga mereka makan makanan apa adanya, yakni dengan kerupuk.     

2. Lomba Balap Karung, Ketika masa pendudukan Jepang, rakyat Indonesia terpaksa mengenakan karung goni sebagai busana sehari-hari karena keterbatasan bahan pakaian. Oleh karena itu, tradisi perlombaan karung kini menjadi simbol peringatan dan syukur atas kebebasan yang telah diraih Indonesia dari penjajahan.

3. Lomba Tarik Tambang, mencerminkan solidaritas, persatuan dan kekuatan bersama dalam melawan penjajah.

4. Lomba Bakiak, Perlombaan terompah kayu ini melambangkan nilai-nilai kebersamaan dan koordinasi yang erat, mencerminkan persatuan rakyat Indonesia dalam meraih kebebasan dari penjajahan.

5. Lomba Panjat Pinang, menggambarkan keadaan rakyat Indonesia yang berusaha bertahan hidup di tengah penjajahan Belanda dengan cara memperebutkan bahan pokok di batang pohon pinang yang dilumuri oleh oli atau minyak.

Tentunya, dengan mengetahui asal usul dan filosofi lomba 17 Agustus, diharapkan rasa cinta tanah air  dan menghargai perjuangan pahlawan kemerdekaan semakin terasa saat mengikuti lomba-lomba tersebut. (RRI, 13 Agustus 2024.

18 AGUSTUS HUT REPUBLIK INDONESIA!? 17 Agustus Merupakan Hari Kemerdekaan Bangsa. (Sumber: YouTube Anhar Gonggong Official)
18 AGUSTUS HUT REPUBLIK INDONESIA!? 17 Agustus Merupakan Hari Kemerdekaan Bangsa. (Sumber: YouTube Anhar Gonggong Official)

Hari Lahir Republik Indonesia yang Kerap Terlupakan

Rupanya tanggal 18 Agustus menyimpan momen yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Ya sejatinya lebih dari sekadar hari libur nasional, ajang perlombaan memeriahkan kemerdekaan. Pasalnya tanggal ini merupakan tonggak berdirinya Negara Republik Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan 18 Agustus 2025 sebagai hari libur nasional, sehari setelah peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Keputusan ini disambut antusias oleh masyarakat karena memberi ruang lebih luas untuk menggelar berbagai perayaan.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, menyatakan libur nasional pada 18 Agustus dimaksudkan sebagai "hadiah untuk rakyat." Menurutnya, libur pada H+1 perayaan 17 Agustus ini memungkinkan masyarakat lebih leluasa dalam menyelenggarakan lomba-lomba dan pesta rakyat.

“Pemerintah akan menjadikan 18 Agustus 2025, satu hari setelah upacara peringatan detik-detik proklamasi dan karnaval kemerdekaan, sebagai hari libur nasional,” ujar Juri di Istana Kepresidenan, Jumat (1/8/2025).

Namun, bagi sejarawan Anhar Gonggong, 18 Agustus tak seharusnya hanya dimaknai sebagai hari libur biasa. Dalam unggahan di akun media sosial pribadinya, baik Instagram maupun YouTube (@anhargonggongofficial), membeberkan pentingnya makna historis dari tanggal 18 Agustus pada 80 tahun silam itu sebagai dasar bernegara Bangsa Indonesia.

Menurutnya, 18 Agustus 1945 adalah hari berdirinya Republik Indonesia, saat bangsa yang baru merdeka sehari sebelumnya secara resmi menegakkan negara melalui sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

"Jangan hanya libur yang dipentingkan, akan tetapi 18 Agustus diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Republik Indonesia," tegas Anhar.

Sejarawan kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan ini menjelaskan, "17 Agustus adalah pernyataan Bangsa Indonesia menyatakan dirinya sebagai bangsa yang merdeka. Besoknya, (pada) 18 Agustus, bangsa yang merdeka ini menegakkan negara dalam rapat PPKI sekaligus dengan perangkatnya. Jadi, 17 Agustus 1945 adalah Kemerdekaan Bangsa Indonesia lewat Proklamasi. Kemudian 18 Agustus 1945 adalah berdirinya Republik Indonesia."

Baginya, pemahaman ini penting agar masyarakat tidak hanya terjebak dalam euforia perayaan, tetapi sangat penting menyadari esensi historis yang melandasi kelahiran bangsa dan negara. (www.fajar.co.id)

Aa Akil bersama 3 kawannya mengikuti Capit Kaleng dalam rangka Lomba 17-an HUT ke-80 RI yang digelar Karang Taruna Unit 04 di Lapang Voli HSP, RT 02 RW 04 Babakan Dangdeur Pasir Biru Kota Bandung, Minggu (3/8/2025). (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Aa Akil bersama 3 kawannya mengikuti Capit Kaleng dalam rangka Lomba 17-an HUT ke-80 RI yang digelar Karang Taruna Unit 04 di Lapang Voli HSP, RT 02 RW 04 Babakan Dangdeur Pasir Biru Kota Bandung, Minggu (3/8/2025). (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)

Dalam liputan video berjudul "Asyik! Pemerintah Tetapkan 18 Agustus 2025 sebagai Hari Libur" yang ramai dibagikan lewat WhatsApp, seorang teman berkomentar, “Is The Best. Oke sip wel pisaaaan gol. Extra long weekend 👌.”

Padahal 18 Agustus bukan sekadar tanggal dalam kalender, melainkan tonggak sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Seperti yang ditegaskan sejarawan Anhar Gonggong, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan terus merawat tradisi serta budaya sebagai khazanah peradabannya.

Setiap bulan Agustus, suasana kampung, sekolah, dan perkantoran berubah jadi lebih meriah, semarak. Bendera merah putih berkibar di mana-mana, lagu-lagu kemerdekaan menggema dan yang paling ditunggu-tunggu adalah perlombaan Agustusan!

Mulai dari balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, hingga panjat pinang. Semuanya menjadi ajang tawa, bersukaria, sportivitas, dan nostalgia masa kecil. Anak-anak tertawa lepas, remaja berlomba dengan penuh semangat, dan para orang tua tak mau kalah ikut ambil bagian. 

Perlombaan Agustusan bukan soal menang dan kalah, melainkan tentang kebersamaan. Di sinilah semangat gotong royong, solidaritas, dan rasa cinta tanah air tumbuh makin kuat dan mengakar.

Dengan demikian, agustusan bukan sekadar perayaan ulang tahun bangsa, justru menjadi ruang untuk menguatkan tali persaudaraan, mengokohkan persatuan dan keutuhan NKRI. Karena di balik keringat dan gelak tawa, ada semangat juang yang terus menyala dan perlu dirawat, dijaga demi anak cucu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)