Rumah Sakit Dustira memiliki sejarah panjang, bermula dari rumah sakit militer bernama Militaire Hospital Tjimahi hingga sekarang masih berdiri menjadi rumah sakit modern.
Rumah sakit ini didirikan pada tahun 1887 di Cimahi, tetapi ada yang mengatakan bahwa rumah sakit ini didirikan pada tahun 1897. Dilihat dari arsitekturnya rumah sakit ini bercorak neoklasikal. Pada tahun 1940-an, rumah sakit ini berfungsi sebagai tempat perawatan tentara Belanda yang terluka akibat perang.
Dalam rencana Belanda untuk membangun kota kolonial di Bandung dan pemindahan ibukota, Cimahi terpilih sebagai pusat militer Belanda. Belanda memilih Cimahi karena wilayahnya sangat strategis dan memadai secara infrastruktur. Disitulah dibangun area pertahanan untuk menjaga ibukota baru. Selanjutnya, Belanda membangun rumah sakit untuk menyokong kegiatan dalam kompleks pertahanan, rumah sakit itu bernama Militaire Hospital dan sekarang dikenal dengan nama Rumah Sakit Dustira.
Dikutip dari cimahi.go.id, Ketua Komunitas Tjimahi Heritage. Mahmud Mubarok menyatakan bahwa Rumah Sakit Dustira didirikan pada tahun 1897. Pernyataan tersebut diperkuat oleh surat kabar zaman Belanda yang menyatakan bahwa persiapan pembangunan Rumah Sakit Dustira dilaksanakan pada tahun 1896. Pembangunan rumah sakit ini diperkirakan selesai pada tahun 1898. Pada era kependudukan Jepang, rumah sakit ini berubah fungsi dari tempat perawatan tentara Belanda menjadi kamp bagi tahanan perang Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1945-1947 Rumah Sakit Dustira ini sempat dikuasai oleh NICA (organisasi semi militer bentukan Belanda). Pada tahun 1950-an, rumah sakit ini mulai dialokasikan bagi pribumi sejak Belanda menyerahkan asetnya kepada TNI yang diwakili oleh Letkol Dokter Kornel Singawinata. pada tahun 1956 ,dalam surat kabar harian umum Hindia Belanda yang berjenis iklan sudah ada pengumuman tentang perpindahan praktik seorang ahli senam medis bernama Zuster A.J. van Kruiselbergen
Perkembangan Rumah Sakit Dustira menjadi rumah sakit modern

Pada Mei 1956, Panglima Territorium III/Siliwangi, Kolonel Kawilarang, menetapkan nama rumah sakit ini dari Militaire Hospital menjadi Rumah Sakit Dustira. Pengubahan nama rumah sakit ini karena sebagai bentuk penghormatan TNI terhadap jasa-jasa yang dilakukan oleh Mayor dr.Dustira Prawiraamidjaya. Beliau merupakan dokter tentara pada era kolonial. Beliau sudah berjasa untuk membantu para pejuang kemerdekaan Indonesia.
Saat ini Rumah Sakit Dustira menjadi rumah sakit rujukan tertinggi di cimahi, karena perkembangan fasilitas dan pelayanannya. Setelah menjadi rumah sakit modern, rumah sakit ini memiliki fasilitas dan pelayanan yang beragam, seperti adanya Unit Rawat Jalan, Unit Rawat Inap, Unit Bedah, dan Unit Gawat Darurat. Fasilitas rumah sakit ini juga mempunyai Unit Radiologi, Farmasi, Laboratorium, dan Hemodialisasi.
Selain itu, rumah sakit ini sering digunakan untuk tempat koas mahasiswa kedokteran dari Unjani, Unpad, dan universitas lainnya. Perkembangan ini menandai Rumah Sakit Dustira terus meningkat secara peralatan dan teknologi medisnya.

Rumah Sakit Dustira adalah salah satu rumah sakit tertua di Indonesia yang terletak di Cimahi, Jawa Barat. Rumah sakit ini merupakan peninggalan dari Belanda yang dulu difungsikan sebagai tempat perawatan tentara Belanda. Saat ini, Rumah Sakit Dustira menjadi rumah sakit umum dan rumah sakit pendidikan yang masih beroperasi. (*)
DAFTAR PUSTAKA
- Administrator. (2019, 18 September). Jelajah Rumah Sakit Tertua di Jawa Barat.Cimahikota.
- Kartiana Dewi, A. (2017). Wajah Militair Hospital dan Kota Militer Cimahi. Seminar Ikatan Penelitian Lingkungan Binaan Indonesia (ILBI),1, B261-B266.
- Pradipta,S. (n.d). Gambaran Umum Daerah Perencanaan. jbptitbpp-gdl-senapradip-32811-32005ta-2.
- Rahandhyan, A.(2023, 11 Febuari) Cerita dan Sejarah Panjang RS Dustira Kota Cimahi. Cimahikota
- Hasna Iskanto, F. (2018,7 Agustus). Rumah Sakit Dustira. Budaya Indonesia.
- Admin. (2024, 12 Juli). Bangunan Rumah Sakit Dustira. Disbudparporacimahikota.
- Ramdhani, D. (2023, 22 Febuari). Menguak Sepenggal Kisah Dibalik Kokokhnya Bangunan RS Dustira Cimahi. inilahkoran.id.