Angkot 0 Rupiah yang Masih Sepi Penumpang, Cerita Feeder Metro Jabar Trans dan Harapan Mobilitas Warga Kota Bandung

Nisrina Nuraini
Ditulis oleh Nisrina Nuraini diterbitkan Jumat 30 Jan 2026, 09:02 WIB
Penumpang feeder Metro Trans Jabar sedang membayar ongkos menggunakan mesin tapcash. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Penumpang feeder Metro Trans Jabar sedang membayar ongkos menggunakan mesin tapcash. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

AYOBANDUNG.ID - Transportasi umum dalam kota yang digadang-gadang sebagai moda kendaraan dengan biaya transaksi 0 rupiah kini hadir di sejumlah ruas Kota Bandung sejak 1 Oktober 2025.

Layanan transportasi ini merupakan bagian dari Program Metro Jabar Trans (MJT) yang dikembangkan dalam kategori berbeda, yakni berukuran lebih kecil menyerupai angkutan dalam kota dan disebut sebagai feeder. Angkutan ini memiliki visi utama sebagai penghubung kawasan permukiman di Kota Bandung, mendukung mobilitas harian warga, sekaligus menjadi perantara bagi pelancong yang ingin menjangkau destinasi wisata kota.

Namun demikian, meski telah diresmikan hampir lima bulan lalu, kehadiran angkot 0 rupiah ini belum sepenuhnya dikenal masyarakat. Hal tersebut terlihat dari jumlah penumpang yang masih relatif sedikit dan kondisi beberapa halte pemberhentian yang tampak lengang.

Padahal, jika ditelaah lebih jauh, feeder MJT hadir melalui rute strategis yang mencakup kawasan wisata kota. Rute ini dimulai dari Simpang Soekarno-Hatta (Soetta)–Kiara Condong (Kircon), hingga menyentuh kawasan Pasar Baru dan Jalan Braga.

Metode pembayaran feeder MJT menggunakan tapcash atau E-Money. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Metode pembayaran feeder MJT menggunakan tapcash atau E-Money. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

Dalam praktiknya, metode pembayaran feeder MJT telah dilengkapi sistem digital. Penumpang diwajibkan menggunakan kartu tapcash atau e-money yang ditempelkan pada mesin pembayaran digital di dekat sopir setelah naik dan duduk di dalam angkot. Meski melakukan tap kartu, saldo penumpang tidak akan berkurang sama sekali.

“Lebih tepatnya, feeder MJT atau angkutan umum kota dengan biaya 0 rupiah ini masih dalam masa uji coba,” ungkap Harun Al-Rasyid (27), time table sopir feeder MJT. Ia sekaligus meluruskan anggapan di masyarakat yang kerap menyebut layanan ini gratis secara permanen.

Harun menambahkan, penggunaan tapcash juga berfungsi sebagai sistem pendataan jumlah penumpang yang masuk ke dalam sistem pihak ketiga setiap harinya.

Pelaksanaan uji coba feeder MJT sendiri belum memiliki batas waktu yang benar-benar pasti. Saat ditanya lebih lanjut, Harun menjelaskan bahwa pada perencanaan awal, uji coba hanya berlangsung selama dua minggu sejak Oktober 2025.

“Namun kemudian diperpanjang sampai November, lalu sampai akhir Desember 2025 tuntas. Syukur-syukur kalau masa uji coba 0 rupiah ini bisa diperpanjang hingga satu tahun ke depan,” jelas Harun.

Selama masa uji coba berlangsung, penumpang tidak dikenakan biaya apa pun. Namun, apabila kelak masa percobaan berakhir, akan diberlakukan tarif sebesar Rp4.900 untuk sekali perjalanan. Tarif ini setara dengan tarif dasar Bus Damri MJT yang saat ini berlaku di sejumlah koridor, salah satunya Koridor 5 dengan rute Dipatiukur–Jatinangor.

Menurut penuturan Harun, saat ini feeder MJT telah melayani dua koridor dengan rute berbeda. Koridor 1 melayani rute Simpang Soekarno-Hatta–Kiara Condong hingga Pasar Baru di Jalan ABC. Sementara Koridor 2 melayani rute dari kawasan Cicadas hingga Elang.

“Di antara rute Koridor 1, feeder MJT melewati Jalan Braga. Untuk saat ini, feeder MJT merupakan satu-satunya angkot yang melintasi jalur tengah Braga, kawasan wisata yang kerap dikunjungi turis di Bandung,” katanya.

Rute feeder MJT ditempel di kaca bagian belakang angkot. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Rute feeder MJT ditempel di kaca bagian belakang angkot. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

Terkait pemetaan usia penumpang, Harun menyebut pihaknya memiliki data internal dari pihak ketiga selama satu bulan, yakni Oktober 2025—tepat setelah layanan diresmikan. Dari pemantauan tersebut, tercatat sekitar 5.400 penumpang telah menggunakan layanan feeder MJT 0 rupiah dalam kota.

Meski demikian, Harun mengungkapkan bahwa layanan ini lebih banyak diminati oleh Generasi Z, terutama untuk kebutuhan berangkat sekolah dan bekerja. Jam padat penumpang umumnya terjadi pada pukul 06.00–08.00 WIB.

“Kami berharap ke depannya feeder MJT bisa menarik minat masyarakat yang lebih luas dan benar-benar hadir sebagai transportasi umum yang dekat dengan kehidupan sehari-hari warga,” ujarnya.

“Kami ingin layanan ini bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali,” tambah Harun di akhir percakapan.

Dalam operasionalnya, feeder MJT menerapkan sejumlah aturan ketat, di antaranya larangan bagi sopir menyetir sambil merokok atau menggunakan gawai. Seluruh aktivitas sopir dan penumpang diawasi CCTV, serta tidak diperbolehkan praktik ngetem sebagaimana yang kerap terjadi pada angkot konvensional.

Pergerakan Feeder Metro Jabar Trans (MJT) terpantau secara digital melalui Advance Driver Assistance System yang dapat mendeteksi kondisi sopir dan juga GPS. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Pergerakan Feeder Metro Jabar Trans (MJT) terpantau secara digital melalui Advance Driver Assistance System yang dapat mendeteksi kondisi sopir dan juga GPS. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)

“Enak sih, jadi nggak lama-lama nunggu buat pulang ke rumah kalau habis dari Pasar Baru ke Jalan Malabar,” ujar Siti Nurmala (65). Ia mengaku diuntungkan karena feeder MJT tidak bergantung pada jumlah penumpang.

Meski menawarkan banyak manfaat, feeder MJT masih memiliki sejumlah kekurangan.

“Memang nggak ada istilah ngetem, tapi kadang harus nunggu 10 menit atau bahkan lebih buat bisa naik,” keluh Aisyah (60) saat menunggu feeder MJT di kawasan Pasar Baru. Banyaknya halte pemberhentian dinilai memengaruhi jarak tempuh kendaraan menuju halte berikutnya.

Aisyah juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan kartu e-money. Tidak semua minimarket menyediakan layanan pembuatan kartu tersebut. Ia berharap layanan pemerintah seperti Samsat dapat menyediakan fasilitas pembuatan kartu e-money apabila memungkinkan.

Selain itu, kondisi halte pemberhentian feeder MJT dinilai belum sepenuhnya memadai. Hanya beberapa halte yang terawat dan layak, sementara sebagian lainnya masih bersifat “virtual” dan hanya diketahui oleh sopir. Mayoritas halte masih membutuhkan peningkatan kelayakan.

Dari sudut pandang pengemudi, feeder MJT juga bukan terobosan yang serta-merta mudah dijalani. Asep Suhendi (42) mengaku perlu beradaptasi, terutama saat dihadapkan pada dilema antara empati kepada penumpang yang belum memiliki kartu tapcash dan aturan yang melarang mengangkut penumpang tanpa kartu.

Asep mengakui bahwa sikap sopir terhadap penumpang tidak selalu sama. Namun, ia memilih tetap bersikap ramah dan mempersilakan penumpang duduk. Hal ini sejalan dengan pernyataan Siti Nurmala yang menyebut tidak semua sopir feeder MJT ramah dan murah senyum.

Terkait rekrutmen, Asep menjelaskan bahwa menjadi sopir feeder MJT tergolong mudah namun tetap ketat. “Biasanya diminta melengkapi administrasi, salah satunya SKCK. Banyak yang gugur di tahap ini karena akan ada tes urine lanjutan,” ujarnya.

“Tidak semua mantan sopir angkot reguler bersedia atau lolos tes urine. Kalau terindikasi pernah menggunakan obat-obatan terlarang, kandidat langsung gugur,” tambahnya.

Feeder Metro Trans jabat (MJT) (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Feeder Metro Trans jabat (MJT) (Sumber: ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Menurut Asep, selama mematuhi aturan dan menjaga disiplin, tak ada kendala berarti dalam menjalani profesi ini. Ia menyebut pernah ada sopir yang diberhentikan karena melanggar rute yang telah disepakati bersama pengelola.

Meski rutenya cukup padat—sekitar 105 ruas jalan—Asep mengungkapkan bahwa gaji sopir feeder MJT tergolong menjanjikan, dengan nominal setara UMK Kota Bandung setiap bulannya.

Program feeder MJT pada akhirnya tidak hanya membangun sistem transportasi, tetapi juga merangkai kebutuhan yang setara antara pengelola, staf, sopir, hingga penumpang. Akses yang semakin mudah serta sosialisasi yang lebih luas masih sangat dibutuhkan.

Ke depan, terdapat rencana penambahan Koridor 3 dengan rute Soreang–Ciwidey, meski hingga kini masih dalam tahap pembahasan bersama pihak pengelola.

News Update

Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 17:02 WIB

Lakon Kelaparan dan Kemiskinan Melalui Puasa Ramadan

Puasa itu mengajarkan menahan diri, zakat menyempurnakannya. Ia menumbuhkan kesadaran sosial dan kebahagiaan bagi sesama.
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:33 WIB

Sejarah Pasteur Bandung, Jejak Peradaban Ilmu Pengetahuan di Kota Kembang

Kawasan Pasteur Bandung tumbuh dari pusat riset vaksin kolonial menjadi simpul penting ilmu kesehatan nasional yang jejaknya masih bertahan hingga kini.
Suasana di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Salah satu titik lalu lintas yang selalu padat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 16:31 WIB

Hikayat Indische Partij, Partai Politik Pertama yang Lahir dari Bandung

Didirikan di Bandung pada 1912, Indische Partij menjadi organisasi politik pertama yang secara terbuka menuntut kemerdekaan penuh dari kekuasaan kolonial Belanda.
Logo Indische Partij.
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 15:13 WIB

Di Tengah Tekanan Zaman, Seni Menjadi Cara Bertahan

Di tengah kecemasan, kisah “Nihilist Penguin” bertemu tekanan hidup kota. Dari luka personal lahir Florist Project dan lagu “Cemas”, seni yang tak menggurui, tapi menemani manusia belajar bertahan.
Belajar dan menanamkan cinta pada anak-anak (Sumber: Arsip Penulis, Ekspedisi Nusantara Jaya 2016)
Bandung 03 Feb 2026, 12:52 WIB

Berlari Menjemput Cahaya Pendidikan: Jejak Kebaikan di Balik DH Run 2026

Di balik kemeriahan medali dan garis finis, DH Run 2026 membawa misi sosial yang menyentuh akar kehidupan.
Konferensi pers DH Run 2026 yang membawa misi sosial untuk menyentuh akar kehidupan. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 12:43 WIB

Raih Hadiah Jasa Rancage, Aan M.P. Sebut KDM Tidak Senang Bantu Sastrawan Miskin

Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa.
Aan Merdeka Permana, lahir di Bandung, 16 Novémber 1950 dipandang panitia pantas menerima Hadiah Jasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 11:11 WIB

Tema Ayo Netizen Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Tema ini menjadi ajakan terbuka bagi para penulis Ayo Netizen untuk mengirim tulisan terbaik.
Ayo Netizen Ayobandung.id mengangkat tema "Bandung Raya dan Bulan Puasa: Tradisi, Ekonomi, dan Realita Saat Ini" untuk edisi Februari 2026. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan AI ChatGPT)
Bandung 03 Feb 2026, 10:58 WIB

Dari Kaki Lima ke Ruko Lantai Tiga: Strategi Awug Cibeunying Bertahan di Tengah Zaman

Rizky turut serta menjaga kualitas dan kuantitas awug supaya tetap terjaga meski pasang-surut perubahan zaman telah dihadapi bersama keluarga besarnya selama membangun bisnis ini.
Kios Awug Cibeunying. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 09:36 WIB

Kian Banyak Tertemper Kereta Api, Perlintasan Sebidang Titik Paling Mematikan

Setelah perlintasan sebidang dibangun jalan layang atau terowongan, ternyata kebijakan daerah sangat lemah.
Perlintasan sebidang di Cimindi yang sangat rawan. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Bandung 03 Feb 2026, 09:19 WIB

Digitalisasi Jejak Karbon: Menakar Teknologi Berkelanjutan dalam Layanan Pelanggan Singapore Airlines

Penumpang dan pelanggan kargo SIA dapat menghitung dan mengimbangi emisi karbon penerbangan mereka, baik sebelum maupun setelah terbang.
Maskapai Singapore Airlines. (Sumber: Singapore Air)
Beranda 03 Feb 2026, 07:12 WIB

Di Antapani, Komunitas Temu Tumbuh Menjadi Tempat Pulang bagi Percakapan yang Jujur

Nilai-nilai dalam kacamata tuntutan masyarakat inilah yang kemudian memantik kecenderungan rasa cemas manusia di masa kini.
Komunitas Temu Tumbuh membuka ruang diskusi yang aman dan nyaman untuk saling berbagi dan bertumbuh. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 19:47 WIB

Susah Payah Menjaga Tertib Bahasa Dicengkram Mesin Algoritma

Standar Bahasa Indonesia perlahan tidak lagi dibentuk oleh komunitas diskusi, melainkan oleh mesin berbasis data global.
Ilustrasi bahasa mesin yang menentukan algoritma. (Sumber: Sketsa oleh ChatGPT)
Ayo Netizen 02 Feb 2026, 17:43 WIB

Quo Vadis BKKBN dalam Kepungan Patologi Sosial

Jika fenomena YOLO, FOMO, dan FOPO dihubungkan, muncul gambaran yang lebih luas mengenai bagaimana komunikasi digital mempengaruhi kesehatan mental individu.
Ilustrasi perubahan perilaku generasi milenial dan Z. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)