Dari Hobi Merawat Sepatu, Anak Muda Bandung Ciptakan Peluang Usaha

2 menit baca
Syafitriani Rahmawati
Ditulis oleh Syafitriani Rahmawati diterbitkan
Tampilan interior ruangan Maxcleanic dengan visual branding bertema monokrom yang menonjolkan kebersihan dan profesionalitas. (28/10/25) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syafitriani Rahmawati)
Tampilan interior ruangan Maxcleanic dengan visual branding bertema monokrom yang menonjolkan kebersihan dan profesionalitas. (28/10/25) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syafitriani Rahmawati)

Setiap sepatu menyimpan kenangan langkah dan perjalanan pemiliknya yang penuh makna dan cerita indah. Sayangnya, debu dan noda seringkali menutupi jejak-jejak indah tersebut seiring waktu berjalan. Di sinilah Maxcleanic hadir, menawarkan sentuhan baru untuk memulihkan kembali keindahan dan kilau alas kaki di Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung.

Di balik nama Maxcleanic, ada pemuda bernama Naufal Arya, seorang mahasiswa yang melihat peluang dari Pandemi Covid-19. Saat sebagian besar orang harus membatasi aktivitas di luar rumah, Naufal justru melihatnya sebagai kesempatan untuk bisa menciptakan usaha yang bermanfaat. Dari hobinya mengoleksi sepatu dan dorongan menjaga kebersihan, Naufal terbesit untuk mendirikan usaha layanan cuci sepatu.

Naufal Arya, pemilik usaha Maxcleanic, mulai mewujudkan idenya menjadi kenyataan pada Desember 2020 dengan memanfaatkan ruang kosong di rumahnya sebagai tempat usaha.

“Modal yang dikeluarkan sebenarnya sangat terjangkau, cukup Rp200.000, tapi dari situ usaha ini bisa terus berputar hingga sekarang,” ujarnya pada Selasa (28/10/2025).

Maxcleanic menyediakan tiga layanan jasa cuci sepatu mulai dari Deep Clean, Fast Deep Clean dan Express Clean, perbedaan dari ketiga layanan ini terletak pada durasi pengerjaan cuci sepatunya. Tidak hanya sekedar menyediakan layanan cuci sepatu, Maxcleanic juga menghadirkan layanan cuci topi dan juga tas, dengan metode perawatan yang sama telitinya.

Tampak depan toko Maxcleanic di Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Selasa (28/10/2025) (Sumber: Dokumen Penulis | Foto: Syafitriani Rahmawati)
Tampak depan toko Maxcleanic di Kelurahan Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Selasa (28/10/2025) (Sumber: Dokumen Penulis | Foto: Syafitriani Rahmawati)

Awalnya usaha ini tidak memiliki pegawai, Naufal melakukan semua pekerjaan seorang diri, mulai dari menerima pesanan, mencuci hingga mempromosikan usaha. Setahun kemudian, Naufal mulai merekrut pegawai berjumlah satu orang, dan seiring berkembangnya usaha, jumlah pegawai pun bertambah menjadi tiga orang.

Meski usahanya terus berkembang, perjalanan Maxcleanic tidak selalu berjalan mulus. Naufal juga harus menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola tim dan menjaga kestabilan operasional usahanya. Kurangnya komunikasi, pemahaman alur kerja yang belum terstruktur dengan baik, serta minimnya kedekatan antar anggota tim yang memengaruhi efektivitas kerja.

Hal tersebut menyebabkan adanya ketidakharmonisan dalam operasional, sehingga Maxcleanic harus vakum sementara pada 2023. Tahun 2024 Naufal memulai babak baru, Maxcleanic menata ulang dengan menjadikan permasalahan sebelumnya sebagai pembelajaran untuk memperbaiki sistem kerja dan memperkuat komunikasi tim.

Setelah melewati masa vakum, Naufal sadar akan pentingnya membangun kembali kepercayaan customer terhadap Maxcleanic melalui branding di berbagai platform media sosial. Selain itu, ia mulai menjalin kolaborasi dengan komunitas lari Bandung dan beberapa coffe shop sebagai langkah memperluas jaringan.

Suasana di dalam toko Maxcleanic, yang bersih dan rapi dengan beberapa pesanan sepatu. (28/10/2025) (Sumber: Dokumen Penulis | Foto: Syafitriani Rahmawati)
Suasana di dalam toko Maxcleanic, yang bersih dan rapi dengan beberapa pesanan sepatu. (28/10/2025) (Sumber: Dokumen Penulis | Foto: Syafitriani Rahmawati)

Naufal berharap Maxcleanic tak hanya menjadi tempat kerja, tetapi juga wadah bagi timnya untuk bisa berkembang dalam hal soft skill maupun hard skill.

“Ragu ketika membuka bisnis itu wajar, tetapi kita harus tetap percaya diri dan yakin akan usaha yang kita bangun,” pesannya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)