Selamat Hari Raya Idul Fitri
1446 Hijriah • Mohon Maaf Lahir & Batin

Angkot 0 Rupiah yang Masih Sepi Penumpang, Cerita Feeder Metro Jabar Trans dan Harapan Mobilitas Warga Kota Bandung

Nisrina Nuraini
Ditulis oleh Nisrina Nuraini diterbitkan Jumat 30 Jan 2026, 09:02 WIB
Penumpang feeder Metro Trans Jabar sedang membayar ongkos menggunakan mesin tapcash. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Penumpang feeder Metro Trans Jabar sedang membayar ongkos menggunakan mesin tapcash. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID - Transportasi umum dalam kota yang digadang-gadang sebagai moda kendaraan dengan biaya transaksi 0 rupiah kini hadir di sejumlah ruas Kota Bandung sejak 1 Oktober 2025.

Layanan transportasi ini merupakan bagian dari Program Metro Jabar Trans (MJT) yang dikembangkan dalam kategori berbeda, yakni berukuran lebih kecil menyerupai angkutan dalam kota dan disebut sebagai feeder. Angkutan ini memiliki visi utama sebagai penghubung kawasan permukiman di Kota Bandung, mendukung mobilitas harian warga, sekaligus menjadi perantara bagi pelancong yang ingin menjangkau destinasi wisata kota.

Namun demikian, meski telah diresmikan hampir lima bulan lalu, kehadiran angkot 0 rupiah ini belum sepenuhnya dikenal masyarakat. Hal tersebut terlihat dari jumlah penumpang yang masih relatif sedikit dan kondisi beberapa halte pemberhentian yang tampak lengang.

Padahal, jika ditelaah lebih jauh, feeder MJT hadir melalui rute strategis yang mencakup kawasan wisata kota. Rute ini dimulai dari Simpang Soekarno-Hatta (Soetta)–Kiara Condong (Kircon), hingga menyentuh kawasan Pasar Baru dan Jalan Braga.

Metode pembayaran feeder MJT menggunakan tapcash atau E-Money. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Metode pembayaran feeder MJT menggunakan tapcash atau E-Money. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

Dalam praktiknya, metode pembayaran feeder MJT telah dilengkapi sistem digital. Penumpang diwajibkan menggunakan kartu tapcash atau e-money yang ditempelkan pada mesin pembayaran digital di dekat sopir setelah naik dan duduk di dalam angkot. Meski melakukan tap kartu, saldo penumpang tidak akan berkurang sama sekali.

“Lebih tepatnya, feeder MJT atau angkutan umum kota dengan biaya 0 rupiah ini masih dalam masa uji coba,” ungkap Harun Al-Rasyid (27), time table sopir feeder MJT. Ia sekaligus meluruskan anggapan di masyarakat yang kerap menyebut layanan ini gratis secara permanen.

Harun menambahkan, penggunaan tapcash juga berfungsi sebagai sistem pendataan jumlah penumpang yang masuk ke dalam sistem pihak ketiga setiap harinya.

Pelaksanaan uji coba feeder MJT sendiri belum memiliki batas waktu yang benar-benar pasti. Saat ditanya lebih lanjut, Harun menjelaskan bahwa pada perencanaan awal, uji coba hanya berlangsung selama dua minggu sejak Oktober 2025.

“Namun kemudian diperpanjang sampai November, lalu sampai akhir Desember 2025 tuntas. Syukur-syukur kalau masa uji coba 0 rupiah ini bisa diperpanjang hingga satu tahun ke depan,” jelas Harun.

Selama masa uji coba berlangsung, penumpang tidak dikenakan biaya apa pun. Namun, apabila kelak masa percobaan berakhir, akan diberlakukan tarif sebesar Rp4.900 untuk sekali perjalanan. Tarif ini setara dengan tarif dasar Bus Damri MJT yang saat ini berlaku di sejumlah koridor, salah satunya Koridor 5 dengan rute Dipatiukur–Jatinangor.

Menurut penuturan Harun, saat ini feeder MJT telah melayani dua koridor dengan rute berbeda. Koridor 1 melayani rute Simpang Soekarno-Hatta–Kiara Condong hingga Pasar Baru di Jalan ABC. Sementara Koridor 2 melayani rute dari kawasan Cicadas hingga Elang.

“Di antara rute Koridor 1, feeder MJT melewati Jalan Braga. Untuk saat ini, feeder MJT merupakan satu-satunya angkot yang melintasi jalur tengah Braga, kawasan wisata yang kerap dikunjungi turis di Bandung,” katanya.

Rute feeder MJT ditempel di kaca bagian belakang angkot. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Rute feeder MJT ditempel di kaca bagian belakang angkot. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

Terkait pemetaan usia penumpang, Harun menyebut pihaknya memiliki data internal dari pihak ketiga selama satu bulan, yakni Oktober 2025—tepat setelah layanan diresmikan. Dari pemantauan tersebut, tercatat sekitar 5.400 penumpang telah menggunakan layanan feeder MJT 0 rupiah dalam kota.

Meski demikian, Harun mengungkapkan bahwa layanan ini lebih banyak diminati oleh Generasi Z, terutama untuk kebutuhan berangkat sekolah dan bekerja. Jam padat penumpang umumnya terjadi pada pukul 06.00–08.00 WIB.

“Kami berharap ke depannya feeder MJT bisa menarik minat masyarakat yang lebih luas dan benar-benar hadir sebagai transportasi umum yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga,” ujarnya.

“Kami ingin layanan ini bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali,” tambah Harun di akhir percakapan.

Dalam operasionalnya, feeder MJT menerapkan sejumlah aturan ketat, di antaranya larangan bagi sopir menyetir sambil merokok atau menggunakan gawai. Seluruh aktivitas sopir dan penumpang diawasi CCTV, serta tidak diperbolehkan praktik ngetem sebagaimana yang kerap terjadi pada angkot konvensional.

Pergerakan Feeder Metro Jabar Trans (MJT) terpantau secara digital melalui Advance Driver Assistance System yang dapat mendeteksi kondisi sopir dan juga GPS. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Pergerakan Feeder Metro Jabar Trans (MJT) terpantau secara digital melalui Advance Driver Assistance System yang dapat mendeteksi kondisi sopir dan juga GPS. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

“Enak sih, jadi nggak lama-lama nunggu buat pulang ke rumah kalau habis dari Pasar Baru ke Jalan Malabar,” ujar Siti Nurmala (65). Ia mengaku diuntungkan karena feeder MJT tidak bergantung pada jumlah penumpang.

Meski menawarkan banyak manfaat, feeder MJT masih memiliki sejumlah kekurangan.

“Memang nggak ada istilah ngetem, tapi kadang harus nunggu 10 menit atau bahkan lebih buat bisa naik,” keluh Aisyah (60) saat menunggu feeder MJT di kawasan Pasar Baru. Banyaknya halte pemberhentian dinilai memengaruhi jarak tempuh kendaraan menuju halte berikutnya.

Aisyah juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan kartu e-money. Tidak semua minimarket menyediakan layanan pembuatan kartu tersebut. Ia berharap layanan pemerintah seperti Samsat dapat menyediakan fasilitas pembuatan kartu e-money apabila memungkinkan.

Selain itu, kondisi halte pemberhentian feeder MJT dinilai belum sepenuhnya memadai. Hanya beberapa halte yang terawat dan layak, sementara sebagian lainnya masih bersifat “virtual” dan hanya diketahui oleh sopir. Mayoritas halte masih membutuhkan peningkatan kelayakan.

Dari sudut pandang pengemudi, feeder MJT juga bukan terobosan yang serta-merta mudah dijalani. Asep Suhendi (42) mengaku perlu beradaptasi, terutama saat dihadapkan pada dilema antara empati kepada penumpang yang belum memiliki kartu tapcash dan aturan yang melarang mengangkut penumpang tanpa kartu.

Asep mengakui bahwa sikap sopir terhadap penumpang tidak selalu sama. Namun, ia memilih tetap bersikap ramah dan mempersilakan penumpang duduk. Hal ini sejalan dengan pernyataan Siti Nurmala yang menyebut tidak semua sopir feeder MJT ramah dan murah senyum.

Terkait rekrutmen, Asep menjelaskan bahwa menjadi sopir feeder MJT tergolong mudah namun tetap ketat. “Biasanya diminta melengkapi administrasi, salah satunya SKCK. Banyak yang gugur di tahap ini karena akan ada tes urine lanjutan,” ujarnya.

“Tidak semua mantan sopir angkot reguler bersedia atau lolos tes urine. Kalau terindikasi pernah menggunakan obat-obatan terlarang, kandidat langsung gugur,” tambahnya.

Feeder Metro Trans jabat (MJT) (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Feeder Metro Trans jabat (MJT) (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Menurut Asep, selama mematuhi aturan dan menjaga disiplin, tak ada kendala berarti dalam menjalani profesi ini. Ia menyebut pernah ada sopir yang diberhentikan karena melanggar rute yang telah disepakati bersama pengelola.

Meski rutenya cukup padat—sekitar 105 ruas jalan—Asep mengungkapkan bahwa gaji sopir feeder MJT tergolong menjanjikan, dengan nominal setara UMK Kota Bandung setiap bulannya.

Program feeder MJT pada akhirnya tidak hanya membangun sistem transportasi, tetapi juga merangkai kebutuhan yang setara antara pengelola, staf, sopir, hingga penumpang. Akses yang semakin mudah serta sosialisasi yang lebih luas masih sangat dibutuhkan.

Ke depan, terdapat rencana penambahan Koridor 3 dengan rute Soreang–Ciwidey, meski hingga kini masih dalam tahap pembahasan bersama pihak pengelola.

News Update

Ayo Netizen 21 Mar 2026, 20:26

Islam Kita dan Islam Mereka: Sebuah Ilusi Pascakolonial

Menjadi muslim di Indonesia adalah bagian dari perjalanan sejarah yang panjang dan sarat kontradiksi.

Ada banyak kisah yang lazim dialami oleh para jamaah haji selama menunaikan rukun Islam kelima tersebut. (Sumber: Pexels/Mutahir Jamil)
Ayo Netizen 21 Mar 2026, 18:20

Idulfitri 1447 H

Hikmah Ramadan itu menjaga dan merawat silaturahmi. Puncaknya hadir saat Idulfitri, momentum kemenangan sejati dalam menundukkan hawa nafsu, termasuk nafsu (angkara murka) untuk merasa paling benar.

Salat berjamaah di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 21 Mar 2026, 06:30

Hikayat Lebaran Seabad Lalu di Bandung, Open House Bupati untuk Pribumi dan Eropa

Laporan majalah kolonial tahun 1926 menunjukkan bagaimana masyarakat Bandung merayakan Idulfitri dengan berbagai tradisi unik.

Lebaran di kediaman Bupati Bandung 1926. (Sumber: Majalah Indie)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 19:10

Yang Gak Mudik, Yuk Wisata Bandung Dilirik

Warga Bandung yang gak mudik, yuk ramaikan wisata di Bandung! Manfaatnya menggerakkan perekonomian lokal di Bandung.

Sarae Hills destinasi wisata yang tidak hanya indah, tapi juga Instagrammable. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 17:24

Idulfitri, Syawal dan Lebaran: Jalan Pulang dan Lima Tahap Pemaafan

Idulfitri, syawal dan lebaran bukan sebatas perayaan, tetapi sejuta lapisan makna yang mengantarkan manusia pada kesadaran dan peningkatan diri.

Ilustrasi suasana Idulfitri, Syawal dan Lebaran. (Sumber: Ozgar Jan dari Pixabay)
Beranda 20 Mar 2026, 16:54

Tradisi Potong Rambut Lebaran di Kota Bandung: Antrean Panjang di Barbershop dan Lapak DPR yang Makin Sepi

Tradisi potong rambut menjelang Lebaran di Kota Bandung menunjukkan kontras yang mencolok. Barbershop dipadati pelanggan, sementara lapak cukur DPR kian sepi.

Yana Mulyana dengan ruang ala kadarnya tetap bertahan di bawah rindang pohon Jalan Malabar, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 20 Mar 2026, 15:48

Memupuk Persaudaraan, Merawat Harmoni

Nyepi mengajarkan kita sikap memperkuat persaudaraan, persatuan, semangat toleransi, perdamaian untuk meraih kehidupan rukun, harmoni, bahagia dan sejahtera dapat terus terjaga di tengah perbedaan.

Ilustrasi perayaan Nyepi di Bali (Sumber: Freepik)
Linimasa 20 Mar 2026, 01:03

Kemacetan dan Sumber Rezeki Pedagang Oleh-oleh Nagreg

Kondisi lalu lintas di Nagreg sangat memengaruhi penjualan oleh-oleh. Saat ramai lancar pembeli meningkat, namun kemacetan justru membuat pemudik enggan berhenti.

Lalu lintas Nagreg saat mudik lebaran 2026. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 20 Mar 2026, 00:53

Beda Hari Lebaran di Indonesia, Bikin Orang Eropa Kebingungan

Jelang akhir Ramadan, satu pertanyaan hampir selalu muncul di Indonesia: Lebaran jatuh hari apa? Akar sejarahnya panjang. Sudah ada sejak zaman dulu.

Suasana pasca salat id Bandung 1926 (Sumber: Majalah Indie)
Beranda 19 Mar 2026, 21:21

Menitip Rindu pada Takbir: Cerita Perantau yang Menghadapi Lebaran dalam Sepi

Pemerintah menetapkan Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026. Di balik momen kemenangan itu, tersimpan kisah warga perantauan yang menjalani malam takbiran tanpa pulang kampung dan menahan rindu.

Mutiara Indah Lestari tetap tegar merayakan Lebaran di perantauan, menyimpan rindu untuk keluarganya di Padang (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 20:00

Idulfitri sebagai Komunikasi Hati

Tulisan ini membahas Idul Fitri sebagai momen memulihkan komunikasi hati di tengah kebisingan digital, menekankan pentingnya ketulusan, kehadiran, dan relasi yang lebih manusiawi.

Ribuan umat muslim melaksanakan shalat Idul Fitri 1446 H di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 31 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 19 Mar 2026, 19:46

Jersey Lokal Bandung RZQ Actv Buktikan Taring, Sukses Curi Perhatian di Tengah Hiruk-Pikuk Jelang Idul Fitri

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya.

Brand jersey lokal, RZQ Actv, membuktikan bahwa produk UMKM mampu bersaing dan tampil percaya diri di tengah hiruk pikuk persiapan hari raya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 19:09

Dijajah Tanpa Penjajah: Ketika Kemerdekaan Kehilangan Makna

Kemerdekaan fisik belum menjamin kemerdekaan berpikir.

ilustrasi buku sebagai sumber ilmu. (Sumber; Pixabay)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 18:59

Mudik dan Kelanjutan Ramadan: Menguji Ketakwaan di Jalan Kehidupan

Mudik Lebaran selalu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna.

Sejumlah pemudik sepeda motor melintas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu 14 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 13:12

Petani Menua dan Anak Muda Menjauh: Siapa yang Akan Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia?

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, namun mengalami krisis regenerasi petani. Mampukah program Petani Milenial menjadi solusi bagi masa depan pangan Indonesia?

Petani membajak sawah menggunakan traktor di Gedebage, Kota Bandung, Kamis 4 Januari 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al- Faritsi)
Linimasa 19 Mar 2026, 12:49

Harap Cemas Pedagang Oleh-oleh Nagreg di Tengah Rencana Pembangunan Tol Cigatas

Pedagang oleh-oleh di Nagreg mulai kehilangan pembeli sejak hadirnya jalan tol. Rencana Tol Getaci memicu kekhawatiran baru soal masa depan usaha mereka.

Penjual oleh-oleh di Nagreg. (Foto: Mildan Abdalloh)
Sejarah 19 Mar 2026, 12:49

Sejarah Kue Kering Lebaran, Sajian Idulfitri yang Berakar dari Dapur Belanda

Tradisi menyajikan kue kering saat lebaran memiliki jejak sejarah kolonial. Resep kue kecil dari Eropa yang disebut koekje berkembang di Hindia Belanda dan berubah menjadi nastar hingga kastengel.

Ilustrasi kue kering lebaran.
Ayo Netizen 19 Mar 2026, 10:59

Kakaretaan, Yuk!

Di atas rel, kita belajar soal hidup, seperti kereta, akan terus berjalan.

Calon penumpang Kereta Api Pasundan tambahan berjalan menuju gerbong di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Selasa 17 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 20:29

Kisah Kue-Kue Kering Hari Raya

Tahukah kalian, bahwa kue alias “cookies” itu berasal dari bahasa Belanda yaitu “koekje”.

Sebuah mural karya harijadi sumodidjojo yang berjudul "kehidupan batavia". (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 18 Mar 2026, 17:21

Menata Arah Pendidikan Tinggi Keagamaan di Era Serba Cepat

Pepen Supendi, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)